Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Elmo Menghilang


__ADS_3

Satu minggu sudah terlewati semenjak Kami nongkrong di Malioboro. Elmo belum menemuiku lagi.


" Kemana dia ?" Tanyaku dalam hati.


Dia juga tidak pernah telfon lagi padaku.


Aku masuk ke kamar Dinda.


" Din lagi ngapain ?"


" Hei sini Ve, lagi nyantai aja nih ".


" Din kok Elmo nggak pernah nelfon ya ?" Kataku setelah masuk ke kamarnya.


" Iiiihhhhhh kangen ya ?"


" Bukannya gitu Din, kenapa ya ? kok nggak ada kabar sama sekali ?"


" Telfon dong Din....kamu tuh, Bima nggak pernah kesini aja kamu nggak bingung, giliran Elmo aja kamu udah kelabakan ".


" Ya kan Bima telfon kalau dia lagi sibuk, ada operasi terus katanya, kalau Elmo kan dia ngilang gitu aja nggak ada kabar ", kataku.


" Ohhhh....ya udah telfon aja nggak usah malu ".


" Bukannya malu Din, cuma nggak enak aja kalau ganggu dia ".


" Nggak..nggak..coba aja deh ".


Kemudian aku ambil hpku dan hendak menelfon nomornya, tapi ada keragu raguan di hatiku.


" Udah cepetan apa aku yang telfon nih, kata Dinda kemudian ".


" Iya iya biar aku aja ", kataku.


Lalu kutekan nomornya, ada nada panggil disana tapi Elmo tidak mengangkatnya.


" Nggak diangkat Din ".


" Coba lagi aja ".


Kemudian kucoba menelfonnya lagi, tetap sama tidak diangkat juga.


" Kemana dia perginya malam malam begini, apa dia dengan seorang wanita ?"Kata Vero dalam hati.


" Ahhh harusnya aku nggak boleh berpikiran seperti itu, toh aku bukan siapa siapanya, aku juga udah punya Bima ".


" Masih nggak diangkat juga Din ?"


Aku hanya menggeleng.


" Biarin aja, nanti kalau dia lihat hpnya pasti nelfon balik Ve ".


" Aku nelfon ibu dulu Din ", kataku.


Kemudian aku menekan nomor ibuku, terdengar nada sambung di sana.


" Assalamualaikum bu ".


" Wa'alaikum salam bu ".


" Vero gimana kabarmu nduk ?"


" Alhamdulillah baik bu, ibu sama Tio sehat to ?"


" Iya nduk kami sehat sehat aja ".


" Bima piye nduk ?"


" Hhhhhhh " aku menarik nafas panjang.


" Ibu pasti nggak akan pernah lupa menanyakan laki laki menyebalkan itu ", bathinku.


" Oh dia sehat juga bu ".


" Apa pasiennya banyak nduk ?"


" Iya bu udah seminggu ini kami nggak bertemu, karena ada jadwal operasi terus bu ".


" Oalahhhh yang sabar nduk, punya pacar dokter tuh ya gitu, harus berbagi waktunya dengan pasien nduk ", kata ibuku lagi.


" Kapan kamu mau ajak Nak Bima kesini nduk ?"


" Ya nanti bu kapan kapan ya, nunggu waktu yang tepat ".


" Ya udah nggak papa, kalian berdua udah sama sama dewasa buat apa pacaran lama lama ?"


" Iya bu, sabar ya bu ".


" Ya udah dulu ya bu, ini Vero lagi ngobrol sama Dinda, ibu sama Tio baik baik ya di rumah ".


" Iya nduk kamu juga ya, salam buat nak Bima ya ".


" Iya bu insyaalloh nanti aku sampaikan, assalamualaikum ".

__ADS_1


" Wa'alaikum salam ".


Kemudian telfon kututup.


" Hhhhhhh.....", gumamku.


" Heh habis nelfon ibunya kok malah kelihatan susah gitu, kenapa ? Bima lagi ?"


Aku hanya mengangguk saja, kemudian merebahkan diri di kasur Dinda lagi.


" Sulit Din ".


" Sulit gimana ?"


" Kayaknya ibuku bener bener harapin kita berdua nikah ".


" Ya iyalah Ve, setiap orang tua pasti mengharapkan anak gadisnya cepet nikah, nggak mau jadi perawan tua ".


" Tapi bukan sama Bima Din ".


" Sama siapa ? pacarmu kan emang Bima, sama Elmo ? Emang dia tau dia suka sama kamu ?"


Aku menggeleng.


" Apalagi dia nggak pernah tau Ve, udah deh kamu selesaikan aja masalah sama Bima dulu, Elmo belakangan ".


" Kalau ternyata Elmo sekarang punya pacar ?"


" Ya kalau itu kita lihat aja nanti Ve ".


Tiba tiba hpku berdering.


" Elmo Din ".


" Ya udah diangkat dong, kok malah tegang gitu ".


Kemudian kuangkat telfonnya.


" Hallo Ve ".


" Iya hallo El ".


" Kamu tadi telfon ya ? Sorry aku tadi masih keluar, hpku ketinggalan di kamar ".


" Oh iya El nggak papa ". kataku.


" Ada apa Ve ?"


" Oh eh enggak El, heran aja kok udah semingguan ini kamu nggak ada kabar ".


" Eh nggak papa El, sorry ya kalau ganggu kamu ".


" Nggak papa Ve, ini juga kebetulan aku pulang sore, biasanya malem baru nyampe rumah ", jawab Elmo.


" Masih lama pulangnya El ?"


" Hayooo kangen ya ???"


" Eh ehm enggak kataku gugub ".


" Aduh nyesel banget aku ngomong gitu, kan jadi ketahuan kalau sebenernya aku kangen banget sama dia ", bathinku.


" Mungkin 1 mingguan lagi aku baru pulang Ve ", kata Elmo.


" Emang kamu dimana ini ?"


" Di bandung Ve ".


" Ohh ya udah El hati hati ya ".


" Eh kamu mau aku bawain apa kalau pulang nanti ".


" Bawain apa ? udah nggak usah repot repot yang penting kamu jaga diri baik baik aja di sana ".


" Yah kebeneran aku nggak kehilangan uang berarti ".


" Kamu nggak keluar Ve ? ini kan malam minggu, Bima nggak dateng ?"


" Nggak El, dia lagi sibuk katanya ".


" Wuiihhh susah ya jadi pacar dokter ya, nggak pernah diapelin ".


" Biarin aja aku malah seneng kok ".


" Kok seneng sih nggak diapelin ".


" Iya daripada kalau ketemu ribut melulu ".


" Hahaha gitu aja kamu betah kan sama dia ?"


" Ihhhh udah deh ngeledek melulu ".


" Hahaha ya udah Ve, kalau aku udah pulang aku langsung ke kosmu ya ".

__ADS_1


" Iya El, hati hati ya ".


" Kamu juga hati hati ya Ve ".


Kemudian kututup telfonnya.


" Gimana Ve ?"


" Dia lagi di Bandung Din, ada urusan kerjaan katanya ".


" Tuuhhh kan aku juga bilang apa, suruh telfon dari tadi aja maju mundur terus, kalau gini kan kamu nggak suudzon sama dia ".


" Iya iya bawel banget ya kamu ".


" Masalahnya kamu tuh terlalu gengsi Ve ".


" Bukannya gengsi Din, tapi aku nggak mau aja dibilang cewek agresif ".


" Hhhhh pemikiran kamu masih jadul Ve ".


" Ih biar aja itu mah prinsip Din, menyangkut harga diri ".


" Menyangkut harga diri, tapi tersiksa, terus merugikan diri sendiri juga percuma Ve kalau masih kamu pakai ".


" Ihhh udah deh protes melulu ".


" Ve, Bima katanya mau diangkat jadi wakil ya, tambah gaya pasti dia nanti ".


" Kok kamu tau Din ?"


" Taulah Ve, aku kan nguping pembicaraan kamu dari kamarku waktu itu ".


" Iya Din, itu juga yang aku takutkan, pasti dia semakin semena mena sama aku ".


" Dan tiap ribut pasti dia nyuruh aku keluar kerja ".


" Terus kalau kamu keluar kerja siapa yang mau biayain hidup kamu di sini ?"


" Dia mungkin Din ".


" Jangan Ve, tambah diijek injek kamu tau, bisa bisa kamu diperlakuin kayak pembantu dia Ve !!!"


" Iya Din aku juga tau itu, makanya aku nggak mau nurutin omongan dia ".


" Terus kapan pelantikannya ?"


" Belum tau juga Din, masih proses katanya, sambil nunggu wakil yang lama pindah di kota lain dulu ".


" Oh jadi wakil yang lama pindah tugas ?"


" Iya naik pangkat, tapi di kota lain ".


" Sebenernya Bima itu beruntung banget ya, otaknya cerdas, wajahnya ganteng, tapi sayang sombongnya Naudzubillah, padahal kalau sifat dia nggak kayak gitu pasti kamu udah lama ya Ve nikah sama dia ".


" Yeee nggak tau juga Din, kalau dianya nggak ngajak aku nikah masak aku disuruh ngejer dia buru buru nikah, ogahhhhh ".


" Yaaaa gengsi lagi deh ".


" Eh Ve...ngomong ngomong Elmo itu kerja apa sih di sini ?"


" Katanya karyawan perusahaan kontraktor gitu ".


" Karyawan biasa ?"


" Emang kenapa ?"


" Ya aku lihat dia kemarin jemput kamu cuma bawa motor doang Ve "


" Terus..."


" Jauh banget bedanya sama Bima ".


" Kenapa kalau beda Din ?"


" Ih kamu Ve, yang realistis dong...kalau aku mau aja jadi pacar Elmo, kalau nikah masih aku pikir pikir Ve ".


" Kok ?"


" Iyalah Ve, aku tuh bukanya matre tapi aku juga kan harus berpikir masa depan keluargaku nanti Ve ".


" Kamu tuh belum pernah ngerasain kayak aku Din ".


" Maksudmu ?"


" Iya ngerasain punya cowok ganteng, tajir, kaya, selalu beliin sesuatu walaupun itu tanpa aku minta, tapi arogan, bahkan dia memperlakukanku bukan seperti pacar Din ".


" Iya kalau itu aku tau Ve, cuma kan kita harus mikirin dong masa depan kita ".


" Iya Din, kalau aku boleh memilih mendingan aku punya pacar biasa biasa aja tapi kita saling menghargai, materi bisa kita cari sama sama Din, tapi hati nggak bisa dibohongi Din ".


" Iya juga sih Ve, tapi kalau aku sih milih yang kaya tapi juga sayang dan menghargai aku juga Ve hehehe ".


" Semua orang juga maunya gitu, milih yang sempurna Din, kamu tuh ".

__ADS_1


Tunggu ya lanjutannya udah malem nih mata udah perih..!!!😊😊😊😊


__ADS_2