
"Nona tidak kangen tuan? Bukankah ini sudah hampir satu minggu, Tuan Reyhan belum pernah sekalipun pulang" Pagi-pagi Bibi Agatha sudah bertanya seperti itu. Aku hanya tersenyum.
"Apa yang bibi pikiran tentang aku dan Tuan Reyhan?" Aku penasaran apa yang dipikirkan bibi.
"Nona sepasang kekasih bukan? Atau sudah menjadi suami istri?" Pertanyaan bibi berhasil membuat aku tersendat air minum.
"Uhuk, uhuk, uhuk. Hemm. Apa bibi tahu berapa umur ku sekarang?" Aku bertanya pada bibi setelah sedikit tenang.
"24/25 tahun non" Kata bibi menjawab pertanyaan ku.
"Hahaha. Apa aku sudah kelihatan setua itu bi? Aku baru lulus SMA tahun ini bi? Dan hari ini pertama kali aku akan masuk kuliah"
"Benarkah nona? Ma'afkan bibi nona, bibi hanya menjawab asal karena berfikir nona kekasih Tuan Reyhan pasti sudah berumur, tapi memiliki paras yang masih sangat muda, ternyata memang masih muda" Bibi tertawa pelan.
"Ngga perlu minta ma'af bi"
"Nona sudah berapa lama kenal tuan?" Bibi mulai penasaran tentang hubungan aku dan Reyhan.
"Sudah lama dong bi" kataku ingin bercanda dengan bibi.
"Dari pertama bibi masuk kerumah ini, kira-kira sudah 4 hari bi aku bermasalah dengan singa itu" Aku melirik bibi, ingin sekali melihat ekspresinya.
"4 hari non?" Bibi bertanya lagi tentang pernyataan ku. Ekspresinya benar-benar terlihat sangat keheranan.
"He'em, tapi 4 hari bagaikan 4 tahun bagi ku bi" Aku tersenyum pada bibi.
"Dimana Nona pertama kali jumpa Tuan Reyhan?" Tanya bibi, belum puas dengan rasa penasarannya.
"Dinegara inilah bi" Setelah itu, aku menceritakan semuanya sejak awal pertemuan ku dengan Reyhan pada bibi sampai selesai episode ke 27 dan bertemu bibi di episode 28. :)
"Sungguh malang sekali nasib mu non"
Satu minggu bersama bibi membuat aku merasakan kehadiran seorang ibu.
"Entahlah bi, sampai sekarangpun masih menjadi teka-teki untuk ku" kataku dengan pasrah.
"Bersabarlah non, bibi do'akan non bisa menemukan bukti-bukti itu" Kata-kata bibi menjadikan aku teringat pesan Tuan Richard 'satu pesan dari ku non, bersabarlah' kata Tuan Richard kala itu.
__ADS_1
"Oh ya bi, aku mau berangkat kuliah satu jam lagi. Nanti kalau bibi mau keluar, bibi bisa lewat pintu belakang, kuncinya ada dilemari" pesanku pada bibi, karena pintu depan memang hanya bisa dibuka dengan sidik jari dan password.
"Baik non" Aku langsung masuk kamar setelah bibi membereskan semua makanan ku, bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.
"Berangkat dulu bi" aku berpamitan pada bibi, mencium tangannya, walaupun bibi menolak, aku mengatasnamakan sebagai ganti mencium tangan ibu ku. Karena sejak terpisah dengan ayah, tidak ada lagi yang dapat kucium tangannya disaat aku mau berpergian.
"Hati-hati non" Pesan bibi setelah aku mencium tangannya.
"Iya bi" Aku berjalan kedepan, karena apartemen ini terlalu besar untukku, aku memerlukan waktu 5 menit untuk bisa kedepan gerbang.
"Silahkan nona" Seorang laki-laki berjas lengkap dengan dasi tiba-tiba membuka mobil mewahnya dan mempersilahkan aku untuk masuk.
"Ma'af anda siapa?" Aku bertanya pada laki-laki itu.
"Saya yang akan mengantarkan anda ke Universitas Teknologi" Katanya.
"Ma'af anda tidak perlu repot-repot mengantarkan saya, saya bisa pesan kendaraan online" Aku langsung berjalan lagi, tapi jalanku di hadang oleh laki-laki ini.
"Tuan Reyhan, ingin berbicara dengan anda nona" katanya sambil memberikan ponselnya padaku.
"Jadi dia yang menyuruhnya" Batinku, dan mulai memegang ponsel itu dengan sedikit gugup.
"Tidak usah menolak! ikut saja dengan dia, mulai sekarang kau akan di antar jemput olehnya" Dia langsung mengomeli ku karena aku menolak ajakan yang ternyata bodyguardnya Reyhan. Dan aku tidak punya pilihan lain.
"Baik, aku akan ikut" kataku pasrah.
"Aku sedang sibuk, jadi tidak bisa telepon lama-lama" Setelah dia mengatakan itu, Reyhan benar-benar langsung memutus teleponnya.
"Kau tidak pernah telepon atau muncul lagi dihadapanku, aku lebih sangat beruntung!" Aku memaki-maki dengan ponsel itu, tentunya setelah Reyhan memutuskan teleponnya. Dan pengawalnya tersenyum melihat aku seperti itu.
"Silahkan nona" dia membukakan pintu mobil mewah itu untuk ku.
"Apa ini koleksi mobil Tuan Reyhan?" Aku memperhatikan kemewahan mobil ini dari dalam.
"Dalam surat-surat mobil ini semuanya atas nona" Aku tertegun setelah mendengar pertanyaan pengawal ini.
"Mobil ini atas namaku?" Tanyaku memastikan aku tidak salah dengar.
__ADS_1
"Benar nona, Ini baru di beli satu Minggu yang lalu" jelasnya. Tapi aku tidak mau berharap banyak, itu bukan sepenuhnya milik ku, dia pasti akan dengan mudahnya mengambil kembali.
"Mobil tipe apa ini?" Aku penasaran dengan mobil mewah ini.
"Ini BMW seri i8" Jawabannya terlalu singkat.
"Boleh aku tahu lebih rincinya" Katanya ku meminta penjelasan lebih.
"nona ini, memang sangat mirip sekali dengan Bigg Bos, tidak akan puas dengan jawaban singkat, mobil ini dilengkapi teknologi plug ini hybrid dan E-mobility, di buat dengan bentuk seperti mobil sport, memiliki harga sekitar 3,5 milar nona" Aku sebenarnya tidak suka dia menyamakan aku dengar Reyhan, tapi aku melupakannya setelah mendengar penjelasan tentang mobil mewah ini.
"Mahal sekali tuan, Siapa nama mu tuan"? Aku tidak lagi bertanya tentang mobil ini, lebih penasaran kepada Pengawal yang sedang menyupir.
"Panggil saja saya pengawal 11 nona, dan jangan panggil saya tuan" dia mulai menyalakan mobil ini.
"Kenapa di panggil pengawal 11?"
"Itu tingkatan kami dalam pengawalan Bigg Bos nona, pengawal 1 sampai 10 itu pengawal utama khusus untuk Bigg Bos, dua diantara mereka adalah sniper handal" Pengawal 11 menjelaskan.
"Kau tidak punya nama?" Tanya ku penasaran.
"Identitas kami tersembunyi setelah kami lolos seleksi sebagai pengawal Bigg Bos, nona" Tambahnya. Dia benar-benar tidak mengatakan apapun selain apa yang aku tanyakan.
"Boleh aku tahu, berapa gajih mu?" Pengawal itu diam sejenak.
"Kami tidak tahu pasti, tapi dua bulan yang lalu istriku memberi kabar ada uang sejumlah $150.000 dolar dalam rekening" Katanya.
"Itu sekitar 2 miliar lebih bukan?" Aku menebak jika uang itu di rupiahkan.
"Benar nona, kalau 1 dolarnya 14.500, kurang lebih 2 miliar 175 juta, itu tabungan yang ku punya sekarang, setelah 1 tahun bersama Bigg Bos" terangnya.
"Kau baru bekerja 1 tahun?" Tanyaku heran.
"Benar. Sebentar lagi kita sampai nona" pengawal 11 menunjuk sebuah bangunan yang pernah aku datangi sekali.
"Tunggu! Berhenti dulu" Pengawal 11 langsung mengerem mobil BMW i8 ini.
"Ada apa nona?" Tanya pengawal 11 bingung.
__ADS_1
"Kau mengantarku sampai sini saja" Aku langsung keluar dari mobil. Pengawal itu juga ikut turun dan terus memanggil ku. Aku terus berlari, aku tidak mau terlalu mencolok karena turun dari mobil mewah itu.
Next...