Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Elmo dan Bima bertengkar di depan kantor Vero


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Bima sudah datang ke kos Vero.


" Ve!!" Panggil Bima di depan pintu kamar Vero.


" Lho Bim masih jam 06.30 kok kamu udah disini? Aku aja belum mandi ", jawab Vero setelah membukakan pintu untuk Bima.


" Aku kangen kamu ", kata Bima berdusta, padahal dalam hatinya merasa lega sekali tidak ada perubahan sikap Vero padanya.


" Berarti Elmo belum memberitahu Vero ", kata Bima dalam hati.


" Bagaimana acara semalam? Asyik kan?"


" Ya biasa aja sih Ve, cuma makan-makan sambil ngobrol kok."


" Semalam ngapain Ve?"


" Ngapain? ya nggak ngapa ngapain Bim, emang kenapa?" kata Vero berdusta.


" Nggak ada yang telfon?" selidik Bima.


" Nggak ada tuh, kenapa sih?"


" Kirain aja Elmo nelfonin kamu lagi."


" Aku tuh yang harusnya tanya, Anya nelfon kamu lagi nggak?"


Tiba tiba saja dada Bima berdebar.


" Nggak kok Ve, kan aku udah nelfon jangan gangguin kita lagi kemarin."


" Syukur deh..."


" Huffff...." Lega sekali perasaan Bima, takut kalau kalau Vero tau semuanya dari Elmo.


" Mandi sana Ve! Nanti aku anterin ke kantor kamu."


" Emangnya sore nanti kamu bisa jemput aku?"


" Bisa kok Ve, udah sana buruan!!"


Lalu Vero segera masuk ke kamarnya. Tiba tiba hp Bima berbunyi.


" Aduhhh kenapa Anya telfon sih?" Bathin Bima, kemudian Bima berjalan ke depan dan masuk ke dalam mobilnya, lalu mengangkat telfon dari Anya.


" Hallo ada apa Nya?"


" Kamu lagi dimana Bim?"


" Oohhh aku masih di kos Vero, jemput dia."


" Hmmmm enak banget ya jadi Vero diantar jemput kamu terus."


" Nggak kok Nya, aku jarang berangkat kerja bareng dia, biasanya Ve bawa motor sendiri."


" Bawa motor? ahhh kalau aku nggak mau Bim bawa motor."


" Ya kan aku udah bilang, Vero itu orangnya sederhana."


" Sederhana apa miskin?" sahut Anya ketus.


" Kenapa sih kamu Nya kok kayaknya nggak suka gitu sama Vero?"


" Emang aku nggak suka sama dia!" Jawab Dhea ketus


" Kenapa?"


" Karena dia udah ngambil kamu dari aku!"


" Maksudmu?"


" Ya kamu pikir aja sendiri Bim."


" Ayo dong Nya kenapa sih kamu?"


" Aku lagi sebel!"


" Sebel sama siapa?"

__ADS_1


" Sebel sama kamulah!"


" Kok aku sih?"


" Iya kamu! Semalam kamu janji mau nemenin aku kemanapun, ternyata mana?"


" Iya deh maaf..."


" Pokoknya aku minta gantinya!"


" Maksudmu?"


" Ya aku minta kamu temenin lagi!"


" Kapan Nya?"


" Malem minggu."


" Malem minggu? tapi...!!!"


" Ahhh nggak mau tau Bim!! Pokoknya malem minggu aku mau kamu temenin aku titik!!"


Kemudian Anya menutup telfonnya.


" Padahal malam minggu aku sudah janjian dengan Vero dan desainer itu, untuk mencoba baju yang akan kami pakai di acara pertunangan kami nanti ", kata Bima dalam hati.


Kemudian Bima keluar dari mobilnya dan kembali menuju kursi di depan kamar Vero.


Sementara itu Anya tersenyum sendiri di dalam kamarnya.


" Kamu nggak mungkin bisa menolak permintaanku Bima, aku yakin itu ", bisik Anya.


" Bim darimana?" tanya Vero.


" Oh dari mobil Ve, ngambil dompet tadi ", kata Bima berdusta.


" Mau berangkat sekarang atau nanti?" tanya Vero.


Diliriknya jam yang melingkar di tangannya.


" Berangkat sekarang aja, sekalian sarapan dulu ya?"


" Sekarang apa yang kamu pengen aku nurut deh."


" Beneran....? Nanti nyesel lho." Kata Vero lagi.


" Ya kalau nyesel langsung minta maaf Ve."


" Hahaha bisa aja ", kata Vero tertawa.


" Hei kalian ngapain jam segini udah berangkat? Mau pada ngepel kantor?"


" Kok tau Din, kerjaan sampingan ya?" kata Vero.


" Ishhh sorry ya ", kata Dinda sambil kembali masuk ke dalam kamarnya.


Bima dan Vero tertawa bersamaan. Kemudian mereka langsung pergi meninggalkan kos menuju tempat kerja Vero. Namun sebelumnya mereka mampir dulu membeli sarapan di sebuah warung gudeg di pinggir jalan.


Selesai sarapan Bima mengantar Vero ke tempat kerjanya.


Namun betapa terkejutnya Vero, saat tiba di depan kantornya ada Elmo yang sedang duduk di atas motornya tidak jauh dengan mobil Bima berhenti, dan sialnya ternyata Bima juga melihat Elmo.


" Hhhhhh....mau ngapain laki-laki brengsek itu disini?" Kata Bima sedikit ketus, dan langsung turun dari mobilnya menghampiri Elmo.


Vero mengejarnya dari belakang


" Hei Bim mau kemana?" teriak Vero.


" Aku mau kasih pelajaran buat laki laki sialan itu!!"


" Tunggu Bim...", teriak Vero lagi.


" Ngapain kamu di sini?" Bentak Bima kepada Elmo.


" Lho memang ada larangan ya buat aku di sini? Apakah ini jalan keluargamu pak dokter?"


" Brengsek kamu ya!!!"

__ADS_1


" Bim udah...sabar dong ", teriak Vero mencoba melerai pertengkaran mereka berdua.


" Nggak usah emosi brow, kenapa sepertinya kamu mengkhawatirkan sesuatu ya?" Jawab Elmo sambil tersenyum mengejek.


" Ingat jangan macam-macam kamu ya?"


" Ooohhhh aku takut...jangan mengancamku seperti itu Bim, biasanya kalau seseorang dalam keadaan terancam justru dia akan berbicara jujur lho!!!"


" Pergi kamu dari sini aku bilang!!"


" Udah Bim...pleas Bim hentikan!" Jerit Vero.


" Elmo udah dong...tolong pergi dari sini aku mohon, jangan buat ribut El pleas....!!" Kata Vero lagi.


" Dengar ya Bim, kalau bukan karena permintaan dari Vero aku nggak akan pergi dari sini!!"


" Udah El...buruan dong pergi cepat!"


" Ve kamu harus tau, biasanya seorang maling itu akan teriak maling." Kata Elmo sambil melirik Bima.


Ve sedikit bingung dengan maksud kata-kata Elmo.


Kemudian Elmo pergi meninggalkan mereka berdua.


Wajah Bima masih terlihat emosi.


" Udah Bim sabar ya?"


" Denger Ve aku nggak suka kamu masih berhubungan dengan dia!"


" Ya aku kan nggak tau kalau dia di sini Bim?"


" Ya udah aku pergi dulu, nanti sore aku jemput kamu kayak biasanya."


Bima langsung pergi meninggalkan Vero tanpa pamit seperti biasanya.


Di dalam mobil Bima masih saja mengumpat ngumpat Elmo seorang diri.


Setelah masuk kantor Vero menelfon Elmo sebentar.


" Hallo El kamu dimana?"


" Lagi di tempat kerjaan Ve, ada apa?"


" Kamu tuh ngapain sih tadi buat masalah aja?"


" Buat masalah gimana Ve?"


" Kamu tuh nggak biasanya ke tempat kerjaku tanpa telfon aku dulu, ngapain coba kamu tadi ke situ?"


" Nggak ngapa ngapain, pengen lihat kamu aja."


" Lihat aku aja, emang tontonan pake dilihat?"


" lagian kamu tadi harusnya langsung pergi nggak usah ngeladeni Bima, ngamuk-ngamuk kan dia!"


" Kamu tuh kenapa sih Ve kayaknya takut banget sama Bima? Itu baru pacaran, bagaimana kalau udah nikah?" sahut Elmo sedikit ketus.


" Lho kamu kok emosi El?"


" Ya aku tuh geregetan sama kamu, kamu memang polos Ve, tapi bukan berarti harus nurut dengan semua perintah Bima!"


" Bima itu calon suamiku El?"


" Baru calon belum jadi suami, kalau sudah jadi suamimu baru kamu nggak boleh melanggar semua aturannya!"


" El kamu marah?"


" Ya aku marah Ve dengan sikap pasrah kamu, masih banyak Ve laki-laki yang lebih baik dan lebih kaya dari Bima!"


" Maksudmu apa El?"


" Udah aku nggak mau berdebat sama kamu, ini memang bukan salah kamu, tapi salah aku yang terlalu ikut campur hubungan kamu sama Bima ", kemudian Elmo menutup telfonnya.


" Elmo kamu kenapa sih, kok tiba tiba kamu berubah seperti ini?" Tanya Vero dalam hati.


Sementara itu Elmo langsung membanting hpnya di meja kerjanya.

__ADS_1


" Hhhhhh kenapa aku nggak bisa jujur sama Vero!! dan kenapa aku nggak bisa memberitahukan kenyataan sebenarnya sama Vero?" Jerit Elmo dalam hati.


__ADS_2