
"Ayaaaah" itulah yang aku ucapkan setelah terbangun, aku terus memanggil ayah, namun dengan suara yang nyaris tidak terdengar.
"Ayah disini nak" ayah memegang tanganku dengan erat.
"Ya Tuhan, terimakasih engkau telah mengembalikan ayahku" Kataku sangat pelan.
Aku benar-benar bahagia tiada tara melihat wajah yang sangat aku kagumi tetap ada didepan mata. Dan sebelumnya apa yang ku alami, itu seperti mimpi yang menakutkan.
"Iya nak, ayah tetap disini bersama mu, kau juga harus berterimakasih pada Bapak Duta Besar, sebentar lagi beliau akan datang menjenguk mu" kata ayah.
"Bapak Duta Besar?"
"Iya"
"Elis dimana yah?" Aku bertanya pada ayah, karena lagi-lagi langit yang aku lihat begitu asing.
"Kau dirumah sakit nak, kau harus makan dulu, supaya tenaga mu cepat pulih" ayah mulai menyuapi ku semangkuk bubur. Ah, makanan rumah sakit memang tidak begitu enak.
"Rasanya tidak enak" kataku mengadu pada ayah apa yang aku rasakan.
"Kau harus memakannya sampai habis, karena itu satu-satunya supaya tenaga mu kembali pulih" Suara asing seorang laki-laki tiba-tiba muncul.
"Oh, silahkan tuan" ayah mempersilahkan orang itu masuk.
"Nak perkenalan, ini Bapak Duta Besar Indonesia untuk negara ini, kau bisa panggil beliau Tuan Swajaya" kata ayah memperkenalkan laki-laki setengah baya itu padaku. Aku hanya tersenyum untuk menyambutnya.
__ADS_1
"Ah tidak perlu pakai tuan, kau bisa panggil aku Bapak Swajaya nak" Suara Bapak Swajaya begitu berwibawa.
Ah siapa yang tidak kenal beliau, seorang duta besar yang memiliki nama lengkap Gede Ngurah Swajaya ini, mulai menjabat pada tanggal 23 Desember 2015. Merupakan duta besar yang kedua puluh untuk negara Singapura ini, dan dilantik oleh seorang presiden Indonesia yang sangat suka menggunakan baju kemeja putih khasnya.
"Kau sudah baikan nak?" tanya Pak Swajaya padaku.
"Sudah mulai pulih" kataku sedikit ragu-ragu menjawab pertanyaan dari orang penting ini.
"Terimakasih, bapak sudah mau mengantarkan saya kesini, dan ma'af sudah merepotkan" Aku mengucapkan sesuai pesan ayah.
"Ah, kau tidak perlu berterimakasih kasih padaku, kalau tidak ada ayahmu, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu mu nak" kata Bapak Swajaya dengan rendah hati.
"Apa yang ayah telah lakukan untukku?" Aku berpaling melihat ayah, meminta kejelasan tentang apa yang katakan Bapak Swajaya barusan.
"Melakukan yang sepantasnya dilakukan oleh seorang ayah nak" Hanya itu jawaban ayah.
"Tanyakanlah" jawabnya.
"Apa bapak mengenal seseorang laki-laki yang bernama Reyhan Anggara?" Tanyaku. Bapak Swajaya terdiam sejenak, mungkin sedang memikirkan pertanyaan ku.
"Bapak kenal nak" Jawbanya begitu singkat, Membuat aku semakin penasaran.
"Siapa dia pak?" Tanyaku lagi.
"Kami hanya bekerja sama sebagai rekan bisnis" Katanya mulai bercerita yang berhubungan dengan Reyhan.
__ADS_1
"Hanya itu saja nak, bapak tidak bisa menjelaskan lebih tentang laki-laki itu, bukan karena bapak tidak mau mengatakan, tapi karena bapak memang tidak tahu lebih tentang laki-laki yang bernama Reyhan Anggara itu" penjelasan Bapak Swajaya mulai sedikit membuat aku kecewa.
"Tapi ketahuilah nak, tidak ada orang yang sudah lama tinggal di negara ini yang tidak mengenal sesosok Reyhan Anggara, laki-laki itu bahkan sangat dihormati dikalangan kerajaan Singapura. Tapi kebanyakan mereka memang hanya sebatas mengenal nama dan kesuksesannya saja"
"Bapak pernah bertemu dengan dia?" Tanyaku.
"Bapak baru pertama kali melihatnya saat ada panggilan masuk untuk menjemput mu disalah satu kamar hotel kelas VVIP itu. Bapak kira itu seseorang yang sedang bercanda, tapi bapak memeliki filing yang kuat untuk tetap mendatanginya, ternyata benar, ada kamu yang sedang terbaring lemah di shofa"
"Jadi apaku alami itu bukanlah mimpi?" Tanyaku pada diri sendiri setelah mendengar penjelasan Bapak Swajaya.
"Apa kau sebelumnya bermimpi buruk nak?" Ayah bertanya padaku, karena mendengar apa yang barusan ku katakan.
"Ah, tidak yah" kataku mengelak.
"Oh ya nak, dia berpesan kepada bapak sebelum meninggalkan kamar hotel, katanya apa yang dikatakannya itu bukan sebuah kebohongan, bapak ingin bertanya lebih detail tentang apa maksud perkataannya, tapi dia langsung pergi begitu saja" kata Bapak Swajaya menyampaikan pesan dari Reyhan.
"Ah, mungkin kau tau apa maksudnya nak" setelah mendengar pengakuan Bapak Swajaya, aku mulai mengingat apa saja yang pernah Reyhan katakan.
"Oh ya, ma'af bapak tidak bisa menunggumu lama-lama, ada pertemuan yang harus bapak hadiri, kau istirahatlah, cepat sembuh ya" Bapak Duta Besar itu berpamitan padaku, aku mencium tangannya. Tapi sebelum dia pergi, beliau memberikan pesan terakhir.
"Oh ya, katanya lagi tenaga mu bisa cepat pulih jika kau makan teratur dan melebihkan porsinya, lemas mu karena efek obat bius katanya, bukan yang lain" kata Bapak Swajaya masih menyampaikan pesan dari Reyhan.
"Dan pesan terakhir bapak nak, kau harus bisa lebih berhati-hati dengannya" Setelah itu beliau pergi.
"Ya Tuhan, siapa sebenarnya laki-laki itu, bahkan seorang Bapak Duta Besar sampai berpesan pada ku untuk lebih berhati-hati?" Batinku terus bertanya-tanya tentang sesosok Reyhan Anggara.
__ADS_1
Next...