
Bima terus mengemudikan mobilnya, dia membelokkan mobilnya ke arah hotel Anya.
Sampai di hotel, Bima langsung naik ke kamar Anya, kemudian mengetuk kamar Anya.
Tak lama kemudian Anya membukakan pintu untuk Bima.
" Ya ampun Bim apa yang terjadi denganmu? kenapa mukamu banyak darahnya?" tanya Anya bingung.
Bima tidak menjawab tapi justru langsung memeluk tubuh Anya, dan menangis seperti anak kecil.
" Dia mutusin aku Nya! Vero mutusin aku! Aku kehilangan dia Nya, padahal aku sangat mencintainya!!" kata Bima.
" Ssssttt tenanglah ayo masuk ", kata Anya sambil memapah tubuh Bima yang lunglai.
Anya Menidurkannya di atas kasur, kemudian membersihkan luka yang ada di wajah Bima, dan mengobatinya. Tak lama kemudian Bima tertidur.
" Hhhhmmm payah sekali kau Bima, kasihan Vero ", bisik Anya sambil tersenyum dan mengusap pipi Bima.
" Terimakasih Bim, kamu kesini bawa kabar baik buatku. Aku senang sekali!! Dan sebentar lagi kamu akan kembali menjadi milikku!!"
Bima tertidur lama sekali dan terbangun pukul 2 siang.
" Ah aku belum sholat dhuhur ", dia hendak masuk ke dalam toilet namun terkejut ada Anya yang baru saja keluar.
" Kenapa Bim? Kok kamu terkejut?"
" Ahhh aku lupa, tadi aku menuju ke hotel Anya ", bathin Bima.
" Kenapa kamu nggak bangunin aku? Bukankah kamu tau aku belum sholat dhuhur?"
" Kamu tadi tidur lelap sekali Bim."
" Ahhh banyak alasan ". jawab Bima.
" Heiii kenapa Bima berubah kasar seperti ini?", kata Anya dalam hati.
Selesai sholat, Bima langsung beranjak hendak keluar dari kamar Anya.
" Kamu mau kemana Bima?", panggil Anya.
" Aku mau pulang Nya ", kata Bima sambil berjalan.
" Tunggu Bim!" Kata Anya sambil menarik lengan Bima.
" Apakah kamu nggak ingin berduaan di sini dulu denganku?" Kata Anya sambil bergelayut manja di lengannya, seolah ingin merayu Bima.
Bima menghentikan langkahnya dan menatap Anya sekilas, tiba tiba saja Bima merasa jijik dengan wanita di hadapannya ini, dan kemudian menyingkirkan tangan Anya dari lengannya.
lalu Bima buru-buru pergi dari kamar Anya.
" Bim, tunggu aku Bim...Bim...shitt...umpat Anya."
Bima langsung memacu mobilnya dengan kencang. Dia tidak perduli dengan pengendara lain yang mengumpat kesal akibat cara mengendarai mobilnya yang ugak ugalan.
" Vero apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu kembali padaku? katakan Vero, katakannnnn........!!!!" teriak Bima di dalam mobilnya.
__ADS_1
Tak lama Bima sudah sampai di halaman rumahnya, dia segera masuk ke dalam kamarnya, lalu diobrak abriknya semua barang yang ada di hadapannya, kemudian dilemparkannya ke segala penjuru.
" Veroooooo jangan tinggalin aku ", teriak Bima seperti orang kehilangan akal.
Dilihatnya sebuah foto yang baru dipajangnya beberapa Minggu yang lalu di dinding kamarnya, sebuah foto berukuran besar yang memperlihatkan posisi dia sedang memeluk Vero dari belakang, saat mereka sedang berada di Surabaya. Foto yang diambil oleh adiknya sendiri. Di situ Vero dan Bima terlihat tersenyum ceria, awal dimana Bima dibuat benar-benar jatuh cinta dengan Vero, wanita yang selama beberapa tahun terakhir ini disia siakannya akibat obsesinya terhadap Anya.
Diambilnya foto itu dari dinding kamarnya, dan kemudian diusapnya wajah Vero.
" Vero aku sayang kamu Ve, aku menyesal Ve, maafin aku ", kata Bima terisak sambil memeluk foto di tangannya.
Sementara itu di kos Vero Dinda sedang berada di kamar Vero.
" Ve...kamu yakin akan mutusin Bima?"
" Iya Ve aku yakin. Sakit banget aku Ve lihat mereka semalam. Kamu bayangin!! Bima ninggalin aku semalam demi wanita itu Din ", kata Vero kembali terisak.
" Iya Ve sabar aku paham apa yang kamu rasain ".
" Yang jelas kamu harus berpikir dengan kepala jernih ya, jangan dahulukan emosi."
" Ini udah keputusan akhirku Din, aku akan meninggalkan Bima."
" Kamu siap nanti untuk memberitahu ibumu?"
" Aku siap Din, karena ini kenyataannya."
" Kamu nggak takut buat ibumu kecewa seperti katamu dulu?"
" Aku tau ibu pasti akan kecewa, tapi lebih baik kecewa sekarang, daripada setelah nikah nanti aku dan Bima bercerai, pasti ibuku akan lebih kecewa."
" Dulu aku berharap masih bisa memperbaiki semuanya."
" Tapi nyatanya sama aja kan?"
" Iya Din, sama saja justru lebih menyakitkan."
" Udah ya Ve, kamu harus sabar aku yakin masih banyak Bima Bima lain di luar sana yang lebih baik buat kamu."
Vero hanya mengangguk saja.
Sementara itu Anya seperti kebakaran jenggot di hotelnya, karena semenjak Bima pergi dari kamarnya dia menelfon Bima berkali kali tapi hpnya tidak diangkat.
" Sialan kemana sih Bima, kenapa hpnya tidak diangkat, apakah dia sengaja tidak mau mengangkat hpku ? Ve...?? ya aku harus menghubungi Ve, wanita itu yang sudah membuat Bima seperti ini ".
Kemudian Anya menelfon nomor Vero, terdengar nada sambung disana.
" Ve... itu hpmu bunyi."
" Ah mungkin Bima Din, biarin aja."
" Coba lihat dulu! Mungkin Elmo atau ibumu yang telfon ". Dhea menurut, kemudian Vero mengambil hp dari dalam tasnya.
Vero mengernyitkan dahinya setelah melihat nomor tidak dikenal tertera di layar hpnya.
" Siapa Ve?"
__ADS_1
" Nggak tau nggak ada namanya."
" Udah angkat aja! Siapa tau penting."
" Kalau itu Bima Din?"
" Kalau itu Bima biar aku yang bicara."
Kemudian Vero mengangkat hpnya.
" Hallo...siapa ini?"
" Heiii...Vero, kenapa suaramu sedikit serak? habis menangis ya kamu...kasihannn....!!" jawab Anya mengejek.
" Maaf siapa ini ya? Sepertinya saya tidak kenal suara kamu."
" Oohh iya kamu belum mengenalku ya? Tapi aku rasa Bima sudah cerita banyak denganmu sehingga kau begitu marah saat tau aku bersama Bima semalam."
" Anya.....????"
" Ya benar sekali aku Anya."
" Kenapa kau menelfonku?"
" Kenapa ya...??? Aku cuma ingin memastikan bahwa kamu baik baik saja, aku tidak tega gara-gara Bima mencintaiku ada seorang wanita yang patah hati."
" Hehhh kasihan ya kamu, aku pikir setelah bercerai dengan suamimu, pasti tidak ada laki-laki yang mau denganmu, sampai kamu jauh jauh kemari hanya ingin merayu Bima kembali sama kamu lagi ya?" jawab Ve tak kalah ketus.
" Jangan bicara sembarangan ya!! Dasar wanita murahan !!" Jawab Anya ketus.
" Hahaha siapa yang murahan...?? wanita murahan itu wanita yang merayu calon tunangan orang lain, padahal jelas-jelas dia pernah meninggalkan laki laki itu. Kasihan-kasihan, Apakah di tempat tinggalmu sana kau sudah tidak laku lagi Anya ? Bima Bima bodohnya kamu mengorbankan aku hanya untuk mendapatkan barang bekas ini ....!!!"
" Kurang ajar awas kau!! Akan kubuat kau benar benar kehilangan Bima."
" Silahkan....karena aku sudah putusin dia. Kalian berdua sungguh pasangan yang cocok, sama-sama **** ".
Kemudian Vero menutup telfonnya.
" Anya Ve?"
" Ya..."
" Dapat no telfonmu darimana dia?"
" Ya pasti dari Bimalah Din.:
" Sepertinya Anya memang sengaja ingin merebut Bima lagi dari kamu."
" Ya aku tau itu, Anya memang ingin merayu Bima kembali padanya."
" Tapi kenapa baru sekarang Ve?"
" Karena mungkin dia sudah kehilangan suaminya yang kaya raya itu, sedangkan dia tau bahwa Bima sekarang sudah sukses ".
" Bima Bima benar-benar laki-laki yang bodoh.....", gerutu Dinda ".
__ADS_1