
"Hahaha, sudah aku bilang, kau pasti akan menghubungi...."
"Cukup! Bagaimana bisa kau melakukan pada orang yang tidak bersalah?" Belum selesai Reyhan berbicara aku sudah memotongnya, aku marah, kesal, kecewa, semua yang aku rasakan tercampur menjadi satu. Tetapi laki-laki ini, dia bahkan masih bisa tertawa diatas penderitaan orang lain.
"Aku sudah memperingatkan mu rubah kecil, apa yang kau lakukan padaku satu tahun yang lalu, aku akan membalasnya 10 kali lipat" Nadanya mulai meninggi.
"Tapi aku tidak pernah melakukan itu" aku membela.
"Bohong!!! Aku tidak akan pernah melupakan bau parfum mu. Kalau kau terus melawan, aku tidak akan segan terhadap kedua orang tua mu, akan ku cari semua yang berhubungan dengan mu, dan akan aku musnahkan!!!" Hati ku bergetar, lemas sekali rasanya mendengar suara yang penuh dengan ancaman ini.
"Siapa dia sebenarnya? Apa yang sudah aku lakukan sehingga bisa berhadapan dengan orang seperti ini?" Aku terus bertanya-tanya dalam hati.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanyaku, untuk sementara ini aku pasrah, tidak ingin lagi kejadian pada ayah terulang karena diriku.
"Kau hanya tinggal menuruti semua perintah ku, sekali kau berani melawan! Maka orang lain yang akan menerima hukumannya dulu sebelum kau! Yang tadi siang adalah contohnya" jawabnya begitu enteng.
__ADS_1
"Datang besok, kalau tidak, kau tahu resikonya!" Tambahnya dengan nada penuh dengan ancaman.
"Baik" kataku. Dia langsung menutup panggilannya. Aku duduk, bingung dengan apa yang terjadi barusan, tentang laki-laki itu, tentang apa yang telah aku lakukan, tentang kondisi ayah. Semua menari-nari dalam kepalaku.
Aku hanya mampu terbaring, terus berfikir apa yang harus aku lakukan, Sampai aku teringat satu kalimat yang dia ucapkan. "Aku tidak akan melupakan bau parfum mu"
Ah bau parfum. Aku langsung mengambil tasku, mencari parfum yang sempat aku pakai. Ada dua buah parfum disana, yang satu punyaku yang aku bawa dari rumah, aku memakainya disaat akan berangkat, pasti sudah hilang baunya setelah aku sampai di pelabuhan karena itu hanya parfum murahan.
Dan parfum yang satunya. Saat itu aku menolong seseorang di bandara, dia hampir kecopetan, aku melihatnya dan langsung menikam pencopet itu dari belakang, pencopet itu tersungkur kelantai tapi dia bangkit dan menyerangku balik, aku sudah siap untuk bertarung, aku mengeluarkan semua kemampuan beladiri ku yang aku bisa. Menendang, memukul, menangkis, aku sedikit kewalahan karena dia menyerangku dengan brutal, sampai aku menemukan titik lemahnya, kembali aku menyerang dan disaat pencopet itu menendang ku, aku mendapatkan kakinya, dia hanya berdiri dengan satu kaki, saat itulah aku menendang kaki pijakannya, pencopet itu terjatuh, aku mengunci dia dengan memelintir satu kaki yang aku pegang, dia kesakitan dan meminta ampun. Aku melepaskannya saat ada dua penjaga menangkapnya.
"Terimakasih sudah menolongku" kata wanita yang hampir kecopetan itu. Dia mengulurkan tangannya.
"Elis"
"Wah nama kita hampir sama, aku Elisa Swajaya hanya saja di panggil Lisa, kalau kamu?" Dia bertanya padaku, karena ada sedikit kemiripan nama.
__ADS_1
"Elis Stania Yulianti" jawabku. Aku tidak bertanya balik padanya, hanya mengamati poster tubuhnya yang hampir sama denganku. Sebelum aku berpamitan hendak mengejar pesawat ku. Dia mencari sesuatu di dalam tasnya.
"Ini untukmu" Dia memberikan sebuah parfum.
"Ah tidak terimakasih" aku menolaknya.
"Terimalah, sebagai tanda terimakasih ku, aku tidak tau apa yang akan terjadi kalau kau tidak langsung menolongku" Dia sedikit memaksaku untuk menerimanya.
"Baiklah" kataku sebagai tanda terima.
Tapi sebelum dia memberikan parfum itu, dia menyemprotkan dulu parfumnya kebajuku, seketika bau harum yang sangat menawan tercium di hidungku.
"Bau parfum ini akan lumayan lama, bahkan walaupun kau sudah mencuci baju mu sekali" katanya menjelaskan bau parfum itu, dan langsung memberikan parfumnya padaku.
"Terimakasih banyak" kataku sebelum berpisah dengannya.
__ADS_1
Dan benar, bau parfum itu masih melekat padaku sekarang. Apakah bau parfum ini yang membuat Reyhan menuduhku? Apakah orang yang dia maksud seharusnya wanita yang bernama Elisa Swajaya itu? tapi siapa wanita itu?
Next...