Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Curhat dengan Elmo


__ADS_3

Keluarga Bima pulang hari minggu sore, Vero dan Bima mengantar mereka di bandara.


" Bima..Vero kalian baik baik aja ya, mamah nggak mau denger kalian bertengkar atau apapun, kamu Bima ? belajar bersabar ya nak ", pesan mama Bima kepada mereka berdua


Bima dan Vero hanya mengangguk saja mendengar nasihat itu.


Kemudian keluarga Bima pergi dengan pesawat menuju ke Surabaya.


Vero dan Bima kembali menuju kos.


" Ve langsung balik ke kos atau mau kemana dulu?"


" langsung ke kos ajalah Bim, emang mau kemana?"


" Kirain kamu mau nginep di rumahku lagi."


" Yeeee kesenengan kamu dong."


" Aaahhh masak kamu nggak seneng Ve ", sahut Bima sambil mengerling ke arah Vero.


" Iiihhhh mancing nih."


" Hahaha siapa tau ditangkep umpannya."


" Ogahhh...." jawab Ve manja.


" Makan dulu ya Ve, baru nanti pulang kosmu."


" Siap...", jawab Ve.


Kemudian Bima membelokan mobilnya di sebuah restoran ayam goreng terkenal di Jalan Solo.


" Makan di sini aja nggak papa ya?"


Veropun mengangguk.


Bima lalu memarkirkan mobilnya. Di depan pintu masuk, mereka disambut oleh alunan musik yang dimainkan oleh sekelompok band bersuara merdu.


Bima menggandeng tanganku dan memilih tempat duduk sembari menikmati alunan musik tersebut.


Kemudian Bima maju ke depan dan membisikkan sesuatu pada salah seorang pemain di depan.


" Baiklah terimakasih kepada anda semuanya yang telah mengunjungi restoran ini, semoga kalian semua terhibur dengan musik musik yang kami suguhkan untuk anda. Lagu selanjutnya ini permintaan dari seorang pengunjung, katanya khusus dipersembahkan untuk calon tunangannya yang bernama Vero, sebuah lagu yang berjudul sempurna, semoga seperti sempurnanya cinta kalian berdua, selamat mendengarkan ".


Aku tersenyum memandang Bima yang juga menatapku.


" Makasih ya sayang ", kataku sambil memegang tangan Bima.


" Iya sayang ", jawab Bima.


" Hmmmm romantis juga cowok ini ", bathinku dalam hati.


Kemudian kamipun larut dalam alunan musik yang menggema, sembari menikmati makanan yang telah kami pesan.


" Sayang gimana mau langsung pulang ?" kata Bima saat kami sudah keluar dari restoran itu, kemudian kulirik arlojiku pukul 8 lebih.


" Iya langsung pulang aja aku juga udah lelah Bim ".


Kemudian Bima mengemudikan mobilnya menuju kosku.


" Aku langsung pulang aja ya ?" kata Bima.


" Nggak mampir dulu ?"


" Nggak usah, kamu istirahat aja ya ".


Aku mengangguk, dan Bima kemudian pergi dengan mobilnya, dan tidak lupa mencium keningku dulu.


Dinda menyambutku di depan kamarnya.


" Hai Ve barusan pulang ?"


" Iya Din ".

__ADS_1


" Orang tua Bima udah pulang ?"


" Udah tadi sesudah magrib naik pesawatnya ".


" Seru nggak acara liburannya ?"


" Serulah Din, cuma ada insiden dikit ".


" Insiden apa ?"


" Biasa tuh si Bima nyari ulah, dia nelfon Anya diem diem di belakangku ".


" Waduh gawat itu Ve, terus ?"


" Tapi udah beres kok, dia aku suruh nelfon Anya lagi di depanku, dan bilang kalau jangan ganggu ganggu lagi karena kita mau tunangan ".


" Bima mau ?"


" Maulah, kalau nggak udah aku putusin dia ".


" Berani ?"


" Berani dong aku tuh paling nggak suka dihianatin ".


" Kalau berhianat ?"


" Yeeee siapa yang berhianat ?"


" Kalau tiba tiba Elmo nyatain cinta ke kamu ? kamu mau nggak ?"


" Hahaha itu mimpi namanya, mana mungkin, kalau emang Elmo mau nyatain cinta, udah dari dulu dulu Din, kenapa baru sekarang ".


" Ya kan kalau seandainya Ve, mau nggak ?"


" Mau nggak ya Din...???? itu aku pikir pikir dulu deh ", kata Vero sambil ngeloyor pergi meninggalkan Dinda dan masuk ke kamarnya.


" Huuuuu gayamu Ve...Ve...." Vero hanya tertawa saja menanggapi Dinda.


Kemudian Vero mengunci pintu kamarnya, lalu langsung merebahkan tubuhnya di kasur.


" Ah aku harus menelfonnya, pasti dia kemarin cemas dengar aku bertengkar dengan Bima ", kata Vero.


Kemudian Vero mencoba mengingat ingat nomor hp Elmo, untung saja dia belum lupa karena kemarin Bima menyuruhnya menghapus nomor Elmo.


Kemudian ditelfonlah nomor Elmo.


" Semoga nomornya benar ", kata Vero dalam hati.


Benar saja suara laki laki yang mengangkatnya adalah suara Elmo.


" Hallo Ve ".


" Iya El....hehhhhh syukurlah benar ".


" Hei kenapa Ve, kok kayaknya habis melepas beban gitu, lagi BAB ya ?"


" Ihhhh jorok banget sih...aku tuh lega banget ternyata ini benar nomor kamu ".


" Lho biasanya kan kamu nelfon nomor ini juga ".


" Nomormu kemarin kuhapus disuruh Bima, gara gara bertengkar sama dia ".


" Ya kamu juga berani beraninya ngangkat telfon di depan Bima, biasanya kan kalau ada dia nggak pernah kamu angkat Ve ".


" Biarin....emang sengaja ".


" Sengaja gimana ? ujung ujungnya aku juga yang kena semprot dia kan ".


" Iya maaf El ".


" Kenapa ? kalian lagi bertengkar ?"


" Iya El ".

__ADS_1


" Kenapa lagi ? hobby banget sih bertengkar kayak kucing sama tikus ".


" Iihhh sialan kamu, penghinaan ".


" Ya habis lucu sih kalian berdua, udahh putus aja deh daripada bikin darah tinggi ".


" Yeee enak aja, gampang situ ngomong putus, banyak yang harus dipikirin mas brow ".


" Mikir apa ? masa depan ? itu mah gampang semuanya udah ada yang ngatur ".


" Bukan gitu, aku kan mikir perasaan orang tuaku, orang tua Bima, mereka udah berharap banyak sama kita berdua ".


" Ahhh itu lagi, nggak ada alasan yang lain apa ?"


" Alasan yang lain karena aku belum punya cadangan pengganti Bima ", kataku sedikit jengkel.


" Ahhh yang bener nih Ve ? aku mau kok jadi lelaki jadangan, bukannya dari kemarin kemarin aku jadi cadangan hahaha ".


" Kamu tuh becanda melulu El ".


" Iya iya serius nih sekarang, kenapa lagi kamu ?"


" Aku jengkel banget sama Bima ".


" Iya jengkel kenapa ?"


" Masak dia diem diem nelfon mantannya di belakangku ".


" Waduhhhh....bisa gitu ".


" Terus ketahuan kamu ?"


" Iyalah ketahuan, makanya aku marah marah ".


" Marah apa cemburuuu....???"


" Ahh bodo ahhh ".


" Hihihi ngambekan banget sih ? hmmm aku tau....pantesan kamu kemarin angkat telfonku, kamu pasti mau buat Bima ganti cemburu sama aku kan ?"


" Iya sorry ya melibatkan kamu ?"


" Hhhmmmm..nasib nasib selalu jadi yang kedua ".


" Ihhhh apaan sih kamu El ".


" Hahaha enggak Ve...jangan sensitif gitu dong ".


" Beneran aku nggak enak sama kamu El ?"


" Udah Nyantai aja Ve ".


" Mendingan masalah kamu itu diselesaikan dengan baik, kalau judul lagu tuh ya jangan ada mantan diantara kita, gitu Ve ".


" Iya juga sih El ".


" Terus udah selesai belum masalahnya ?"


" Udah kok El, udah selesai ".


" Selesai gitu aja ? enak banget ".


" Terus disuruh gimana ?"


" Ya musuhan kek seminggu, 2 minggu apa setahun bila perlu, biar aku bisa bebas ngajak kamu main lagi hahaha ".


" Kamu tuh bahagia di atas penderitaan orang lain ".


" Enggaklah Ve, aku kan cuma mau bikin kamu ketawa aja ".


" Iya El makasih ya, Ya udah El udah malem, makasih udah dengerin curhatku ".


" Iya tenang aja pelayanan curhat aku buka 24 jam kok buat kamu hehehe ".

__ADS_1


" Dasar kamu El ".


Kemudian telfon kututup.


__ADS_2