
" Gimana Ve kamu udah ijin ?"
Tanya Bima malam ini di kosku.
" Udah Bim ".
" Besok pagi jam 7 kamu siap ya, aku jemput kesini ".
" Kita baru balik ke Yogya hari minggu Ve, jadi bawa baju ganti yang cukup ".
" Emang kita mau kemana sih Bim ?"
" Udah pokoknya kamu ikut aja ".
" Hhhhhh kemana sih nih orang mau ngajak aku ?" bathinku.
" Ya udah aku pulang dulu ya, langsung tidur ya biar besok nggak ngantuk, perjalanan kita jauh Ve ".
Aku menggangguk, sesaat kemudian tubuh Bima sudah hilang dibalik pintu mobilnya, dan berjalan meninggalkan halaman kosku.
Kemudian aku masuk ke kamar, dan mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa besok pagi.
" Ve, lagi ngapain ?"
" Lagi beres beres nih Din, sini bantuin aku ".
" Kok masih jam 8 Bima udah buru buru pulang Ve ?"
" Iya Ve dia capek mungkin, habis dari rumah sakit langsung ke sini katanya ".
" Jadi kamu pergi besok ?"
" Jadilah Ve, kok bawa baju banyak banget, mau kemana sih Ve ?"
" Aku juga belum tau Din, Bima nggak bilang mau pergi kemana ".
Kemudian Ve menarik badanku menghadapnya, dan memegang tanganku.
" Ve hati hati ya ? aku nggak mau terjadi sesuatu apa apa sama kamu ", sembari memandangku.
" Ada apa sih Din, kamu kok kayaknya cemas gitu ?"
" Iyalah Ve aku takut dia ninggalin kamu di tengah jalan kayak kemarin lagi gimana ?"
" Aku kan bawa uang Din, naik buslah ".
" Iya bener bisa naik bus, kalau ditinggalinnya di tengah hutan, terus malam malam gimana ?"
" Hei tenang nona manis, Bima nggak akan setega itu padaku, walaupun Bima itu kasar tapi aku tau kok kalau dia itu cinta sama aku ".
" Buktinya apa ?"
" Buktinya dia cemburu kalau ada laki laki yang deket sama aku Din ".
" Itu bukan cinta Ve, itu gini ", sambil menyilangkan jarinya di dahi.
Aku tertawa dan langsung memeluk tubuhnya.
" Din makasih ya kamu amat perhatian sama aku, makasih juga ya udah jadi sahabat terbaikku ".
" Iya Ve sama sama, makasih juga udah mau jadi temenku ".
__ADS_1
" Ihhhh kita kok jadi melankolis sihhh Ve ?" kata Dinda sambil melepaskan pelukannya.
" Tapi kamu janji ya ? pulang kesini lagi dengan keadaan sehat dan nggak kurang sedikitpun oke ?"
" Tenang Din aku bisa jaga diri kok ".
" Jangan lupa bawa oleh oleh yang baaaaanyak ".
" Huuuu kebiasaan ".
Kemudian kami tertawa bersama.
" Kamu pulang kapan Ve ?"
" Kata Bima sih Hari Minggu Din ".
" Hhhhh ngga ada kamu pasti membosankan, tau sendiri aku cocoknya cuma sama kamu, kalau sama anak kos lain aku nggak terlalu cocok ".
" Makanya nyari pacar non ".
" Nyari pacar tuh gampang Ve ".
" Terus ".
" Nyari yang pengertian itu yang susah ".
" Ohyaaa....???"
" Iyalah waktu aku lagi laper dia pengertian beliin aku makanan, waktu aku pengen jalan jalan dia pengertian mau nganterin, waktu aku kehabisan uang dia pengertian mau nransferin, waktu aku lagi butuh baju baru, dia pengertian langsung beliin, tuh mantap kan Ve hehe ?"
" Huuu wong edan ", kataku sembari mendorong tubuhnya.
" Hhhhh udah beres Ve ".
" Kayaknya sedikit tapi kok berat ya Din ?"
" Beban hidupmu tuh yang berat digabungin juga sama dosa dosamu sekalian ". Jawab Dinda.
" Yeeee bawel ".
" Ve aku tuh nggak bisa bayangin nanti kamu sama si Bima tuh di dalam mobil berdua, pasti bete banget apalagi kalau perjalanannya jauh ".
" Emang kenapa ?"
" Iyalah ntar di sepanjang jalan pasti dia bakalan ngobrolin masalah anatomi tubuh manusia, terus sel sel yang bereaksi terhadap unsur H2o + Co2 + air raksa+ air kobokan + air bekas cucian beras jadinya air keringet hahaha bete bete deh kamu !!!"
" Iiihhhh aku aduin nih ke Bima ".
" Aduin aja, paling paling aku puji dikit dia bakalan segede ini nih kepalanya !!", sambil mempraktekkan dengan kedua tangannya.
" Hahaha....tau aja kamu Din kelemahan dia ".
" Siapa dulu dong Dinda...!!!" sambil menunjukkan wajah songongnya.
" Terus ya Ve, dia sepanjang jalan pasti ngomel ngomel sendiri kalau pas kena macet, nah itu tuh kalau kamu salah ngomong sedikit pasti bakalan kena omelan juga Din ".
" Ihhh ya aku tidurlah Din ".
" Kalau kamu tidur tambah parah Ve, dia bakalan tambah emosi disuruh nemenin kok malah enak enak tidur, emang dipikir aku ini supir, pasti gitu Ve ".
" Terus terus ngeledek terus ".
__ADS_1
" Hahaha bukannya ngeledek Ve ".
" Terus apa kalau bukan ngeledek ".
" Cuma kasih shock therapi aja biar kamu nggak kaget nanti pas jalan sama dia ".
" Hah aku mah udah dari awal pacaran sama dia dapet shock therapinya, sampe muntah aku Din kebanyakan ".
" Ya kalau kebanyakan bagi bagi sama tetangga lho Ve jangan pelit pelit hahaha ".
" Kalau aku jadi kamu ya Ve, mungkin udah aku buang jauh jauh tuh Bima ke laut, biar jadi makanan ikan ?"
" Tega sama orang seganteng Bima kamu ? kamu kan paling lemah kalau sama cowok ganteng ".
" Ya nggak juga sih Ve, tapi sebelum aku lempar tuh ya aku foto foto dulu tuh dia yang banyak, terus aku tempel tempel nih ya di dinding kamarku, lumayan biar kecoa pada takut hahaha ".
" Iiihhhhh ngayal melulu nih anak, salah makan apa sih kamu Din ?"
" Yang jelas nggak makan ati kayak kamu Ve hehe ".
" Sialan kamu, Aku laporin ya kamu ke kantor polisi, biar kena pasal penghinaan ".
" Laporin aja tapi milih polisi yang ganteng ya biar aku ntar bisa tepe tepe disana ".
" Hhhhhhh nyari kesempatan terus ".
" Eh Elmo belum nelfon kamu lagi Ve ?"
" Belum sih, terakhir malam waktu kita habis beli makan itu Din ".
" Ngerjain apa sih dia Ve dia Bandung ? lama banget perginya ".
" Mana aku tau, dia kan kerja di perusahaan besar ".
" Katanya karyawan biasa kok hebat banget banget dia dikasih kepercayaan bosnya buat nanganin proyek di sana ?"
" Mana aku tau Din? tanya sendiri sana sama orangnya ".
" Beneran Ve ? sini aku minta no hpnya biar aku telfon dia sekarang, sekalian pengen denger suara yang ngebas ngebas gimana gitu....pasti adem nih di sini ", sembari menunjuk dadanya.
" Heiiii awas ya kalau kamu macem macem..."
" Hahaha cemburu nihhhh, Bima tuh diurusin jangan mikirin Elmo melulu, mikirin orang lain tapi yang dipikirin nggak tau, sakiiiiitttt ati neng bang....!!!" sambil tertawa cekikikan.
" Dindaaaaa kamu tuh ya seneng banget ngeledekin, marah niii....".
" Ihhhhh marah aja, ntar aku beliin tuh permen yang banyak biar nggak jadi marah ".
" Huuuu emang anak TK dikasih permen kasih bunga bank sini kalau berani ".
Kulihat jam di dindingku, pukul 23.10.
" Udah malem nih, mau tidur di sini apa mau di kamarmu sendiri ".
" Ihhhh tidur di sini ? sama kamu ? ogahhhh ntar aku hamil ", katanya sembari berlari pergi meninggalkan kamarnya.
" Hahaha wong edan wong edan...."
" Eh inget hidupin tuh alarmnya, ntar bangunnya kesiangan lagi Mas Bimamu ntar marah lho....!!!!" Katanya sebelum menutup pintu kamarnya.
" Biarin weeekkkk ...!!!", kemudian aku masuk ke dalam, dan segera terlelap di atas kasurku.
__ADS_1