Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Sampai di Yogya


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya kami sampai juga di kosku.


" Ve aku langsung pulang ya kamu istirahat aja, besok kamu kerja kan ?"


" Iya Bim..."


" Ya udah ya aku pamit dulu ya ".


Tiba tiba Bima mencium keningku.


" I love you sayang ", katanya kemudian menatap mataku mesra, seolah menunggu jawabanku.


" I love you to ", kataku setengah berbisik.


Kemudian Bima membelai rambutku dan perlahan dia membalikkan badannya dan berjalan pulang.


" Hhhaaaaaaa ya ampun kok jadi gini sih ? aku mimpi nggak ya, kok tumben dia nyium aku, biasanya juga kalau pulang langsung nyelonong aja ?" bathinku.


" Ehemmm yang baru dicium ".


Tiba tiba Ve muncul dari dalam kamarnya.


" Hei ngintip ya ?"


" Ngintip apaan ? aku tuh tadi mau keluar nggak jadi ngeliat ada adegan 17 tahun ke atas ".


" Apaan sih Din ", kataku sambil duduk di kursi yang ada di belakangku.


" Pulang dari Surabaya kayaknya ada yang berubah nih, jangan bilang kalian itu habis......"


" Habis apa ?"


" Ya habis itulah... biasanya orang habis gituan kan bawaannya romantis terus ".


" Woyyyyy ngeres aja nih, otaknya minta di sikat pakai sikat WC ya ?"


" Ya bukannya gitu, biasanya kalian kalau habis bepergian nyampe rumah adaaa aja yang dipermasalahin, eh sekarang malah pakai adegan ciuman segala ".


" Ntar ya ceritanya, aku mau mandi dulu bau nih badanku, coba cium kalau nggak percaya ", sambil mendekatkan ketiakku ke arah Dinda.


" Ihhh jorok udah sana sana...!!!"


Aku tertawa cekikikan melihat ekspresi Dinda, dan kemudian langsung masuk ke dalam kamar.


" Ahhh segarr...", air mengalir membasahi tubuhku.


Rasanya lelahku hilang naik mobil seharian tadi. Setelah selesai aku langsung keluar kemudian aku langsung merias wajahku di depan cermin.


Kupandangi wajahku di cermin, dan tatapanku berhenti di bibir merahku.


Aku ingat Bima, selama pacaran aku belum pernah berciuman bibir dengan dia, mungkin hanya mencium keningku saja, itu juga bisa dihitung dengan jari.


" Tapi kenapa kemarin dia menciumku ? Apakah itu berarti dia benar benar mencintaiku, tapi kenapa setelah sekian lama kita pacaran Bima baru cinta denganku ? biasanya sikapnya sangat kasar bukan sikap seorang kekasih pada pacarnya ?" seribu pertanyaan yang tiba tiba silih berganti datang di pikiranku.


" Doorrr....", tiba tiba Dinda masuk ke kamarku.


" Hayo ngelamun ya ?"


" Kamu tuh ngagetin aja Din ".


Kemudian Dinda mengacak acak barang bawaanku.


" Mana oleh olehnya Ve ?"


" Itu dalam tas ambil aja sendiri ".


Kemudian Dinda membuka tasku dan mengambil beberapa camilan, kemudian memakannya sambil tiduran di kasurku.


" Ve gimana ceritanya ayo dong aku penasaran ".


" Cerita yang mana nih ?"


" Ya semuanya Ve ".


" Kamu ngapain kesana ? terus kemana aja "


Kemudian aku tiduran di samping Dinda.


" Bima ngenalin aku ke orang tuanya Din ".


" Bener Ve ? berarti Bima udah serius sama kamu ?"


" Iya Ve, malahan di depan orang tuanya Bima bilang mau ngelamar aku ".


" Haaaaa terus kamu iyain ?"


" Sebenernya aku nggak iyain tapi kayaknya mereka salah menafsirkan maksudku ".


" Jadi intinya mereka setuju semua Bima ngelamar kamu ?"

__ADS_1


Aku menganggukan kepala.


" Hei kamu jangan gegabah ya, kenapa kamu nggak beralasan pengen kerja dulu kek, atau apalah Ve, kamu kan bilang sendiri udah nggak nyaman sama Bima ".


" Itulah Din yang buat aku bingung, Bima tiba tiba jadi berubah waktu kita disana, dia jadi perhatian, terus romantis Din, dan kamu tau ini ", Ve memegang bibirnya.


" Hah bibirmu ??? Maksudnya kalian ciuman bibir Ve ???"


" Iya Din, dan kami selama pacaran baru kemarin melakukannya ".


" Mampusssss......Ve...Ve...kamu tuh udah lupa kekasaran Bima selama ini ?"


" Iya Din itulah yang buat aku bingung, tiba tiba sikapnya berubah 180 °, bahkan waktu baru berangkat dari sini kami bertengkar di mobil, dan dia sempet ngomong putus, tapi setelah disana sikapnya berubah.


Semuanya udah terjadi Din, aku pasrah aja deh mungkin dia jodohku, dan mudah mudahan perubahan sikap dia kemarin pertanda baik buat hubungan kita ke depannya Din ".


" Gila....Ve nggak mungkin dia berubah secepat itu, kamu mau mengorbankan kebahagiaan kamu sendiri ? padahal kamu merasa nggak sejalan sama dia kan ?"


" Iya Din aku tahu, tapi entah kenapa aku sepertinya jatuh cinta lagi sama dia Din ?"


" Haaaa terserah deh yang penting aku udah ngomongin kamu ya, nanti kalau tiba tiba dia kembali ke watak aslinya jangan nyesal ya ?"


" Mudah mudahan Din dia berubah beneran ".


" Elmo gimana ? perasaan kamu sama dia ? "


" Itu aku nggak tau Din ".


" Yang aku tau Elmo baik sama aku, tapi dia hanya menganggapku teman biasa nggak lebih Din, aku nggak mau berharap banyak, makanya semoga keputusanku benar mencoba memperbaiki hubunganku sama Bima ".


Tiba tiba Hpku berdering, dan kulihat Bimalah yang menelfonku.


" Hallo Bim ".


" Iya Ve...lagi ngapain ?"


" Lagi ngobrol Bim di kamar sama Dinda ada apa Bim ?"


" Nggak Ve, aku kangen aja sama kamu ".


" Ihhh baru aja nggak ketemu sebentar kok kangen lagi ".


" Iya Ve beneran...nggak tau kenapa tiba tiba aku kangen banget sama kamu, dan pengen meluk kamu kayak kemarin ".


" Hehehe kayak baru pacaran aja ".


" Iya Ve, kayaknya aku jatuh cinta lagi deh sama kamu ".


Kulihat Dinda menjulurkan lidahnya ke arahku, aku hanya bisa membalasnya dengan memelototkan mataku.


" Aku pengen ke kos kamu tapi badanku capek banget ".


" Udah nggak usah, besok lagi aja Bim ".


" Iya sih Ve, tapi aku jadi kayak orang bingung nih ".


" Hahaha udah deh...."


" Ve nikah sekarang aja yuk, biar aku bisa meluk kamu kapanpun aku mau ".


" Yeeee emangnya nikah prosesnya nggak susah ngajak sekarang ".


" Iya beneran deh...."


" Udah ah kamu istirahat aja ya, besok pulang kerja kesini ya ?"


" Ya udah Ve aku istirahat dulu, kamu juga ya jangan tidur malam malam ya besok aku ke kosmu ya ?"


" Iyaaaa....."


" I love you Vero ".


" I love to ".


" ihhhhhh sebel banget sih dengerin kalian telfonan, mau muntah aku ".


Dinda emang denger semua percakapan kami karena hpku sengaja ku loundspeaker.


" Hahaha muntah muntah aja ", sahutku sambil tertawa.


" Kamu dengar sendiri kan Bima ngomong apa ?, terus tiba tiba aku mutusin dia gitu setelah mendengar telfon dia tadi ?"


" Aku juga bingung Din, makanya aku sekarang berusaha jalanin aja dulu, kalau memang dia jodohku pasti kami akan dipersatukan, tapi kalau nggak, pasti Tuhan tau caranya untuk memisahkan kami berdua Din ".


" Kamu mah Ve baru dikasih bibir aja udah nggak berdaya, gimana dikasih yang lain. Tapi terserah kamu Ve aku sebagai sahabat cuma bisa mendoakan yang terbaik buat kamu Ve ".


" Eh iya Din aku janji mau nelfon Elmo malam ini ".


" Yaaaa baru aja ngomongin Bima belum selesai eh sekarang ganti ke Elmo....Vero Vero....".

__ADS_1


" Sssttt bawel aja kamu ".


"Kutekan nomor Hp Elmo dan terdengar nada panggil disana ".


" Hallo Ve ?"


" Iya hallo El ".


" Kamu udah nyampe kos Ve ?"


" Iya jam 3 tadi El ".


" Bima ?"


" Bima langsung pulang ke rumahnya El ".


" Kemarin ngapain kamu ke Surabaya Ve ?"


" Oh aku diajak Bima ke rumah orang tuanya El ".


" Ke rumah orang tuanya, dikenalin sama mereka ?"


" Iya El, selama pacaran aku belum pernah kenal sama orang tuanya ".


" Gimana orang tua Bima ?"


" Mereka baik banget El, dan kayaknya mau nerima aku El ".


" Ohhhh... "


Sesaat kemudian Elmo tidak berbicara


" Hallo El ?"


" Eh iya Ve ?"


" Kok diem aja ?"


" Kamu kapan di kos Ve, mungkin besok aku udah di Yogya ".


" Ya nanti aku telfon aja ya, ntar takutnya aku udah janji sama kamu taunya Bima kesini ".


" Ohhh iya Ve, emang nasib jadi yang kedua harus sabar ya Ve ?"


" Eh apa El....? yang kedua ?"


" Iyalah yang kedua ".


" Hehehe kamu tuh apa El, ya enggaklah kan biar nggak ribut kayak kemarin, tau sendiri Bima ".


" Iya Ve becanda...aku ngerti kok ".


" Ya udah El, udahan dulu ya besok aku sms kamu ya ?"


" Iya Ve makasih ya ?"


" Apanya ?"


" Nelfonnya hehehe ".


" Hhhhhh kirain apa ".


" Udah ya El Assalamualaikum ".


Terdengar Elmo menjawab salamku dan kemudian telfon ditutup.


" Gimana Ve ?"


" Gimana apanya ?"


" Perasaan kamu setelah telfon Elmo ?"


" Biasa ajalah Din ?"


" Biasa aja ? apa perasaanmu sama dia udah hilang karena perlakuan Bima kemarin ?"


" Bukan karena itu Din, aku nggak mau berharap banyak Din, karena Elmopun tidak pernah menunjukkan perhatian yang lebih buatku ".


" Berarti kamu udah siap melupakan dia Ve ?"


" Mungkin Din, dan harus karena sebentar lagi Bima mau ngelamar aku, aku nggak mau perasaanku pada Elmo jadi boomerang nantinya buat hubunganku sama Bima ".


" Hhhhmmm serius nih ?"


" Maksud kamu ?"


" Ya kalau serius biar aku aja yang deketin dia, lumayan lho ada cowok ganteng kok dianggurin ", sahut Dinda sambil main mata denganku.


" Kamu bilang males sama cowok nggak punya duit ?"

__ADS_1


" Ya kan kalau cuma sekedar pacaran nggak papa juga Ve, daripada jomblo ".


Aku diam saja tidak menjawab perkataan Dinda, dalam hati kecil sebenarnya aku nggak rela Elmo deket perempuan lain, tapi aku juga nggak bisa melarangnya karena aku bukan apa apanya.


__ADS_2