Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Menghibur Vero


__ADS_3

Saat Ve sedang melamun sendiri di kamar, Elmo sedang menuju ke kosnya, dan sudah sampai di halaman depan kos Vero.


Tak lama kemudian Elmo mengetuk pintu kamar Vero.


" Ve...."


Vero mendengar panggilan Elmo dari luar kamarnya, maka dia segera menghapus air matanya dan merapihnya wajahnya di depan cermin, kemudian keluar menemui Elmo.


" Hai El ", sapa Vero.


" Hahahaha ......."


" Ditegur kok malah ketawa sih? Salah minum obat ya?"


" Ve Ve...udah berapa kali kamu nangis hari ini? Lihat matamu sampai bengkak-bengkak kayak orang habis ditonjokkin."


" Kamu tuh ngeledek terus."


" Nggak ngeledek Ve, kasihan aja...nangis kok nggak selesai-selesai, apa nggak capek?"


" Ya capek sih, cuma gimana? Keluar sendiri air matanya, padahal kan udah aku tahan El ", jawab Vero polos.


" Ditahannya pakai apa? coba diganjel pakai balok, pasti nggak keluar."


" Ihhh masuk ke kamar lagi nih aku kalau diledekin terus!!"


" Enggak..deh enggak.., baru aja kemarin aku ngeliat kamu tertawa lepas, ehhh hari ini mukamu udah mirip kayak baju nggak disetrika, kusuuuuttt banget. Keluar aja yuk biar kamu nggak sedih terus."


" Kemana?"


" Terserah maunya kemana? Ke alun-alun tempat favorit kamu itu, ke Malioboro depan benteng, atau ke Parangtritis aja pasti seru malem-malem gini."


" Iya seru sih ke Parangtritis, tapi besok pagi aku harus kerja Bim, takut ngantuk, mana kemarin aku semaleman nggak bisa tidur lagi."


" Hahaha siapa yang nyuruh kamu nggak tidur?"


" Pak Rt yang nyuruh ", jawab Ve jutek.


" Hahaha kurang kerjaan banget pak RT nyuruh kamu nggak tidur."


" Bodo ah...", jawab Vero.


" Hehehe galak amat kayak ibu tiri. Ya udah yuk ganti baju dulu sana! Jadi nggak perginya?"


" Iya tunggu sebentar ", jawab Vero sambil masuk ke kamarnya.


" Elmo...walaupun aku sebenarnya masih ada sedikit rasa buat kamu, tapi hatiku masih sakit oleh Bima, dan semoga kehadiran kamu dapat sedikit mengobati lukaku ", kata Vero dalam hati.


Tak lama Vero keluar dari kamarnya.


Terlihat di luar Dinda sedang menemani Elmo ngobrol.


" Eh kalian mau keluar to, ya udah El ngobrolnya diterusin besok-besok lagi, kalau nggak ada Vero ya ", kata Dinda sambil beranjak dari kursinya


" Ngobrolin apaan sih? Ngomongin aku ya?"


" Iya Ve ngomongin kamu, dikittt ", kata Elmo.


" Dinda awas ya ", kata Vero.


" Tenang aja Ve..., El bikin Vero ketawa tuh, kayaknya dia beberapa hari ini udah lupa caranya ketawa, bila perlu ditanggapin topeng monyet."


" Beres Din, kalau cuman bikin Vero ketawa mah, dikelitikin juga bakalan ketawa dia."


" ihhh kalian tuh nyebelin ", kata Vero sambil cemberut dan berjalan keluar.


" Ya udah Din pergi dulu ya ", teriak Elmo sambil mengikuti Vero di belakangnya.


" Tunggu Ve jangan ngebut ngebut dong jalannya!"


" Jadinya kemana nih?", kata Elmo saat di dalam mobil.


" Terserah deh ngikut aja."


" Ok kita ke Malioboro aja ya, kamu udah pernah lihat rombongan angklung nyanyi belum?"


" Kalau lihat langsung sih belum, paling cuma sepintas aja sambil lewat, males rame banget gitu."


" Ya udah ke sana aja ya?"


Vero cuma mengangguk.


" Kok mobil ini sering kamu bawa El? Katanya punya bos kamu."

__ADS_1


" Iya Ve, bos aku lagi keluar kota jadi mobilnya ditaruh tempatku."


" Emang rumahnya nggak ada yang jaga?"


" Nggak tau deh Ve, udah percaya kali sama aku."


Kemudian Elmo menghentikan mobilnya di sebuah parkiran.


" Ve turun disini nggak papa ya? jalannya agak jauh."


" Nggak papa El sambil jalan-jalan."


Kemudian Vero dan Elmo berjalan beriringan di kawasan yang tidak pernah sepi pengunjung itu. Vero paling malas kalau disuruh lewat jalan ini jika tidak memiliki kepentingan, pasti selalu macet.


" Tuh Ve musiknya udah mulai, buruan yuk!"


Elmo menarik tangan Vero mendekati orang-orang yang sedang berkerumun.


" Kamu di depanku aja Ve ", kata Elmo berusaha melindungi tubuh Vero dari orang-orang yang berhimpit himpitan dan ingin melihat di posisi paling depan.


" Hahaha....", Vero tersenyum sumringah melihat seorang pemain laki-laki yang menari lucu dengan lemah gemulai. Baru kali ini Vero menyaksikan tarian ini dari dekat, ternyata cukup seru.


" Syukurlah Ve malam ini kamu bisa tertawa lagi, walaupun mungkin ini hanya untuk sesaat ", kata Elmo dalam hati sambil memperhatikan Vero yang tartawa terbahak bahak di depannya.


Satu lagu berakhir dan berganti dengan lagu lainnya. Ve tetap tidak berhenti tertawa dengan adegan- adegan yang dilakukan pria di depannya.


Lama kelamaan Ve merasa kakinya lelah berdiri lama.


" El udahan yuk! kakiku pegal nih."


" Ya udah yuk ", kemudian Elmo mengajak Vero keluar dari kerumunan orang orang.


" Seru juga ya El ternyata, kamu sering lihat ya?"


" Nggak juga sih Ve, kadang-kadang aja."


" Biasanya sama siapa lihatnya?"


" Palingan sama temen-temen kerjaku."


" Nongkrong di benteng aja yuk Ve?"


" Ayuk."


" Malam ini cerah banget ya Ve, secerah wajah kamu nggak kayak tadi, manyun terus hehehe."


" Hmmm mulai lagi deh..."


" Hehehe...", Elmo cuma tersenyum.


" Aku pernah lho El nongkrong di depan benteng ini sekali sama Bima ".


" Sekali? selama kalian pacaran beberapa tahun?"


" Iya tapi baru satu jam nongkrong Bima udah ngajak pulang."


" Hahaha mampus deh..."


" Kok mampus sih El?"


" Iya mampus aja, kok ada orang macam Bima gitu ya? dan yang paling aneh kok ada cewek secantik kamu mau sama dia hahaha."


" Ihhh pelecehan, tapi kan dia romantis El."


" Romantis tapi baru beberapa bulan terakhir ini kan? sebelumnya ngapain aja kalian? oh iya aku lupa main cakar cakaran kan hahaha."


" Ih Elmo jangan gitu dong!! Tapi kan itu mungkin karena dia belum bener-bener bisa mencintaiku."


" Apakah sekarang sudah?"


" Sudah sih, tapi keburu Anya muncul, tergoda lagi deh dia ", jawab Vero polos.


" Hahaha Vero, Vero, ada ya gadis sepolos kamu jaman sekarang, seandainya ada 1 lagi yang kayak kamu, mau dong aku."


" Elmoo...nyebelin banget sih kamu......"


Jawab Vero sambil cemberut lalu mempercepat langkahnya.


" Ehhh tunggu ngebut amat jalannya, kayak mau ngejer angkot."


" Bodo ahh..."


Kemudian Elmo dan Vero duduk di sebuah kursi panjang yang kebetulan kosong.

__ADS_1


" Lalu rencanamu selanjutnya apa Ve?"


" Aku mau telfon ibuku El."


" Kapan?"


" Secepatnya, karena aku takut ibuku sudah mempersiapkan semua untuk pertunangan aku dan Bima."


" Hhhhhhh....Vero sebenernya aku nggak tega banget melihat kamu kayak gini ", kata Elmo dalam hati.


Sebenarnya Elmo ingin sekali menceritakan kejadian saat dia bertemu Bima di mall tempo hari, namun dia tidak mau menambah beban fikiran Vero, biar saja Elmo simpan semuanya sendiri, toh Vero sudah tau semua kebenarannya tentang Bima.


" Jatah cutimu tetap kamu ambil Ve?"


" Tetaplah El, udah terlanjur aku ajuin kok."


" Lalu kamu mau kemana?"


" Entahlah belum aku pikirin. Yang jelas aku pengen pergi dari Yogya dulu buat nenangin diri."


" Aku temenin mau?"


" Kerjamu bagaimana?"


" Itu masalah gampang, bosku orangnya pengertian kok."


" Ihhh tapi nggak mau ah, tar kan kita pasti nginep di hotel."


" Lalu kenapa?"


" Jangan jangan kamu mau ngajak aku tidur bareng di sana ya???" Tuduh Vero, sambil menunjuk ke arah Elmo.


" Idihhhh amit-amit!! Vero...Vero...Kamu tuh kebanyakan nonton film semi, piktor aja bawaannya."


" Film semi apaan sih El?"


" Kamu nggak tau Ve?"


" Enggak!" Jawab Vero sambil menggeleng polos.


" Hahaha Vero Vero....", kata Bima sambil mengacak ngacak rambut Vero.


" Ya Alloh tolong kirimkan calon istri yang seperti ini buat hamba satuuu aja, ya Alloh!! Hamba akan bertanggung jawab lahir bathin." Kata Elmo sambil menengadahkan tangannya.


" Elmoooo...jangan gitu dong aku nggak tau beneran nih."


" Beneran nggak pernah nonton?"


" Iya beneran."


Lalu Elmo membisikkan sesuatu di telinga Vero.


" Elmoooo....jorok banget sih kamu....!!!" teriak Vero sampai orang orang di sekitar memalingkan muka ke arah mereka.


" Ehhh kok jorok sih, kita kan udah 17 tahun ke atas, harus tau cara begituan yang baik, nggak asal asalan biar nggak menimbulkan masalah dalam rumah tangga Ve ".


" Ya kan nggak harus sekarang!!"


" Kapan lagi Vero? Kamu tuh kalau nggak ada masalah kemarin aja, sebentar lagi nikah kok."


" Terus kenapa kalau udah nikah?"


" Hahaha udah deh nggak usah dilanjutin, pantesan kamu tuh gampang banget dikadalin Bima, terlalu polos sih..."


" Ah biarin aja ", kata Vero.


" Jadi gimana mau ditemenin nggak?"


" Mau nggak ya?"


" Janji deh nggak ngapa ngapain, ntar juga aku nyewa kamar sendiri kok."


" Beneran?"


" Ya beneran dong."


" Terus mau kemana nih kita rencananya? Dua minggu lagi kan waktunya?"


" Iya sihhh, ntar deh aku pikirin ya enaknya kemana."


" Ok aku tunggu ya kabarnya."


" Siapp bos."

__ADS_1


Malam ini Vero kembali ceria, Elmo sedikit lega mudah mudahan dengan kehadiran dia dapat mengobati luka di hati Vero sedikit demi sedikit.


__ADS_2