Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Menginap di rumah Bima


__ADS_3

Malam ini aku dan ibu tidur di rumah Bima.


Selesai makan malam kami duduk duduk di ruang tengah sambil mengobrol. Aku duduk sofa panjang samping ibu, sedang Bima duduk di kursi lain.


" Bu maaf sebelumnya saya mau bicara dengan ibu ", kata Bima membuka pembicaraan.


" Iya Bim ngomong aja nggak usah sungkan ", jawab ibu.


" Hmmm Ve pasti sudah bilang masalah saya mau melamar Ve bu ".


" Oh iya Bim waktu itu Ve sudah bilang sama ibu ".


" Lalu pendapat ibu bagaimana ?"


" Kalau ibu sebagai orang tua ya manut aja yang penting kalian sama sama suka, sama sama cocok dan nggak ada paksaan ".


" Yang mau ibu tanyakan apakah kalian sudah benar benar yakin ".


" Ve kamu yakin mau menikah dengan Bima ?"


" Iya bu Ve yakin ".


" Nak Bima apakah kamu udah yakin sama Ve ".


" Insyaaloh bu saya yakin mau menikah sama Ve ".


" Nak Bima sudah tau siapa Ve, sifat Ve, keadaan orang tua Ve ? orang tua Ve ya kayak gini adanya Bim, wong ndeso, dan sangat sederhana ".


" Itu sudah pernah diberitahu sebelumnya ole Ve bu, tapi saya tetap yakin Vero adalah calon istri terbaik buat saya ".


" Ya syukurlah nak Bima kalau kamu sudah tau semuanya, ibu nggak mau nanti kamu nyesel setelah tau semuanya. Karena kalian kan tahu, pernikahan itu sesuatu yang sakral, kalau bisa satu buat selamanya, jangan sebentar nikah, eh sebentar cerai kayak artis artis itu ".


" Nggih bu kami tau ", jawab Bima.


" Jadi rencana nak Bima kapan mau bawa keluarganya ke Sumatra ?"


" Kami harus menentukan waktu yang tepat bu, tergantung kapan Ve bisa cuti kerja, kalau saya kan gampang bu ".


" Ya udah nggak papa nak Bima, dipersiapin dengan baik, jangan buru buru, kalau buru buru kan jadinya nggak baik ".


Kulihat jam di dinding pukul 10.30.


" Bu tidur yuk udah malem besok ibu pulang Sumatra


kan ?"


" Ya sudah nak Bima ibu sama Ve tidur dulu ya ".


" Bim aku tidur dulu ya ?"


Bimapun mengangguk.


Malam ini aku tidak bisa memejamkan kata memikirkan pertunangan kami.


" Yah semoga saja Bima jodoh terbaikku ", kataku dalam hati.


Kulihat jam pukul 12.30 tapi aku masih juga belum bisa tidur. Tiba tiba tenggorokanku sangat haus, kemudian pelan pelan aku keluar agar tidak mengganggu tidur ibuku.


Kulangkahkan kaki menuju dapur, kulihat kamar Bima tertutup rapat.


" Pasti dia sudah tidur bathinku ".


Aku ambil minuman di dalam kulkas, dan langsung menuju ruang tengah. Kemudian aku merebahkan diri di atas sofa panjang yang ada di situ. Lampu sengaja kumatikan, agar aku bisa segera tertidur, karena kebiasaanku kalau di kos tidur dalam keadaan lampu mati


" Pantes aku nggak bisa tidur di kamar tadi ", bathinku.


Hampir saja aku terlelap, tiba tiba saja aku dikejutkan oleh sesosok tubuh yang tiba tiba saja sudah berada di dekatku.


" Bima kamu belum tidur ?" kataku sambil berbisik takut ibu mendengar suaraku, walaupun sebenarnya jarak kamar ibu dan ruang tengah sedikit jauh.


" Gimana aku bisa tidur Ve, sesosok wanita yang selalu kurindukan tidur di rumah ini, tapi aku tidak bisa menemaninya ".


" Sssttt hei jangan macem macem nanti ketahuan ibu lho ".


" Kalau ketahuan kenapa ? biarin aja, aku mau kok tanggung jawab ", kata Bima sambil mengerling nakal.


" Iiiib Bima udah sana masuk kamarmu aku mau tidur disini ", jawabku.


" Nggak ah aku mau nemenin kamu ".


Tiba tiba Bima sudah menindih tubuhku dan melumat bibirku.


Aku tak bisa berbuat banyak, karena tiba tiba saja tubuhku serasa lemas tak bertenaga.


Aku tidak bisa melawan ciuman dia yang begitu membara di wajahku.


" Bim ihhh lepasin kataku ".


" Kalau aku nggak mau gimana ?"

__ADS_1


" Aku teriak nih ".


" Teriak aja coba kalau berani ".


" Ihhh Bima bangun dong ".


Bima tetap tidak bergeming.


" Kamu mau kan kita menikmati malam pertama nanti denganku dalam keadaan utuh ".


" Maksudmu ?"


" Ya dalam keadaan utuh Bima, masak nggak ngerti sih ".


" Lalu ?"


" Ya kalau malam ini kita kebablasan gimana ?"


" Ayo bangun dari tubuhku Bim ", sambil mendorongnya.


" Hhhhhh....", kata Bima kecewa.


Setelah aku berhasil mendorong tubuhnya akupun bangun dari tidurku.


" Sssstttt tidur sana besok ngantuk lho ".


" Peluk dulu dong ", kata Bima manja.


Akupun memeluk Bima, dan mencium pipinya.


" Udah sana jangan ganggu aku lagi ya, besok kita nganterin ibu pagi lho ".


" Iya sayang met bobok ya ", kata Bima sambil mencium keningku.


Akupun tersenyum sambil mengangguk.


" Dasar Arab nafsunya susah dikendalikan ", bathinku sambil tersenyum.


Jam 4.30 ibu sudah membangunkanku.


" Nduk bangun kok tidur di sini to, ibu bingung nyari nyari dari tadi ".


" Hehehe kenapa bu ? ibu pikir aku tidur sama Bima ya ? ya nggaklah bu ".


" Ya siapa tau nduk ibu udah khawatir, namanya juga anak sekarang sukanya coba coba ".


" Tenang aja bu Ve bisa jaga diri kok bu, tadi malam Ve pindah kesini karena Ve nggak bisa tidur dengan keadaan lampu hidup bu ".


" Nggih bu ".


Kemudian aku masuk kamar untuk menunaikan sholat subuh


Selesai sholat subuh aku langsung menuju dapur membuatkan teh buat ibu dan susu buat Bima. selesai membuatnya langsung kuletakkan di atas meja makan, sementara itu ibu mandi dan membereskan barang barangnya.


Tak lama kemudian Bima keluar dari kamarnya, dan langsung menuju dapur.


" Selamat pagi pak dokter mau ngapain di dapur ?"


" Mau buat susu lah Ve ".


" Itu di meja makan sudah aku siapin buat kamu ".


" Makasih ya sayang ?"


" Sama sama ".


Kemudian Bima duduk di depan meja makan dan aku mengikutinya sambil menikmati teh hangat.


" Ibu mana Ve ?"


" Di dalem Bim, masih beres beres ".


" Kamu udah mandi ?"


" Belumlah Bim ".


" Baju kerjamu dibawa kan ?"


" Iya aku bawa ".


" Nanti langsung kuantar ke tempat kerjamu ya ?"


" Iya, kamu kalau sibuk biar pulangnya aku naik taksi aja Bim ".


" Ya nanti aku telfon ya Ve kalau senggang aku bisa jemput kamu kok ".


" Ibu tau kamu tidur di luar semalem ?"


" Taulah Bim, tadi pagi ibu yang bangunin aku katanya bingung aku ngga ada di sampingnya, dikira aku tidur sama kamu ".

__ADS_1


" Hmmmm coba semalem beneran tidur sama aku ya Ve ?" jawab Bima sambil tersenyum.


" Ihhhhhh ogahhhh takutttt ".


" Hahaha sama calon suami kok takut, gimana nanti kalau udah nikah ?"


" Ya kan beda kalau udah jadi suami sendiri udah sah, nggak perlu khawatir lagi ".


" Kalau sekarang emang masih khawatir ?"


" Ya iyalah Bim, orang udah nikah aja bisa cerai apalagi yang masih pacaran kayak kita, jadi cewek kan banyak resikonya, cowok mah enak habis berbuat nggak ada bekasnya, giliran cewek ????"


" Iya iya sayang bawel banget sih ini mulut ", sambil menarik bibirku.


" Ihhhh....", kataku manja.


" Hei nak Bima udah bangun to ?"


" Udah bu, duduk sini bu ini tehnya ".


" Nanti kita berangkat jam 6 aja ya bu sekalian sarapan di luar ".


" Nggak usah nak kita sarapan di hotel aja sekalian, kan udah dapet jatah ".


" Oh ya udah nggak papa kalau begitu bu ".


" Saya mau mandi dulu ya bu ?"


" Iya nak Bima silahkan ".


" Kamu nanti berangkat kerja nduk ?"


" Iya bu, ini Ve bawa baju kerja kok ".


" Ve mandi dulu ya bu ?"


" Iya nduk ibu tunggu di sini ya ".


Selesai mandi kami siap berangkat menuju hotel rombongan ibu menginap.


Sampai disana Bima membantu ibu mengeluarkan seluruh barang barang ibu yang telah dikemas dan memasukkannya ke dalam bagasi bus.


Kemudian kami sarapan bersama.


" Nak Bima makasih ya, oleh olehnya?"


" Nggih maaf cuma bisa bawain itu kok bu ".


" Ini aja udah banyak banget kok ".


" Nak Bima ibu titip Vero ya, tolong jaga dia baik baik ya, ibu percaya sama kamu ".


" Insyaaloh bu saya akan menjaga Vero bu ".


" Vero inget pesen ibu ya nduk, jangan lupa sholat, dan jaga kehormatan kamu ya nduk karena itu milik kamu satu satunya yang paling berharga nduk ".


" Nggih bu Ve akan selalu ingat pesan ibu, doain Ve selalu ya bu ".


" Iya nduk ibu selalu doain kamu ".


Kemudian aku memeluk ibu dan mencium kedua pipinya, sedangkan Bima mencium tangan ibuku.


Kemudian ibu naik ke atas bus dan tak lama bus berjalan meninggalkan kami berdua.


" Kamu sedih sayang ?"


" Iya Bim, kasihan ibuku berjuang sendirian dan disana cuma ditemani adikku saja yang masih kuliah, semoga aku bisa buat ibu bangga ya Bim ?"


" Kamupun sekarang udah bisa buat ibu bangga kok percaya sama aku Ve ", kata Bima sambil memeluk pundakku.


" Kamu dengar kata kata ibu tadi kan ?"


" Yang mana ?"


" Aku harus jaga kehormatanku karena itu satu satunya milikku yang paling berharga Bima ".


" Iya Ve aku tau asalkan waktu aku khilaf kamu jangan ikutan khilaf ya ", sahut Bima sambil tersenyum.


" Huuu....", kataku sambil menarik hidungnya.


Akhirnya kami meninggalkan hotel dan menuju tempat kerjaku.


" Nanti aku telfon ya sayang ".


" Iya Bim hati hati ya ".


" I love you sayang ".


" I love you Bima ".

__ADS_1


Kemudian aku turun dan masuk ke dalam kantorku.


Masih panjang nih ceritanya ikutin terus ya ada yang lebih baper kok😁😁😁


__ADS_2