
Bima dan Anya mulai semakin akrab, bahkan Bima tidak segan segan untuk menelfon Anya duluan.
Namun Bima tetap menjaga hubungannya dengan Vero, walaupun sebenarnya hatinya tetap tidak bisa berbohong bahwa dia masih mencintai Anya.
Hari ini adalah hari ulang tahun Vero, dan kebetulan merupakan tanggal merah.
Pagi hari setelah sholat subuh Bima menelfon Vero.
" Pagi cintaku ".
" Pagi sayangggg ". jawab Vero malas malasan.
" Kok suaranya kayak baru bangun tidur, belum sholat subuh ya ?"
" Lagi nggak sholat Bim ".
" Ooohhh...kirain belum sholat, selamat ulang tahun tahun ya sayang semoga panjang umur, sehat selalu, dan semoga tetap setia mendampingiku selamanya, amiinn ".
" Ya ampun sayang makasih ya, aku lupa kalau hari ini ulang tahunku ".
" Kok lupa sih hari ulang tahun sendiri ".
" Iya Bim, aku sibuk mikirin hari pertunangan kita ".
" Kenapa dipikirin Ve, kan udah diurus sama ibu di rumah ".
" Iya Bim, kepikiran aja akunya ".
" Ya udah nanti siang jam 1an aku jemput ya, aku mau ngajak kamu ke suatu tempat ".
" Kemana Bim ?"
" Ada aja, nanti kamu bakalan tau...ya udah sayang aku mau lari pagi dulu, siap ya nanti jam 1 ?"
" Iya sayang ", jawabku kemudian menutup telfonnya.
" Ya Alloh aku lupa kalau hari ini usiaku genap 25 tahun ", aku langsung bangun dari tempat tidur, dan menatap wajahku di depan, lalu mengucapkan doa semoga dengan bertambahnya usiaku ini, hidupku semakin berkah dan bermanfaat buat orang lain.
" VE....bangun udah siang....Vero...!!!"
Terdengar suara Dinda mengetuk pintu kamarnya.
Perlahan Vero membuka pintunya, dilihatnya Dinda sedang berdiri di depan.
" Vero.....selamat ulang tahun ya...", teriak Dinda sambil memeluk Vero.
" Dinda...makasih ya..udah inget hari ulang tahunku ".
" Pasti dong, masak ulang tahun temen sendiri lupa ".
Kemudian Dinda masuk ke kamarku.
" Mau dimana Ve rencananya ?"
" Rencana apa ?"
" Rencana nraktir aku hehehe ".
" Huuu ternyata ada maunya ngucapin pagi pagi ya ???"
" Hehe namanya juga usaha ".
" Bima udah telfon belum ?"
" Udah tadi pagi jam 5an ".
" Pantesan wajahmu ceria banget ".
" Iyalah Din, masak di hari ulang tahun mukaku cemberut ".
" Ulang tahun tuh tambah tua, kok seneng lho, aku mah mending nggak usah mbah nambah, biar muda terus Ve ".
" Diformalin aja Din biar muda terus, kayak ikan asin tuh hahaha ".
" Huuuu sialan kamu Ve ".
" Ada acara nggak hari ini ?"
" Ada...Bima mau ngajakin aku jalan nanti jam 1, mau ikut ?"
" Hahhh ngapain aku ikut kalian berdua, bakalan kayak anak tiri aku ntar ".
" Kok anak tiri ".
" Iyalah bakalan dicuekin, diacuhin, nggak diperhatiin, dianiaya, dihina dina !!!"
" Hahaha lebayyy...."
" Mendingan aku lihat film horor aja Ve, daripada ikut kalian ".
" Iya tuh kerjaannya nontonin film horor pantesan nggak dapet dapet pacar ".
" Apa hubungannya coba ?"
" Iya mukamu tuh kebanyakan nonton film horor jadi ikutan mistis, menakutkan kayak kuburan hahaha ".
" Iiihhhh Ve jahat banget sih, muka imut gini dibilang mistis ".
" Iya imut kayak bayi ".
__ADS_1
" Bayi baru lahir ya Ve ?", sahut Dinda manja.
" Nggak kayak bayi kuda nil hahaha ".
" Iiihhh kamu mah gitu ", sahut Dinda merengut kesal.
" Udah ah aku ke kamar lagi ".
" Eh mau ngapain di kamar lagi ".
" Mau tidooooorrr lagiii...." sahut Dinda sambil ngeloyor pergi.
" Dasar muka bantal....", sahut Vero.
" Biarin yeee....", jawab Dinda tak mau kalah.
Jam 1 tepat Bima sudah tiba di kos Vero.
" Udah siap Ve ".
" Siap dong, aku kan tau kamu selalu on time ", jawab Vero.
" Hehehe...ya udah berangkat yuk ".
" Eh tunggu aku pamitan Dinda dulu ya ", sambil berjalan ke kamar Dinda.
" Din...Dinda...Din....".
" Kemana Dinda kok nggak ada jawaban ? ahh mungkin dia sedang mencari makan ", bathin Vero.
" Ayo Bim pergi aja, Dindanya Nggak ada ".
Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan kos Vero.
" Mau kemana sih Bim ?" tanya Vero saat mereka sudah di dalam mobil.
" Ada aja...ntar kamu bakalan tau sendiri ".
" Ihhh kok main rahasia rahasiaan sih ".
" Ya kalau aku bilangin bukan surprise dong namanya , sabar ya sayangggg ".
Tak berapa lama Bima membelokkan mobilnya ke sebuah lokasi pemancingan yang sangat asri.
" Kamu mau ngajak makan ya....???"
" Iya apa nggak ya....????"
" Ihhhh apaan sih....???"
" Udah lihat aja nanti...sabar dong sayangggg.. !!!"
" Ve....kamu harus tutup mata mulai dari sini ya ?"
" Kok pakai tutup mata segala sih Bim, susah dong jalannya ".
" Tenang aja nanti aku gandeng kamu, ok ".
" Apaan sih Bima ?"
" Udah nurut aja deh, tutup mata kamu, tapi nggak boleh ngintip ya ? kalau ngintip dosa ".
" Iyaaa Bima, nggak percaya banget sih ".
" Nih aku udah tutup mata ".
" Ya udah jalan yuk, jangan khawatir pegang aja tanganku ya ".
Kemudian Bima menggandeng tangan Vero memasuki lokasi pemancingan.
" Udah belum Bim ?"
" Belum, nanti kalau udah sampai aku suruh kamu buka mata ".
" Jauh banget jalannya Bim ?"
" Ya biar deket naik pesawat aja Ve ", jawab Bima sambil tersenyum.
" Kamu tuh nyebelin ".
" Bim...udah nyampe belum kakiku capek nih ".
" Iya sebentar lagi, apa mau aku gendong nih ? biar nggak capek ?"
" Ihhh jangan...malu banyak orang ".
" Kalau nggak ada orang berarti mau dong ???"
" Udah deh Bim jangan godain terus, kakiku udah kayak mau copot nih ".
" Hahaha baru jalan segitu aja, belum jalan muterin ka'bah Ve ".
" Ya kalau itu beda Bimaaa...."
Tak berapa lama Bima menghentikan langkah Vero.
" Stooop.....udah sampai kita Ve, sekarang buka mata kamu ".
Perlahan lahan Vero membuka matanya, dan mengerjap ngerjapkannya karena sedikit buram setelah lama terpejam tadi.
__ADS_1
Tiba tiba ada segerombolan orang orang yang berteriak ke arahnya.
" Selamat ulang tahun Verooooo......!!!!"
Vero terkejut sekali, ternyata di depan dia sudah ada teman teman kantornya, juga termasuk Dinda.
Mereka berada di sebuah tempat yang telah dihias bermacam macam pita, juga ada sebuah kue tart besar yang berdiri di hadapannya.
" Ya ampun Bima....kamu semua yang merencanakan ini ?"
Bima mengangguk sambil tersenyum.
" Makasih sayang....", kata Vero sambil memeluk Bima.
" Cie cie...pelukannya nanti aja Ve, ini roti tartnya kapan dipotongnya, aku juga kan mau...", kata Dinda.
" Dinda...kamu tuh ya, pantes tadi aku ketok pintu kamarmu, kamu nggak ada, ternyata udah di sini ".
" Iyalah Ve, aku nih yang bikin kuenya, semalaman nggak tidur, ya nggak Bim ".
" Iya aja deh...", jawab Bima.
" Hahaha terserah deh apa kata kamu, yang penting aku ucapin makasihhhhh banget karena udah buat kejutan besar buat aku, terutama buat Bima calon suamiku ".
Terdengar tepuk tangan dari teman teman Vero.
" Ya udah buruan dipotong kuenya Din ", kata Bima.
Kemudian Vero memotong kue yang ada dihadapannya, dan diberikan kepada teman temannya
Kemudian Bima memberikan sebuah kado yang berbentuk kotak kecil kepada Vero.
" Apa ini Bim ?"
" Buka aja Ve ".
Kemudian Vero membuka bungkusan kecil berwarna pink tersebut.
Perlahan terlihat sebuah kotak beludru berwarna merah, Vero memandang Bima sejenak, dan Bima menganggukan kepalanya.
Vero membuka kotak berwarna merah itu, setelah kotak terbuka, ada sebuah kalung cantik berhiaskan berlian seperti yang dipilih Bima dan Vero untuk cincin pertunangan mereka nanti.
" Bim ini kan....???"
" Ya itu berlian yang sama dengan yang dipakai di cincin kita nanti sayang ".
" Bim...ya ampun kamu....???"
Tiba tiba Vero menitikkan air mata, tak disangka Bima akan menghadiahi benda semahal ini untuknya.
Kemudian Bima mengambil kalung tersebut dari tangan Vero, dan memakaikannya di leher Vero.
" Lihat cantik sekali di leher kamu Ve ".
" Makasih ya Bim ".
Bima hanya mengangguk sambil tersenyum.
Kemudian acara dilanjutkan dengan makan bersama.
Setelah acara selesai Bima mengajak Vero pulang.
" Din, bareng aja yuk ", ajak Vero.
" Motorku gimana ? dipangku ?".
" Hahaha ya udah pangku aja kalau bisa ", jawab Vero.
" Kita duluan ya kalau gitu ".
" Iya Ve ".
Kemudian Bima dan Vero segera meninggalkan lokasi pemancingan.
" Kita langsung pulang ya Ve ?"
Vero mengangguk
" Makasih ya Bim udah buat kejutan buat aku ".
" Iya sayang, kamu bahagia ?"
" Bahagiaaaaa banget Bim, dan kalung ini aku akan selalu menjaganya Bim, seperti aku menjaga cinta kita ", sambil memegang kalung yang melingkar di leher Vero
" Aku seneng kalau lihat kamu ceria gitu Ve ".
Vero tersenyum manis sambil menatap wajah Bima.
" Nanti aku langsung pulang aja ya Ve ?"
" Nggak mampir dulu Bim ?"
" Nggak Ve, nanti malam aku mau pergi sama temen kantorku ".
" Kemana Bim ?"
" Biasa Ve, makan makan aja, tapi cowok semua Ve, makanya aku nggak ngajak kamu, udah lama kita nggak nongkrong bareng ".
" Oh ya udah Bim nggak papa ".
__ADS_1
Setelah sampai di kos Vero, Bimapun langsung berpamitan pulang.