Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Perjalanan pulang


__ADS_3

Pagi ini aku dan Bima siap siap kembali ke Yogya.


" Kalian baik baik ya disana, ingat Bima pesan papah kemarin ya nak ?"


" Iya mah, doain Bima sama Ve ya mah, biar hubungan kami baik baik aja ".


" Iya mamah sama papah doain yang terbaik buat kalian berdua ".


Kemudian kami bersalaman dengan seluruh anggota keluarga Bima.


" Hati hati ya sayang ?"


" Iya mah, maaf ya seandainya selama di sini Ve ada salah ".


" Iya sayang maafin kami juga kalau penyambutannya kurang sempurna ".


Keluarga Bima melepas kepergian kami hingga kami masuk ke dalam mobil, dan kemudian hilang menyatu dengan kendaraan kendaraan lain yang lalu lalang di kota besar ini.


" Ve masih ngantuk ya ?"


" Iya nggak bisa tidur semalem ".


" Kenapa kangen pelukanku ya ".


" Ihhhhhh GR....".


" Ya siapa tau pengen aku peluk lagi Ve ".


" Semalem ngobrol sama adik adikmu sampai malem, jadinya malah terus nggak bisa tidur deh ".


" Ya udah tidur aja nggak papa...".


" Beneran nanti kamu ngomel ngomel lagi kayak waktu kita berangkat itu ".


" Nggaklah katanya aku disuruh belajar sabar ".


" Amiinn Ya Alloh akhirnya sadar juga cowok gantengku ini !!!"


" Eh ngomong apa ?"


" Hehehe enggak...iya aku tidur nih beneran ya ?"


" Iya tidur aja ".


" Makasih pak dokter ". sambil tersenyum manis.


Kemudian kuturunkan sandaran kursi, dan aku mulai memejamkan mata.


Mobil terus melaju menyusuri jalan yang ramai dan macet.


" Mudah mudahan dia belum sadar ya Alloh, tolong lupakanlah dia dengan sifat pemarahnya Ya Alloh apalagi dalam kondisi macet ini, aku ngantukk Ya Alloh pengen tidur....."


Akhirnya akupun terlelap dan sudah tidak mendengar apapun di sekitarku.


############


" Cantik banget kamu Ve kalau sedang tidur begitu, rasanya ingin kupeluk tubuhmu hingga sampai kau tertidur nyenyak dan tidak satupun yang dapat mengganggu tidurmu sayang ", kata Bima dalam hati.


Kemudian dia tersenyum senyum sendiri sambil mengalihkan pandangannya ke jalan lagi.


Bima menghentikan mobilnya di sebuah rumah makan bernuansa alam di pinggir jalan.


" Hmmm Ve pasti suka makan siang di tempat ini "


Bima mendekati Ve dan mengecup keningnya.


" Nyenyak sekali tidurmu Ve ", bisik Bima pelan.


" Ve.....bangun....makan dulu yuk ". bisik Bima hati hati agar tidak mengagetkan Vero.


" Ehhhmmm jam berapa memangnya Bim ?" kata Vero masih dengan matanya yang tertutup.


" Jam 11.30, yuk makan dulu sekalian nunggu sholat dhuhur ".


Ve mengulurkan kedua tangannya manja.


" Bantuin dong ".


" Ihhhh manjanya..." sembari menarik kedua tangan Ve.


Ve tertawa dan malah menggoda Bima dengan memeluk tubuh Bima.


" Hmmm enakan di sini pelukan sama kamu ", sahutnya sambil menyandarkan kepalanya di dada Bima ".


" Ayo deh jangan mancing nih...".


" Mancing apaan ?" masih dengan suara malas Ve karena habis bangun tidur.


" Iman mah kuat neng imron ini yang nggak kuat ".


" Hahaha piktor...." sahut Ve sambil menatap wajah Bima di depannya dan merangkul leher Bima dengan kedua tangannya.


" Ayo buruan deh bahaya nih lama lama !!!"


" Nggak mau, cium dulu doonggg !!!" kata Ve manja.


Kemudia Bima mencium dahi Vero.


" Hhhmmm bukan di situ, di sini ", sahut Ve sambil menunjuk bibirnya.


" Kemudian Bima mencium bibir Vero ".


" Mmuach..".

__ADS_1


" Udah kan ".


" Ihhh pelit banget sih masak cuman sebentar ".


Kemudian Bima mencium lagi bibir Ve sedikit lama.


" Mmmmmmmmuaccchhhhhh..."


" Dah turun yuk.....serius nih lama lama bisa ke KUA kita !!!"


" Ngapain ke KUA ?"


" Iya karena ada berita, sepasang muda mudi tertangkap basah sedang berhubungan badan di dalam mobil di depan sebuah restoran !!!"


" Hahahaha dasar cowok, baru dipancing segitu udah kelabakan ".


" Ayuk aku juga udah laper ", kataku sambil beranjak bangun dari tempat dudukku dan membenahi wajahku di cermin.


Kemudian kami turun, dan Bima menggandeng tanganku menuju restoran di depan kami.


" Makan apa Ve ?"


" Terserah deh sama aja sama kamu ".


Kemudian Bima mencatat pesanan kami dan kemudian memberikannya pada pelayan yang berdiri di samping kami.


" Ve aku ke toilet dulu ya ?"


" Ikutttt....."


" Hiiihhh mulai lagi !!"


" Hehehe....sana buruan ".


Sepeninggal Bima tiba tiba hpku berbunyi.


" Aduh Elmo...kenapa dia telfon ? mati aku kalau Bima tau bathinku ".


Kemudian kuangkat telfonnya.


" Hallo El ".


" Hallo Ve lagi ngapain kamu ?"


" Eh ini aku lagi mau makan ".


" Sama siapa Ve ?"


" Sama Bima El, aku lagi di surabaya ".


" Di Surabaya ? sama Bima ? ngapain Ve ?"


" Besok deh kalau udah di rumah aku ceritain, ini aku lagi jalan pulang, kamu dimana El ?"


" Aku masih di Bandung, nanti malem aku pulang ke Yogya Ve ".


" Ya udah Ve hati hati ya ".


Kemudian Telfon kututup dan kumasukkan kembali hpku sepeti tidak terjadi apa apa agar Bima tidak curiga.


" Kamu nggak ke toilet Ve cuci muka dulu biar seger sana ".


" Males ah Bim, nati aja sekalian wudhu ".


" Hhhhhhh joroknya...."


" Biarin yang penting cantik ".


Bima cuma tersenyum aja menanggapiku.


" Bim kalau sikap kamu manis gini terus aku jadi betah beralama lama sama kamu, pengennya dekeettt terus sama kamu ".


" Nggak ah males, kamunya kalau disayang dikit bahaya ".


" Bahaya gimana ?"


" Bahaya...gelagatnya ngajak mesum terus...", sahut Bima sembari tersenyum.


" Heh sembarangan itu tadi kan cuma ngetes kamu aja, berarti kamu kalau ada cewek cantik nggoda pasti kamunya langsung khilaf ya ".


" Ya normallah berarti, kalau nggak tergoda baru itu yang harus dicurigai, kamu mau punya calon suami yang nggak punya nafsu ?"


" Tapi ya nggak gampang nafsu juga kali ".


" Hahaha kenapa takut ya ?" Tanya Bima.


" Hehhhh mikir jorok yaaa ???"


" Hahaha...." Bima tertawa terbahak bahak.


" Ve hal apa sih yang paling kamu benci ".


" Yang paling aku benci Bim ?"


" Iya paling kamu benci ".


" Sebenernya banyak sih tapi ada satu hal yang nggak akan aku maafin ".


" Apa Ve ?"


" Penghianatan Bim, aku paling nggak suka dihianati, dibohongin itu paling aku benci dalam hidupku ".


" Kenapa Ve ?"

__ADS_1


" Ya nggak tau pokonya aku benci penghianatan ".


Kemudian seorang pelayan datang membawa 2 gelas minuman buat kami.


" Makasih ya mbak ". kataku, dan pelayan itu tersenyum sembari menganggukan kepalanya.


" Bim..."


" Iya ", jawab Bima lalu menyeruput minumannya.


" Anya itu cantik nggak ?"


Bima terbatuk batuk mendengar aku menyebut nama mantan Bima.


" Anya siapa Ve ?"


" Alah nggak usah bohong, aku udah tau kok ".


" Pasti anak dua itu ya yang cerita sama kamu? dasar ember ", gerutu Bima.


" Cantik nggak ? jawab dulu ".


" Ngapain sih nanyai dia ?"


" Yee kok bete gitu sih, kenapa ? masih belum bisa move on ?"


" Bukannya gitu aku bahkan udah lupa sama dia ".


" Kalau tiba tiba dia ada di depan sini apa yang kamu lakuin ".


" Apa ? ya nggak ngapa ngapainlah? Mungkin cuma negur dia, tanya kabar, udah ".


" Cuma itu ?"


" Apa sih Ve, udah deh nggak usah bahas dia lagi ".


" Aku tebak ya....pasti kamu bakalan grogi, deg degan, terus langsung nggak tau mau ngomong apa ya kan ".


Bima terdiam, dia ingat putus dengan Aya saat masih kuliah, dia pacar Bima dari SMA, namun ternyata Anya menghianatinya dan memilih laki laki lain. Bima sempat patah hati lumayan lama, namun kemudian dia bertemu dengan Vero, gadis cantik yang merupakan salah satu pasien di tempatnya bekerja.


" Heeeeiii kok bengong ? tuhh kan belum aja ketemu kok udah melamun sih....cemburu nihhh aku...", kataku sambil merengut kesal.


" Ehh enggak Nya, eh Ve aku nggak melamun kok ".


" Ah itu jelas jelas nyebut namaku aja salah, nggak enak ya ternyata punya pacar yang pernah punya mantan dan ternyata belum bisa move on ", gerutu Ve.


" Udah ah Ve, jangan nyari nyari masalah deh ".


" Ya kamu juga ditanyain cantik nggak, nggak mau jawab ".


" Cantik nggak Anya Bimaaa ?"


" Iya Ve cantik, tapi cantikkan kamu ".


" Ah bohong buktinya kamu belum bisa lupain dia ".


" Ya karena aku udah pacaran lama, dan dia cinta pertamaku Ve ".


" Iiihhh nyebelin ", kataku sambil mengaduk aduk minuman di dalam gelas.


" Tuh tadi nanya giliran dijawab malah ngambek, ayo dong...."


Tak lama makanan pesanan kami datang. Kemudian kami menyantap makanan itu.


Tapi aku masih sebal dengan Bima gara gara Anya tadi, kenapa dia kalau emang udah nggak suka tinggal bilang aku udah nggak suka gitu aja kan beres nggak pake muter muter, bikin aku semakin yakin Bima pasti amat mencintai wanita itu.


Selesai makan dan sholat dhuhur kami kembali melanjutkan perjalanan.


Aku masih merengut kesal dengan Bima, sehingga di mobil aku memilih lebih banyak diam, dan membuang pandanganku keluar jendela samping kiriku.


" Ve kamu masih marah ?"


Aku diam saja tidak menjawab pertanyaan Bima.


" Ve ayo dong, harusnya nggak usah bahas masalah Anya tadi ".


" Ve....kok nggak jawab sih ".


Tiba tiba aku merasa sedih sekali, tak terasa air mataku menetes, entah kenapa apakah mungkin aku cemburu? tapi kenapa tiba tiba aku merasa cemburu ? kenapa hanya beberapa hari saja sikapku berubah terhadap Bima ? aku terus menatap ke arah jendela sampingku, agar Bima tidak tau aku sedang menangis.


Bima kemudian menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


" Ve..." panggil Bima.


" Ve...sini aku kasih tau ", kata Bima sambil menarik tubuhku menghadapnya.


" Ve kamu nangis ? Kenapa sayang ?"


Kemudian Bima memeluk tubuhku dan air mataku tumpah di dadanya.


Bima membiarkan aku terus menangis dan tetap memelukku, setelah reda baru dia melepas pelukkannya.


Bima memegang daguku, dan menatapku dengan bola mata hitamnya.


" Dengar sayang, Anya itu cuma masa laluku, dan sekarang cuma ada kamu di hati aku Ve, di sini ", kata Bima sambil menunjuk dadanya.


" Aku cinta sama kamu dan aku serius sama kamu, makanya aku mau nikah sama kamu, masak kamu masih meragukan aku Ve ?"


" Aku cuma takut Bim, saat dia tiba tiba datang, kamu akan berpaling padanya ".


" Sssttt dengar sayang aku milik kamu, dan kamu milik aku oke ?, kemudian Bima memelukku lagi.


" Tenang sayang nggak akan terjadi apa apa, aku akan ada di dekat kamu terus ".

__ADS_1


" Janji ya ", kataku sambil melepaskan pelukkannya.


" Aku janji sayang....", Bima mencium bibirku mesra, hingga aku benar benar terbuai dan tidak ingat lagi bahwa laki laki ini kemarin adalah sosok arogan yang entah kesambet setan mana hingga tiba tiba berubah romantis begini.


__ADS_2