Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Rahasia Elmo


__ADS_3

Hubungan Vero dan Elmo semakin romantis, Elmo selalu mengantar jemput Vero di tempat kerjanya. Sementara itu Bima semakin gila kerja, karena hanya itu satu satunya jalan yang bisa dilakukan untuk bisa melupakan Vero, dan tujuannya untuk segera membuat klinik pribadi tetap menjadi prioritas yang utama, apalagi namanya sebagai sosok dokter yang cerdas dan ahli di bidangnya sudah tidak asing lagi di dunia kedokteran.


Sore ini sehabis maghrib Elmo mengantar Vero ke sebuah toko pakaian. Elmo memperhatikan Vero yang sedang memilih milih sebuah atasan di toko itu sambil duduk di sebuah kursi panjang di sudut ruangan. Tiba tiba matanya tertuju pada seorang gadis yang baru saja masuk ke toko tersebut. Dilihatnya dari atas ke bawah, baju gamisnya yang membalut tubuhnya hingga ke mata kaki, juga jilbab yang menutupi kepalanya, terlihat anggun di mata Elmo. Dia membayangkan seandainya kekasihnya yang memakai pakaian itu pasti terlihat lebih cantik dibanding sekarang, Elmo sambil senyum senyum sendiri membayangkannya.


Elmo tidak tau bahwa sedari tadi Vero ada di sampingnya, dan melihatnya sedang memperhatikan wanita itu.


" El kamu tertarik dengan wanita itu ya?" Kata Vero tiba tiba.


" Eh Ve, udah dari tadi kamu di sini?"


" Lumayan, dan cukup jelas melihat kamu tersenyum senyum sendiri saat kamu melihat perempuan yang baru masuk tadi, kenapa cantik ya?"


" Cantik? lebih cantikkan kamu Ve."


" Lalu kenapa sepertinya kamu dari tadi tidak memalingkan wajahmu darinya?"


" Aku hanya membayangkan kamu pasti akan terlihat lebih cantik dengan pakaian seperti itu, coba perhatikanlah dia Ve."


Vero kemudian ikut memperhatikan wanita itu.


" Benar wanita itu sangat anggun dan elegan, walaupun tanpa harus memakai busana yang terbuka, namun itu tidak mengurangi kecantikannya. Tidak seperti tampilanku sekarang ", kata Vero dalam hati.


" Kamu suka kalau aku pakai seperti itu El?"


" Aku itu suka kamu tampil jadi diri sendiri, jangan merubah tampilanmu hanya demi aku atau demi siapapun, tapi berubahlah sesuai dengan keinginan kamu sendiri Ve."


Kata Elmo, Vero diam. Elmo memang begitu tulus mencintainya, apapun yang menurut Vero baik selalu Elmo dukung.

__ADS_1


" Udah selesai kan? pulang yuk Ve ", ajak Elmo.


Kemudian Vero dan Elmo pulang ke kos.


Sampai di kos Vero, Elmo langsung berpamitan pulang.


Tak lama kemudian Dinda masuk ke kamarnya.


" Hei kok bengong sih? cie cie baju baru loh."


" Apaan sih Din ngagetin aku aja ", kata Vero.


" Habis beli baju baru kok malah bengong bukannya dicobain, sini lihat ", kata Dinda sambil merebut baju yang sedang dipegang oleh Vero.


" Wuihhh bagus banget Ve, kamu pasti seksi banget pakai baju ini, ayo dicoba dong."


Vero tetap diam saja.


" Nggak Din cuma kepikiran yang diomongin Elmo tadi di butik."


" Emang dia ngomong apa? Sampai kamu melamun terus gini."


" Tadi dia lihat seorang perempuan memakai jilbab, lalu dia bilang aku akan kelihatan lebih cantik kalau memakai seperti itu."


" Jadi dengan kata lain Elmo menyuruhmu memakai jilbab?"


" Enggak sih Ve, dia nggak bilang gitu. Bahkan dia melarangku jika perubahanku itu alasannya karna orang lain, dan bukan berdasarkan kesadaranku sendiri."

__ADS_1


" Lalu bagaimana?"


" Aku baru menyadari bahwa selama ini aku selalu mengumbar auratku di depan banyak orang, dan mungkin melalui perkataan Elmo tadi cara Alloh menegurku."


" Ve memang benar semua yang dikatakan Elmo, tapi kamu harus benar benar yakin dulu jangan hanya setengah setengah, aku takut nanti di tengah jalan kamu akan bosan dan kembali lagi seperti gayamu semula. Benar kata Elmo, berubahlah karena Alloh dan jangan karena dia."


" Iya Din aku tau, makanya aku butuh waktu untuk berpikir dan benar-benar meyakinkan diriku sendiri akan keputusan itu."


" Berdoalah Ve, mintalah petunjukNya agar kamu tidak ragu ragu lagi."


" Iya Din makasih ya."


Sementara itu Elmo sedang terbaring sambil melamun di atas tempat tidurnya yang berukuran king size, cukup besar untuk ditidurinya sendiri. Dipandanginya seluruh ruangan tempat tidurnya itu, kemudian dia berjalan keluar, melewati sebuah pintu berukir yang bernuansa klasik. Pintu yang terbuat dari kayu jati yang dipesannya langsung oleh seorang pengukir dari Jawa Tengah, dan semua orang sudah pasti bisa menebak betapa mahalnya harga pintu tersebut. Elmo memang menyukai semua barang yang bernilai seni tinggi, begitu juga perabot perabot yang ada di dalam rumah itu, kebanyakan didatangkan dari penjuru daerah saat kebetulan dia sedang mengunjungi daerah tersebut.


Elmo terus berjalan menuju ke arah samping rumahnya, kemudian duduk di dekat sebuah kolam ikan. Kolam yang berisi bermacam macam ikan peliharaannya. Dilemparkannya umpan ke dalam kolam tersebut, namun hanya sedikit ikan yang memakannya, karena sudah terlalu malam untuk memberi makan ikan peliharaannya itu.


Kemudian Elmo duduk di pinggir kolam tersebut di sebuah kursi yang terbuat dari rotan.


Dia terlihat gelisah sambil terus memandangi ikan ikan yang berenang kesana kemari.


" Apa yang harus aku lakukan untuk berterus terang pada Vero siapa aku sebenarnya? Aku tidak mau Vero salah paham terhadapku, karena selama ini aku sudah berbohong padanya, maukah dia menerima semua alasanku ?" tanya Elmo dalam hati.


" Tapi aku tidak bisa terus terusan menyimpan rahasia ini, lambat laun semuanya akan ketahuan juga ". kata Elmo lagi.


Kemudian Elmo segera berjalan masuk ke dalam kembali, dia melewati sebuah ruangan keluarga yang cukup besar, fotonya bersama kedua orang tuanya dan adik semata wayangnya saat mereka masih remaja dulu tergantung di sebuah dinding tembok yang memisahkan antara ruang itu dengan kamarnya.


Elmo cukup lama memandangi foto tersebut, foto yang mengingatkan betapa bahagianya keluarganya saat itu, ayah ibunya yang sangat menyayanginya, dan selalu mensuport semua kegiatannya, namun semua itu hilang, saat ini kebahagiaan itu berganti sebuah kesepian yang amat sangat, apalagi di rumah yang sebesar ini Elmo hanya ditemani dengan 2 orang asisten rumah tangga dan seorang tukang kebun. Rumah yang dulu dibeli ayahnya saat mereka belum sesukses sekarang ini, dan kemudian dibangunnya kembali sesuai keinginannya, namun berkat kerja keras Elmo dan ayahnya, usaha yang dibangun mulai dari nol itu beranjak naik dan mampu membuat Elmo menjadi seorang yang berlimpah harta. Dulu sebelum lulus kuliah saat ayahnya meninggal, Elmo sempat mati matian mempertahankan usahanya itu, namun berkat kerja kerasnya, usaha kontraktor milik ayahnya itu sudah berhasil memiliki anak cabang di mana mana, bahkan semakin mengembangkan sayapnya dengan mulai bermain di bidang properti, dan juga transportasi.

__ADS_1


Elmo sangat bingung saat ini, karena dia tidak pernah jujur dengan Ve siapa dia sebenarnya. Yang Ve tau, Elmo itu hanya sebatas seorang karyawan biasa yang hanya memiliki sepeda motor matic yang sering dibawanya untuk mengantar jemput Ve bekerja.


Elmo memang selalu menyembunyikan identitas aslinya, semua itu karena sebuah alasan, dia tidak mau seseorang mengenalnya hanya karena harta yang dimilikinya, dia hanya ingin mencari orang orang yang benar benar tulus padanya, tidak seperti kekasih dia sebelumnya.


__ADS_2