Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Obrolan Sepulang Kerja


__ADS_3

" Udah nunggu dari tadi Ve?"


" Nggak sih El belum lama kok."


" Sorry ya tadi macet jalannya."


" Udah yuk naik!"


" Maaf ya Ve?" kata Elmo saat kami di jalan.


" Aku jadi penyebab pertengkaran kalian berdua."


" Nggak El, justru aku yang nggak enak sama kamu, sebab bawa-bawa kamu ke dalam masalah aku sama Bima."


" Sayang banget ya Ve, orang sebaik kamu kok dapet pacar kasar gitu."


" Hhmmmm aku juga bingung El, kok bisa aku jatuh cinta sama orang kayak dia ", jawabku.


" Eh dimana nih bengkelnya?"


" Terus aja El tuh di deket counter depan!"


Tak berapa lama kami sudah sampai di bengkel, kemudian aku turun.


" Kamu mau langsung pulang El?


" Boleh mampir dulu di kos kamu nggak? Minta teh panas, haus nihhhh !!!" sembari memegang tenggorokannya.


" Hahaha bolehlah satu gelas 5000 ya?"


" Yeee dasar pegawai bank."


Aku cuma tersenyum saja. Elmo selalu saja bisa membuatku tertawa, beda sekali dengan Bima.


Kemudian Elmo mengikutiku dari belakang sampai ke kosku.


" Duduk sini El! Aku sholat ashar dulu sebentar ya?"


" Silahkan Ve...".


Kemudian aku masuk ke dalam, mengganti pakaian kerjaku dengan celana kulot panjang dan kaos lengan pendek, setelah selesai sholat aku keluar dan duduk di samping Elmo.


" Nih katanya minta teh panas ", sambil meletakkan teh yang baru saja kubuat di atas meja yang ada diantara kursi yang kami duduki.


" Aku inget kamu jaman dulu kalau pakai baju kayak gitu, waktu aku masih sering ke kosmu."


" Hahaha iya jaman masih abg ya?"


" Dan waktu aku mencintai kamu diam diam El ", bathinku.


" Ayo diminum tar keburu dingin!"


Kemudian Elmo menyeruput teh dalam gelasnya.


" Hmmmm seger ya, beda emang teh buatan cewek cantik ama ibu ibu warteg."


" Emangnya kamu sering minum teh di warteg?"


" Iyalah, di rumah kan nggak ada yang buatin belum punya istri hehehe."


" Cariin istri dong buat aku ", candanya.


Aku terkejut, "Ahhh Elmo kenapa sih kamu nggak tau kalau aku tuh suka sama kamu, dan kayaknya perasaan ini masih ada buat kamu El."


" Kok kaget gitu mukanya?"


" Eh egh enggak kok nggak papa."


" Emang kamu belum punya pacar dari dulu?"


" Pernah sih, tapi putus."


" Nggak cocok?"


" Gitu deh, terlalu banyak tuntutan ada aja maunya."


" Maksudnya?"

__ADS_1


" Biasa cewek...materi.....!!!"


" Ohhhh."


" Kamu yang mutusin?"


" Ya, dia selingkuh ama cowok lain."


" Haaa....kasian banget kamu ", ledekku.


" Biarin aja, tapi aku nggak sedih kok."


" Kok bisa?"


" Aku ngga cinta sama dia."


" Kok pacaran?"


" Iseng-iseng berhadiah, siapa tau cocok nggak taunya parah brewwww..."


" Hahahaha...." aku tertawa ngakak.


" Berarti habis itu jomblo terus dong?"


" Gitu deh."


" Kenapa nggak nyari lagi."


" Males susah move on akunya."


" Dari mantanmu itu?"


" Bukan sih."


" Dari Diaz?"


" Hah dia mah udah nggak kepikiran sama sekali."


" Lalu siapa....????"


" Ihhhhh mau tau aja, penasaran ya.....???"


" Numpang sholat dong Ve, aku belum asharan nih."


" Eh iya aku siapin dulu tempatnya ya."


Kemudian aku masuk ke kamar menyiapkan sajadah untuk Elmo sholat.


" Udah El masuk sana, wudhu aja di dalam ya, aku tunggu di sini."


Elmo kemudian masuk ke kamarku.


Tak lama kemudian Elmo sudah keluar lagi.


" Doa apa tadi kayaknya khusuk banget?"


" Yeee ngintip yaaaa?? Awas jangan nyontek ya!!!"


" Hahaha gila kamu."


" Seneng Ve ngeliat kamu ketawa riang kayak gitu, nggak kayak semalem, apalagi waktu tau kamu ditinggal sendirian di jalan gitu rasanya pengen aku tonjok tu muka pacar kamu, ganteng sih tapi masih gantengan juga aku, cuma menang di Arab doang dia Ve."


" Yeee pede banget sih El ", kataku.


" Iyalah Ve mending punya pacar jelek tapi sayang daripada punya pacar ganteng tapi sadis kayak Bima


itu."


" Mending punya pacar kamu El, udah ganteng


baik lagi ", bathinku.


" Heiiiii kok melamun? Mikir jorok yaaa??"


" Yeee enak aja ", kataku.


" Bima sering kesini Ve?"

__ADS_1


" Nggak sih El, dia kan kerjanya kadang sampai malam?"


" Sampai malam? Kerja apaan Ve? Satpam hehe?"


" Bukan El, dia dokter di PKU El, makanya nggak tentu kesininya."


" Ooohhhh dokter....pantesan!"


" Pantesan apanya?"


" Ya pantesan aja..."


" Pantesan ganteng..."


" Apa hubungannya coba?"


" Hehehe nggak ada sih...".


" Dia sibuk banget El, apalagi kalau ada jadwal operasi, paling-paling seminggu 2 kali ngajak keluar."


" Jarang ngobrol dong?"


" Ya kadang kadang sih."


" Males ngajak dia ngobrol, paling ujung ujungnya ngajak aku berdebat."


" Entah itu karena aku yang nggak seide dengannya, atau karena memang aku udah muak dengannya ", bathinku.


" Hei ngelamun lagi...!!!"


Aku tersentak, " Eh maaf...!!"


" Aku masih inget Ve jaman kita sekolah dulu, kamu tuh cuek banget ya kalau nggak penting banget nggak mau ngajak ngobrol."


" Katanya air beriak tanda tak dalam El ", sahutku sambil tersenyum.


" Hehe iya juga sih, pantesan kamu pinter ya?"


" Kalau itu mah karena aku rajin belajar kali....aku emang orangnya susah El buat memulai pembicaraan, apalagi sama orang yang belum terlalu kukenal, rasanya nggak nyaman, tapi kalau udah deket nggaklah!!"


" Iya ya, buktinya sekarang kita malah bisa akrab!!"


" Kamu udah lama kerja di tempatmu sekarang?" Tanya Vero.


" Lumayan Ve dari awal aku kuliah sampai sekarang..."


" Hmmm pantesan ya kayaknya bos kamu udah percaya banget gitu."


" Iya Ve, untung aku nggak punya uang banyak buat beli bensin, kalau nggak pasti mobilnya udah aku pakai kemana mana biar cepet dapet pacar."


" Yeeeeee emang kalau udah pakai mobil bagus langsung dapet pacar?"


" Ya iyalah Ve, jaman sekarang cewek tuh udah banyak yang pinter, udah bisa milih yang masa depannya cerah dan yang nggak ", sahutnya tertawa.


Aku diam saja merasa sedikit kena dengan kata katanya.


" Eh sorry kamu tersinggung ya? Bukan maksudku....."


" Nggak papa El, aku faham kok maksud kamu."


" Kamu tuh nggak pernah tau El alasanku bertahan dengan Bima, walaupun sebenarnya aku amat tersiksa ", bathinku.


" Ve...!!!"


" Iya El..."


" Aku tuh mau lho dengerin cerita kamu, beneran...kamu jangan ada perasaan sungkan Ve."


" Iya El aku tau, cuma belum saatnya El."


" Aku tuh bukannya nggak mau cerita El, aku cuma ingin bertahan sampai kapan aku bisa kuat dengan Bima agar dia bisa berubah ". kataku dalam hati.


" Ya udah Ve aku pulang dulu udah sore nih."


" Oh iya El makasih banyak ya."


" Iya Ve, kalau kamu udah bener bener nggak kuat dan pengen cerita sama aku, aku siap dengerin 24 jam kok hehe..!!"

__ADS_1


" Siap bos kataku sambil tersenyum."


Kemudian Elmo pergi meninggalkan kosku dengan sepeda motornya.


__ADS_2