
Hari sabtu pagi Elmo menelfon Rendi sahabatnya untuk meyakinkan kembali tentang persiapan acara yang akan dilaksanakan malam minggu nanti.
" Hallo El?"
" Hallo Ren, bagaimana apakah semuanya sudah beres?"
" Tenanglah teman semua sudah beres, kamu tinggal datang saja, semuanya sudah aku urus, jangan khawatir."
" Aku ingin acaraku benar benar berjalan lancar Ren?"
" Pasti itu El, serahkan padaku, aku pasti akan membuat semua nya jadi berkesan."
" Awas sampai gagal, aku laporkan kau ke kantor polisi."
" Hahaha polisi tidur ya El?"
" Sialan....Ya sudah aku nanti datang jam 7an ya?"
" Okkk siap temannn..."
Kemudian telfon ditutup dengan Elmo. Setelah itu Dia menelfon Dinda.
" Hallo Din, bagaimana besok kamu bisa datang lebih awal kan?"
" Siap El jangan khawatir."
" Makasih ya Din atas bantuan kamu."
" Iya El yang penting kamu benar benar serius dengan Vero."
" Aku seriuslah Din, udah sejauh ini masak aku mau main main dengan Vero."
" Ya siapa tau El."
" Percayalah padaku Din."
" Ya aku pegang omonganmu!"
Siangnya Elmo pergi ke kos Vero, dan bersiap mengantarnya ke butik baju muslim untuk memilih busana yang akan dikenakannya nanti malam.
Mereka berangkat berdua dengan menggunakan motor.
Sesaat kemudian Elmo menghentikan motornya di salah satu butik branded yang ada di kota itu.
" El kok di sini sih? Ini baju bermerk pasti mahal."
" Udah Ve tenang aja, aku yang akan membayarnya."
__ADS_1
" Iya aku tau, tapi kan sayang El buang buang uang?"
" Pleas Ve, untuk kali ini aja yaaa?"
Vero tidak bisa menolak permintaan Elmo, kemudian mereka berdua masuk ke butik tersebut.
Vero langsung memilih milih gaun yang akan dikenakannya nanti. Semua gaun yang dipegangnya amat bagus, tapi saat melihat harganya, nyali Vero mendadak ciut, harga satu baju bisa cukup untuk biaya hidup Vero 3 bulan di Yogya.
" Ayo Ve pilihlah, jangan ragu ragu."
Ve tetap sibuk melihat lihat baju tersebut, namun setelah melihat bandrol harganya Ve kembali beringsut mundur.
Elmo memperhatikan sikap calon tunangannya itu, dia tersenyum simpul, lalu mendekati Vero.
" Kenapa sayang? dari tadi aku perhatikan setiap melihat harganya kamu tidak jadi dan mencari cari yang lain lagi. Ayolah ambil satu, berapapun itu aku akan membayarnya."
" Tapi El aku nggak tega sama kamu, harga satu baju itu bisa buat hidup aku 3 bulan di sini."
" Ok kalau begitu biarkan aku memilihkannya untukmu ya, tapi kamu nggak boleh protes, karena aku tau pasti kamu takut uangku habis kan?"
Vero hanya mengangguk pelan.
Kemudian Elmo memanggil salah satu penjaga butik itu.
" Mbak tolong pilihkan gaun pesta model terbaru yang bagus buat pacar saya ini ", kata Elmo.
Kemudian pegawai itu pergi meninggalkan mereka berdua menuju ke sebuah lemari pakaian, dan kemudian diambilah 3 buah baju model terbaru, dan masih ada di dalam bungkusan.
" Ini mas baru datang tadi malam dan belum sempat kami pajang."
Sebuah gaun panjang yang sangat mewah dihiasi dengan manik manik di pinggirnya, menambah kesan mahal dan tidak pasaran.
" Baik mbak saya pilih ini ", kata Elmo kemudian.
Elmo memilih salah satu gaun berwarna merah marun kombinasi hitam, dan sangat cocok serta elegan jika dipakai malam hari
Vero melirik jumlah uang yang dituliskan oleh petugas itu, Vero hanya bisa menelan ludah, harganya bukan saja 3 kali jatah hidupnya 1 bulan, tapi ini justru lebih banyak lagi jumlahnya.
Setelah Elmo membayar dengan menggunakan kartu kreditnya, mereka berdua keluar dari ruangan itu.
" El aku pikir baju pilihan yang pertama tadi udah terlalu mahal buatku, ini malah justru lebih mahal dari yang pertama."
" Tadi kan kamu udah mengijinkan aku yang milihin buat kamu, nggak boleh protes dan nggak boleh disesalin dong."
" Ya sebenernya nggak papa sih, cuma sayang aja kalau uang sebanyak itu cuma untuk beli satu buah baju El."
" Nggak masalah Ve, kan sekali kali nggak tiap hari ", jawab Elmo singkat sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah tiba di kos Vero, Elmo langsung pamitan pulang.
" Nanti aku jemput jam 7 ya sayang?"
" Iya El hati hati di jalan ya?"
Setelah Vero mencium tangan Elmo, kemudian Elmo segera pergi meninggalkan kos Vero. Lalu Vero langsung masuk ke kamarnya.
Tak lama kemudian Dinda mendatanginya.
" Ve lagi ngapain?"
" Nggak ngapa ngapain Din, ini lagi mau nyobain baju yang baru aja aku beli."
" Ihhh bagus banget Ve bajunya, pasti mahal ya harganya?"
" Lumayan Din, Elmo yang beliin."
Kemudian Dianda mengambil nota yang masih tertempel di plastik pembungkus baju.
" Busyeetttt Ve mahal banget 4 jeti maakk!!!" teriak Vero terkejut.
" Itulah Ve, sebenernya aku kasihan sama Elmo, ngapain beli baju semahal ini buat aku, hanya untuk menghadiri acara nanti malam?"
" Ya mungkin dia ingin membuatmu tampil secantik mungkin Ve ". Jawab Dinda.
" Iya sih aku tau itu, tapi aku tetep kurang sreg aja."
" Kenapa Ve? bukankah dulu kamu kalau dibelikan apa apa dengan Bima nggak pernah protes?"
" Dulu aku nggak protes sama Bima karena dia mampu."
" Lalu sekarang Elmo kamu anggap nggak mampu gitu?"
" Ya mungkin dia mampu Din, tapi harus kerja keras dulu. Dia kan bilang kalau hanya pegawai biasa di perusahaannya, sedangkan Bima itu seorang dokter, sangat mudah buat Bima untuk membelikan apapun buatku sesuai dengan keinginannya."
" Hahaha jangan berprasangka buruk dulu Ve, siapa tau tabungan Elmo itu justru lebih banyak dari Bima."
" Ya walaupun lebih banyak juga aku nggak suka kalau pemborosan kayak gini."
" Kalau aku jadi kamu Ve, huuu nggak usah pakai mikir dulu, ambil ambil aja hehehe."
" Hhhh kamu tuh, ya nggak bisa gitu juga dong!"
" Udah Ve terima aja yang ikhlas...kalau nggak mau buat aku aja bagaimana?" Tanya Dinda sambil tersenyum menggoda.
" Huuu kesenengan kamu dong Din ", jawab Vero.
__ADS_1