Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Kisah Elmo


__ADS_3

Setelah membeli kado untuk Vero, Elmopun segera menuju kos Vero.


" Laki laki ****!" Kutuk Elmo dalam hati.


" Bisa bisanya dia menghianati Vero, kasihan Vero, padahal Vero sudah percaya sekali dengan laki laki itu ", kata Elmo dalam hati.


Tak lama kemudian Elmo telah tiba di kos Vero, dan langsung menuju kamar Vero.


" Ve...", panggil Elmo.


Kemudian Vero keluar.


" Heii...kirain nggak jadi El?"


" Jadilah aku kan udah janji Ve."


" Ve keluar aja yuk?"


" Kemana El?"


" Ke alun alun mau nggak?"


" Ok, tunggu sebentar ya?"


Kemudian Vero berganti pakaian dan tidak lupa membawa jaket.


" Ayo El!"


" Ok!"


" Ve nggak papa kan kita keluar kayak gini ?"


" Ya nggak papa El, emang kenapa?"


" Ya takutnya ketahuan Bima."


" Bima nggak bakalan ke alun-alun sendirian El, dia tuh kesitu kalau ngajak aku aja."


" Kalau ke mall?"


" Kalau ke mall ya tergantung, kepentingannya apa dulu, kalau nggak ada kepentingan ngapain juga jalan ke mall, mending jalan keluar kayak gini lihat pemandangan alam."


" Ooohhh gitu ya."


" Ihhhh ngapain sih nanya nanya gitu?"


" Ya nggak apa apa Ve, nanya aja."


Sampai di alun-alun Elmo dan Vero jalan mendekati 2 pohon beringin yang ada di depan mereka.


" El, katanya kalau kita berhasil melewati jalan diantara 2 pohon ini, cita cita kita terkabul ya."


" Hahaha aku juga nggak tau Ve, tapi kita juga kan nggak boleh mempercayai sesuatupun kecuali Alloh, nanti jatuhnya syirik, cuma kalau hanya buat hiburan sih nggak apa-apa Ve, kenapa?"


" Hehehe enggak kok El, aku ingat waktu itu aku dan Bima mencoba melewati 2 pohon ini, aku berhasil, sedangkan Bima tidak."


" Emang apa cita cita kamu?"


" Aku pengen bisa hidup bahagia dengan orang yang mencintaiku setelah kami menikah nanti."


" Dan kamu percaya?"


" Ya aku percaya, aku percaya aku dan Bima nanti bisa bahagia."


" Kamu percaya kalian saling mencintai?"


" Ya El aku percaya."


" Kamu percaya Bima itu jodoh kamu?"


" Ya aku percaya karena tinggal selangkah lagi kami akan menikah."


" Semoga saja laki-laki brengsek itu benar-benar memilihmu menjadi pendamping hidupnya ", bisik Elmo dalam hati, dan Elmo hanya tersenyum menanggapi cerita Vero.


" Ve..."


" Ya El?"


" Aku punya sesuatu untuk kamu."


" Apa El?"

__ADS_1


" Kamu pejamin mata kamu sebentar ya."


" Apa sih El?"


" Udah pejamin dulu."


Kemudian Elmo mengambil lilin kecil dari dalam saku jaketnya, dan menghidupkannya.


" Udah sekarang buka mata kamu Ve."


Dilihatnya Elmo sedang memegang sebuah lilin kecil di depan Vero.


" Ya ampun El apa ini!!"


" Selamat ulang tahun Vero, maaf aku tidak bisa merayakan di restoran mahal, cuma ini saja yang bisa aku lakukan buat kamu."


" Hahaha gila kamu El!"


Kata Vero tertawa bahagia.


" Ayo buruan ditiup keburu tanganku panas Ve, tapi sebelumnya doa dulu ya." Kata Elmo kemudian.


Kemudian Vero mengangguk, sesaat kemudian Vero memejamkan matanya dan memanjatkan sebuah doa, lalu meniup lilin itu.


" Makasih ya El, aku pikir kamu nggak tau tanggal ulang tahunku."


" Aku tuh tau semua tentang kamu Ve, bahkan yang tidak kamu ketahui sekalipun."


" Maksudmu?" selidik Vero.


" Ahhh sudahlah jangan dipikirkan, nih aku punya kado buat kamu."


" Kado El, apa ini?"


" Buka aja Ve."


Kemudian Vero membuka bungkusan yang baru saja diberikan Elmo padanya.


" Ya ampun El lucu banget ", dilihatnya sebuah boneka wanita indian lucu lengkap dengan pakaian dan hisan di kepalanya.


" Coba kamu taruh di bawah Ve."


Kemudian Vero meletakan boneka itu di tanah.


Bima menekan tombol yang ada di punggung boneka itu, dan tiba-tiba boneka tersebut bergoyang pinggul lucu, seperti orang yang sedang menari diiringi sebuah musik.


" Hahaha lucu banget El, ya ampun makasihhh ya!!"


" Ve maaf ya aku cuma bisa kasih itu, aku mau setiap kamu sedih kamu tekan tombol di belakangnya, dan kamu pasti akan kembali tertawa."


" Iya El, aku senang sekali dengan pemberian kamu ini...makasih ya El?"


" Sama sama Ve."


" Ve...kapan pertunangan kalian dilaksanakan?"


" Insyaalloh minggu depan El."


" Secepat itu Ve?"


" Iya El, kenapa?"


" Kamu udah benar-benar yakin Ve? Kamu nggak mau mikir untuk yang terakhir kalinya?"


" Nggak El, aku udah mikir jauh-jauh hari kok dan aku yakin itu."


" Kamu yakin Bima akan benar-benar mencintai kamu?"


" Iya El."


" Lalu mantannya bagaimana?"


" Aku benar-benar yakin setelah Bima menelfon Anya di depanku El, aku percaya bahwa Bima benar-benar mencintaiku."


" Anya ternyata kamu masih polos seperti pertamakali aku kenal dulu." Bathin Elmo.


" Ek, kita udah sering ngobrol tapi kamu sama sekali belum pernah cerita tentang pribadi kamu."


" Misalnya?" tanya Elmo.


" Keluarga kamu misalnya, tempat tinggal kamu, kenapa kamu dulu pindah dari Sumatra kesini?"

__ADS_1


" Ohhh itu, kedua orang tuaku sudah meninggal Ve."


" Benarkah El? maaf aku tidak tau El."


" Nggak papa Ve."


" Menyedihkan kalau harus aku ceritain."


" Aku dulu mempunyai seorang adik perempuan, usianya 3 tahun di bawahku, anaknya cantik, ceria, cerdas, dia anak kesayangan ibuku. Namun saat duduk di bangku SMP dia terserang kanker darah Ve. Ayah dan ibuku kesana kemari mencari pengobatan untuk adikku, namun ternyata takdir berkata lain, dia meninggal dunia setelah satu tahun melawan penyakitnya. Ibuku yang paling terpukul saat itu Ve. Semenjak adikku meninggal ibuku sering sakit sakitan, sedangkan usaha ayahku semakin terpuruk karena ayahku semakin sibuk mengurus ibuku. Akhirnya ayah memutuskan pulang ke Yogya pindah ke rumah nenekku, semua yang ada di Sumatra kami jual, dan berbekal uang sisa penjualan rumah itu kami pindah Ke Yogya Ve. Disitulah ayahku mulai merintis usaha mulai nol kembali. Namun ternyata tak lama kemudian ibukupun meninggal dunia, dan akhirnya tinggal aku dan ayahkulah yang tinggal di sini. Ayah meninggal saat aku kuliah semester akhir, sedang nenekku satu tahun kemudian menyusul ".


"Jadi kamu di sini tinggal sendiri El?"


" Begitulah Ve."


" Lalu pacarmu?"


" Pacarku tidak berpengaruh banyak buatku, malah semakin memperkeruh keadaan, dengan selalu memintaku menuruti semua kemauannya Ve, makanya aku putusin dia Ve."


" Yang sabar ya El?"


" Aku baru tau penyebab kamu pindah ke sini, bahkan dulu aku nggak pernah tau kalau kamu itu pindah ke Yogya."


" Iya Ve, aku memang merahasiakannya, karena aku saat itu ingin melupakan semua kenangan buruk tentang masa ⁰lalu di sekolah itu Ve ".


" Kenangan buruk El, kenangan buruk apa El ?"


" Kenangan buruk dengan seseorang El ?"


" Ya dengan seseorang ".


" Perempuan ?"


" Benar perempuan ".


" Diaz El ?"


Kemudian tiba tiba Elmo menatap mata Vero lama sekali.


" Bukan Diaz Ve ".


" Lalu siapa El ".


" Ah sudahlah jangan dibahas lagi, itu cuma masa lalu Ve nggak penting ". kata Elmo sambil berdiri dan hendak melangkah.


" Nggak penting bagaimana El ? masa lalu itu bagian dari masa depan kita, dan itu justru akan membayangi kita terus menerus jika kamu tidak bisa memperbaikinya ". Kata Vero sambil mengejar Elmo di depannya.


Kemudian Elmo kembali menatap Vero tajam.


" Ya Ve benar kata kamu, dan aku akan perbaiki itu, aku janji akan segera perbaiki semuanya Ve, akan kumulai dari awal ".


Vero bergidik ngeri meliht Elmo menatapnya tajam.


" Ihhh El ngeliatinnya kok gitu amat sihhh aku jadi merinding nihhh ", kata Vero manja.


" Hahaha kamu tuh Ver ada aja ya tingkah polos kamu yang bikin aku pingin jitak kepalamu ". kata Elmo sambil menarik tangan Vero.


" Eh mau kemana El ?"


" Makan wedang ronde disana yuk ".


" Kirain mau kemana ?"


" Kamu pikir mau aku ajak kemana Ve ?"


" Ya siapa tau aku mau kamu jahatin gitu, secara kamu tadi kelihatan serem banget ngeri aku jadinya ".


" Misalnya jahatinnya gimana ?"


" Ya misalnya kamu tiba tiba ngajak aku ke semak semak ".


" Hahaha mau ngapain ke semak semak ?"


" Ya ngapain aja kek El yang kayak di tv tv itu".


" Di tv tv itu gimana ?"


" Masak nggak tau El ".


" Nggak tau emang ".


" Itu El main petak umpet hahaha ".

__ADS_1


" Hahaha gila kamu ya Ve ".


" Ve aku nggak pernah lihat kamu tertawa selepas ini, semoga ini bukan tertawa terakhirmu setelah kamu tau siapa Bima sebenarnya ", kata Elmo dalam hati.


__ADS_2