
Setelah lebih dari 2 minggu Vero mengajukan surat pengunduran diri, akhirnya permohonannya dikabulkan. Hari ini merupakan hari terakhir Vero kerja. Elmo menjemputnya pulang di sore harinya.
" Alhamdulillah El hari ini aku udah resmi keluar, semua urusan udah selesai dan nggak ada masalah sama sekali."
" Baguslah Ve, berarti besok kamu buat surat lamaran kerja di kantor temenku ya?"
" Iya El, besok aku buat, mudah mudahan ketrima ya El?"
" Iya Ve mudah mudahan, berdoa saja ya."
Kemudian Vero dan Elmo segera pulang.
" Jadi kapan rencana kamu masukin surat lamarannya Ve?" Tanya Elmo saat di atas motor.
" Besok aja El, gampang kok langsung lewat email kan?"
" Iya Ve."
Elmo terus menjalankan motornya menuju kos Vero.
" El proyekmu sudah selesai?" Tanya Vero saat sudah berada di kos Vero.
" Belum Ve kenapa? kamu udah nggak siap minta aku lamar ya?" Tanya Elmo sambil senyum menggoda.
" Ihh enggak, apaan? Nanya aja kok?"
" Iya juga nggak apa apa Ve, aku juga udah nggak sabar kok pengen cepet ngiket kamu, malahan kalau bisa langsung nikah aja Ve hehe."
" Nggak bisa gitu dong El, ibuku kan harus ngumpulin persiapan dulu, jangan buru buru dong."
" Iya sayang, itu juga kalau kamu bersedia kok, kalau nggak kan pasti aku nungguin sampai benar benar siap."
" Sebenernya proyek apa sih El? perasaan kamu ngomongin proyek terus, tapi aku nggak pernah tau pekerjaan kamu sebenenarnya apa? Sekali kali kek kasih tau aku di tempat kerjamu, minimal lewat di depannyalah."
__ADS_1
" Iya Ve pasti nanti suatu hari aku kasih tau, tapi kalau sekarang belum saatnya."
" Waktu dulu aku minta kasih tau rumahmu, kamu bilang belum saatnya, sekarang giliran aku pengen tau tempat kerjamu, kamu bilang belum saatnya juga Sebenernya apa sih yang kamu rahasiain dari aku El?"
" Sabarlah Ve, aku hanya menunggu saat yang tepat saja untuk memberitahumu."
" Pekerjaan kamu halal kan El?"
" Ya ampun Ve, kalau pekerjaan aku nggak halal, mana berani aku ada niatan melamar kamu!"
" Ya kan siapa tau, soalnya jawaban kamu nggak jelas sih."
" Sabar ya, nanti kamu akan tau semuanya."
Padahal saat ini Elmo sedang bingung, bagaimana caranya untuk memberitahukan semuanya pada Vero, dia hanya ingin Vero tidak salah sangka terhadapnya.
Kemudian Dinda keluar dari kamarnya dan ikutan ngobrol bersama mereka.
" Udah Din Alhamdulillah, tadi hari terakhir aku kerja."
" Sayang banget ya, padahal kamu udah lama kerja di sana."
" Nggak papa Din, Vero merasa udah nggak sesuai dengan hati nuraninya kerja di tempat itu, pasti nanti dia dapat ganti yang lebih baik." Jawab Elmo.
" Iya aku juga yakin kok. Terus selanjutnya kamu mau daftar di mana Ve?" Tanya Dinda.
" Aku mau daftar di tempat temennya Elmo, di perusahaan transportasi, ya mudah mudahan ketrima Din."
" Lho ijazahmu memang sesuai sama pekerjaan kamu sekarang ini?"
" Aku minta temenku untuk menempatkan di posisi yang sesuai dengan titelnya Din." Jawab Elmo.
" Wah enak banget jadi kamu ya Din, ada aja orang baik yang mau bantu kamu."
__ADS_1
" Ya itu mungkin udah rejekiku Din, selalu dikelilingi orang baik, termasuk kamu ", jawab Vero.
" Lalu rencana kalian selanjutnya apa?" Tanya Dinda.
" Rencana apa nih?" Jawab Elmo penuh selidik.
" Ya rencana ke depannya lah, emang kalian mau pacaran terus?"
" Enggaklah Din, aku punya niatan untuk melamar Vero, tapi terganjal dengan pekerjaan Vero dan juga ada proyek yang sedang aku kerjakan, jadi kami selesaikan satu-satu dulu, baru membicarakan masalah pertunangan."
" Wow ini baru kabar gembira, kamu udah yakin El dengan Vero?"
" Udah dong Din, bayangin aja udah 10 tahunan aku ngincer dia, giliran udah dapet masak mau dilepas gitu aja, nggak mungkin dong...ya nggak Ve ?"
Vero hanya tersenyum saja.
" Aku tuh salut sama kalian berdua, yang satu kemana? Yang satu kemana? Eh nggak taunya sekarang bersatu juga...Sumpah kalau dibikin sinetron pasti laris kayak kacang goreng."
" Iya nanti kamu yang nonton ya Din?" jawab Vero.
" Eh nggak dong aku managernya lah, masa cuma bagian penonton, aku kan juga turut andil dalam hubungan kalian berdua."
" Iya iya gampang ntar honor bagi bertiga deh, nggak usah khawatir ." Jawab Dinda lagi sambil tersenyum.
" Hahaha...Sumpah aku tuh bahagia banget lihat kalian berdua, apalagi kamu Ve. Aku yang selalu jadi orang pertama yang ikut merasakan kesedihan kamu selama ini, mudah mudahan setelah ini kamu benar benar bahagia ya, jangan pernah ada lagi air mata."
" Iya Din aku beruntung banget punya sahabat sebaik kamu, mudah mudahan suamimu nanti orang Yogya juga ya, jadi nanti kita bisa ketemuan setiap saat."
" Iya Ve Aminn." Jawab Dinda.
" Yang penting jangan lupa ijin suami lho ya?" Jawab Elmo menimpali.
" Hahaha itu pasti El, jangan takut."
__ADS_1