
Malam ini Vero sudah dandan cantik sekali dan menggunakan baju yang dibelikan Elmo, tak lupa Vero memakai sedikit riasan di wajahnya. Mungkin terakhir kali dia merias wajahnya seperti ini saat sedang pergi dengan Bima. Sedangkan Dinda sudah pergi sedari sore.
" Ahhh Dinda payah, padahal aku mau meminta bantuan dia untuk meriasku, malah dia pergi duluan. Tapi biarlah, aku rasa riasanku ini tidak terlalu buruk ", gumam Ve, sambil memandangi wajahnya di cermin.
Tak lama kemudian Elmo tiba di kosnya. Malam ini Elmo mengenakan setelan jas warna hitam dengan dikombinasi kemeja warna merah marun, serasi dengan gaun yang dikenakan Vero.
" Ve ", panggil Elmo sambil mengetuk pintu kamar Vero.
" Iya sebentar ", jawab Vero sambil membenahi tampilannya sebentar di cermin, setelah itu Vero mengenakan sepatu berhak tinggi warna hitam, dan semakin melengkapi tampilannya. Setelah dirasa cukup, lalu dia segera keluar dari kamarnya.
" Wooow...kamu beneran Vero pacarku yang kemarin kan?" Tanya Elmo sambil memandang gadis pujaannya itu.
" Emang kamu pikir siapa?" kata Vero merengut manja.
" Aku kira kamu bidadari tak bersayap yang dikirimkan ke bumi untuk menjadi pelengkap dalam hidupku."
" Prettttt...gombal ah...Ayo jadi berangkat nggak? ntar keburu make upnya luntur bukan bidadari lagi jadinya."
" Terus kalau bukan bidadari, apa dong?"
" Rombongan lenong...", jawab Vero sambil nyelonong pergi meninggalkan Elmo yang tertawa cekikikan.
" Kamu tuh Ve...Eh tunggu dong bidadari masak jalannya ngebut gitu, yang anggun dong neng ", sambil mengejar Vero.
Kemudian mereka berdua masuk ke mobil yang dibawa Elmo tadi.
" Sebenarnya acara apa sih El, kok kayaknya spesial banget?" Tanya Vero saat mereka berdua sudah ada di dalam mobil.
" Acara ini sebenarnya peresmian kantor baru Ve, tapi...."
" Tapi kenapa El?"
Elmo sedikit ragu untuk mengatakan sesuatu kepada Vero, ada kegelisahan di hatinya, dan takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
" El...ada apa sebenarnya? Kamu merahasiakan sesuatu dariku? Apa kamu ada masalah?"
Tiba tiba Elmo menghentikan mobilnya di pinggir jalan, ada perasaan sedikit tidak enak dalam diri Vero.
" Pasti ada sesuatu yang tidak beres ", bathin Vero.
" El kamu baik baik saja kan?" tanya Vero pelan.
Perlahan Elmo menarik nafas dalam, seolah menyusun keberanian untuk mengatakan sesuatu pada Vero.
" Ve..."
" Ya, ada apa El?"
" Kamu tau kan aku sungguh sungguh mencintaimu?"
" Iya El aku tau."
" Kamu percaya kan bahwa nggak pernah ada niat sedikitpun aku untuk menyakitimu, apalagi membohongimu?"
" Iya El aku percaya."
__ADS_1
" Ve...selama ini yang aku lakukan semuanya untuk kebaikanmu, dan kebaikan kita berdua. Dan setelah ini aku akan memberitahumu tentang rahasia besar siapa aku sebenarnya."
" Maksudmu El?"
Kemudian Elmo memegang tangan Vero.
" Ve...berjanjilah padaku, setelah kamu tau kebenarannya semua, kamu nggak akan meninggalkan aku kan?"
" Tergantung El, jika kau menduakanku, aku nggak akan mungkin memaafkanmu."
" Ini bukan masalah penghianatan Ve, percayalah padaku. Kamu janji kan nggak akan meninggalkanku? karena aku benar benar mencintaimu ", kata Elmo sambil menatap mata Vero dengan tajam.
" Apakah ini fatal El?"
" Aku nggak tau Ve, yang jelas ini menyangkut jati diriku. Aku selama ini merahasiakannya, bukan cuma sama kamu aja, tapi dengan orang lain juga, karena ada sebuah alasan khusus sehingga aku merahasiakannya."
" Ya udah El, aku janji."
" Benar Ve, kamu janji?"
" Iya aku janji ", jawab Vero sekali lagi.
" Terimakasih ya sayang ", kata Elmo sambil mencium tangan Vero.
Kemudian Elmo kembali menghidupkan mesin mobilnya, dan mulai berjalan menuju acara yang sebentar lagi akan mereka hadiri.
Kali ini mulut Ve dan Elmo tertutup rapat, tidak ada lagi obrolan seperti tadi. Vero terus bertanya tanya dalam hatinya, tentang rahasia yang disembunyikan Elmo, sedang Elmo merasa berdebar debar menunggu reaksi Vero nanti, dan berharap Vero tidak salah paham dengan kebohongannya selama ini.
Mobil yang mereka tumpangi mulai memasuki jalan dan menuju gedung acara. Di kanan kiri mulai dipenuhi mobil mobil yang parkir dari berbagai macam bentuk dan merk. Terlihat papan ucapan yang berderet rapi mulai dari yang kecil hingga yang berukuran besar. Tak lama pemandangan sebuah gedung perkantoran yang megah dan masih tampak baru berdiri tegak di hadapan Vero. Mobil Elmo terus berjalan pelan memasuki lokasi parkiran di kawasan gedung tersebut.
Tiba tiba datang dua orang berseragam menghentikan mobil yang dikemudikan oleh Elmo. Elmo segera menghentikan laju mobilnya. Dua orang tersebut membukakan pintu mobil Vero dan Elmo, serta mempersilahkan mereka berdua turun dan memarkirkan mobil yang dibawa Elmo.
Elmo terus menggandeng tangan Vero, Vero merasa sedikit gugup, karena tiba tiba semua tamu berdiri saat mereka berdua masuk, dan pandangan mata para tamu seakan mengarah ke mereka berdua.
" El aku bingung, ada apa ini sebenarnya?" Bisik Vero ke telinga Elmo.
" Tenang sayang, nanti juga kamu akan tau semuanya."
Tak lama kemudian, Vero dan Elmo dipersilahkan menduduki kursi di barisan depan, berdampimgan dengan jajaran orang orang yang memiliki jabatan tinggi dan para tamu undangan khusus.
Tak lama kemudian terdengar suara pembawa acara dari microphone memecah keheningan yang baru saja tercipta.
" Baiklah, terimakasih hadirin semuanya. Baru saja kita menyambut kedatangan CEO perusahaan Mandiri Sejahtera Bapak Elmo Dewanto beserta calon pasangannya, karena saya baru saja mendapat bocoran dari klien saya. Selamat bergabung Ibu Vero, semoga kedatangan anda dapat melengkapi kebahagiaan kami semua ". Terdengar suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan.
Vero menatap Elmo seakan tak percaya, dia baru tau bahwa orang yang dipacarinya sekarang dan diketahui hanyalah orang biasa serta mengaku cuma karyawan semata, ternyata justru pemilik perusahaan besar yang memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di berbagai macam bidang.
" Apakah ini mimpi?" Bathin Vero.
Dia ingin bertanya langsung pada Elmo, namun diurungkannya, karena tiba tiba pembawa acara memanggil nama Elmo untuk maju ke depan.
" Tunggu di sini ya sayang ", bisik Elmo sambil memegang bahu Vero.
Vero diam saja, karena dia masih shok dengan kenyataan yang baru didengarnya saat ini.
Elmo tampak gagah berdiri di atas panggung memberikan sambutannya. Vero tidak menyangka ternyata Elmo memiliki pesona yang luar biasa di atas sana, sehingga mampu menghipnotis para tamu undangan untuk melihat ke arahnya. Selama ini yang Vero tau Elmo itu sosok orang yang lucu dan sulit diajak serius, bawaannya bercanda terus. Namun kali ini sungguh berbeda, dia begitu berwibawa di sana dan amat terlihat tampan, tak sedikitpun Vero berkedip melihat kekasihnya itu.
__ADS_1
" Terimakasih semuanya yang sudah bersedia hadir dalam acara peresmian gedung baru perusahaan kami ini. Dan saya berdiri di sini bukan hanya untuk memberi sambutan saja, tapi...."
Tiba tiba Elmo menghentikan kalimatnnya, kemudian menarik nafas panjang.
" Maaf saya sedikit gugup, karena kalau untuk memberi sambutan mungkin saya sudah terbiasa, tapi kali ini saya ingin mengutarakan suatu hal kepada seorang gadis yang duduk di depan anda semua."
Tatapan para tamu undangan langsung mengarah ke Vero, dan Vero terlihat sangat bingung. Ingin keluar, tapi pasti itu sangat memalukan. Jadi Vero hanya tertunduk malu di kursinya, sambil memejamkan mata, menunggu kegilaan apalagi yang akan diperbuat Elmo.
" Namanya Vero...dia gadis sederhana yang amat saya cintai. Dan perlu anda ketahui semua, dia adalah gadis terbaik yang pernah saya kenal, menerima saya apa adanya, bahkan dia tidak pernah tau bahwa saya adalah pemilik dari perusahaan ini. Yang dia tau saya adalah seorang karyawan biasa yang selalu pulang pergi mengendarai sebuah sepeda motor."
Vero terus menunduk, dan tidak berani mengangkat kepalanya karena tau puluhan mata sedang memandangnya.
" Saya adalah orang yang sangat beruntung bisa memilikinya kata Elmo lagi."
" Sayang bisakah kamu naik ke atas panggung ini sekarang?" Tanya Elmo.
Vero tidak mendengar apa yang diminta Elmo, sehingga dia baru sadar saat ada seorang wanita menyentuh pundaknya, dan ternyata itu Dinda sahabatnya.
" Lho Din, sejak kapan kamu di sini?"
" Sejak kamu menunduk tadi Ve, ssstttt itu kamu disuruh naik ke depan sama Elmo."
" Apa Din? Naik?"
" Iya naik, ayo buruan ."
" Aku malu Din."
" Apa aku aja nih yang maju, aku mau kok gantiin kamu ", kata Dinda sambil tersenyum.
" Tapi Din?"
" Udah buruan ", kata Dinda sambil membantu Vero berdiri.
Vero amat gugup saat berjalan, dan kembali menengok ke arah Dinda. Dinda tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
Sesampainya di atas, Elmo langsung mendekati Vero, dan memegang tangannya.
" Maaf sayang, mungkin kamu terkejut karena aku tidak menceritakan sesungguhnya sama kamu. Tapi kamu sudah berjanji tidak akan marah kan tadi?" tanya Elmo. Vero masih menunduk bingung dan begitu gugup.
" Aku tau kamu pasti masih shok. Dan malam ini di hadapan semua orang, aku ingin membuktikan kesungguhanku dan keseriusanku sama kamu."
Tiba tiba Elmo bersimpuh di depan Vero sambil menunjukkan sebuah cincin berlian indah berwarna merah di tangannya.
" Vero maukah kamu menjadi istriku???"
Vero langsung mengangkat wajahnya, seakan tidak percaya dengan apa yang dilakukan Elmo terhadapnya. Sebuah pertunangan yang dihayal hayalkannya sejak dulu tiba tiba menjadi kenyataan, persis sebuah cerita dalam dongeng dongeng yang sering dilihatnya pada masa kecil dulu.
Tiba tiba Vero menitikkan air matanya, tak disangka dalam sekejap mata Alloh menjawab semua doanya. Bukan saja sosok seorang laki laki yang sayang kepadanya, tapi juga seorang milyuner yang memiliki kekayaan berlimpah, bahkan Vero tidak pernah membayangkan sebelumnya. Air mata Vero mengalir tanpa bisa dibendung sambil menatap sosok lelaki tampan di depannya itu.
" Vero maukah kau menikah denganku sayang?"
Tanya Elmo mengulangi pertanyannya lagi.
Vero tersadar dan dengan mantap dia menganggukkan kepalanya. Tiba tiba suara tepuk tangan terdengar sangat riuh, bersamaan dengan Elmo menyematkan cincin di jari manisnya dan mencium tangan Vero.
__ADS_1
Kejadian itu tidak pernah diduga sebelumnya oleh Vero, dan baru diketahui malam itu juga bahwa ternyata perusahaan yang dipimpin Rendi dimana dia bekerjapun adalah milik Elmo.
Malam itu Vero pulang dengan perasaan berbunga bunga, dan mendapat ucapan selamat dari rekan rekan Elmo. Senyuman tak kunjung hilang dari wajahnya.