Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Anya datang ke rumah sakit


__ADS_3

Vero terbangun keesokan paginya. Dilihatnya Bima sudah tidak ada. Kemudian Vero langsung masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Selesai sholat Vero langsung keluar kamar.


Dilihatnya Bima sedang asyik menikmati segelas susu dan menonton siaran TV.


" Bim ".


" Ve...udah bangun ?"


Vero langsung duduk di samping Bima dan memeluk tubuh Bima.


Bima membelai rambut Vero.


" Aku buatin teh hangat dulu ya sayang ?"


Kata bima, Vero mengangguk kemudian Bima segera ke dapur untuk membuatkan teh untuk Vero.


" Ini sayang teh spesial penuh cinta dariku buat calon istriku yang cantik ", Vero tersenyum mendengar kata kata Bima.


Kemudian menyeruput teh buatan Bima.


" Hmmm segar sekali Bim, makasih ya ".


" Iya sayang ", kata Bima lalu mengecup kening Vero.


" Gimana badan kamu, udah enakan ?"


" Udah Bim, mendingan daripada kemarin ".


" Kamu disini aja dulu ya, nanti biar ditemenin bibik, sore kan aku udah pulang ".


" Nggak ah Bim, aku mau berangkat kerja aja, aku cuma ijin sehari kemarin, kan nggak ada surat keterangan dokternya ".


" Ve....Ve...kamu lupa calon suamimu ini dokter, udah kamu istirahat aja dulu di rumah, biar nanti aku anterin surat keterangannya ke kantor kamu ya, aku bikin 3 hari mulai hari kemarin ya ".


" Ya udah Bim, tapi aku pulang ke kos aja deh ".


" Kenapa Ve, di sini kan ada bibik yang bisa kamu minta bantuannya ".


" Nggak ah Bim, aku nggak nyaman di sini, mendingan di kos aja ".


" Ya udah terserah kamu, nanti biar aku antar bareng sama aku berangkat kerja ya Ve ?"


Aku mengangguk dan kemudian melanjutkan menikmati teh di gelasku.


" Ve nanti pulang kerja aku kesini ya ? kamu istirahat aja, makanannya jangan lupa dimakan ya ?" kata Bima ketika sampai di kosku.


Aku mengangguk, kemudian aku turun dari mobil dan Bima langsung pergi ke tempat kerjanya.


Sampai di rumah sakit Bima langsung masuk ke ruang kerjanya.


" Pagi suster ", Bima menyapa seorang suster yang ada di ruangannya.


" Pagi dok ".


" Bagaimana pasien saya kemarin ? apa ada hal yang penting ?"


" Nggak ada dok, kemarin sudah ditangani semua oleh Dokter Firman dengan baik ".


" Ok bagus kalau begitu, silahkan panggil pasiennya sus ".


" Baik dokter ".


Kemudian suster memanggil nama pasien pertama dan dipersilahkan masuk ke ruangan Bima.


Tak berapa lama pintu ruangan praktek Bima diketuk dari luar.


" Iya masuk ", jawab Bima.


" Silahkan duduk ", kata Bima namun tidak melihat ke wajah pasien yang datang tadi.


" Ada kelu......" tanya Bima sambil mengangkat wajahnya ke arah pasien itu, namun Bima langsung tercekat tenggorokannya, dan tidak jadi melanjutkan kalimatnya.

__ADS_1


" Anya...????"


Wanita itu ternyata Anya mantan kekasih Bima.


" Iya Bim..." jawab Anya sambil tersenyum.


" Kok kamu di sini ??"


" Memangnya ada larangan ya aku periksa di rumah sakit ini ?"


" Nggak...eh ehm maksudku ", Bima terlihat gugup.


" Aku nungguin kamu dari tadi, katanya dokternya jam 8 udah dateng, eh nggak taunya jam 9 molor 1 jam kamu pak dokter ". Kata Anya menggoda Bima.


" Kok kamu tau aku kerja di sini ?"


" Taulah Bim, gampang nyari informasi tentang dokter spesialis sekelas kamu ".


" Hahaha kamu tuh Nya ", dan Bima mulai bisa mengontrol rasa deg degannya.


" Ngapain kamu kesini ???"


" Mau periksa lah masak mau ngapain Bim "


" Iya sakit apa kamu ?"


" Sakit rindu Bim...Rindu sama kamu ".


" Ahhhh kamu tuh Nya ".


" Aku tau kamu tuh pasti sibuk banget makanya aku datengin aja kamu di sini ".


" Sampai kapan kamu di Yogya Nya ?"


" Sampai kapan yaaaaa ??? sampai aku bosan Bim ".


" Lho pekerjaan kamu ?"


" Aku kan seorang pengusaha Bima, jadi aku bebas menentukan waktuku sendiri tanpa ada yang melarang ".


" Ya itu sebenarnya aku bangun waktu aku masih sama suamiku, tapi kemudian kita berpisah, dan dia menyerahkan usaha itu buatku.


" Ooohhhh...."


" Wanita yang kemarin itu pacarmu Bim ?"


" Ya...namanya Vero ".


" Lalu kemarin kamu nyariin dia ketemu ?"


" Iya Nya dia marah...tapi aku juga yang salah udah nyuekin dia dan nggak kenalin ke kamu ".


" Kamu kayaknya cinta sama dia Bim ?"


" Iya...dan kita sebentar lagi tunangan ".


Anya seperti terkejut mendengar Bima akan bertunangan dengan Vero.


" Ooohhh selamat ya kalau begitu ".


" Makasih Nya ", jawab Bima.


" Ya udah Bim, aku pulang dulu ya, sorry udah ganggu waktu kamu ".


" Iya Nya nggak papa ".


" Kapan kapan kalau kamu ada waktu aku pengen ngobrol lagi ".


" Siap nanti aku hubungin aja ".


Kemudian Anya keluar dari ruangan Bima.


Sepeninggal Anya dari ruangannya, tiba tiba hp Bima berbunyi, sebuah sms masuk.

__ADS_1


" Kamu ganteng banget pakai seragam doktermu, seandainya aku pasienmu pasti aku akan langsung jatuh cinta denganmu Dokter Bima ".


" Ahhh Anya ternyata dia masih konyol seperti dulu ", bathin Bima sambil tersenyum sendiri.


Bima ingat Anya dulu sering bertingkah konyol di depan dia, ada saja ulah yang dilakukannya untuk membuat Bima tertawa, hal itulah yang paling sulit dilupakan Bima terhadap Anya, selain dari kecantikkan wajahnya.


Ve dan Anya adalah memiliki sifat yang berbeda, jika Ve itu lebih pendiam sedikit manja tapi mandiri, sedangkan Anya orangnya ceria, konyol tapi sangat bergantung dengannya, Bima ingat dulu kemana mana Anya selalu minta ditemani Bima, berbeda sekali dengan Vero.


" Gimana dok, apakah boleh saya panggil pasien yang lain ?"


Suara suster mengangetkan Bima dari lamunannya.


" Ohhh iya sus silahkan ", jawab Bima.


Akhirnya Bima mulai asyik dengan pekerjaanya, dan sesaat mulai lupa dengan kejadian tadi pagi saat Anya datang ke ruangannya.


Tak terasa hari sudah sore, Bima bersiap siap untuk pulang. Lalu dia keluar ruangannya menuju ke tempat parkir untuk mengambil mobil.


Disapanya teman teman dokter yang berpapasan dengannya.


Tak lama Bima sudah berada di atas mobilnya, tujuannya adalah langsung ke kos Vero untuk melihat kondisi kekasihnya itu.


Sampai di kos Vero Bima langsung turun dan berjalan menuju kamar Vero. Diketuknya kamar Vero.


" Ve ", panggil Bima sambil mengetuk.


Tak lama Vero keluar dari kamarnya.


" Udah pulang Bim ?"


" Udah sayang, kamu cantik banget udah mandi ya ".


" Udahlah Bim ".


" Gimana badan kamu ?"


" Alhamdulillah udah seger kok Bim ".


" Kamu mau mandi sekalian nggak ?"


" Boleh Ve badanku juga udah gerah, panas banget hari ini ".


" Ya udah aku siapin handuk dulu ya ", kata Vero sambil masuk ke dalam kamarnya.


" Udah tuh Bim, mandi sana "


Kemudian masuk ke dalam kamar mandi Vero yang ada di dalam kamarnya, sementara Vero asyik bermain dengan androidnya.


" Hei Ve kamu udah sehat ?"


Dinda baru saja datang dari kerjanya dan menegur Vero.


" Udah kok Din ".


" Pulang jam berapa kamu tadi ?"


" Jam 8an Din, kamu udah berangkat kerja kok ".


" Syukurlah kalau kamu udah sembuh ".


" Itu ada Bima ya di dalam ?"


" Iya lagi mandi, dia baru aja pulang kerja ".


" Sssttt aku penasaran sama kamu kenapa kemarin Bima bisa nyari nyari kamu ".


" Nanti Din pasti aku ceritain sama kamu ".


" Beneran ? ya jangan bohong ?"


" Iya nanti kalau Bima udah pulang ".


" Ya udah aku masuk kamar dulu Ve ".

__ADS_1


Aku mengangguk, kemudian Dinda hilang di balik pintu kamarnya.


__ADS_2