Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Manisnya malam pertama


__ADS_3

Siang ini aku bersiap siap kembali ke Yogyakarta. Dua buah koper besar telah berada di bagasi mobil yang hendak membawa kami ke bandara.


" Udah semua sayang? nggak ada yang ketinggalan kan ", tanya Elmo padaku.


" Insyaalloh nggak ada ", jawabku singkat.


Kemudian aku dan Elmo segera berangkat dengan diantar ibu dan adik semata wayangku Tyo.


Jarak rumahku dengan bandara lumayan jauh, harus menempuh perjalanan 1 jam dulu untuk tiba di sana.


Tak lama kemudian mobil yang kami kendarai sudah tiba di tempat tujuan.


Dan kami harus menunggu setengah jam lagi di sana.


" Nduk jaga diri kamu baik baik ya? Nak Elmo sekarang yang menggantikan tanggung jawab ibu atas kamu, dia imammu. Jadilah istri yang sholehah yang bisa selalu patuh padanya ya?"


" Nggih bu jawabku."


" Dan kamu nak Elmo, ibu titip Vero, tolong jaga dia, bimbinglah dia sebaik mungkin ya nak. Semoga keluarga kalian berdua sakinah, mawadah, warohmah. Ibu juga pengen setelah ini ibu dapat kabar baik dari kalian berdua, agar kalian bisa segera diberi momongan."


" Iya bu Aminn, Insyaaloh saya akan jaga amanah ibu dengan baik, doakan kami terus ya bu ", jawab Elmo.


" Iya nak ibu pasti selalu mendoakan kalian."


Kemudian aku langsung memeluk ibu dan adikku Tyo, dan segera berlalu menuju pesawat yang akan membawa kami ke Yogya.


Saat berada di atas pesawat, aku masih terbawa suasana sedih karena berpisah dengan orang orang yang aku sayangi, air mataku tidak bisa berhenti menetes.


" Sayang...kamu masih sedih ya berpisah dengan ibumu?"


" Iya El, aku nggak tega lihat ibu sendirian terus di rumah."


" Tenang sayang, nanti kita cari solusinya, kalau ibu memang belum mau tinggal dengan kita, carikan saja ibu pembantu yang bisa menemaninya 24 jam bagaimana?"


" Hari gini cari pembantu itu sulit El, apalagi yang mau menginap, mereka pasti memilih jadi TKW gajinya lebih besar daripada di Indonesia."


" Masalah gaji nanti aku yang akan urus, tugasmu mencari orang yang mau membantu ibu di sana."


" Sungguh El?"


" Kamu nggak percaya ? bukankah kamu tau suamimu ini uangnya tidak berseri?" jawab Elmo mencandai Vero.


" Iya aku percaya, dan ingat nafkah istri di luar uang belanja ya...!!!" Jawab Vero sambil tersenyum.

__ADS_1


" Hahaha siap bu bos beres itu."


Ada sedikit perasaan lega di hati Vero, dia sangat bahagia mendapat suami yang amat pengertian, tidak hanya menyayanginya saja, tapi juga keluarganya.


Kusandarkan kepalaku di bahu Elmo, dia mengusap kepalaku dan kemudian mencium keningku, aku tersenyum sembari meliriknya.


" Ya Alloh terimakasih atas anugerah terindah yang telau kau berikan kepadaku, kau ciptakan laki laki yang begitu sempurna ini buatku." Kataku dalam hati.


##########


Kuhempaskan tubuhku di atas sofa. Penerbangan hanya membutuhkan waktu setengah jam, namun entah mengapa tubuhku terasa lelah, rasanya aku ingin segera mandi.


" Sayang apa kamu nggak mau melihat kamar kita sekarang?" Tanya Elmo, saat dia telah selesai memasukkan semua barang bawaan kami ke dalam kamar.


" Memangnya kenapa?"


" Bukankah kamu baru pertamakali masuk ke rumah ini, dan belum pernah sekalipun kamu melihat isi rumah ini, apalagi kamar kita."


Ya aku baru sadar, selama kita pacaran belum pernah sekalipun aku tau tempat tinggal Elmo.


Kemudian Elmo menarik tanganku ke dalam kamar.


Pemandangan yang aku lihat pertamakali adalah sebuah foto besar di dinding kamar. Aku terkejut itu adalah foto saat aku SMU dulu. Di foto itu aku terlihat sedang duduk menggunakan seragam SMU, tapi siapa orang di sebelahku itu? sepertinya Elmo sengaja memotongnya sehingga aku tidak mengenali orang itu.


" Kamu bingung ya?" Kata Elmo sambil memelukku.


" Ya, aku nggak ingat sama sekali."


" Jelas kamu nggak akan pernah ingat istriku, aku yang mencuri gambarmu dengan kameraku, dan orang di sampingmu itu adalah Diaz, aku sengaja membuang gambarnya."


" Benarkah ? kamu tuh ya jahat...masak gambar Diaz kamu buang gitu aja."


" Biar saja, daripada merusak pemandangan ", kata Elmo sambil membisik di telingaku.


" Sayanggg....", panggil Elmo sambil membalikkan tubuhku menghadapnya.


" Kamu percaya kan sekarang? Dari dulu aku itu mengagumi kamu, bahkan separah itu sampai aku mencuri fotomu secara diam diam. Dulu foto itu hanya kupajang di meja belajarku, namun sekarang sengaja aku foto ulang dan kutempelkan di dinding kamar kita. Akan kujadikan kenangan saat aku pertamakali jatuh cinta dengan seorang gadis lugu dan baik hati sepertimu ", kata Elmo sambil menatap dan membelai rambutku.


Vero menatap Elmo tanpa berkedip, dia begitu takjub memandang lelaki tampan yang sudah menjadi suaminya ini. Jiwanya mulai bergejolak saat merasakan hembusan nafas Elmo di dekatnya yang sepertinya mulai tidak teratur.


Tiba tiba keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya, dia merasa sangat deg degan, rasanya lebih tegang dari saat dia melihat pengumuman masuk perguruan tinggi negeri dulu.


" Egh El hmm aku...aku mau mandi dulu ya? tubuhku gerah nih." Kata Vero gugup sambil berusaha lepas dari pelukan Elmo.

__ADS_1


" Hmmmm....sepertinya kau mau menghindar lagi sayangggg!! Kali ini kau tidak akan bisa memperdayaku, tidak ada alasan buatmu untuk monolakku lagi. Kamar ini juga cukup besar untuk bisa meredam suara suara yang akan mengganggu kita lagi."


" Iya iya El maksudku ijinkan aku mandi dulu biar harum, lihat nih tubuhku banyak keringat ", kata Vero sambil terus berkeliat untuk melepaskan diri, namun ternyata tubuh atletis Elmo cukup kuat tenaganya untuk menahan Vero dalam dekapannya.


" Sayanggg....bukankah kita nanti juga akan berkeringat, dan setelah itu juga harus mandi, jangan buang buang air sayang ", kata Elmo di telingaku, suaranya diiringi desahan yang membuat tubuhku semakin bergetar hebat.


" Relaxlah, jangan terlalu tegang, aku akan melakukannya dengan lembut sayang."


" Iya El itu aku...hmmmffff ", tiba tiba saja kalimatku terputus, karena Elmo langsung membungkam bibirku dengan mulutnya. Dia terus bermain main di sana. Aku yang mula mula sedikit tegang, perlahan mulai mengikuti alur permainannya, dan entah kenapa akal sehatku seperti hilang, yang aku inginkan saat ini adalah Elmo segera menunaikan kewajibannya.


Jiwaku seraya melayang jauh, degup jantung kami semakin tak beraturan. Suara suara yang keluar dari bibir kami seperti mewakili perasaan yang tengah kami nikmati saat ini. Dinginnya udara yang keluar dari AC di kamar ini, ternyata masih belum bisa menghambat keringat yang semakin membasahi tubuh kami. Hingga beberapa saat kemudian, aku dan Elmo sama sama terkulai lemah di atas ranjang yang bentuknya sudah tidak beraturan lagi.


Elmo memeluk tubuhku yang sudah tidak ditutupi satu helai benangpun dari belakang. Rasanya badanku sakit semua, apalagi di bagian sensitifku.


" Sayanggg....makasih ya, aku bahagia banget ", kata Elmo sambil mencium punggungku. Aku tersenyum, dan kubalikkan tubuhku. Kukecup bibirnya dan dia membalasnya. Kemudian aku meringkuk di dalam dekapannya. Hingga kemudian mataku terpejam.


Aku bahagia. Hari ini sudah kupenuhi semua kewajibanku sebagai seorang istri. Kuserahkan semuanya kepadanya. Semoga Alloh segera melengkapi kebahagiaan kami dengan hadirnya buah cinta kami berdua.


Aku bersyukur sekali, ternyata setelah kegagalan yang pernah kualami, aku kemudian mendapatkan pendamping hidup yang benar benar membawaku dalam kebaikan. Seorang imam yang aku harap bisa membimbingku ke jalanNya. Seseorang yang bukan hanya baik bentuk fisiknya, tapi juga hati dan imannya.


Jodoh memang Alloh yang menentukan, tapi jangan lupa kita yang memilih mereka. Kita yang mencari orang yang seperti apa yang akan kita jadikan pasangan hidup. Pilihlah berdasarkan agamanya, dan jangan karena hartanya.


#########


Kehidupan Vero dan Elmo semakin lengkap setelah 1 tahun kemudian hadir buah hati yang cantik di tengah keluarga mereka. Perusahaan Elmo semakin maju dan berkembang pesat. Sosok sederhana Elmo sangat dihargai oleh seluruh pegawainya.


Vero tetap membantu Elmo dalam menghandle perusahaannya. Penampilannya semakin muslimah dengan jilbab lebar yang selalu dikenakannya. Elmo benar benar berhasil membimbingnya menjadi istri yang sholehah. Bukan saja sosok ayah yang baik buat anaknya, tapi juga imam yang baik untuknya.


Sementara itu Bima sudah berhasil membuat klinik sendiri. Bahkan juga sudah memiliki istri yang baik. Istri yang dikenalkan oleh seorang ustad dimana dia sering mengadakan kajian kajian islam bersama teman temannya. Hubungannya dengan Vero dan Elmopun semakin baik, bahkan sudah seperti saudara, begitu juga orang tua mereka. Walaupun Vero pernah mengalami kekecewaan terhadap Bima, namun silaturahmi mereka tidak terputus begitu saja.


Sedangkan Dinda diam diam menjalin hubungan dengan mantan bos Vero yaitu Rendi. Walaupun Rendi seorang play boy kelas kakap, namun ternyata dia tidak bisa berkutik saat di depan Dinda. 2 tahun kemudian merekapun menyusul Vero. Rendi menikahi Dinda. Itu berarti Dinda dan Vero benar benar menjadi seorang sahabat yang semakin dekat


Keluarga mereka sering berkunjung ke rumah Vero, karena suami mereka terlibat urusan bisnis.


Benar benar kebahagiaan yang utuh. Vero menikmati segalanya, suami yang baik, kekayaan yang berlimpah, dan sahabat yang setia.


Dan mungkin itu didapatkan karena buah dari kesabarannya untuk menerima semua cobaan yang diberikan olehNya.


TAMAT


Haii hai hai......semoga kalian semua suka ya dengan endingnya. jangan lupa like and komennya.


Eittsss....ikutin novelku selanjutnya...udah mulai tayang tuh judulnya " Something Different "...so pasti baper and bikin mewek lagi beneran deh...ok sampai jumpa lagi ya bye......🙏🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍👍😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2