Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Bima bertemu Anya


__ADS_3

Hari Minggu Bima datang ke kosku karena kita sudah janjian untuk membeli perlengkapan seserahan hari ini.


" Eh udah pada rapih mau kemana kalian ?" Tanya Dinda dari depan kamarnya.


" Kita mau beli seserahan Din, mau ikut ?" Tanya Bima.


" Males ahhh ntar kamu salah milih lagi, aturan buat Vero malah milihin buat aku, aku kan nggak mau jadi penghalang cinta kalian berdua Bim ", sahut Dinda sok puitis.


" Pretttttt.....", kataku sambil tertawa.


" Hahaha Dinda Dinda lagian aku juga pasti bisalah bedain mana wanitaku dan mana wanita jadi jadian ", jawab Bima bergurau.


" Eh sembarangan gini gini banyak yang naksir lho ".


" Iya yang naksir banyak tapi yang mau jadi pacar nggak adaaa....", kataku. Aku dan Bima tertawa bersama.


" Ah kalian nih jahat banget sama temen sendiri kayak ibu tiri ".


" Bim nanti kalau udah nikah sama Vero, jangan pelit pelit ya sama aku ".


" Maksudnya ?" Jawab Bima.


" Ya kalau aku pengen main berdua sama dia jangan dilarang ".


" Iya nggak papa Din, yang penting nggak macem macem ", jawab Bima.


" Nggak kok Bim kami cuma semacem aja, kalau nyari cowok ya semacem aja nggak dua macem Bim kalau 2 macem bingung ntar Bim ".


" Udah Bim nggak usah didengeri Dinda lagi mabok dia kebanyakanmakan jengkol ".


" Hahaha....ya udah Din kita pergi dulu ya ".


" Iya Bim jangan lupa balik kesini lagi aku selalu menunggumu ".


" Bodooooo....", jawabku dan Dinda tertawa terbahak bahak.


" Dinda tuh lucu ya Ve ?" kata Bima saat kita sudah di atas mobil.


" Bukan lucu Bim tapi bocor", jawabku dan Bima hanya tertawa menanggapi omonganku.


" Ve cincinnya udah aku pesen sama kenalanku, dia udah lama jadi kolektor berlian, jam 1an nanti kita janjian ketemu di mall ".


" Kamu jadi beliin aku cincin berlian Bim ?"


" Iyalah Ve aku kan udah bilang kemarin ".


" Ya ampun Bim itu kan mahal banget, kenapa kamu nggak beli emas biasa aja sih ".


" Nggak sayang aku cinta sama kamu dan aku mau kasih yang terbaik buat kamu ".


" Ya udahlah Bim terserah kamu ", kataku.


" Ini kita mau beli apa dulu Ve ?"


" Kita beli bahan kebaya aja dulu Bim di Malioboro, disana kan banyak toko bahan ".


" Ok siap nyonya ".


Jawab Bima sambil menambah kecepatan mobilnya menuju jalan Malioboro ".


Sampai di Malioboro aku langsung menuju sebuah toko kain ditemani oleh Bima.


" Eh Bim besok acara pertunangannya kita mau pakai baju apa ?"


" kita coupelan aja Ve, kamu pilih kainnya, nanti jahitnya di tempat temenku yang desainer itu ".


" Emang bisa Bim, kan waktunya mepet ?"


" Insyaalloh Ve, kemarin aku udah telfon dia kok ".


Kemudian aku memilih sebuah bahan untuk kupakai di acara lamaran kami nanti. Sebuah kain kebaya berwarna silver dan sebuah kain batik untuk bawahannya dan juga untuk baju atasan Bima.


" Yang ini aja ya Bim bagus kan ".


" Bagus sayang kalau kamu yang pakai pasti cantik ".


Aku tersenyum.


Akhirnya Bima membayar beberapa kain yang aku pilih untuk seserahan nanti.


" Kemana lagi Ve ?"


" Kita beli sepatu sama baju dalam dulu ya ?"


" Kok ada baju dalemannya juga ?"


" Ya iyalah Bim, namanya itu sepengadek yang artinya perlengkapan wanita dari atas sampai ke bawah, dan itu seserahan yang diberikan oleh mempelai pria ke wanita ".


" Aku baru tau Ve, maklum baru mau nikah sekali, nanti kalau udah yang kedua pasti lebih berpengalaman ". sahut Bima sambil memainkan matanya ke arahku.


" Heiii berarti mau nikah yang kedua ya berani ya ", kataku sambil mencubit pinggangnya.

__ADS_1


" Eh enggak enggak maaf salah ngomong ".


Akupun ngomel ngomel nggak jelas, sedang Bima hanya tertawa cekikikan.


Kami terus berjalan mencari peralatan lainnya.


Hingga tak terasa sudah masuk waktu dhuhur.


" Ve nyari tempat sholat dulu yuk, nanti kan pas jam 1 kita langsung ke mall aja ketemuan sama temenku ".


Akupun setuju, kemudian kami mencari tempat sholat terdekat. Selesai sholat aku dan Bima langsung menuju mall untuk bertemu dengan temen Bima.


" Kita tungguin sambil makan Ve ?"


" Iya ayok ", jawabku.


Kemudian kami masuk ke resoran cepat saji yang ada di mall, dan kemudian Bima memesan makanan buat kami berdua..


" Makan dulu Ve ".


" Makasih ya Bim ", kemudian kami makan sambil ngobrol.


Baru saja selesai makan teman Bima tiba di tempat kami. Seorang laki laki sepertinya keturunan Tionghoa terlihat dari kulitnya yang putih dan matanya yang sipit


" Hallo Brow ".


" Hallo pak dokter sudah dari tadi ya nunggunya ".


" lumayanlah ", jawab Bima.


" Kenalin nih calon istriku Vero ".


Kemudian aku menyambut uluran tangan teman Bima.


" Beruntung banget kamu Bim dapet calon istri secantik ini, pantesan kamu rela buang uang ratusan juta demi beliin cincin kawin berlian buat dia.


" Udah nggak usah basa basi pacarku nggak bakalan tertarik sama cowok kayak kamu, Gimana dibawa nggak contoh barangnya ".


" Hahaha sialan kamu Bim, tenang aja aku udah bawa barangnya tinggal nanti kita ukur jari calon istri cantikmu ini ".


Kemudian teman Bima mengeluarkan beberapa berlian dari dalam tas kecilnya dan diberikan pada kami.


" Nih kamu tinggal pilih yang mana, nanti suratnya menyusul kalau udah jadi cincinya dan udah lunas uangnya tentunya ".


Kemudian aku dan Bima sepakat memilih sebuah berlian kecil yang nantinya akan dipasang di cincin kawinku.


" Ok nanti sekitar 1 mingguan ya Bim ditunggu aja ".


" Beres bos tenang aja ".


" Uangnya nanti aku transfer ya, kamu kirim nomor rekening ke hpku ".


" Siap bos nanti aku smsin ".


" Ya udah aku pulang dulu ya, 1 minggu lagi aku hubungin ".


" Makasih ya ", jawab Bima.


Kemudian teman Bima pergi meninggalkan kami berdua.


" Gimana Ve ? Mau langsung pulang ?"


" Iya udah beres juga kok belanjanya ".


Kemudian Bima menggandeng tanganku keluar dari restoran itu.


Baru saja kami melangkahkan kaki menuruni tangga, tiba tiba ada seorang wanita cantik, sexy, rambutnya panjang sebahu, dan menggunakan rok mini juga sepatu berhak tinggi menghentikan langkah kami.


" Bima ".


" Anya..?"


Bima terdiam begitu lama sambil bertatapan dengan wanita itu.


Aku sedikit terkejut, ternyata wanita di depanku inilah mantan kekasih Bima, wanita yang kecantikannya nyaris sempurna.


" Eh egh kamu kok di sini Nya ", katanya kamu tinggal di Singapura ?"


" Ternyata Bima tau banyak tentang Anya, bahkan dia tau sekarang Anya tinggal di Singapura ". Bathinku.


" Iya Bim, tapi ini aku lagi liburan ".


" Sama suamimu ?"


" Nggak, sendirian aku udah cerai sama dia satu tahun yang lalu "


Bima sepertinya terpesona dengan kecantikan Anya, sehingga dia lupa bahwa aku ada di sampingnya. Aku benar benar percaya saat ini bahwa Bima sebenarnya tau tentang Anya, dan selalu mencari informasi tentang dia, buktinya Bima tahu Anya sudah menikah.


Bima terus saja mengobrol dengan Anya, dan aku hanya diam saja di sampingnya, bahkan Bima lupa mengenalkan aku pada Anya, kalau saja aku tidak memikirkan harga diri Bima, mungkin sudah kutinggalkan mereka berdua.


" Jadi kamu udah setengah bulan di sini Nya ?" tanya Bima.

__ADS_1


" Iya Bim, pengen jalan jalan dulu ngilangin stres ".


" Hahaha kalau stres bawa ke rumah sakit aja Nya ".


Rasanya aku udah nggak tahan dan muak melihat mereka berdua bersenda gurau di depanku.


" Bim aku ke toilet dulu ya", kataku pada Bima.


Bima hanya mengangguk saja.


Aku melangkah masuk ke dalam mall, tapi sebenarnya aku mencari jalan arah keluar lewat pintu lain.


Aku terus berjalan sambil menahan marahku. Rasanya aku ingin teriak untuk melepaskan rasa marahku.


Aku segera menyetop taksi yang lewat di depanku.


" Kemana mbak ?"


" Ke jalan Kaliurang pak ".


Aku nggak tau apa yang kupikirkan saat itu, tiba tiba saja aku bilang akan pergi ke jalan kaliurang, padahal aku nggak tau mau kemana, yang jelas aku ingin segera pergi meninggalkan mereka berdua.


" Mbak kita mau kemana lagi ini ?, kita sudah sampai di jalan kaliurang ".


" Berhenti di cafe depan aja pak ", kataku.


Saat itu aku melihat sebuah cafe yang ada di pinggir jalan, dan aku memutuskan untuk berhenti dan masuk ke dalamnya, aku hanya ingin menenangkan diri dulu untuk sementara waktu.


Kulirik arloji di tanganku pukul 3 sore.


" Aku memesan beberapa makanan ringan dan segelas minuman dingin ".


Kubuang pandanganku ke luar jendela di depanku.


Tiba tiba air mataku menetes, benar firasatku Bima ternyata belum bisa melupakan Anya, cinta pertama Bima, sekaligus wanita yang menghianati Bima demi laki laki lain.


Hp kumatikan karena aku nggak mau terganggu oleh bunyinya.


" Bim kamu sadar nggak sih udah sakitin hatiku ", kataku dalam hati ".


##############


Sementara itu Bima dan Anya masih aayik mengobrol.


Tiba tiba saja Bima teringat Vero.


" Vero aduh aku sudah melupakannya ", bathin Bima.


" Nya temenku tadi udah balik dari toilet belum ya ?"


" Ya belumlah Bim, kan dari tadi kita berdua terus ".


" Ya udah Nya aku cari temenku dulu ya ?"


" Oh iya Bim, nanti aku telfon kamu ya ".


" Iya Nya udah dulu ya ".


Kemudian Bima berpamitan pada Anya.


Bima mencari Vero di toilet wanita tapi dia tidak menemukannya.


Kemudian mencoba menghubungi hp Vero, ternyata hpnya mati.


" Ya Alloh bodohnya aku, kenapa aku bisa lupa dengan Vero, pasti dia marah besar padaku. Vero dimana kamu ?" kata Bima dalam hati.


Bima terus mencari Vero kesana kemari, keluar masuk toko pakaian, tapi tetap tidak ditemukan wanita yang dicarinya.


" Aahhh mungkin Vero sudah pulang ke kosnya ", bathin Bima.


Akhirnya Bima memutuskan ke kos Vero, dia berjalan sangat pelan dan berharap bisa menemukan Vero.


Akhirnya Bima tiba di kos Vero.


" Vero ", panggil Bima sambil mengetuk pintu rumahnya.


" Vero kamu di dalam sayang ?"


Namun tetap tidak ada jawaban. Dinda keluar kamarnya karena mendengar Bima mencari Vero.


" Lho Bim kenapa nyari Vero ? dia kan sama kamu ?"


" Jadi dia belum pulang Din ?"


" Belum tuh Bim ".


" Ya udah kalau dia udah pulang tolong kamu sms aku ya Din ?"


" Iya Bim ".


Kemudian Bima pulang tanpa terlebih dulu berpamitan dengan Dinda, wajahnya terlihat sangat bingung.

__ADS_1


" Ada apa lagi dengan kamu Ve ?" bathin Dinda dalam hati.


__ADS_2