
Pagi ini Bima berangkat kerja seperti biasanya, dan dia mampir dulu di kos Vero, karena baru besok Vero masuk ke tempat kerjanya.
" Ve ", panggil Bima sambil mengetuk kamar Vero.
Kemudian Vero membuka pintu kamarnya.
" Bim, kok mampir kesini ? kamu nggak berangkat kerja ?"
" Kerjalah Ve, aku cuma mau nganter makanan ini buat kamu ".
" Bim aku kan udah agak sehat, aku bisa kok pergi sendiri beli makan ".
" Iya aku tau, tapi pasti kamu males kan perginya, makanya ini aku bawain nasi sama lauknya, banyak kok bisa buat makan nanti siang ".
" Makasih ya sayang ", kataku manja.
" Iya sama sama Ve ", jawab Bima sambil tersenyum manis.
" Ya udah aku kerja dulu ya Ve, inget ya makan yang banyak ya ".
" iya Bim ".
Kemudian Bima mencium keningku dan beranjak pergi meninggalkan kosku menuju tempat kerjanya.
Sampai di rumah sakit Bima beraktifitas seperti biasanya, memeriksa semua pasien yang antri di depan ruangannya.
Saat seorang pasien baru saja keluar, tiba tiba hp Bima berbunyi.
" Hallo...", terdengar suara Anya di seberang sana yang sedikit serak.
" Hallo Anya kenapa kamu ? kok suaramu sedikit serak ".
" Bim aku sedih banget....", tiba tiba Anya terisak.
" Nya kamu nggak papa kan ?"
" Bim kamu bisa ke hotelku nggak sekarang ?"
" Sekarang Nya ?"
" Iya Bim sekarang ".
" Sebentar Nya aku tanya susterku dulu pasiennya masih ada berapa ".
Kemudian Bima memanggil suster dan menanyakan sisa pasiennya.
" Ok makasih sus ".
" Hallo Nya aku masih ada 3 pasien lagi, kamu sabar ya, kamu kirim aja hotel tempatmu menginap dan nomor kamarnya, setelah pasien habis aku langsung ke tempatmu ".
" Iya Bim makasih ".
Kemudian Anya menutup telfonnya.
Setelah pasien habis, Bima langsung meluncur menuju hotel yang disebutkan Anya tadi.
Sampai di hotel Bima langsung turun dari mobilnya dan menuju kamar Anya dengan menaiki sebuah lif.
Sampai di depan kamar Anya, Bima sedikit ragu untuk mengetuk kamarnya, namun setelah beberapa saat Bima memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Anya
" Masuk Bim ", kata Anya sambil berdiri di depan pintu. Anya terlihat cantik hanya dengan memaksi celana pendek dan kaos saja.
Bima berdiri mematung melihat Anya.
" Eh sini masuk ", kata Anya sambil menarik tangan Bima.
" Kamu mau minum apa Bim ?"
" Nggak usah Nya, tadi kamu kayaknya nangis nangis telfon aku ?"
" Memang iya ".
__ADS_1
" Kok sekarang ???"
" Ya kan nangisnya tadi Bim, sebelum kamu dateng, setelah kamu dateng nggak nangis lagi dong kan udah ada temennya ".
" Aduhhh sialan berarti kamu ngerjain aku ya ?"
" Hahaha kamu lupa sama sifatku ".
" Kamu tuh nggak berubah ya Nya ".
" Kamu juga nggak berubah Bim masih ganteng ", kata Anya.
" Apa kabarnya calon tunanganmu ?"
" Ohhh kemarin dia baru aja sakit, tapi sekarang udah sembuh kok, udah aku kasih obat ".
" Beruntung banget ya kekasih kamu itu, punya pacar seganteng kamu, mana dokter lagi, pasti bangga punya pacar kayak kamu ".
" Kamu apa nggak bangga juga dulu punya suami pengusaha kaya raya ".
" Itu dulu Bim sebelum kami bercerai ".
" Kenapa cerai Nya ?"
Tiba tiba saja Anya menangis.
" Nya kenapa menangis, maafin aku ya, aku salah bicara ya ?"
" Nggak Bim, aku hanya ingat saat suamiku menghianatiku, dia pergi dengan sekretarisnya Bim, bahkan mereka memiliki satu anak, dan aku tidak pernah tau itu ".
" Kamu sendiri punya berapa anak Nya ?"
" Selama 4 tahun menikah aku belum memiliki seorang anakpun, makanya suamiku menceraikanku, dan semua terbongkar setelah kami bercerai ternyata dia sudah menikah dan memiliki anak ".
" Sabar ya Nya ", kata Bima dan pindah duduk disamping Anya sambil memegang pundaknya.
Tiba tiba saja Anya memeluk Bima dan menangis di dadanya.
Bima amat terkejut, dadanya bergemuruh hebat, setelah sekian lama baru kali ini dia merasakan pelukan Anya lagi, dan ternyata rasa itu masih sama seperti beberapa tahun yang lalu.
Perlahan Anya mengangkat wajahnya ke atas dan memandang wajah Bima.
Sesaat kemudian wajah Anya dan Bima semakin dekat dan bibir Bima hampir menyentuh bibir Anya, namun tiba tiba Bima tersentak dia teringat Vero yang sedang tersenyum padanya.
" Ya Tuhan apa yang aku lakukan ", bisik Bima dan langsut beringsut mundur menjauhi Anya.
" Ada apa Bim ? bukankah kamu juga menginginkannya setelah sekian lama kita berpisah bukan ? aku tau kamu masih mencintaiku, kamu jangan membohongi diri kamu sendiri Bima. Kata Anya sambil mendekati Bima.
" Maaf Nya, aku haru ke kantor lagi ", kata Bima kemudian segera berdiri dan berjalan keluar dari kamar Anya.
" Bim tolong jangan pergi dulu ", namun Bima terus saja berjalan meninggalkan Anya, dan tidak menghiraukan panggilan Anya.
" Bima aku tau kamu masih cinta padaku, kamu nggak bisa membohongiku Bima ", bisik Anya pada diri sendiri.
" Ya ampun bodohnya aku kenapa aku tadi nggak bisa mengontrol diri, kenapa aku tadi diam saja waktu dia memelukku, harusnya aku tau dia tadi hanya mengerjaiku saat di telfon, bodohnya aku ", teriak Bima di dalam mobil.
" Ve maafkan aku maafkan aku, aku khilaf sayang ".
" Ya Alloh hampir saja aku melakukan kesalahan lagi dan aku hampir menyakiti Vero lagi ". kata Bima dalam hati.
" Aku harus ke kos Vero ", kemudian Bima membelokkan mobilnya ke kos Vero.
" Ve ", panggil Bima.
Vero keluar dari kamarnya.
" Bima kok kesini siang siang ? kamu nggak kerja ?"
" Kerja Ve, tapi ini tadi pasiennya sedikit jadi aku kesini aja ".
" Kamu udah makan sayang ?"
__ADS_1
" Udah Bim tadi yang kamu bawain buat aku masih ada, kamu mau ?"
" Nggak usah Ve, nanti aja aku makan di kantor ".
Dipandanginya wajah Ve, wajah wanita yang baru baru ini dia cintai, wajah wanita yang selama ini dia sakiti padahal dia tidak melakukan kesalahan apa apa, wajah Vero yang begitu polos dan pucat karena sisa sakit kemarin, tiba tiba ada perasaan bersalah di hati Bima, karena kejadian di hotel bersama Anya tadi.
" Bim kok ngeliatin aku terus kenapa ?"
" Nggak Ve aku beruntung banget punya calon istri kayak kamu, cantik, baik.."
" Vero hanya tersenyum mendengar pujian Bima ".
Tiba tiba hp Bima berbunyi.
" Assalamualaikum ma ".
" Wa'alaikum salam Bim ".
" Kamu dimana Bim ?"
" Aku ada di kos Vero mah ".
" Lho kamu nggak kerja ?"
" Kerja mah tapi tadi pasien sepi, jadi aku ke kos Vero nengokin dia, soalnya dia sakit ".
" Ohhh Veto sakit ? Udah dikasih obat Bim ?"
" Udah kok mah, ini udah agak sembuh kok ".
" Syukurlah Bim kalau udah sembuh ".
" Bim besok jumat sore mamah mau ke Yogya sama adik adikmu ".
" Sama papah nggak ?"
" Iyalah Bim masak papa mau ditinggal sendirian ".
" Dalam rangka apa mah ?"
" Dakam rangka mainlah, udah lama nggak main ke Yogya ".
" Besok malem sabtu jemput mamah di bandara ya Bim ?"
" Iya mah, berangkat jam berapa dari sana ?"
" jadwalnya sih jam 5 nggak tau kalau mundur ".
" Ya nanti mama telfon kamu aja ya ".
" Iya mah ".
" Ya udah ya nak, salam buat Vero semoga cepet sembuh ".
" Iya mah makasih ".
" Ngomong apa mamah Bim ?"
" Katanya besok jumat malem mau pada kesini semua, kita nanti jemput mereka di bandara Ve ".
" Ya udah aku kantor lagi ya sayang ".
" Iya Bim hati hati ya ".
" Kemudian Vero dan Bima berdiri, Bima memeluk Vero sedikit lama, lalu mencium keningnya.
" Lama banget sih meluknya ?" tanya Vero manja.
" Iya soalnya aku kangeeen banget sama kamu sayang ", sambil menarik hidung Vero.
Vero hanya tersenyum.
__ADS_1
Kemudian Bima segera pamit untuk kembali ke kantornya.
.