
Hubunganku dengan Bima semakin membaik, dia jadi sering ke kosku di malam hari, atau hanya sekedar mampir di sela sela waktu jadwal operasinya.
Sedangkan Elmo tetap seperti biasa main ke kosku saat Bima tidak ada atau hanya sekedar telfon saja.
Aku sendiri bingung dengan perasaanku sendiri, di sisi lain aku mulai mencintai Bima dan ingin menjalin hubungan serius dengannya, tapi di sisi lainnya aku masih menyimpan perasaan pada Elmo dan aku tidak bisa melupakan itu.
Malam ini Bima datang ke kosku.
" Ve kapan ibu datengnya ?"
" 2 hari lagi Bim ".
" Udah bilang ibu nginep dimana ?"
" Udah Bim, di daerah Malioboro katanya ".
" Kalau ibu pengen tidur sama kamu ajak aja tidur di rumahku Ve, kasian kalau di kos kamu kan tempatnya terbatas ".
" Iya Bim, nanti kalau ibu mau aku tawarin ya ".
" Ibu udah tau aku mau ngelamar kamu Ve ?"
" Udah Bim, waktu itu aku udah nelfon ibu ".
" Terus tanggapan ibu gimana ?"
" Ya ibu setuju setuju aja Bim ".
" Jadi nanti aku tinggal ngomongin waktunya aja ya Ve sama ibu ".
" Iya Bim ".
" Emang kapan Bim rencana kamu ?"
" Ya kalau aku sih gampang Ve, ijinku kan nggak terlalu sulit, tinggal kamunya bisa pergi berapa hari, aku kan harus menyesuaikan jadwal kamu ".
" Perjalanan ke sumatra kan 1 hari 1 malam Bim, naik mobil ".
" Nggak usah naik mobil Ve, naik pesawat aja biar nggak capek ".
" Rumahku kan jauh dari bandara Bim ?"
" Gampang Ve, dekat bandara kan banyak travel ".
" Ve nanti kita pesan baju di tempat temenku aja ya, aku punya kenalan desainer pakaian lumayan terkenal di sini ".
" Emang kamu pengen kita pakai baju apa ?"
" Terserah kamu, aku pengen kamu yang milih buat pertunangan kita nanti ".
" Iya Bim nanti aku searching dulu ya ".
" Ve aku udah nggak sabar lagi nunggu moment pertunangan kita ".
" Kenapa Bim ?"
__ADS_1
" Iya aku mungkin bisa lebih tenang, dan setahap lagi kamu akan jadi nyonya Bima Ve ".
" Yang penting nggak galak lagi Bim ".
Kataku sambil mengerling ke Bima.
" Hahaha gimana aku bisa galak, setelah aku tau ternyata ciuman calon istriku ini bisa bikin aku nggak bisa tidur ".
" Iiihhh kamu tuh Bim, bikin aku pengen aja ".
" Hahaha mau, sekarang ya ?"
" Eh enggak enggak semangat banget sih kamu ".
Tiba tiba hp Bima berbunyi, Bima langsung mengangkatnya.
" Hallo ", kata Bima.
Tidak ada suara yang menjawabnya.
" Hallo siapa ini ?"
Tetap tidak suara yang menjawabnya.
" Siapa Bim ?"
" Nggak tau nih nomor baru, tapi nggak ada suaranya dari tadi ".
" Hallo...siapa ya ?"
" Kok dimatiin Bim ?"
" Biarin aja paling orang iseng ".
" Cewek kali yang nelfon, dari pasien yang naksir kamu kalau nggak ".
" Aku tuh cuma naksir sama pasienku yang namanya Vero aja, habis itu nggak ada lagi sayang ".
" Ahhh yang bohong...?"
" Kenapa cemburu ya ???"
" Dikitt....", jawabku.
" Banyak juga nggak papa kok Ve ".
Vero cuma tersenyum tipis.
" Orang tuamu gimana kabarnya Bim ?"
" Alhamdulillah baik, mereka sering nanyain kamu, keluargaku kayaknya suka Ve sama kamu ".
" Mama minta no hpmu dikasih nggak Ve ?"
" Dikasih aja Bim nggak papa ".
__ADS_1
" Iya aku ijin dulu sama kamu, takutnya kamu nggak nyaman ditelfon sama mama ".
" Nggak papa kok Bim, beliau kan udah mau jadi mertuaku, aku harus belajar membiasakan diri mengobrol dengan beliau Bim ".
" Bim ?"
" Iya Ve ada apa ?"
" Kamu udah yakin mau melamar aku ?"
" Kok kamu ngomong gitu Ve ?"
" Iya aku cuma nggak mau kamu terlalu cepat mengambil keputusan dan nantinya menyesal ".
" Maksudmu ?"
" Aku cuma masih belum yakin Bim, karena perubahan yang begitu cepat padaku ".
" Maksudmu ?"
" Selama hampir 5 tahun hubungan kita, coba kamu inget inget kita lebih banyak bertentangannya daripada tidak, bahkan kita sering sekali ribut, dan semenjak dari Surabaya itu sikap kamu jadi berubah romantis padaku ".
" Ve maafin aku, aku baru menyadari bahwa kamu itu sebenarnya wanita terbaik buatku, yang aku tahu aku cuma ingin kamu menjadi seseorang seperti yang aku inginkan, menuruti semua kemauanku, membuatku bangga di hadapan orang orang agar mereka tau seorang Dokter Bima itu hebat, dan kamu akan merasa bahagia berada di sampingku, ternyata itu semua salah Ve itu membuat kamu justru semakin menjauh dariku, dan tidak nyaman berada di sampingku ".
Tak terasa air mataku menetes mendengar pengakuan Bima, tak kusangka secepat itu perubahan dia terhadapku, dan di hadapanku sekarang adalah seorang lelaki yang benar benar tulus mencintaiku.
" Ve bantu aku ya, bantu aku untuk membuatku semakin berarti berada di sampingmu, dan bantu aku untuk memperbaiki semua kesalahanku sama kamu Ve ?"
Kata Bima sambil memegang kedua tanganku.
Kemudian Bima menghapus air mata yang keluar dari kedua mataku.
" Bim kamu tau kan, keluargaku sama keluarga kamu itu jauh berbeda ?"
" Aku cuma seorang anak guru SD dan single parent, kamu nggak malu punya calon istri kayak aku ?, kamu nggak malu nanti saat teman temanmu tau siapa istri seorang Dokter Bima yang hebat itu ?"
" Nggak Ve, aku udah nggak pikirin itu lagi, yang aku pikirin itu aku cinta sama kamu, aku akan terima kamu apa adanya, dan yang aku inginkan saat ini adalah aku bisa secepatnya menikah sama kamu Ve, dan ada di sampingmu setiap saat tanpa ada rasa khawatir kamu akan meninggalkan aku.
" Ve aku nggak akan lagi biarin air mata ini keluar dari matamu, mulai hari ini aku akan membuat kamu tersenyum berada di samping aku ".
Aku tersenyum mendengar kata kata Bima.
" Nah gitu kamu cantik banget Ve kalau tersenyum ".
" Sssssttt sayang aku pengen banget peluk kamu, tapi malu ketahuan teman teman kosmu yang lain, ke rumahku yuk pelukan sebentar terus kesini lagi ".
" Hahaha nggak mau, pasti kamu pengen lebih, nggak mungkin cuma peluk aja ".
" Ya kan itu bonusnya Ve ".
" Ihhhh genit banget ya kamu sekarang ". Sembari mengacak acak rambut Bima.
" Aduh jangan diacak acak dong ntar nggak ganteng lagi ".
" Hahaha....." Vero tertawa lepas.
__ADS_1