Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Penculikan


__ADS_3

"Siapa kau?"


"Apa kau lupa dengan ku? Kita baru saja bertemu 5 jam yang lalu" Kata laki-laki dengan paras yang sangat tampan itu.


"5 jam yang lalu?" Aku berfikir keras, melihat kedinding ada sebuah jam indah yang terpasang disana, sudah jam 3 sore, itu artinya 5 jam yang lalu aku masih berada di bandara Washington DC. Dan aku pingsan hampir 2 jam.


Otakku terus berputar, tapi nihil, aku sedikitpun tidak mengenali siapa orang ini.


"Katanya kau punya otak yang cerdas, tapi sepertinya itu hanya sebuah rumor" Katanya, dari bicaranya laki-laki ini seperti sedikit mengetahui tentang aku.


"Aku tidak kenal dengan mu, dan ku rasa kita tidak pernah bertemu" kataku.


"Apa kau lupa! Kau sudah seenaknya menabrak ku, dan pergi begitu saja!" Dia membentak tepat didepan mukaku. Kalau saja tangan dan kakiku tidak diikat, aku pasti sudah menonjok mukanya.


"Oh kejadian itu, aku sungguh minta ma'af, aku sedang terburu-buru karena mengejar pesawat, aku benar-benar tidak sengaja melakukannya" Aku mulai ingat kejadian itu. Dan dia mengejar ku sampai ke Kanada.


"Ma'af! Kau tahu, kau sudah membuat ponsel ku terjatuh dan masuk kelubang pembuangan air! Bagaimana kau akan bertanggung jawab tentang itu?" Katanya masih dengan nada tinggi.


"Aku, aku akan menggantinya, berapa harga ponsel mu itu?" dan saat itu yang aku pikirkan hanyalah Reyhan. Semoga dia mau membantu ku.


"Menggantinya? Hahahaha, baik! Kau punya 108?"


"108? 108 apa?" Aku bertanya tentang angka yang membingungkan itu.


"108 miliar!"


"Miliar? Heh, mana ada ponsel dengan harga semahal itu! Ini pemerasan namanya!" Aku terkejut dengan harga ponsel yang fantastis itu, di Indonesia saja harga termahal dari sebuah ponsel hanya 20-30 juta.


"Hey! Kau pikir ponsel ku hanya ponsel abal-abal! Ini ponsel Diamond Rose iPhone 4 lah! Memang segitu harganya!"


Ya Tuhan! Jadi ponsel itu memang ada. Ponsel termahal di dunia yang dibuat oleh Stuart Hudges. Bezelnya dibuat dengan tangan sekitar 500 berlian tanpa cacat individu yang totalnya lebih dari 100ct.


Bagian belakang dibuat menggunakan rose gold dengan sentuhan tambahan logo Apple rose gold dan 53 berlian. Navigasi utama dibuat dari platinum yang memegang berlian merah muda 7,4ct tunggal. Juga termasuk (tidak diperlihatkan dalam gambar) adalah berlian tanpa cacat 8ct single cut langka yang dapat menggantikan yang merah muda. Dan tentu masih banyak kehebatan lainya dari ponsel Diamond Rose iPhone 4 ini.


"Apa benar ponsel mu itu Diamond Rose iPhone 4?"


"Hey gadis kecil, kau pikir aku bercanda hah!" Tangannya *** mulutku dengan kasar.


"Aku akan menggantinya, tapi tidak sekarang"


"Aku mau sekarang! Kau tidak tahu betapa pentingnya ponsel itu, karena kau menjatuhkannya, kau juga membuat aku rugi triliunan!"


"Tapi, tapi aku benar-benar tidak sengaja!"


"Tidak sengaja! Kau memang sengaja menabrak ku untuk menggagalkan rencana kami menyeludupkan senjatakan? Itu rencana mu sampai datang ke Kanada, benar kan!"


"Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau tahu tentang itu?"


"Ooh, jadi kau sudah berhasil melakukan itu tapi kau tidak tahu para anggotanya, sungguh hebat tuan mu itu membuat sebuah rencana"


"Apa maksudmu?"


"Hahaha, lihatlah, jadi kau gadis kecil yang pura-pura polos yaaah, aku adalah ketua dari perdagangan senjata ilegal tahun ini, tapi sialnya disaat sedang banyak pesanan kalian malah mengacaukannya" dia memperlihatkan wajah yang sangat marah.


"Apakah Reyhan sudah berhasil mencegah transaksi itu?" Aku bertanya pada diriku sendiri.


"Jadi kau tidak mau mengganti rugi!" Katanya lagi membentakku karena dia melihat aku hanya diam.

__ADS_1


"Bukannya aku tidak mau mengganti rugi, tapi aku tidak punya uang segitu banyak sekarang. Tapi aku rasa, aku juga tidak akan menggantinya sepeserpun"


"Ooh jadi begitu, jangan mentang-mentang kau dilindungi orang terhebat, aku tidak berani melakukan apapun pada mu! Kalau kau tidak bisa menggantinya dengan uang, gantilah dengan dirimu!" Aku langsung menengok kewajahnya. Dia hanya tersenyum penuh kelicikan.


"Apa maksudmu?"


"Ganti dengan dirimu! Kau punya wajah yang rupawan, walaupun kecil tapi kau sangat menggoda bagiku, layanilah aku sampai aku menganggap hutang mu lunas"


"Aku tidak mau! Dan aku rasa itu memang pantas untukmu!" Mataku melotot padanya.


"Akan aku buat kau mau!" Dia dengan cepat memegang pundak ku, memaksa untuk mencium bibirku. Aku terus mengelak, hanya mampu menggoyangkan wajahku karena tangan dan kaki ku terikat di kursi yang aku duduki.


"Tidak!" Aku terus memberontak, seandainya aku tidak terikat, aku pasti sudah menghajar habis orang ini.


"Seberapa lama kau bisa terus menghindar?" Dia berhenti, memandangku dengan lekat, memegang wajahku dengan kedua tangannya.


Aku kalah tenaga, ditambah tangan dan kakiku yang tidak mampu aku gerakkan. Dia berhasil meraih mulutku, melumatnya dengan kasar. Saat itu yang aku pikirkan hanya Reyhan, ada rasa takut yang mulai menjalar tubuhku, takut akan kejadian ini benar-benar terjadi, takut jika Reyhan tahu tentang ini dan dia tidak mau menerima ku lagi.


"Eemmm, emmmm" aku merasakan lidahnya didalam mulutku, dan saat itu aku langsung menggigit lidahnya dengan keras.


"Aaaaaaahhh! Sit!" Dia berteriak kesakitan. Aku merasakan darah di mulutku, dan sebelum kutelan ku ludahkan darah itu kelantai.


"Berani sekali kau menggigitku! Akan ku buat kau menyesal" Dia maju lagi, kali ini dengan lebih menggebu-gebu penuh gairah, merobek baju ku sedikit demi sedikit.


"Jangan! Hentikan!" Aku berteriak tepat di telinganya.


"Rasakan ini!" dia terus mengoyak semua bajuku, dan mulai membuka celanaku dengan paksa.


"Jangan!" Aku menekan dudukku agar celanaku tidak sampai terlepas. Tapi lagi-lagi dengan semua badanku yang terikat aku selalu kalah. Dia berhasil membuka celanaku dan memaksa membuka yang lainnya.


Dengan semua bajuku yang sudah terbuka hanya meninggalkan beberapa dalaman yang ku pakai, dia tertawa puas.


"Reyhan, tolong!" Aku merintih, merasakan ketakutan luar biasa.


Belum sempat laki-laki itu menyentuh mahkota ku, suara pintu terketuk dengan cepat dan keras.


"Bos! Kita sedang diserang bos!" Kata seseorang diluar pintu itu.


"Sial! Siapa yang berani mengganggu kesenangan ku!"


Laki-laki itu melepas ku karena terganggu oleh teriakan di luar, berjalan dengan kesal menuju pintu, sebelum dia membuka, pintu itu sudah didobrak dulu dari luar, laki-laki itu terjungkal.


"Siapa kau?!" Dia bertanya pada seorang laki-laki yang mendorong pintu itu dengan kasar, seorang laki-laki yang terus ada dalam benak ku, seseorang yang sangat aku rindukan. 'Reyhan Anggara'.


"Kau sudah bosan hidup ya Jeck!" Reyhan membuka kacamatanya. Dia mengenal laki-laki yang hampir memperkosaku.


"Mr. Lion" Aku melihat laki-laki yang ternyata bernama Jeck itu sedang ketakutan setelah tahu yang datang adalah Reyhan, dia memanggil dengan nama lainnya.


"Aku sudah bilang jangan sampai aku melihat muka mu lagi" Reyhan mengeluarkan pistol andalannya dari celananya dan menodongkan dikepala Jeck.


"Hehehe, sayangnya kita sudah berjumpa tuan, dan aku tidak menyesal untuk kali ini, karena imbalan sebelum aku mati adalah wanita mu yang sangat menggairahkan itu" katanya mencoba memancing kemarahan Reyhan.


"Sudah kau apakan istri ku!" Reyhan menginjak tubuh Jeck.


"Aaah! Hehe. ternyata dia istri mu. Aku sudah menikmati semuanya, kau hanya tinggal menunggu punyaku berbuah" Katanya dengan senyuman mengejek.


"Sialan kau!" Reyhan menendang beberapa kali pada Jeck, tapi dia tidak bergeming atau membalasnya sama sekali.

__ADS_1


"Bohong! Dia bohong Rey, dia hanya memaksa ku. Tapi kami belum melakukan apapun" Aku berteriak, memastikan bahwa Reyhan percaya omongan ku.


"Hahaha, dasar gadis kecil bodoh! Kau tahu kau sudah pingsan hampir 2 jam, apa kau merasakan sesuatu saat itu?"


"Tidak! Itu tidak mungkin, aku terbangun dalam keadaan terikat!"


"Hahaha, kau memang gadis kecil yang polos, kau bahkan sudah telanjang seperti itu" Katanya lagi menggoda Reyhan agar terpancing emosinya.


"Tidak Rey, percaya padaku!"


"Aaahh, kau memang pantas mati Jeck!" Reyhan tidak menunggu waktu panjang, dia menembakan pistolnya tepat di kening Jeck. 'DOR'. Satu peluru itu berhasil membuat Jeck tidak lagi bergerak apalagi bernafas.


Reyhan terdiam sejenak, dia masih melihat mayat Jeck yang baru saja dibunuhnya, aku tidak mampu melihat pemandangan mengerikan itu, mataku tertutup rapat, sampai aku merasakan Reyhan sudah berdiri tepat didepan ku.


"Rey" aku memanggilnya karena dia hanya diam tanpa mengatakan satu katapun.


Dia mulai membuka ikatanku, melepaskan jasnya dan memakaikan di tubuhku. Aku juga memakai celana ku kembali. Satu yang kurasakan saat ini adalah sifatnya yang dingin.


"Rey" dia tetap diam.


"Richard!" Seketika Tuan Richard langsung terlihat.


"Yes Bigg Bos" Tuan Richard membungkuk.


"Bawa dia! Periksakan semua keadaannya, bila perlu visum! Aku tidak mau ada dikit saja punya Jeck yang masih menempel di rahimnya!" Aku merasakan bahwa Reyhan benar-benar sangat marah. Yang aku takutkan akhirnya terjadi.


"Rey, itu tidak benar, aku tidak melakukan apapun dengannya" Aku menangis, tiba-tiba saja ada rasa takut akan kehilangan Reyhan.


"Baik. Tapi Bigg Bos, bagaimana dengan Jeck ini, apa kita hanya akan meninggalkannya, ini pasti akan menimbulkan masalah yang lebih besar, dia adalah putra satu-satunya tuan besar di negara ini"


"Ah diam kau! Biar ini menjadi urusanku, kalau kita mengalami masalah yang lebih besar memangnya kenapa?! Apa kau sudah tidak mampu menanganinya?!"


"Bukan begitu, tapi..." Belum selesai Tuan Richard berbicara, Reyhan sudah memotongnya.


"Ah sudahlah, kau hanya ku perintahkan membawa Nona muda, periksakan dia secepatnya!"


"Baik Bigg Boss" Tuan Richard membawa ku, ada banyak hal yang ingin aku katakan pada Reyhan. Tapi melihat keadaannya seperti ini, semua pasti hanya sia-sia.


Beberapa hari setelah kejadian itu, aku belum melihat Reyhan kembali, kata Tuan Richard dia sedang membereskan masalah besar dengan ayahnya Jeck.


"Nona, ini hasil pemeriksaan dokter, ma'af saya sudah membacanya, silahkan anda lihat sendiri hasilnya"


Aku membuka amplop putih itu, ada satu kertas terlipat didalamnya aku mulai membuka dan membacanya.


"Positif? Positif apa ini tuan?"


"Diketerangan ini, anda positif sedang hamil nona"


"Apa? Aku, aku hamil tuan?"


"Iya nona, usianya baru satu Minggu kata dokter, dan saya sudah memberi tahu hasil ini pada Bigg Boss, karena dia meminta ingin langsung tahu hasilnya"


"Apa yang Reyhan katakan tuan?"


"Dia" Tuan Richard terdiam, seperti enggan melanjutkan apa yang dikatakan Reyhan.


"Dia meminta saya untuk menggugurkan kandungan anda" Kertas hasil pemeriksaan yang saya pegang terjatuh, badan yang sedari tadi kuat tiba-tiba lemas tak berdaya setelah mendengar pernyataan tidak sedap dari Tuan Richard.

__ADS_1


"Apalagi ini, Tuhaaan!"


Next......


__ADS_2