Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Keluarga Bima datang ke Yogya


__ADS_3

Hari jumat sore Bima mengajakku menjemput orang tuanya di Bandara Adi Sucipto.


Kami berangkat jam 16.30, karena takut kejebak macet, biasanya jam segini berbarengan dengan jam pulang kerja.


" Kamu udah bawa baju ganti Ve, mama bilang nanti malam pengen tidur di rumahku bareng bareng ".


" Iya udah kok Bim ".


" Ya udah kita berangkat ya ".


Bima menjalankan mobilnya menuju ke Bandara. Jarak dari kosku ke bandara cukup jauh, dan melewati pusat pusat kemacetan.


" Dulu waktu aku pertamakali di sini, Yogya belum seberapa macet ya Bim ".


" Iya dulu kan belum banyak kendaraan pribadi, sekarang lihat tuh mayoritas dipenuhi kendaraan pribadi, angkutan umumnya malah jarang ".


" Iya ya...nyaman dulu ya ".


" Nyaman sekaranglah Ve ".


" Kok bisa ? sekarang kan tambah ruwet, tambah bising ".


" Iya memang tambah ruwet, tapi bagiku nyaman sekarang, kalau dulu aku kemana mana sendirian, kalau sekarang ada kamu di samping aku hehehe ".


" Gomballll....", kataku sambil mencubit pinggang Bima.


Bima kembali konsentrasi mengemudikan mobilnya.


" Bim...."


" Ya ?"


" Kemarin Anya langsung pergi ?"


" Iya Ve ".


" Nggak hubungin kamu lagi ?"


" Nggaklah Ve ", jawab Bima berdusta.


" Kok tiba tiba dia muncul di Yogya ?"


" Nggak tau katanya liburan gitu ".


" Kapan baliknya ?"


" Ya nggak tau Ve, aku nggak nanya nanya ".


" Kalian nggak tukeran no hp ?"


" Nggak tuh ".


" Kenapa ?"


" Kamu kan bilang aku harus berusaha benar benar melupakan Anya ".


" Semoga itu benar Bim dan kamu nggak bohongin aku ", jawab Vero lirih.


Sebenarnya dalam hati kecil Bima sangat gelisah karena sudah berdusta pada Vero, tapi ini demi kebaikan bersama, bathin Bima.


Tak lama kemudian kami sudah sampai di bandara pukul 5 lebih.


" Ayo Ve ", Bima menggandeng tangan Vero.


Tak lama kemudian rombongan keluarga Bima sudah datang, aku dan Bima menghampiri mereka, dan bergantian menyalaminya.


" Vero kok badannya agak kurusan gitu ?"


" Mungkin tertekan mah kebanyakan dimarahin kak Bima ", jawab salah satu adik Bima.

__ADS_1


Aku tersenyum, sedang Bima melotot ke arah adiknya


" Enggak kok mah, Vero baru sembuh dari sakit kok ".


" Iya gimana kak Bima ini, katanya dokter tapi kok pacar sendiri malah sakit ".


" Emang pacar dokter nggak boleh sakit ?", jawab Bima sengit.


" Yah kan minimal disubsidi vitamin, ya nggak Sha ?"


" Yoi choi...".


" Kalian tuh bawel, ntar pacar pacar kalian pasti bisa mati berdiri ngadepin kalian ini ", jawab Bima.


" Kalau mati dikubur aja kak ", jawab mereka kompak.


" Udah udah malah ribut....ayo ayo jalan ", kata papa Bima.


Kemudian kami menuju mobil Bima yang ada di parkiran.


" Mau langsung ke rumah atau makan dulu mah ?"


" Ini jam berapa Bim ?"


" Jam 6 kurang 10 menit mah ".


" Sebentar lagi magrib, mending cari masjid dulu Bim, habis itu makan malem, kalau harus ke rumah kamu dulu kelamaan, ya pah ?"


Papa Bima hanya mengangguk.


" Iya keburu kita kelaparan nanti !!" jawab adik Bima.


" Ok siaappp adik adikku yang cantik ".


Kemudian mobil Bima meluncur di jalan raya dan berjalan sedikit pelan, karena kami sambil mencari cari masjid terdekat.


Tak lama kemudian kami melihat sebuah masjid di depan kami, kemudian Bima membelokkan mobilnya ke masjid tersebut.


" Mau makan dimana ini ?" tanya Bima setelah keluar dari masjid.


" Makan di angkringan aja kak ".


" Masak ngajak makan mama sama papa di angkringan sih ? yang lain dong ".


" Ini angkringannya beda kak, menu makanannya banyak, nih aku lihat di instagram recomended banget kak ".


" Gimana mah, pah ? mau nggak ?"


" Udah terserah kalian aja, yang penting kenyaangg ", jawab papa Bima sambil bercanda.


Kami semua tertawa mendengar jawaban papa, dan Bima segera menuju lokasi yang disebutkan Helena tadi.


" Tuhhh kak bener kan kataku, bagus tempatnya ".


" Ntar jangan senang dulu kita rasain masakannya enak nggak ", kata Bima.


Kemudian kami masuk ke dalam angkringan itu.


" Bim bagaimana rencana pertunangan kalian ?" tanya mama Bima.


" Ohhh ijin Ve belum keluar ma, soalnya kan Ve kemarin nggak masuk 3 hari jadi belum tau ".


" Kenapa ma ?"


" Ya kan mama sama papa udah nggak sabar pengen main ke Sumatra, ya nggak pah ?"


" Iya itu mamahmu udah nggak sabar pengen main ke Sumatra, apa nggak sabar pengen punya mantu ", jawab papah.


" Iya Kak Bim, mamah nggak sabar pengen bikin pesta 7 hari 7 malam ".

__ADS_1


" Hah bener mah 7 hari 7 malam ?"


" Ya enggaklah Bim, kamu tuh percaya aja omongan Shania ".


Aku hanya tersenyum mendengarkan pembicaraan mereka.


" Rasanya nyaman berada di tengah keluarga harmonis ini ", kataku dalam hati.


Selesai makan kami semua menuju rumah Bima.


" Mama sama papa tidur di kamar Bima aja, Shania sama Helena di kamar tamu ".


" Terus kak Bima sama kak Vero tidur berdua gitu ?"


Jawab Helena.


" Huusss sembarangan, ya sama kalianlah ", jawab Bima.


" Hihihi kirain....."


Kamu tidur mana Bim ?" tanya mama.


" Biar Bima tidur di depan tv pakai kasur lantai mah ".


Kemudian kami masuk ke kamar masing masing.


Di kamar aku dan adik adik Bima ngobrol dulu sebelum tidur.


" Kak Ve kakak dulu sebelum sama Kak Bima pernah pacaran nggak ?"


" Menurut kalian ?"


" Pasti pernah, kakak kan cantik mana mungkin nggak ada pacar ya Hel ?"


" Iya pasti pacar kak Vero gonta ganti ya ?"


" Hahaha kalian tuh ada ada aja, boro boro gonta ganti, pacar kakak tuh ya baru kakak kalian itu ", jawabku sambil tertawa.


" Ahhhh masak sih kak ?"


" Iya masak kakak bohong ".


" Emang kenapa kak ?nggak ada yang naksir ?"


" Ya kakak dulu nggak mikirin pacaran, dulu kan orang tua kakak single parent, ayah meninggal waktu kakak kelas 2, jadi kakak fokus ke sekolah aja, belajar rajin biar bisa masuk universitas negri yang murah, kalau swasta kan mahal kasihan ibu ".


" Ooohhh gitu....jadi bukannya nggak ada yang suka ya ?"


" Ya gitu deh ".


" Kalau Kak Bima sama pacarnya dulu bagaimana ?"


" Bagaimana apanya ?"


" Ya bagaimana kok bisa putus ?"


" Ooohhh kata Kak Bima sih ya Kak Anya selingkuh gitu, sama cowok yang lebih tajir ".


" Lalu ?"


" Lalu setelah putus apa kak Bima punya pacar lagi ?"


" Punya pacar apaan, Kak Bima setelah putus dari Kak Anya jadi gampang emosian, gampang marah, padahal dulu deket banget sama kita ya Sha ?"


"Iya kak, mungkin setres dia diputusin Kak Anya ".


" Setelah lulus dari kuliahnya kak Bima sempet ambil koas dulu 2 tahun, namun setelah itu pergi ke Yogyakarta.


Aku baru tau ternyata kepergian Anya dari Bima membawa perubahan yang besar dalam hidup Bima.

__ADS_1


Tak terasa kami bertiga ngobrol hingga larut malam, dan akhirnya kita perlahan lahan mulai terlelap


__ADS_2