Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Elmo menangkap basah Bima


__ADS_3

Malam ini Bima sudah bersiap pergi, dan ternyata kepergian Bima kali ini bukan bersama teman temannya, seperti yang dikatakan pada Vero tadi siang, melainkan pergi bersama Anya.


Bima sudah berjanji akan mengantarkan Anya ke sebuah mall untuk membeli pakaian.


Bima memutar tubuhnya di depan cermin, dan merapihkan kemeja yang dipakainya, kemudian Bima menyemprotkan sebuah parfum kesukaan Anya, dia ingat Anya dulu paling suka jika dia memakai parfum ini.


Sehabis magrib Bima langsung meluncur ke hotel tempat Anya menginap. Setelah sampai di sana, ternyata Anya sudah menunggunya di lobby.


" Udah siap Nya ?"


" Kamu lihat sendiri ", jawab Anya sambil beranjak berdiri dari tempat duduknya.


" Kita langsung ke mall ?"


" Yup...", jawab Anya singkat ".


Kemudian Bima mengemudikan mobilnya menuju mall.


Sementara itu Elmo menelfon Vero.


" Hallo Ve lagi ngapain ?"


" Oohhh aku lagi tiduran aja El ".


" Lho Bima nggak kesitu ?"


" Nggak El, tadi sore dia baru aja pulang, malam ini katanya dia ada acara makan makan sama teman kantornya ".


" Wahhh free nih, bisa dong gantian aku yang ngapelin ???"


" Ihhhhh apaan sih El, sini aja ".


" Asyiiikkk.....ya udah tunggu ya, tar mungkin jam 8an aku ke kosmu ".


" Iya El aku tungguin ".


Kemudian Elmo menutup telfonnya.


" Ahhhh aku harus mencari sesuatu buat Vero ", kata Elmo pada diri sendiri.


Kemudian Elmo segera mengambil jaket dan dompetnya, dan segera pergi dengan motornya.


Sebelum ke kos Vero, Elmo berencana ingin membelikan sesuatu untuk Vero, karena Elmo ingat ini adalah hari ulang tahun Vero.


Elmo menyempatkan diri mampir ke mall terlebih dulu. Setelah sampai di memarkirkan motornya di depan halaman mall, dan kemudian segera masuk ke dalam.

__ADS_1


Elmo keliling keliling, naik dari satu lantai ke lantai lainnya.


" Hmmm kado apa ya yang bagus buat Vero ", tanya Elmo dalam hati, sedang asyik asyiknya mencari cari kado untuk Vero, tiba tiba Elmo melihat seperti sesosok bayangan Bima di depannya


" Tapi benarkah dia ? lalu siapa wanita itu ?", tanya Elmo dalam hati.


Elmo amat penasaran, maka dengan mengendap endap Elmo berusaha mendekati posisi Bima, agar lebih leluasa untuk mengamati gerak gerik Bima.


Sementara itu Bima begitu asyik menemani Anya yang sedang memilih beberapa pakaian.


" Bim yang ini bagus nggak ?"


" Bagus Nya, aku yakin kalau kamu yang memakainya pasti terlihat cantik ", jawab Bima.


" Ahhh kamu tuh masih aja ya pinter ngegombal", jawab Anya sambil bergayut manja di bahu Bima.


" Aku coba ini dulu ya, kamu jangan kemana mana lho, ok !!" kata Anya sambil mengusap pipi Bima.


" Siappp bos ", jawab Bima sambil tersenyum.


Kemudian Bima duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Perlahan Elmo berjalan mendekati Bima.


" Haii mas brow...bukankah hari ini sedang libur, kenapa kamu tidak ke kos Vero ".


" Urusanku ? hahaha urusanku menanyaimu itu, karena aku baru saja melihat seorang wanita cantik di sebelahmu tadi, dan itu bukan Vero ".


" Kamu nggak usah ikut campur, kamu nggak tau apa apa ".


" Ya aku memang nggak tau apa apa, tapi aku cukup tau, pasti ada hubungan apa apa diantara kalian, kalau tidak mana mungkin wanita itu berani bergelayut manja di pundakmu, dan mengusap pipi kamu Dokter Bima ".


" Sialan....!!! jangan macem macem kamu ya ".


" Kamu yang jangan macam macam, asal kamu tau, kamu tuh pria paling bodoh yang pernah aku temui, dulu kamu sering nyakitin Vero, dan sekarang giliran Vero udah percaya sama kamu, justru kamu bohongi dia, laki laki macam apa kamu ini Bim, seandainya bukan di tempat ramai, udah aku tonjok mukamu ".


" Dengar Elmo, seandainya Vero tau ini semua, aku akan buat perhitungan sama kamu ".


" Ooohh silahkan...siapa takut, aku nggak pernah gentar dengan kamu Bim, kamu tau, kamu bakalan menyesal udah mengkhianati Vero demi wanita itu, Vero itu gadis baik baik bukan seperti wanita di sampingmu tadi ".


" Hei jangan sok tau kamu ya ngomong dia bukan wanita baik baik ".


" Hahaha jangan munafik teman...mana ada wanita baik baik mendekati laki laki yang sudah memiliki pacar, dan kamu Bima !! ternyata kamu tuh lebih bodoh dari yang aku pikirkan, sudah jelas jelas kamu pernah dicampakkan dengan wanita itu, sekarang kamu masih mau kembali dengannya, hahaha kasian ya kamu ".


" Ohhh sudah tau banyak kamu tentang aku, ternyata diam diam kamu dan Vero sering berhubungan ya ?"

__ADS_1


" Jangan mencari kambing hitam, aku dan Vero itu sudah berteman lama, semenjak kita kelas 1 SMA, wajar kalau kita akrab dan kemudian dia menceritakan masalahnya ke aku, hubunganku dan Vero hanya sebatas teman tidak lebih, beda dengan kamu dan perempuan itu ".


" Ahhh omong kosong ".


" Terserah kalau kamu nggak percaya, satu yang harus kamu ingat Bim, aku tidak akan tinggal diam kamu menyakitinya lagi, aku akan rebut Vero dari kamu, dengar itu Dokter Bima yang terhormat ", kemudian Elmo pergi meninggalkan Bima sendirian.


" Shit.....kenapa aku berjumpa dengan dia di sini , sialan ", kata Bima sambil mengepalkan kedua tangannya.


" Bim ayo udah selesai nih ", Anya memanggilnya.


" Bim...." kemudian Anya menyentuh bahu Bima.


" Oh iya Nya, udah selesai ?"


" Kok melamun ? Udah yuk keluar ".


" Oh iya Nya ".


Kemudian Bima dan Anya berjalan keluar.


" Bim kenapa diam saja dari tadi ? kamu nggak apa apa kan ?" tanya Anya di dalam mobil.


" Eh iya Nya aku baik baik saja ".


" Bim kita makan dulu yuk ?"


" Makan Nya ? aduh nggak bisa Nya aku udah ada janji dengan Vero ", jawab Bima berbohong.


" Lho kamu bilang tadi free ?"


" Iya tapi tadi Vero telfon aku agar ke kosnya, ada sesuatu yang penting katanya ".


" Oh ya udah Bim ", kata Anya kecewa.


Setelah mengantar Anya pulang ke hotel, Bima langsung meluncur ke rumahnya.


" Ahhhh konsentrasiku benar benar hilang gara gara kejadian tadi ", bathin Bima.


Dia terlihat cemas sekali, takut jika Elmo bercerita kepada Vero.


Sampai di rumah Bima ingin langsung menelfon Vero, tapi dia ragu ragu, jangan jangan tadi Elmo sudah menelfon Vero duluan.


" Lebih baik aku ke kosnya saja ", kata Bima dalam hati.


Tapi diliriknya jam dinding sudah menunjukkan pukul 20.30 terlalu malam untuk ke kos Vero, apalagi dengan mengendarai mobil, pasti memakan waktu yang lama, mengingat tadi saat mengantar Anya jalanan macet karena banyaknya pendatang yang berlibur ke Yogya.

__ADS_1


" Apa yang harus aku lakukan ? pasti hubunganku benar benar bisa berakhir kalau Vero tau aku jalan dengan Anya.


" Sialan kenapa aku tadi harus bertemu dengan Elmo di sana ", bathin Bima dalam hati.


__ADS_2