Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Novita dan Komunitas PINTU


__ADS_3

"Elis" Aku mencari suara yang terus memanggil ku.


"Hay Ita" ternyata dia Novita teman pertama ku di kampus ini.


"Kau sudah baik?" Aku ingin bertanya tentang penyakit dysautonomianya, tapi rasanya kurang etis jika ku tanyakan di awal pertemuan ini.


"Aku baik, thank you, kau sudah membantu ku"


"Aku senang bisa membantu" kataku dengan memberikan senyuman terbaik.


"Come on, the lecture will start soon" Ita menarik tangan ku, mengajak ku untuk cepat karena sebentar lagi perkuliahan akan di mulai.


"Okay" aku melihat jam, ternyata kurang 5 menit lagi perkuliahan akan di mulai.


Saat kami sudah sampai dikelas, beberapa menit setelahnya seseorang datang dan duduk di bangku dosen, seketika semua mahasiswa langsung diam.


"Hello, introduce, my name is Mr. Lee young, saya disini sebagai dosen manajemen bisnis"


Ya Tuhan, ternyata Mr. Lee selain pembisnis dia juga seorang dosen, aku sedikit tertawa jika mengingat aku baru saja membahasnya dengan Tuan Richard.


"Iya kamu, yang tertawa sendiri, kau tahu apa arti manajement?"


"Melaksanakan atau mengatur"


Aku langsung menjawab pertanyaan dari Mr. Lee saat dia tahu aku sedang tersenyum-senyum sendiri.


"Okay good, lain kali tolong perhatikan lebih serius" kata Mr. Lee, ah membuat aku menjadi malu di kelas.


"Kau ada masalah?" Tanya Ita.


"Oh No, I am okay, hehehe" Aku menahan antara ingin tertawa dan malu.


"okay, kita lanjutkan dipertemuan yang akan datang, tentang bagaimana cara menjalani bisnis yang sukses" Kata Mr. Lee.


"Okay Mr" Setelah itu Mr. Lee keluar.


"Oh iya, siapa yang menghubungi keluarga mu saat kau pingsan ta?" Aku bertanya pada Ita ditengah jam istirahat.

__ADS_1


"Oh, aku menelpon Kakak ku, tapi katanya dia sedang menolong seseorang saat itu, jadi aku di jemput pamanku"


"Kata dokter kau di jemput ayah mu ta"


"Kedua orang tua ku sudah meninggal El"


"Oh, sorry" kataku tidak enak hati dengan Ita.


"No problem, aku sudah di tinggal saat masih kecil, sudah tidak membekas di hati, sekarang aku hanya punya kakak dan paman, tapi mereka berdua lumayan sibuk"


"Kakak mu pasti sangat sayang pada mu"


"Yah, dia sangat sayang, tapi sekarang kasih sayangnya terbagi dengan orang lain" kata Ita dengan muka sedikit sedih.


"Maksudnya?"


"Kakak ku sudah menikah, dan dia mulai menyayangi wanita itu"


"Dan kau tidak suka?"


"Selain kakak dan paman ku, aku tidak punya siapa-siapa lagi yang mau memperhatikan ku, apalagi kau tahu sendiri aku punya penyakit, tentu saja aku tidak suka siapapun merebut keluarga ku, aku bahkan tidak datang di saat pernikahan kakak ku?"


"Yah, aku sangat benci wanita yang telah merebut kakak ku"


"Jadi kau juga belum pernah melihat istri kakak mu itu?"


"Belum, yang aku ingin, sebelum aku melihatnya, aku ingin dia sudah musnah terlebih dahulu, kalau perlu dari muka bumi ini" katanya dengan menggebu-gebu.


"Yah tapi itu pilihan kakak mu ta, apa kau akan membiarkan kakak mu terus melajang kalau seperti itu?"


"Aku tidak mau tahu, pokoknya dia hanya Kakak ku, aku akan buat hancur rumah tangganya"


"kau membuat aku takut"


"Tunggu saja sampai aku melihat wanita itu, akan ku suruh para bodyguard ku untuk menculiknya, akan aku cincang-cincang sendiri tubuhnya"


Aku hanya mampu menelan ludah mendengar apa yang barusan Ita katakan. Melihat Novita seperti ini, tiba-tiba aku teringat Reyhan, disaat dia punya ambisi apapun, akan dia lakukan agar keinginannya tercapai, dia bahkan lebih sering menggunakan ancamannya, tapi kalau melihat Ita, itu pasti lebih mengerikan dari pada seorang Reyhan.

__ADS_1


"Oh iya, disaat kau tidak berangkat ada surat dari kampus untuk semua mahasiswa dari Indonesia" Ita memberikan sebuah amplop padaku.


"Apa ini?"


"Katanya sih itu dari dari komunitas PINTU, dan wajib bagi mahasiswa Indonesia untuk ikut"


"Komunitas PINTU?" Aku bertanya pada Ita karena tidak tahu komunikasi apa itu.


"Komunitas PINTU, komunitas Pelajar Indonesia Nanyang Technological University" kata Ita.


"Ooh"


"Bacalah dulu" perintah Ita. Aku membuka amplop yang berisi surat dari komunitas PINTU.


Intinya surat itu mengajak para mahasiswa Indonesia untuk bergabung di komunitas PINTU. Nah bagi kalian yang melanjutkan studi di universitas teknologi Singapura, komunitas ini bisa menjadi prioritas utama dalam menjalankan adaptasi saat baru pertama datang di negara ini.


Beberapa kegiatan yang diadakan oleh PINTU antara lain:


GTD (Get Together Day). Sebuah ajang penyambutan mahasiswa baru untuk para pelajar Indonesia.


IndoSupper. Acara barbeque atau makan bersama yang ditangani oleh divisi Welfare PINTU.


IndoSeminar. Acara pertemuan penyambutan mahasiswa baru IndoNTU di NTU. Berisi ucapan selamat datang dan panduan bagaimana cara belajar di NTU.


NiRu (Night Run). Lari bersama di malam hari yang diakhiri dengan makan bubur dan minum milo.


T-Spray (Traditional Sport and cultural day). Acara perayaan kemerdekaan RI dengan menampilkan seni tradisional dan bermain olahraga tradisonal bersama.


"Terimakasih ta"


"Sama-sama"


Setelah aku selesai membaca surat dari komunitas PINTU, ternyata jam terakhir kosong, dan membuat semua mahasiswa berhamburan keluar kelas untuk pulang, begitu juga dengan aku dan Ita.


Sampai ditempat parkiran Ita juga sudah di jemput oleh supir pribadinya, saat sang supir keluar untuk membukakan pintu, aku melihat wajah yang tidak asing.


"Aku duluan ya El" Ita melambaikan tangan ku. Aku hanya menjawabnya dengan senyuman.

__ADS_1


Dan di dalam hatiku aku berkata miris, "Ya Tuhan, dia adalah pengawal 11, yang dulu pernah mengantarku menggunakan mobil BMW i8, jangan-jangan yang dimaksud kakaknya Ita adalah Reyhan?, Mati aku, kalau harus berhadapan dengan adeknya juga nanti"


Next...


__ADS_2