
Hari ini Vero ada di bandara dengan di antar Elmo, dia akan pulang duluan ke Sumatra, karena satu minggu lagi pernikahan mereka berdua akan segera dilaksanakan. Elmo menarik koper yang berisi pakaian Vero.
" Sayang ingat ya, kamu jangan capek capek disana nanti, serahkan semua sama saudara saudaramu, aku nggak mau di hari pernikahan kita nanti kamu sakit."
" Iya sayang, tenang aja...nanti disana aku cuma makan tidur makan tidur nggak ngapa ngapain ok."
Elmo tertawa mendengar jawaban calon istrinya itu. Dipandanginya wanita pujaannya itu sedikit lama.
" Satu minggu ini aku pasti rindu banget sama kamu sayang."
" Tapi kan setelah satu minggu itu, kita akan terus bersama El, dan nggak ada lagi yang memisahkan kita berdua."
Elmo mengaminkan perkataan Vero.
__ADS_1
" Hati hati ya sayang, salam buat ibu dan keluargamu di sana."
" Iya...insyaalloh aku sampaikan."
Kemudian Vero mencium tangan Elmo, dan Elmo mengusap kepala Vero, Vero menatap Elmo penuh cinta, dan kemudian dia berjalan untuk segera masuk ke pesawat yang akan mengantarnya pulang.
########
" Nduk...udah kamu istirahat sana di kamar, kan kamu barusan dateng!" Kata ibunya.
" Nanti aja bu, aku masih pengen ngobrol di sini dulu sama mereka ", jawab Vero sambil ditemani sepupu sepupunya.
" Ve...kamu beruntung sekali ya dapet calon suami seganteng dan sekaya Elmo?" kata salah satu sepupunya.
__ADS_1
" Yah mungkin udah jodohku mbak, aku juga nggak pernah membayangkan bakalan punya suami dia, apalagi sekaya dia, aku cuma berdoa minta diberikan suami yang sayang sama aku dan menerima aku apa adanya."
" Iya Ve, walaupun dulu kamu sempat gagal bertunangan dengan Bima, tapi justru mendapatkan yang lebih baik dari Bima."
" Mungkin itu hikmah dibalik semuanya, yang penting kita harus terus berkhusnudzon terhadap setiap masalah yang diberikan Alloh sama kita."
Tak lama kemudia Vero masuk ke kamarnya. Kamar yang nantinya akan dijadikan kamar pengantin oleh Vero dan Elmo. Dinding kamarnya sudah dicat rapih, sehingga terlihat bersih, ranjangnyapun sepertinya bukan ranjang Vero yang dulu, mungkin ibu sudah menggantinya dengan yang baru.
Vero tersenyum menatap sekeliling kamarnya. Kemudian dia duduk di depan meja riasnya. Dibukanya jilbab yang membalut kepalanya, kemudian dilepaskannya gulungan rambutnya. Rambut panjangnya begitu indah, dan dulu Bima sering sekali membelai rambutnya.
Tiba tiba dia teringat foto Bima yang dulu disimpannya di laci mejanya, kemudian perlahan dia menarik laci yang ada di depannya. Foto itu masih ada disana. Kemudian dia pelan pelan mengambilnya. Ditatapmya foto itu, foto Bima dan Vero beberapa tahun lalu. Foto Bima sedang tersenyum manis, dan juga Vero yang sedang berdiri di sampingnya. Diusapnya foto itu. Ada setetes air mata yang tiba tiba jatuh dari matanya.
" Bim....usai sudah cerita kita, mulai hari ini aku akan menyimpan semua kenangan kita, hubungan kita dulu bukanlah suatu kesalahan, hanyalah sebuah masa lalu yang sedikit kelam buatku. Bim...aku sudah mendapatkan orang yang benar benar mencintaiku dan juga aku cintai. Aku akan mengubur semua kenangan kita, dan akan memulai lembaran baru bersama Elmo, semoga nanti kamu juga akan menemukan orang yang benar benar mencintaimu, selamat tinggal Bima ", kata Vero pelan, kemudian dia segera menghapus air matanya dan memasukkan foto itu ke dalam sebuah kotak besar dan disimpannya di dalam lemari yang paling bawah.
__ADS_1