
Pagi ini aku duduk bersama keluarga Bima di ruang makan, sembari sarapan.
" Mah, nanti aku mau ngajak Vero jalan jalan keliling keliling ya ?"
" Oh iya nggak papa Bim, ajak aja Vero, dia kan belum pernah kesini ".
" Iya mah ".
" Habis makan kamu siap siap ya Ve ".
Aku cuma mengangguk mengiyakan ajakan Bima.
" Kak kita diajak nggak ?" Kata Shania.
" Yaaa nik anak, kakaknya pacaran kok minta ikut ".
" Ya kan buat meminimalisir kalau terjadi apa apa kak ".
" Maksudnya apa coba ", tanya Bima.
" Ya kalau ada 2 orang dewasa berdua duaan yang ketiganya setan, ya Enggak Sha ?"
" Iya kak ajak kita ya ?"
" Nggak...!!"
" Nggak takut nihhh ".
" Ya kalau kenapa kenapa dinikahin aja beres ya nggak Pah..?" Kata Bima.
Papa dan mama Bima cuma tertawa tawa melihat tingkah anak anaknya.
" Huuu pelit ....!"
Selesai makan aku langsung menuju kamar untuk berganti pakaian. Kemudian aku menemui Bima di ruang keluarga.
" Udah siap Ve ?"
" Udah ".
" Pah mah kami pergi dulu ya ?"
" Iya hati hati ya kalian ?"
" Iya mah ", kemudian kami pergi dengan terlebih dulu bersalaman pada orang tua Bima.
Bima menjalankan mobilnya dan mulai memasuki jalanan yang padat dan macet.
" Kota ini dari dulu nggak berubah ", gerutu Bima kesal.
" Namanya juga kota besar Bim ".
" Aku dulu ke Yogyakarta karena jenuh dan nggak nyaman di kota besar ini, macet, debu dimana mana, eh sekarang ternyata di Yogya sama saja nggak beda jauh ".
" Aku diam saja tak menghiraukan gerutuannya ".
" Bim, keluarga kamu baik baik ya ?"
" Aku kan udah bilang Ve, kamu nggak usah sungkan mereka pasti akan nerima kamu ".
" Tapi kok beda banget ya ?"
" Beda apanya ?"
" Beda sama kamu, papa mama kamu orangnya nyantai banget dan ramah, giliran kamu galaknya minta ampun ".
" Mulai ya...!!!"
" Hehehe nggak kok becanda pak dokter ".
" Kita mau kemana Bim ?"
" Nyari yang adem adem ya ?"
" Es dong ?"
" Bukan maksudnya tempat nongkrong yang adem ".
" Oooh ngikut aja aku mah ".
" Tak lama Bima masuk ke sebuah tempat wisata, lokasinya nyaman dan sejuk ".
" Haaaaahhhh aku langsung turun dan menghirup udara segar yang terasa sejuk di hidungku ".
" Gimana asyik kan ?"
" Iya enak tempatnya, pusing di tengah kota, mana bising banget lagi, enakan di sini bisa ngilangin setres ".
" Ke sana yukkk...", ajak bima sambil menggandeng tanganku.
Bima mengajakku duduk di bawah pohon yang rindang.
" Bim kita tuh jarang ya maen kayak gini ".
" Ya kan kamu tau sendiri aku sibuk Ve ".
" Sebenernya nggak harus ke tempat wisata sih Bim, cukup nongkrong di alun alun, atau dimana kek yang penting kita bisa nikmatin alam ".
Kemudian aku berdiri sambil melihat pemandangan di depanku, tiba tiba Bima memelukku dari belakang dan menyandarkan kepalaku di bahunya.
Aku terkejut sekali, belum pernah Bima melakukan hal ini sebelumnya.
" Ve makasih ya, kamu udah mau jadi pacarku, udah selalu sabar ngadepin aku, udah mau nemenin kemanapun aku ngajak kamu, makasih ya Ve, aku cinta kamu ", kata Bima berbisik di telingaku.
" Heiii ini orang pasti habis kesambet, tumben dia bilang makasih padaku ", tapi aku tetap menghargai dia dan menganggukan kepala.
" Ve aku mau ngelamar kamu, kamu mau kan ?"
__ADS_1
Aku makin terkejut mendengarnya dan langsung membalikkan tubuhku kepalaku tepat berada di depan wajahnya, dan kudongakkan berusaha mencari kesungguhan di matanya.
" Kamu mau ngelamar aku Bim ?"
" Iya Ve ngelamar kamu, keluargaku semuanya suka sama kamu dan itu berarti mereka sudah merestui kita ".
" Aduhhhh mati aku, bagaimana perasaanku dengan Elmo ? Bagaimana nanti apakah aku bisa bersanding dengan laki laki arogan seperti Bima ?"
" Ya Tuhan aku harus menjawab apa ", masih dengan mataku menatap wajah Bima di depanku.
Tiba tiba tanpa kuduga Bima mengecup bibirku.
" I love you sayang ", sahutnya sambil tersenyum manis.
" Waduhhhh pasti dia menanggap aku mengiyakannya, karena aku dari tadi bengong, aahhhh bodohnya aku !!!!" Kataku dalam hati.
Kemudian Bima menarik tanganku.
" Kesana yuk pemandangannya lebih bagus ".
" Eh egh Bim aku be......", dan kalimatku terputus karena Bima langsung mengajakku bergegas pergi dari tempat itu.
" Ve, aku udah bayangin di pernikahan kita nanti pasti meriah banget, aku akan menyewa hotel di Yogya, aku janji aku akan buat kamu bahagia Ve ", katanya terus berbicara mengenai rencana rencana kedepannya bersamaku.
" Ya Tuhan bagaimana ini ? apakah aku tega meninggalkan dia, sedangkan rencananya sudah sejauh ini ".
" Bim ada jagung bakar tuh, beli yuk ".
" Apaan sih Ve, itu kamu lihat nggak ditutupin gitu kok ".
" Alah biarin sekali sekali ini ", sembari menarik tangan Bima.
" Jagungnya Bu ".
" Berapa mbak ?"
" Kamu mau Bim ?"
" Nggak Ve kamu aja ".
" Hhhhhmmm ya udah kalau nggak mau, satu aja bu ".
" Sssttt pak dokter sampean diliatin sama cewek cewek tuh di depan kita ", sembari memberi kode dengan mataku mengarah ke segerombolan gadis gadis yang sedang memperhatikan Bima.
" Tuh berarti cowokmu ini ganteng".
Katanya bangga.
" Iya sih ganteng, ganteng banget malahan, tapi sayang galak hehehe ", sembari menarik hidungnya yang mancung.
" Aduh aduh...", kemudian Bima memeluk pundakku dan berjalan ke sebuah tempat duduk yang tak jauh dari kami berdiri.
" Mau nggak enak lho, nih separuh ya ?"
" Nggak ah makan sendiri aja ".
" Yowes ", sambil menikmati jagung bakar di tanganku.
" Gigiku item nggak nihhh ", sembari memamerkan gigiku ke arah wajah Bima berniat menggodanya.
" Iiihhh jorok dilap dulu tuh mulutnya ".
" Hihihi kemudian aku ambil tisu di dalam tasku, dan membersihkan sisa sisa arang di bibirku.
" Pindah ke tempat lain yuk Ve ?"
" Kemana ?"
" Makan ya ?"
" Dimana ?"
" Pokoknya kamu pasti suka tempatnya nyaman nuansanya pedesaan gitu ".
" Bener ?"
" Ihhh bawel ayuk udah laper nih ", sambil memeluk pundakku dan mengajakku pergi dari tempat ini.
" Enak nggak ?"
" Enak pasti enak ".
" Kalau nggak enak ?"
" Kasih kucing aja nggak usah dimakan ".
" Kasih kamu ya ?"
" Heeee kamu pikir aku kucing ?"
" Mirip dikit galaknya hehehe ".
Bima kemudian mengacak acak rambutku, dan aku memeluk pinggangnya manja, sambil berjalan ke arah mobil kami.
Hhhhhh rasanya lupa kalau orang di sampingku ini sosok orang yang mengerikan bagiku, karena hari ini dia amat manis padaku, dan nggak marah marah seperti biasanya.
" Masih jauh nggak ?"
" Sebentar lagi, tumben nggak sabaran ".
" Udah capek pantatku duduk di mobil ".
" Tuh ntar di depan ada belokan nyampe deh kita ".
Benar kata Bima, tak lama tempat yang kami tuju sudah ada di depan mata. Sebuah restoran dengan sawah di kanan kirinya.
" Woooow ini baru keren Bim ".
__ADS_1
" Tuh kan Bagus, pasti kamu suka ".
" Ayo masuk ".
" Duduk di sebelah sana aja Bim ", kataku sambil menunjuk sebuah saung yang tepat berada di pinggir sawah.
Bima mengikuti langkahku
" Hhhhh betah aku kalau kamu ngajak ke tempat tempat kayak gini rasanya otak langsung fresh hmmmm anginnya segar ".
" Sama tempat yang tadi bagus mana ?"
" Sama aja Bim, yang jelas aku suka pemandangan alam ".
Tak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri kami dan mempersilahkan kami untuk memilih menu makanan.
" Ve...besok kita pulang pagi ya biar ga kesorean nyampe Yogya ?"
" Jam berapa Bim ?"
" Jam 6 aja biar ga bareng sama orang berangkat kerja kayak kemarin ".
" Iya males juga aku dengerin kamu ngomel ngomel di jalan kalau kena macet ".
" Iyalah stres Ve kalau macet itu ".
" Huuuu kamu tuh cocoknya tinggal di desa Bim, yang ngga macet biar ngga stres terus ngga cocok tinggal di kota ".
" Ya kan pusing Ve, apalagi kalau pas pulang kerja itu, udah capek ketambahan macet lagi ".
" Bayar supir dong Bim biar kamu tinggal duduk nggak capek nyupir ".
" Yaelah kecuali aku tuh kerjaannya jalan kemana mana nggak papa Ve pakai supir, cuma ke rumah sakit sama rumah doang, paling paling ke kos kamu ".
Tiba tiba hpku berdering kulihat ibuku menelfon.
" Assalamualaikum Bu ".
" Wa'alaikumsalam nduk ".
" Masih dimana kamu nduk ?"
" Ohhh saya masih di Surabaya bu di rumahnya Bima ".
" Ooh kamu ke rumahnya Bima ?"
" Iya bu berangkat kemarin Jumat, tapi besok Minggu udah pulang kok bu ".
" Oh ya nggak papa, gimana keluarga Bima ?"
" Alhamdulillah mereka baik semua bu sama Vero ".
" Syukur nduk kalau gitu, nak Bima sekarang dimana ?"
" Ini Bima bu, ada di depan Ve ".
" Ibu mau ngomong sama Bima ?"
" Iya nduk kalau nggak ganggu ".
Kuserahkan hp pada Bima.
" Ibu mau ngomong ", bisikku.
" Assalamualaikum bu ".
" Wa'alaikum salam nak Bima gimana kamu sehat to ?"
" Alhamdulillah bu saya sehat, ibu gimana ?"
" Ibu juga sehat ".
" Kapan nak Bima main ke Sumatra ?"
" Ohhh nanti insyaalloh kapan kapan ya bu ".
" Iya nggak papa, biar gantian tau gubug orang tuanya Vero di desa ".
" Nggih bu ".
" Mana Vero nak Bima ?"
Kemudian Bima memberikan hpku kembali.
" Nduk ibu minggu depan mau ke Yogya lho ".
" Acara apa bu ?"
" Acara sekolah nduk, biasa jalan jalan sama guru guru ".
" Ya nanti ibu kabari Vero ya dimana hotelnya, biar nanti Vero kesana ".
" Ya udah ya nduk ibu cuma mau ngabarin itu aja, kamu jaga diri baik baik ya, salam buat Bima ".
" Nggih bu, ibu juga sehat sehat disana ya ".
Kemudian ibu menutup telfonnya.
" Ibu mau kesini Ve ?"
" Iya Bim ?"
" Kapan ?"
" Minggu depan tapi belum tau hotelnya nanti dikabarin lagi sama ibu ".
Tak lama kemudian pesanan kami datang, dan kami kemudian asyik menyantap makanan sembari mengobrol.
__ADS_1
Setelah itu Bima mengajakku pulang ke rumah.
Sabarrr ya tunggu lanjutannya, penulisnya lagi ngumpulin energi dulu😊😊😊