Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Rubah Bedebah


__ADS_3

"Aku ingin bertemu dengan tuanmu, aku ingin bertemu orang yang kau panggil Bigg Bos, aku ingin bertemu dengan rubah bedebah itu!" Aku memuncak, berkata dengan suara membahana, aku tidak peduli semua orang melihatku dengan tatapan aneh dan penuh tanya.


"Tenanglah nona, tenanglah, Bigg Bos kami sedang ada dalam perjalanan bisnis, tidak bisa ditemui" Tuan Richard ikut berdiri menenangkan ku.


" Aku tidak peduli, aku ingin bertemu dengan dia sekarang! atau tidak ada satupun yang ku turuti perintahnya!" Aku tahu ancaman ku hanya akan membuat aku lebih sulit, tapi satu yang sekarang aku inginkan, bertemu dengan dia dan meminta kejelasan.


"Baiklah nona, tenanglah dulu, kami akan menghubungi Bigg Bos" Tuan Richard sedikit panik melihat aku mulai mengamuk. Kemudian dia pergi menjauh dari ku, mengambil ponselnya dan sesuai perkataannya dia memanggil Reyhan.


"Baik Bigg Bos" hanya itu yang aku dengar sebelum dia menutup teleponnya. Lalu Tuan Richard datang lagi menemui ku.


"Anda bisa bertemu dengan Bigg Bos nona, tapi anda harus ikut dengan kami" Perintah Tuan Richard.


"Aku tidak mau, aku mau dia yang datang kesini" kataku dengan nada semakin kesal.


"Bigg Bos kami sedang ada perjalanan bisnis, baru bisa menemui anda sore nanti, ayolah nona" Tuan Richard mulai membujuk ku. Tapi aku masih pada pendirian ku.


"Tidak, aku mau dia yang datang kesini, apa jaminannya aku bisa selamat jika aku ikut dengan kalian?" Tanya ku pada Tuan Richard. Aku masih troma dengan kejadian di kapal pesiar itu jadi aku akan melawan untuk tidak ikut.


"Ayolah nona, jangan membuat hidup mu sulit" kata Tuan Richard dengan terus membujukku untuk ikut dengan mereka.

__ADS_1


"Hidupku sudah sulit karena Bos kalian itu!" Nadaku kembali tinggi stelah mendengar pernyataan Tuan Richard.


"Bersabarlah nona" Tuan Richard kembali mengingatkan ku dengan kata sabar.


"Kau! Bagaimana bisa aku masih bersabar dengan kesalahan yang tidak pernah aku lakukan?" Aku mengacungkan satu jariku pada Tuan Richard. Dengan kekesalan yang masih aku tahan, Aku masih bersikukuh tidak akan ikut dengan mereka.


Setengah jam kemudian, disaat aku masih bernegosiasi dengan Tuan Richard. Ada sebuah helikopter tipe Sikorsky S-76C terbang diatas kami menuju halaman belakang universitas. Semua orang yang disana melihat helikopter itu, terkagum-kagum dengan kedatangannya, tapi aku tidak memperdulikan hal itu dan sedikitpun tidak tertarik.


"Nona, Bigg Bos datang" kata Tuan Richard.


Ketika Tuan Richard mengatakan itu, seketika jantungku langsung terpompa 100 kali lebih cepat. Aku tidak mengatakan apapun aku hanya melihat-lihat sekitar, tapi tidak ada bentuk wajah laki-laki itu. Aku masih sedikit tenang.


"Mohon tunggu sebentar" tambahnya lagi.


"Selama datang Bigg Bos" pengawal yang dari tadi bersama ku semuanya membungkuk memberi hormat pada Reyhanb tak terkecuali Tuan Richard. Tapi dia hanya mengangkat satu tangannya untuk menyapa. Langkahnya terus berjalan melewati Tuan Richard menuju ke arahku. Tubuhku gemetar, aku berusaha tenang sebisa mungkin. Tapi itu hanya sia-sia saat dia sudah berdiri tepat di depan ku.


"Kenapa kau selalu membuat masalah" kata Reyhan. Sebelum aku bertanya apa maksud yang dia ucapkan, dia sudah mengangkat tangan kanannya dan menarik kepalaku. Kejadian di kapal pesiar itu terulang. Bedanya dia melakukannya didepan umum. Aku terkejut, dengan tubuh yang masih gemetar aku belum mampu melawan. Ketika dia ingin masuk lebih dalam ke mulutku, saat itulah aku mengumpulkan tenagaku untuk mendorongnya.


"Apa yang kamu lakukan?" Aku menutup bibirku, dengan rasa kesal luar biasa dicampur rasa malu, karena hampir semua orang memperhatikan kami bahkan dari pertama kedatangan Reyhan.

__ADS_1


"Kau mau lebih dari ini?" Tanyanya dengan santai, seperti kejadian yang baru saja adalah hal biasa.


"Tidak!" Suaraku meninggi.


"Kalau begitu ikut denganku" perintahnya.


"Tidak, aku tidak mau, aku mau semuanya diselesaikan disini" Kataku dengan nada penuh dengan kekesalan.


"Oh, kau mau aku selesaikan disini? Sekarang juga?" Tanya Reyhan dengan senyuman penuh tanda tanya.


"Yah" Jawabku.


Yang ku maksud adalah menyelesaikan masalah tentang dana dan syarat yang di ajukan Reyhan padaku, tapi dia malah mendekat dan mengunciku dengan kedua tangannya yang sudah melingkar di pinggangku.


"Tunggu! Yang ku maksud adalah syarat-syarat yang kau ajukan" Aku memberontak, mencoba melepas, mendorong tubuhnya agar terlepas dari tubuhku, tapi Reyhan begitu kuat dengan tubuhnya yang gagah, dia bahkan tidak peduli apa yang aku bicarakan dan terus mendekatkan wajahnya kepadaku.


"Aku mohon, bukan ini yang aku maksud" Reyhan terus mendekatkan wajahnya padaku, dan aku hanya bisa berusaha mendorongnya. Dia tidak sedikitpun mau melepaskan ku. Tidak ada satupun orang yang menolongku, para pengawalnya bahkan semua orang hanya menonton apa yang sedang Reyhan lakukan padaku.


Tubuhku juga entah mengapa lemas tak berdaya. Aku yang mampu mengalahkan pencopet bahkan saat dia menyerang dengan brutal, aku yang sudah bertahun-tahun sejak SMP berlatih beladiri, aku yang menggebu-gebu jika mendengar suara laki-laki ini di telepon dengan rasa ingin sekali menghantamnya. Tapi ketika dia sudah ada dihadapanku aku seperti orang lumpuh.

__ADS_1


"Reyhan aku mohon jangan" aku memohon, tapi dia tidak sedikitpun melepaskan ku.


Next....


__ADS_2