
Hari Sabtu siang ibuku datang ke Yogya bersama rombongan sekolahannya. Dan jam 6 pagi Ibu sudah menelfonku.
" Assalamualaikum nduk ".
" Waalaikum salam bu ".
" Nduk ibu udah ada di hotel ".
" Oh nggih bu, ibu nyampe jam berapa ?"
" Tadi nduk jam 12 malem ".
" Ibu mau telfon kamu langsung, tapi takut ganggu tidur kamu ".
" Iya bu nggak papa, terus acaranya ibu gimana ?"
" Ini nanti jam 8 pagi mau ke Gunung Kidul dulu nduk, paling pulang sore, kamu ke hotel ibu nanti malem aja nduk kalau ibu udah nyampe ".
" Iya bu nggak papa ".
" Ibu udah sarapan ?"
" Belum nduk, tapi dapet jatah dari hotel kok, ini jam 7 paling udah siap ".
" Ya udah bu, nanti kalau udah di hotel telfon aja ya bu ?"
" Iya nduk...yowes ibu tak mandi dulu ya nduk mau siap siap ".
" Nggih bu Assalamualaikum ".
" Waalaikum salam ".
Bima sebenarnya minta langsung dikabari kalau ibu udah sampai, tapi aku pikir nanti saja toh ibu juga akan pergi ke gunung kidul sama rombongannya.
Namun ternyata Bima lebih dulu menelfonku.
" Hallo sayang ".
" Iya Hallo Bim ".
" Udah bangun ya ?"
" Udahlah Bim masak jam segini belum bangun ".
" Kirain tidur lagi ".
" Ibu udah sampai Ve ?"
" Udah Bim semalam, tapi ini katanya jam 8 mau ke gunung kidul dulu, mungkin mau ke pantai Bim, katanya kalau mau ketemu ibu nanti malam aja Bim kalau ibu sudah sampai di hotel lagi ".
" Ya udah Ve kita ikut aja ke Gunung Kidul bawa mobil sendiri ".
" Beneran Bim kamu mau nganterin ?"
" Ya maulah sayang, masak nganterin pacar sendiri nggak mau ".
" Ya udah sayang aku telfon ibu dulu ya nanti gimana keputusannya aku nelfon kamu lagi ".
" Ya udah telfon dulu sana, aku tungguin kabarnya ".
Telfon buru buru kututup dan aku langsung menelfon ibuku.
" Assalamualaikum bu ".
" Waalaikum salam Nduk ".
" Ada apa nduk ?"
" Bu barusan Bima telfon ngajak aku ke gunung kidul juga nemenin ibu, kita bawa mobil sendiri, nggak papa bu ?"
" Lho ya nggak papa nduk ibu malah seneng kalau kalian ikut, yang penting kamu sama Bima nggak repot nduk ".
" Nggak bu kami kan kerjanya libur ".
" Yowes nduk kamu siap siap jam 8 berangkat ".
" Tujuannya kemana bu ?"
" Ini nanti mau ka pantai baron dulu nduk ".
" Nggih bu saya telfon Bima dulu ".
" Iya nduk ibu tungguin ya ".
Lalu telfon kututup. Kemudian aku menelfon Bima kembali.
" Hallo Bim ".
" Iya Ve, gimana jadi ?"
" Iya jadi Bim, katanya jam 8 berangkatnya ".
" Ya udah aku mandi dulu ya ?"
" Eh jangan lupa bawa baju ganti Bim kan mau ke pantai ".
" Iya nanti aku bawa ".
" Ya udah Bim aku siap siap dulu ya ".
" Udah sarapan belum Ve ?"
" Belum dong ".
" Ya udah gampang nanti aku beliin aja ya makan di kos kamu ?"
" Iya Bim makasih ".
" Ya udah ya sayang sampai nanti ya ".
" Iya sayang ".
Dan telfonpun kututup.
Jam 7.30 Bima sudah sampai di kosku.
" Sayang sarapan dulu yuk, satu bungkus berdua ya ?"
" Ihhhh ngirit banget sih ".
" Bukannya ngirit aku pengen makan satu bungkus bareng kamu ".
" Hihihi sok romantis Bim ".
" Sekali kali romantis ".
Kemudian aku masuk ke dalam mengambil piring dan sendok.
" Beli dimana tadi Bim ?"
__ADS_1
" Tadi di pinggir jalan ".
" Tumben beli di pinggiran ".
" Ayooo mulai lagi....".
" Hehehe becanda ", kataku.
Kemudian kami makan berdua.
" Cie cie romantis banget sih makan sepiring berdua mau dong disuapin Bim ".
" Boleh nggak Ve ? tuh Dinda minta aku suapin ".
" Nggak papa Bim, tapi pakai sekop ya nyuapinnya ".
" Hahaha.....", Bima tertawa terbahak bahak.
" Sialan kamu Ve..." kata Dinda.
" Kalian mau kemana kok udah rapih ?"
" Mau nemuin ibuku Din ".
" Oh ibumu udah dateng Ve ?"
" Iya semalem ".
" Salam ya Ve buat ibu, nggak kamu ajak tidur sini ?"
" Ya nanti kalau mau aku ajak Din ".
" Ya udah kalian enakin aja makannya aku mau mandi dulu ".
" Bim ikut mandi nggak ?", kata Dinda menggoda Bima.
" Ihhhhh ganjen...." kataku.
Bima cuma tersenyum mendengar omongan Dinda
Kemudian Dinda masuk ke dalam kamarnya.
" Ve kalau kamu yang nawarin aku pasti langsung ikut ", bisik Bima.
" Iiihhhh ini lagi, dasar cowok ngeres terus bawaannya ".
" Kalau ngeres dibersihin Ve hehehe ".
" Udah ah makannya dihabisin dulu ".
Selesai makan kamipun berangkat menuju hotel.
" Sayang udah bawa ganti belum ? " Tanyaku pada Bima.
" Udah tuh di bagasi ".
" Ya udah berangkat yuk ".
" Ayuk ", jawab Bima. Dan kamipun langsung menuju ke hotel tempat ibu menginap.
Sampai di hotel aku langsung menelfon ibu, kulihat bis rombongan ibu sudah sisp di depan.
" Assalamualaikum bu ".
" Waalaikum salam nduk ".
" Bu aku udah di bawah ini di lobby hotel ".
Tak lama kemudian ibu datang.
" Sehat bu ?" Sambil memeluk dan mencium kedua pipinya.
" Alhamdulillah nduk, kamu kok tambah kurus to ?"
" Iya bu kebanyakan ngitung uangnya orang makannya kurus bu ", sahut Bima menjawab kata kata ibu.
" Eh Bim, sehat le ?"
" Alhamdulillah bu, ibu sehat kan ?" kata Bima sambil mencium tangan ibuku.
" Iya Bim ibu sehat. Kalian udah makan belum ?"
" Udah bu tadi di rumah ", jawab Bima.
" Iya bu beli cuma 1 bungkus ngirit dia bu ".
" Hahaha iya bu ngirit nabung buat beli seserahan ", kata bima.
Ibuku tertawa.
" Ya nggak papa sebungkus berdua kan romantis nduk ".
" Tuh kan Ve biar romantis ibu aja tau maksudku masak kamu nggak ".
Aku cuma tersenyum. Tak lama kemudian serombongan teman teman ibu terlihat turun dari dalam kamarnya.
Salah satu dari mereka menegur kami.
" Lho ini Vero to bu ?"
" Iya bu Vero ", kata ibuku.
Aku menyalami teman teman ibu.
" Cantik banget kamu sekarang Ve ".
" Makasih bu ".
" Lha ini cowok ganteng ini siapa bu ?"
" Oh ini pacarnya Vero bu ", jawab ibuku.
" Ohhhh yang pak dokter itu to ?"
Bima cuma tertawa dan kemudian menyalami teman teman ibu.
" Ya ampunn nduk beruntung banget kamu punya pacar ganteng, pak dokter lagi. Kapan ini rencananya ?"
" Rencana apa bu ?" jawabku.
" Rencana nikahlah nduk ".
" Insyaalloh bu doain aja ".
" Iya ya le jangan lama lama nanti Ve keburu diambil orang lho ".
" Iya insyaaloh secepatnya bu ". jawab Bima.
" Ya udah kami duluan ya ".
__ADS_1
" Nggih bu monggo ", kataku.
" Bu naik mobil aja bareng kita ", kata Bima.
" Nggak usah le ibu naik bus aja, udah kalian berdua aja, nanti ibu jadi obat nyamuk malahan ".
" Ya enggaklah bu ", jawabku.
" Udah nggak papa, ibu tak ke mobil dulu ya ".
" Iya bu ", jawabku.
" Ve mau mampir beli makanan dulu nggak ?"
" Boleh Bim ".
" Ya udah kita berangkat duluan aja ya, biar nanti ketemuan di sana ".
Kemudian aku dan Bima langsung berangkat duluan.
sebelumnya mampir dulu membeli beberapa camilan dan buah buahan.
Mobil terus menyusuri jalan yang berkelok kelok.
Kulirik Bima yang sedang konsentrasi mengemudi mobil di sampingku
" Hmmmm bersyukurnya aku punya cowok seganteng ini, dan seorang dokter, sosok lelaki yang banyak diidam idamkan oleh banyak wanita ", kataku dalam hati sambil senyum senyum sendiri.
Ternyata Bima memperhatikan aku.
" Ehemmm kok senyum senyum sendiri kenapa ?"
" Ehhh enggak Bim nggak papa kok ".
" Hayooo mikir apa ?"
" Ihhh jangan sampai ya dia tau aku sedang mengaguminya, bisa bisa dia GR lagi ", kataku dalam hati.
" Nggak I love you Bim ".
Bima tertawa.
" Love you to sayang ".
Beneran deh aku kayak orang yang baru aja jatuh cinta.
" Biarin deh dibilang lebai ", bathinku.
" Ve kita langsung di Baron ini ?"
" Iya Bim, tadi sih ibu bilangnya gitu, coba aku telfon ibu dulu ya ?"
Kemudian aku menelfon ibu.
" Iya Ve ada apa ?"
" Ibu udah nyampe belum ?"
" Belum nduk masih di jalan ".
" Ini langsung ke Baron kan bu ".
" Iya langsung masuk aja ".
" Oh ya udah bu Ve nunggu di sana ya ? ini Ve udah mau sampai ".
" Iya kalau sudah sampai nanti ibu telfon ".
Sampai di pantai aku dan Bima langsung turun.
" Bim langsung ganti celana aja yuk ntar basah ".
" Iya ayuk ".
Kemudian aku dan Bima langsung mencari kamar mandi dan berganti pakaian di sana. Aku hanya menggunakan celana pendek dan kaus, Rambut panjangku kugulung ke atas. Setelah meletakkan pakaian di mobil, kami berjalan mencari tempat yang sejuk sembari menunggu rombongan ibu.
Bima berjalan di sampingku.
" Sssttt sayang kamu seksi banget bajunya, liat tuh banyak cowok merhatiin kamu ", kata Bima sambil memeluk pundakku.
" Biasanya kamu suka ?"
" Iya dulu, sekarang aku nggak suka kamu jadi pusat perhatian mereka ".
" Ihhh gimana sih berubah berubah gitu ".
" Udah yuk duduk di situ ", kataku sambil menarik Bima di tempat duduk tidak jauh dari kami.
Tak lama kemudian ibupun datang.
Akhirnya aku dan Bima bisa tenang bermain main.
Kami berjalan menyusuri pantai dengan bergandengan tangan dan menikmati tiupan angin yang menerpa wajah kami.
Dan setelah pulang dari pantai, malamnya Bima mengajak aku dan ibu makan malam di sebuah rumah makan bernuansa tradisional.
" Ibu pasti suka bu makan di sini ". kata Bima
" Iya bu ada gudeg kesukaan ibu ", tambahku.
" Ibu mah makan apa aja dimana aja suka, yang penting halal ".
" Bu nanti ibu tidur bareng Vero aja, ibu mau ?"
" Pasti ibu kangen kan sama Vero ?"
" Besok aja Bim, kalau malam ini ibu tidur di hotel dulu aja ".
" Oh ya udah nggak papa bu ", jawab Bima.
" Ibu pulang hari apa bu ?" tanyaku.
" Senin pagi Nduk jam 7an ".
" Kok cepet banget lho bu ?"
" Ya namanya kan kita ikut biro nduk jadi udah ditentukan dari mereka jadwalnya ".
" Ohhh gitu ya buk ".
" Iya besok malem kan cuma mau ke malioboro nanti ibu nginep tempat kamu Ve ?"
" Jangan di tempat Ve bu, di rumah saya aja ".
" Lha ngapa le ?"
" Kamar Ve kan sempit, nanti tidur di rumah saya aja biar ibu bisa lebih nyaman ".
" Yowes yang penting ibu nggak ngerepotin ".
__ADS_1
" Nggak kok bu ", jawab Bima.
Selesai makan kami langsung mengantarkan ibu ke hotel lagi, kemudian Bima mengantarkanku pulang.