
Malam ini Vero merasa bahagia sekali, mereka kemudian melanjutkannya dengan makan malam.
" Ve, habis ini ke alun alun yuk?"
" Ngapain ke alun alun?"
" Dulu kan kamu nyoba lewat di tengah tengah pohon beringin itu sama Bima, sekarang nyoba sama aku yuk."
" Ayuk siapa takut."
Kemudian setelah selesai makan mereka berdua pergi ke alun alun.
" El untung kamu bawa mobil bosmu."
" Emang kenapa?"
" Lihat nih aku pakai rok, kalau naik motor kan susah nanti diboncengnya."
" Lho tadi kamu juga naik motor."
" Iya tapi kan aku di depan, jadi gampang, kalau sama kamu masak aku yang di depan."
" Haha ya nggak apa apa Ve, lagian siapa yang nyuruh pakai rok begitu?"
" Itu tadi kata Dinda suruh pakai baju yang terbaik dan disuruh berias, seandainya tau ketemunya sama kamu mendingan aku pakai baju tidur El ", kata Vero sambil nyengir manja.
" Vero...Vero tanpa kamu harus berpakaian seperti itupun kamu tuh udah cantik banget di mata aku, jadilah diri sendiri Ve, senyaman mungkin tanpa harus dibuat buat."
" Bener El?"
" Iya sayangku, aku itu mencintai kamu dari dulu, sebelum kamu kenal lipstik dan rok mini hehehe."
" Ihhh Elmo, nanti kamu kalau lihat cewek pakai rok mini tergoda lagi."
" Hahaha kalau aku gampang tergoda itu udah dari dulu-dulu Ve, nggak perlu nunggu pacaran sama kamu dulu."
Vero hanya tersenyum menanggapi perkataan Elmo.
" El, seandainya Bima mengajakku kembali bagaimana?"
" Kebahagianku itu kalau melihatmu bahagia Ve, kalau manurut kamu dengan kembali pada Bima itu bisa membuat kamu bahagia, aku akan mengikhlaskan kamu, tapi jika kehadiran Bima justru akan membuatmu menderita, akulah orang pertama yang akan memberinya pelajaran padanya."
Vero tersenyum. Cara Elmo mencintainya beda sekali dengan Bima. Elmo justru memberikan kebebasan kepada Vero untuk melakukan apapun yang iya anggap baik, tidak seperti Bima yang selalu mengekangnya apalagi dekat-dekat dengan pria lain, walaupun itu hanya sebatas teman. Meskipun sebenarnya Saat itu Vero mulai mencintai Bima karena sikapmya yang berubah manis padanya, namun itu tak mengurasi rasa yang dia pendam selama ini kepada Elmo, sehingga saat ini Vero benar- benar berada di hati laki laki tampan yang duduk di depan kemudi di sampingnya ini.
Setelah sampai di alun-alun mereka berdua turun. Elmo menggandeng tangan Vero berjalan menuju ke tengah.
" Ve kita mulai star dari sini ya, kita gandengan aja nggak usah sendiri sendiri."
" Kok gitu? kan biasanya sendiri sendiri El?"
" Itu biasanya, kalau ini luar biasa Ve."
" Ve kali ini aku punya satu permintaan, suatu hari nanti bisa hidup bahagia sama kamu Ve, membangun sebuah rumah tangga bersama kamu. Kalau doamu apa?"
" Hhhmmmm apa ya? sama aja deh kayak kamu."
" Beneran nih?"
" Iya bener."
" Ya udah pejamin mata kamu, kita gandengan ya lewatin dua beringin itu."
__ADS_1
Kemudian Vero dan Elmo saling begandengan tangan sambil memejamkan mata, dan mulai berjalan pelan.
" El yakin nggak nih jalannya bener?"
" Iya yakin, udah ayo jalan aja terus Ve, yang penting pede."
" Nanti nabrak El?"
" Ya kalau nabrak berhenti dong."
" El udah sampai belum ya?"
" Bentar lagi mungkin, udah ayo jalan lagi."
" El kayaknya ramai nih mungkin ini deket pohon itu, kan yang ramai orang tadi di deket pohon."
" Apa iya Ve?"
" Iya, coba yuk buka mata!"
" Ayo Ve."
Kemudian mereka berdua membuka mata.
Ternyata mereka tepat berada di tengah tengah beringin tua itu.
" Yeeeee El kita berhasil, berarti kita berjodoh ya El?"
Kata Vero sambil meloncat riang. Elmo tertawa sambil memperhatikan Vero.
" Kita kan nggak boleh mempercayainya Ve?"
" Aku seneng Ve, tapi lebih seneng lagi kalau kita bisa saling menjaga hubungan ini, dan berjanji untuk tidak saling menyakiti."
Elmo kemudian memegang tangan Vero.
" Ve kamu mau berjanji kan mau menjaga cinta kita ini, dan melupakan semua kenangan buruk dengan Bima?"
" Iya El, aku akan berusaha, bantu aku buat melupakannya ya?"
" Iya Ve, aku janji aku akan membantumu, aku sayang sama kamu Ve ", kata Elmo lalu memeluk tubuh kurus Vero.
" Aku juga sayang kamu El."
Kemudian mereka berdua duduk di pinggir alun-alun.
dan memesan jagung bakar.
Ve tiba-tiba ingat Bima kembali, saat mereka berdua membeli jagung bakar di salah satu tempat wisata, saat itu Bima tidak mau, karena takut makanan itu tidak bersih.
" Hei Ve...kanapa melamun? kamu ingat Bima ya?"
" Eh ehm enggak kok El, aku cuma sedang memperhatikan tukang jagung itu."
" Kamu pasti ingat Bima lagi?"
" Iya ", jawab Vero singkat kemudian menundukkan wajahnya.
" Maafin aku ya El?"
" Sssttt sini sayang." Kata Elmo sambil menarik tangan Vero supaya duduk lebih dekat dengannya.
__ADS_1
" Aku kan udah bilang, aku akan membantumu melupakan Bima, jangan merasa bersalah begitu denganku, bukankah kamu juga akan berusaha melupakan dia kan?"
" Iya El, hanya saja aku belum mampu."
" Itu wajar Ve, karena kalian baru beberapa hari saja berpisah, jadi berusahalah ya? jangan simpan dendam dalam hatimu ok?"
" Iya El, makasih ya."
Kemudian Vero dan Elmo sama sama menikmati jagung bakar yang ada di tangan mereka.
" Ve besok aku jemput ya kerjanya?"
" Asal nggak merepotkan El."
" Bagaimana bisa merepotkan, dulu saja sebelum kamu jadi pacarku, aku mau kok nganter jemput kamu setiap hari, apalagi sekarang kamu udah jadi pacarku."
" Iya El, percaya kok hehe."
" Ve udah malem nih, pulang yuk?"
" Ayuk El ", kemudian mereka berdua segera meninggalkan alun alun menuju kos Vero.
" Sampai besok ya Ve."
" Iya El."
Saat hendak turun Elmo menarik tangan Vero.
" Ada apa El?"
" Kamu sekarang siapaku Ve?"
" Siapamu? maksudmu?"
" Status kamu dengan aku apa?"
" Pacar ya El? salah nggak?"
" Hahaha kok ragu gitu sih, ga percaya diri banget."
" Habis pertanyaan kamu aneh banget sih, padahal kan tadi kamu baru nembak aku, kok masih nanya statusnya apa?"
" Iya dong nanya, soalnya kamu pergi gitu aja."
" Pergi gitu aja?"
" Nih...", kata Elmo sambil menyodorkan pipinya.
" Malu ah belum biasa ", jawab Vero polos.
" Makanya dibiasain, sini."
Kemudian Elmo menarik wajah Vero, dan mencium pipinya.
" Gimana biasa kan?"
Vero hanya tersenyum, dan membalas mencium pipi Elmo.
" Met malam cinta ", kata Elmo.
" Malam....", kata Vero sambil tersenyum malu.
__ADS_1