Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Makan malam bersama Anya


__ADS_3

Esok paginya Vero berangkat kerja seperti biasanya, di kantor dia disambut teman temannya, menanyakan keadaannya kemarin.


Sesat kemudian Vero mulai asyik melayani konsumen. Saat jam istirahat Vero dipanggil pimpinannya.


" Permisi pak ".


" Iya masuk Vero ".


Kemudian Vero masuk.


" Duduk Ve ".


" Iya pak, ada apa pak ".


" Ini Ve ijin cuti kamu sudah disetujui pihak kantor, kamu ijin selama 1 minggu kan ".


" Benar pak ".


" Terhitung dari tanggal 18 - 24 ya Ve ?"


" Benar pak ".


" Berarti minggu depan ya ".


" Iya pak minggu depan ".


" Ya udah ini surat ijinnya, nanti kamu kasih ke Bu Agni ya biar dicap dulu ".


" Baik pak terimakasih, kalau begitu saya permisi dulu ".


Kemudian Vero keluar ruangan pimpinannya dengan perasaan lega.


" Ngapain Ve dipanggil ke ruangan bos ?" tanya salah satu teman Vero.


" Permohonan cutiku dikabulin, 2 minggu lagi aku pulang ".


" Jadi tunangan dong Ve ?"


" Iya insyaalloh ", jawabku sambil tersenyum.


" Ihhhhh selamat ya Ve, aku jadi pengen ".


" Iyaaa mudah mudahan kamu cepet menyusul ya ".


Sementara itu Bima sedang telfonan dengan seseorang di kantornya.


" Hallo siapa ini ?"


" Aku Anya Bim, memang kamu hapus nomorku ?"


" Eh iya maaf, kemarin aku hapus nomormu Nya, soalnya...."


" Vero marah dan meminta kamu menelfonku di depan dia, agar dia yakin bahwa kamu benar benar mencintainya Dokter Bima, benar begitu ???" kata Anya memotong kalimat Bima.


" Darimana kamu tau Nya ?"


" Hahaha Bima...Bima aku sudah mengenalmu sejak lama, dan aku bukan wanita polos yang bisa begitu percaya dengan segala macam permainan cinta ".


" Berarti kamu sudah berpengalaman Nya ?"


" Iya Bim soalnya belajar dari mantan suamiku hahaha ".


" Kamu bisa aja Nya, aku pikir kamu kemarin marah dan nggak mau menghubungiku lagi ".


" Nggak mungkinlah Bim, aku akan begitu saja memutus hubunganku sama kamu ".


Bima diam saja.


" Eh ehm maksudku hubungan silaturahmi Bim ", Dinda mengkoreksi pembicaraannya.


" Nanti malam ada acara nggak Bim, aku pengen ngajak kamu nongkrong Bim, sekali kali mumpung aku di Yogya ?"


Bima mengernyitkan dahinya.


" Aku terima nggak ya ajakan Anya ? ah nggak masalah hanya satu kali ini saja, toh mungkin sebentar lagi Anya akan kembali ke Singapura ", kata Bima dalam hati.


" Hallo Bim ?"


" Eh iya Nya ".


" Bagaimana tawaranku, bisa ?"


" Ok Nya jam berapa ?"


" Jam 8 aja ya, kamu jemput aku di hotel ya ?"

__ADS_1


" Ok sampai nanti malam ya ".


" Iya makasih Bim ".


Kemudian Bima menutup telfonnya, sementara itu Anya tersenyum senyum sendiri membayangkan nanti malam dia akan pergi dengan Bima.


Sehabis magrib Bima ke kos Vero.


" Udah makan sayang ?"


" Udah Bim baru aja, kamu udah makan ?"


" Belum, nanti aja di rumah sakit ".


" Lho mau ke rumah sakit lagi ?"


" Iya Ve, nanti jam 8 ada jadwal operasi ".


" Ohhhh..." jawab Vero singkat.


" Bim ijinku udah keluar tadi, dan udah disetujui ".


" Jadi positif pertunangan kita diadakan minggu depan Ve ?"


" Iya Bim...."


" Alhamdulillah...", seru Bima.


Aku tersenyum melihat Bima nampak lega.


" Cincinnya udah kamu simpen kan ?"


" Iya sayang jangan khawatir aku simpen baik baik kok ".


" Kamu tinggal telfon ibumu di Sumatra ya, berarti acaranya tanggal berapa jadinya ?"


" Ya menurut kesepakatan kita waktu itu Bim, tanggal 20, nanti aku berangkat duluan tanggal 16 aja kan itu hari Sabtu, kamu sama orang tuamu terserah tanggal berapa nanti biar aku booking hotelnya dulu ".


" Oooh ya beres, biar nanti aku telfon mama sama papa ya ".


" Oh iya bajunya gimana Bim ?"


" Iya aku lupa, tadi temenku telfon besok sore kita disuruh kesana disuruh nyoba, udah selesai sih yang punyaku tapi punyamu belum, jadi temenku minta buat aku nyoba bajunya dulu ".


" Iya bagus kalau gitu, berarti udah beres semua ya ?"


" Ve aku nggak sabar lho nunggu moment kita tunangan ".


" Yang bener ??"


" Iya bener ..."


" Nanti nyesel...".


" Kok nyesel sih ".


" Ya siapa tau Bim ".


" Aku nggak bakalan nyesel dapet calon istri secantik kamu Vero ", jawab Bima sambil mengacak acak rambutku.


" Eh Ve udah jam 7.30 nih aku berangkat dulu ya ?".


" Kan masih setengah jam Bim ?"


" Iya kan aku harus mempersiapkan peralatan dulu ", jawab Bima berdusta.


" Ooohhh ya sudah hati hati ya ", kataku sambil memeluk Bima.


" Iya sayang....", jawab Bima membalas pelukanku dan mengucapkan kalimat cinta.


Kemudian Bima pergi meninggalkan kos Vero menuju hotel Anya.


" Hhhmmm setengah jam aku rasa cukup untuk sampai ke hotel Anya ", bathin Bima.


Tak lama kemudian Bima sudah sampai di hotel Anya.


Ditelfonnya hp Anya.


" Hallo Nya ".


" Iya Bim ".


" Aku udah di bawah nih ".


" Oh iya Bim, tunggu sebentar ".

__ADS_1


Tak lama kemudian Anya turun, kali ini Anya menggunakan terusan selutut warna hitam, menunjukkan lekuk tubuhnya yang sexy.


Bima sempat kagum dengan kemolekan tubuh Anya,


" Anya kamu tidak banyak berubah ", kata Bima dalam hati.


" Berangkat sekarang Bim ?"


" Oh iya Nya ayo ", jawab Bima.


Kemudian mereka berjalan beriringan.


" Kamu mau makan dimana Nya ?"


" Terserah kamu Bim, kamu kan yang lebih tau sini ".


" Ok kalau gitu ".


Kemudian Bima mempercepat laju mobilnya.


" Kita ke cafe langgananku ya Nya ?"


" Langganan kamu sama Vero ?"


" Bukan, sama temen temen kantorku, Vero kurang suka kalau aku ajak ke cafe ".


" Oh ya kenapa ?"


" Dia lebih senang kalau aku ajak makan di pinggiran di lesehan lesehan sederhana gitu ".


" Hmmmm berarti selera dia murahan dong Bim ".


" Bukan murahan Nya, tapi dia orang yang sangat sederhana ", jawab Bima tidak suka Anya menghina Vero di depannya.


" Kamu sudah lama pacaran dengan dia ?"


" Lumayan...mungkin 4 - 5 tahunan Nya ".


" Lumayan lama ya, hampir sama dengan waktu pacaran kita dulu ya Bim ".


Bima hanya diam saja tidak menjawab.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan.


" Ayo turun Nya ".


Anya dan Bima segera masuk ke cafe tersebut, cafe bergaya modern dan elegan.


" Kamu mau pesan apa Nya ?"


Anya kemudian mengambil buku daftar menu yang disodorkan oleh Bima, lalu menuliskan di secarik kertas.


Bima menyerahkannya pada pelayan yang ada di sampingnya.


" Bim...makasih ya kamu udah mau nemenin aku makan ".


" Iya Nya sama sama ".


" Aku tuh nggak nyangka lho bisa pergi berdua kayak gini lagi sama kamu Bim, aku kira semenjak aku ninggalin kamu itu, kamu nggak mau ketemu aku lagi Bim ".


" Ya enggaklah Nya, walaupun kita udah nggak ada hubungan tapi bukan berarti aku akan memutus silaturahmi seperti kata kamu kemarin kan ?"


" Iya Bim benar ".


Tiba tiba Anya memegang tangan Bima, Bima sedikit terkejut.


" Bim, aku rindu masa masa kita dulu, dan aku rasa pasti kamu juga rindu kan ?", bisik Anya.


Bima gugup dengan pertanyaan yang dilontarkan Bima, dan dia langsung menarik tangannya.


" Eh ehm maaf Nya ". Kata Bima.


" Ohhh nggak papa harusnya aku yang minta maaf, nggak pantas aku berbuat begini karena kamu sebentar lagi akan menjadi milik wanita lain ".


" Bukan begitu maksudku Nya ".


" Sudahlah Bim nggak usah dibahas lagi, mendingan kita cerita tentang kegiatan kamu ya ", kata Anya mengalihkan pembicaraan.


Bima dan Anya mengobrol hingga larut malam, dan keduanya pulang pukul 12 malam.


" Bim makasih ya udah mau nemenin aku ".


" Iya Nya sama sama ".


Tiba tiba Anya mengecup pipi Bima, dan tersenyum sambil menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


Bima terkejut dan bengong sesaat setelah Anya mencium pipinya, kemudian dia tersadar lalu perlahan pergi meninggalkan kamar Anya, ada sedikit senyuman dibalik wajah Bima.


__ADS_2