
Hari pernikahanpun tiba. Tubuh Vero dibalut kebaya warna putih yang sangat indah. Riasan wajahnya amat cantik dan mempesona, membuat kagum setiap orang yang memandangnya.
Dia duduk di depan cermin didampingi Dinda sahabatnya.
" Ve, kamu cantik banget hari ini ", kata Dinda sambil memeluk Vero.
" Iya Din, makasih ya?"
" Makasih apa Ve?"
" Makasih atas semuanya, kalau bukan karena bantuan kamu mungkin aku hari ini belum tentu bisa menikah dengan Elmo."
" Iya Ve, mudah mudahan kalian berdua langgeng ya sampai kakek nenek, dan nggak ada acara nangis nangis lagi kayak dulu ", jawab Dinda.
Vero semakin mempererat pelukannya pada sahabatnya itu.
Tak lama kemudian, terdengar suara penghulu yang sedang menyampaikan beberapa kalimat sambutan sebelum akad nikah dilakukan. Vero memegang kedua tangan Dinda sambil berdoa, semoga ijab kabul yang diucapkan Elmo nanti lancar, tanpa mengalami kendala apapun. Tak lama kemudian terdengar suara Elmo dari microphone sedang mengucapkan ijab kabul, dan kemudian segera disambut oleh suara ' Sah ' dari para hadirin, aku menarik nafas lega. Dinda menatapku sambil tersenyum, kemudian kami saling berpelukan lagi.
" Selamat ya sayang, kamu udah resmi jadi Nyonya Elmo sekarang!"
Aku tak sanggup menjawab ucapan selamat dari Dinda, hanya air mata yang tiba tiba jatuh tanpa bisa terbendung di pipiku.
" Makasih Din ", bisik Vero pelan.
Tak berapa lama, ibu Vero datang menghampirinya di kamar.
" Nduk, ayo keluar sekarang, tunjukkan baktimu pertamakali sama suamimu ya ", kata ibuku sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
" Ayo hapus air mata kamu Ve, kamu ingin terlihat cantik kan saat suamimu menatapmu setelah 1 minggu ini tak bertemu?" Kata Dinda sambil mengerling nakal.
" Kamu jangan mulai menggodaku lagi ya ", jawabku.
Perlahan kemudian, aku keluar menuju ke depan dimana Elmo dan semua tamu undangan menunggu untuk menyaksikan mempelai wanita.
Semua mata memandangku takjup, aku merasa bahwa riasan ini membuat kecantikkanku bertambah 2 kali lipat. Elmo berdiri di depan sana, didampingi beberapa saksi dan wali yang tadi menyaksikan ijab kabul yang baru saja dilakukan, dia terlihat lebih tampan dari biasanya.
Mata kami berdua saling beradu, Elmo menatapku tanpa berkedip, ada desir halus di dadaku. Orang di hadapanku ini sekarang adalah suamiku, dan berarti dia berhak atas diriku. Elmo tersenyum manis, dan aku membalas senyumannya.
Aku mencium tangannya, kemudian elmo memegang kepalaku dan mengucapkan sebuah doa, doa seorang suami untuk istri yang baru dinikahinya.
Pesta diadakan hingga malam hari, tamu undangan datang silih berganti tanpa henti.
" El di Yogya besok apakah pestanya seramai ini juga?" Tanyaku pada Elmo.
" Kenapa sayang?"
" Rasanya kakiku sudah lelah berdiri sedari tadi." Kata Vero sambil merengut manja.
" Tentu berbeda sayang."
" Berbeda? benarkah? Syukurlah!" Kata Ve lega.
" Ya berbeda sekali, karena di sana nanti tamunya akan lebih banyak dari di sini ", jawab Elmo sambil tersenyum penuh arti.
" Haaa...mati aku El."
" Hahaha ini kan moment penting buat kita sayang, nikmatilah, nanti malam aku akan memijitmu ya ", kata Elmo sambil menatap tajam ke arah Vero dan mengerling nakal.
Tiba tiba dada Vero berdegup kencang, saat mengingat sebentar lagi Elmo pasti akan menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami.
" Ihhhh Elmo kamu jangan membuatku takut!"
" Kok takut sih, kita udah sah mau ngapain aja nggak ada yang melarang Ve."
" Iya tapi kan aku ngeri lihat kamu kayak gitu, seperti mau menerkamku."
" Hahaha Vero Vero...kamu jangan takut ya, karena aku nggak akan menakutimu, justru aku akan menyenangkanmu. Apakah kamu sudah menonton film semi seperti yang aku bilang dulu?", kata Elmo, sambil membisiki telingaku dan menggelitiknya.
__ADS_1
Aku sedikit terkejut dengan yang dilakukannya barusan.
" Elmo kamu jangan menggodaku terus dong!! "
Elmo hanya tersenyum melihat reaksi polos Vero.
" Sayang rasanya aku ingin segera memelukmu dan nggak ingin melepaskannya."
" El..."
" Iya."
" Aku boleh minta satu permintaan nggak?"
" Permintaan apa Ve?"
" Permintaanku sebagai seorang istri yang baru saja kamu nikahi."
" Kalau itu tidak memberatkan pasti aku kabulkan sayang."
" Ini tidak memberatkanmu, hanya butuh keikhlasanmu."
" Apa itu Ve?"
" El 3 hari lagi kan kita pulang ke Yogya, bolehkah selama kita di sini aku tidur dengan ibuku dulu?"
" Kenapa begitu Ve? bukankah kau harus menemaniku? karena kamu sudah jadi istriku!"
" Iya El aku tau itu, maksudku sebentar lagi aku akan selalu menemanimu tidur, dan mungkin aku akan jarang tidur dengan ibuku lagi, aku mau 3 hari terakhir ini aku tidur bersama beliau, boleh kan?" tanya Vero memelas.
" Ya sudah Ve, silahkan."
" Kamu ikhlas kan?" tanya Vero lagi.
" Iya sayang boleh."
" Ve...???? kamu sedang memperdayaku ya???" kata Elmo sambil menatap Vero dengan sedikit kesal.
" Hahaha kamu sudah janji kan suamiku?" kata Vero sambil tersenyum penuh kemenangan.
" Yaaaa gagal deh ", jawab Elmo pura pura merengut. Namun dalam hati dia sangat bersyukur sekali memiliki istri seperti Vero.
" El..."
" Iya ada apa lagi sayang?"
" Ehhmmm...." Vero sedikit ragu untuk mengungkapkannya.
" Kenapa kamu ragu Ve? katakanlah jangan takut."
" Ehm itu El."
" Itu apa Ve?"
" Ehmm kita melakukan itu di Yogya aja ya? di rumah kita sendiri."
" Itu yang mana Ve?"
" Elmo pura pura tidak tau."
" Itu El iissshh masak kamu nggak tau?"
" Iya yang mana sayang?" Elmo terus menggoda Vero, padahal Elmo hampir tidak bisa menahan tawanya melihat reaksi istrinya itu.
" Itu El yang di film semi."
" Di film semi? emang kamu udah pernah nonton?"
__ADS_1
" Ya belum sih El, tapi kan aku udah tau."
" Tau aja kan? Tapi belum paham?"
" Ihhh nggak perlu paham segala, kayak pelajaran aja. Nanti juga kalau udah terbiasa paham sendiri ", kata Vero sedikit jengkel dengan sikap Elmo.
" Hahaha kamu lucu banget Ve."
" Kok lucu sih?"
" Iya lucu, jarang ada wanita selugu kamu ini ", kata Elmo sambil tergelak.
" Ayo dong El aku serius nih, pasti kalau di sini aku nggak akan nyaman ", kata Vero sambil merajuk.
" Iya..iya sayang...jangan khawatir, aku nggak akan memaksa kamu kok, kamu takut kan teriakanmu nanti bisa didengar oleh keluargamu?" kata Elmo semakin menggoda Vero.
" Elmoo.....jangan gitu dong ", sambil mencubit pinggang Elmo, lalu Elmo menarik tangan Vero dan menaruhnya dalam genggamannya.
Sementara itu ibu Vero menarik nafas lega menyaksikan menantu dan anak perempuannya sedari tadi bersenda gurau.
Setelah pesta selesai Vero bergegas masuk ke kamarnya, untuk mengganti pakaian dan juga menghapus riasan make up.
Vero sedang asyik melihat ke depan cermin dan tidak menyadari Elmo masuk dan mendekatinya.
" Sayang, kamu tanpa berias seperti tadi siang saja sudah terlihat cantik." Kata Elmo sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Vero.
" Makasih sayang ", kata Vero sambil tersenyum.
" Kamu mau tidur ya? ya udah aku ke kamar ibu ya?"
" Lho gimana sih, orang suaminya dateng kok malah mau pergi?" Kata Elmo sambil memainkan tangannya di rambut Vero.
" Iya itu anu aku takut ganggu tidur kamu ", jawab Vero gugup, dan sambil berusaha berdiri.
" Kenapa kamu gugup sayangggg? bukankah kita ini sudah jadi suami istri? biasakanlah untuk berdekatan denganku ", kata Elmo sambil meraih tubuh Vero ke dalam pelukannya.
Tiba tiba Vero merasa ada ribuan volt listrik yang menyetrumnya, dadanya berdegup kencang, dia merasa amat panik, dan berusaha memikirkan untuk segera pergi ke kamar ibunya.
Elmo semakin mempererat pelukannya, karena tau Vero semakin tegang, sepertinya Elmo memang sengaja sedang menggoda Vero.
Perlahan Elmo mendekatkan wajahnya ke Vero, Vero hanya menatapnya kaku dan tidak berani bergerak sedikitpun.
" Istriku....kenapa wajahmu begitu tegang? ayo senyumlah, apa aku menakutimu hemm?" bisik Elmo di telinga Vero, namun suara itu justru bukan seperti orang bertanya, melainkan seperti tengah mendesah di pendengaran Vero.
" El ehm lepasin aku ", suara Vero mulai terdengar parau.
Elmo merasa bahwa Vero mulai tergoda oleh permainannya.
Perlahan Elmo mulai melumat bibir Vero, awalnya Vero merasa sedikit kaku, namu Elmo terus mencumbunya, perlahan Vero mulai membalasnya. Tubuh Vero terasa melayang menikmati cumbuan Elmo, namun tiba tiba saja dia merasa terkejut saat terdengar suara ribut di samping kamarnya, dan itu semua menghilangkan konsentrasi mereka berdua seketika.
Vero dan Elmo tertawa bersama.
" Tuhhh kan aku bilang apa El, dinding di rumah ini terlalu tipis sehingga orang berbisik dari luarpun masih terdengar oleh kita."
" Ya sayang, sepertinya aku memang harus bersabar sampai kita pulang ke Yogya ", kata Elmo sambil tersenyum.
" Ya udah aku tidur di kamar ibu ya?"
" Kenapa nggak di sini aja, bukankah kita tidak akan melakukannnya sekarang?"
" ya, tapi pasti kamu nggak akan pernah berhenti untuk menggodaku kan?" kata Vero sambil membisik di telinga Elmo.
" Kamu mulai nakal ya?" kata Elmo kembali.
" Hahaha ", Vero kemudian keluar meninggalkan Elmo tidur sendirian di kamarnya.
Haiiii makasih ya yang tetep setia baca novelku ini. Minta bantuan semuanya untuk vote novelku ini, karena aku ikutin di kontes novel sesion 2...dan jangan lupa like n komennya ya, agar aku bisa lebih baik untuk menulis episode selanjutnya. Ikutin terus ya....makasihhh....🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Oh iya aku sedang mulai menulis cerita baru tuh, judulnya something different, menceritakan kisah cinta seorang mahasiswi Indonesia yang melanjutkan study di London dengan seorang pria yang berbeda kasta dan agama dengannya. Aku jamin pasti kalian ikutan baper bacanya. Tunggu jadwal tayangnya ya😍😍😍🙏🙏🙏