Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Rubah Bedebah 2


__ADS_3

"Kau tidak boleh melakukan ini padaku?" Aku terus berusaha lepas dari genggamannya.


"Kenapa tidak boleh?" Tanyanya.


"Aku sudah menjawab semua pertanyaan mu, dan kau memang tidak punya hak!" Kataku dengan suara keras. Reyhan terdiam sejenak.


"Apa yang kurang dariku?" Pertanyaan Reyhan seolah-olah dia sedang melamar kemudian di tolak. Aku bingung harus menjawab apa.


"Kenapa hanya diam?!" Dia bertanya sekaligus membentak ku.


"Karena aku tidak menginginkan mu, aku juga tidak mencintai mu" kataku asal. Tapi berhasil membuat Reyhan melepas genggamannya, aku melihat sedikit biru dipergelangan tangan ku.


"Apa kau menginginkan orang lain? Apa kau mencintai orang lain?" Pertanyaan Reyhan membuat aku skakmat, pasalnya aku memang belum pernah yang namanya pacaran, aku bahkan belum pernah merasakan suka atau mencintai laki-laki. Dari dulu yang ku kejar hanyalah bagaimana aku bisa menjadi yang terbaik disekolah, dan bisa membuat ayah bangga dengan prestasi yang ku raih.


Aku tidak bisa menjawab pertanyaan Reyhan, aku bingung harus berbohong bagaimana, aku sendiri sangat benci pada orang yang suka berbohong.


"Kenapa?" Reyhan terus mendekatiku, aku hanya mampu berjalan mundur, tapi tanpa ku sadari, aku malah masuk kekamar dengan suka rela.


"Aku, aku" Reyhan terus mendekat, tiba-tiba dia maju dengan begitu cepat dan mendorong ku kebelakang sampai aku terjatuh di atas kasur. Aku hanya bisa merasakan tubuh Reyhan benar-benar ada di atasku.


"Katakan! Siapa laki-laki itu?" Reyhan terus mengintrogasi ku.


"Lepaskan aku!" Aku terus memberontak.


"Aku tidak tahu siapa yang kau maksud" jantungku mulai berdebar-debar tak beraturan.


"Kau bilang kau tidak ingin dengan ku, kau bilang kau tidak mencintai ku, lalu siapa laki-laki yang kau inginkan? Siap yang kau cintai? Katakan!" Aku hanya mampu memejamkan mata, Reyhan terlalu dekat denganku saat berbicara, sehingga aku tidak mampu untuk membuka mata.


"Tidak ada! Lepaskan aku!" Kataku terus berusaha mendorongnya.


"Bohong! Katakan siapa dia? Akan ku cincang-cincang tubuhnya, akan ku lempar kepalanya sebagai makanan anjing, akan ku buat laki-laki itu menyesal karena sudah hidup di dunia ini!" Reyhan terus membentak ku, mengancamku bahkan mengancam jika aku memang punya laki-laki yang kusukai.

__ADS_1


Aku sangat ngeri dengan apa yang Reyhan katakan barusan, bagaimana kalau itu benar-benar terjadi.


Aku hanya terdiam, tapi tangan ku terus berusaha mendorong tubuh Reyhan, lagi-lagi aku kalah dalam hal tenaga. Reyhan dengan cepat mendekatkan wajahnya, kembali menggigit telinga ku. Yang mampu ku lakukan hanyalah terus memberontak.


"Jangan! aku mohon" Reyhan tidak sedikitpun melepaskanku, aku benar-benar ketakutan sekarang, tubuhku bergetar hebat, aku tidak mau merasakan lagi apa yang terjadi di depan dinding kaca itu.


Hingga tiba aku merasakan dia ada di leherku. Ponselnya berbunyi dan bergetar, lagu kebangsaan Singapura terdengar dari ponsel Reyhan.


Mari kita rakyat Singapura


Bangun dengan bersatu bersama-sama


Rukon damai dan bantu membantu


Supaya kita sama-sama maju


Reyhan belum berhenti dari aksi brutalnya dan aku juga tidak berhenti untuk melawan. Sampai pada lirik lagu.


Kerja sama menuju bahagia


Chita-chita kita yang mulia


Berjaya Singapura!


Reyhan tiba-tiba berdiri, melepas ku begitu saja, aku masih bisa melihat dia membalikkan badannya dengan nada penuh emosi.


"Hello!" Reyhan mengangkat telepon itu, dia menyapa dengan menahan emosi dalam.


"Apa kau serius?" Tanyanya pada seseorang di telepon itu.


"Siapkan pesawat terbaik! kita akan ikut perdana menteri itu ke Korea Utara" Kata Reyhan.

__ADS_1


"Hemm, iya, siapkan mobilku sekarang" perintah Reyhan.


"Sial, kenapa harus Korea Utara!" Dia memaki-maki sendiri. Aku masih terdiam dengan memalingkan wajahku. Tidak ingin tahu apa yang sedang bterjadi.


"Kau bisa lepas hari ini, tapi kau harus jawab pertanyaan ku" kata Reyhan kembali berada diatas ku, bedanya ada jarak renggang diantara kita.


Aku hanya diam, bahkan tidak sedikitpun melihat wajahnya.


"Aku bukan berbicara pada patung!" Reyhan membalikkan tubuhku dengan kasar. Tapi aku masih memejamkan mataku.


"Siapa perdana menteri negara Korea Utara?" Dia benar-benar memberi ku sebuah soal. Bagaimana dia bisa tetap seperti itu setelah apa yang dia lakukan. Tapi dia mengatakannya dengan nada lebih lembut. Aku hanya diam, benar-benar tidak ingin menjawab bahkan berkata sedikitpun padanya.


"Jawab!" Aku kaget karena Reyhan yang tadinya bertanya dengan lembut, kini memerintahku untuk menjawab dengan suara Singanya.


"C, Choi Y, Yong-Rim" Jawabku terbata-bata, mengingat pelajaran yang pernah kupelajari.


"Sejak kapan dia menjabat?" Pertanyaan ini agak sedikit sulit, tapi aku mencoba untuk terus mengingat semuanya. Reyhan mau mendekatkan wajahnya, tapi aku cepat-cepat mendorongnya dan menjawab.


"7 Juni 2010" kataku.


"Terbuat dari apa otak mu ini hah? Aku tidak akan pernah melepaskan mu, kalau aku tidak bisa mendapatkan mu, maka jangan berharap kau juga bisa mendapatkan orang lain!" Katanya.


Dia ingin mendekatkan wajahnya lagi, tapi aku segera menutup wajahku dengan kedua tanganku. Aku masih merasakan nafasnya ada di depan ku, tapi dia hanya terdiam dan tidak melanjutkan aksinya. Dia ingin memujiku tapi selalu ada ancamannya dibalik itu.


"Satu Minggu lagi kau akan masuk perkuliahan, kau harus jaga dirimu baik-baik sampai aku kembali, jika kau berani melukai sedikit saja tubuhmu, maka akan aku pastikan ayah dan ibu mu juga merasakannya, ingat baik-baik itu!" ancamnya lagi.


Aku tidak menanggapi apa yang Reyhan katakan, aku mendengar suara pintu tertutup. Ternyata dia benar-benar pergi begitu saja. Dia bahkan belum mengatakan apa janji yang pernah ku ucapakan. Tapi Saat itulah, air mata yang sudah terbendung kini mengalir begitu deras. Aku tidak tahu apa salah ku? aku tidak tahu kenapa aku menjadi seperti ini? Hanya satu yang ku mau.


"Ayah, ibu, Elis ingin pulang" :'(


Next...

__ADS_1


__ADS_2