Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Helikopter


__ADS_3

"Aku mohon, jangan" Sebelum dia sedikit lagi mendapatkan mulutku, aku mengeluarkan pilihan terakhir agar bisa lepas dari Reyhan saat ini.


"Aku akan ikut" kataku dengan cepat. Hanya itu pilihan terakhirku. Dan benar, Reyhan tiba-tiba berhenti saat mendengar bahwa aku akan ikut dengannya. Tapi tangannya masih melingkar kuat dipunggung ku. Dia hanya tersenyum penuh kemenangan.


"Jangan mempersulit jalan mu sendiri rubah kecil" dia melepaskan tangannya, dan berganti menyentuh hidungku sekilas.


"Ayo jalan" perintahnya.


Aku masih ragu-ragu untuk ikut dengannya, aku menunduk, menguatkan diriku, menyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Dan saat aku mau mulai berjalan mengikutinya, Reyhan sudah membalikkan badannya menghampiriku lagi, aku langsung terdiam, dan tidak menyangka apa yang akan dia lakukan padaku.


"Aku bisa jalan sendiri, turunkan aku" Reyhan yang tiba menggendongku tanpa seizin ku.


"Aku sudah bilang, aku tidak suka orang lemah dan lelet" Katanya dengan terus memanggulku di pundaknya. Aku memberontak, meminta untuk diturunkan. Tapi semua usahaku sia-sia karena dia mengancamku akan melakukan hal yang sama di gazebo kalau aku tidak mau diam.


Kami menuju halaman belakang universitas, dan ternyata disana ada lapangan sangat luas, mungkin hampir sama luasnya dengan stadion gelora bung Karno beserta halaman-halamanya


Aku diturunkan Reyhan setelah kami sampai di depan helikopter.

__ADS_1


"Masuk" perintahnya padaku. Aku hanya menurut. Ternyata helikopter yang tadi terbang itu adalah miliknya. Reyhan hanya menatapku saat kami sudah duduk berseberangan.


"Kau tau tentang helikopter ini? Kalau tidak tau minimal tipenya, aku akan mencium mu lagi dan mendorong mu dari sini" Dia bertanya tapi sekaligus mengancamku dengan serius setelah kami kami dalam penerbangan.


"Aku akan menghitungnya sampai tiga" tambahnya.


"Satu" dia benar-benar tidak main-main dengan apa yang sudah di katakanya. Di hitungan satu aku langsung melihat semua sisi dari helikopter itu.


"Dua" Dia menunjukkan dua jari tangannya, memperingatkan ku bahwa tinggal satu hitungan lagi. Aku selesai melihat-melihat sudut-sudut helikopter ini.


"Aku akan menjawab" kataku dengan cepat. Dia hanya diam menunggu jawabanku.


"Helikopter dengan tipe Sikorsky S-76C" kataku dengan hati-hati. Dia tersenyum kecil, lalu memberikan beberapa tepuk tangan padaku.


"Aku ingin lebih detailnya, kalau tidak..." Perintahnya lagi dan sebelum acamannya dia katakan aku segera menyebut detail helikopternya.


"Helikopter ini dilengkapi dengan dua mesin Turboshaft Turbomeca Ariel 1S1, memiliki kapasitas penumpang sekitar 8 orang, helikopter yang cukup terkenal ini memiliki harga sekitarnya US$.12,95 juta atau setara dengan 177,8 milyar rupiah, menjadi salah satu helikopter termahal yang ada" Kataku menyebutkan beberapa persoalan yang aku tahu tentang helikopter ini.

__ADS_1


"Hahahaha, kau memang cerdas rubah kecil, aku yakin kau memiliki prestasi di sekolah mu" Reyhan tertawa dan memuji setelah mendengar penjelasan ku.


Aku sedikit tenang, karena bisa lolos dari ancamannya. Tapi tiba-tiba dia kembali tersenyum tanda tanya, senyuman orang licik, senyuman yang membahayakan. Aku terkejut karena dia tetap mendekatkan wajahnya padaku, aku terdorong kekursi, tidak bisa bergerak karena tangan Reyhan memegang kedua tangan ku. Aku kembali terpojok dan hanya bisa merasakan bibirnya yang memiliki rasa.


"Kau memang cerdas, hanya saja kau kurang cepat, hitungan ku sudah selesai sampai tiga, tapi aku masih mengampuni mu untuk hukuman yang kedua, kau tetap selamat dari ketinggian helikopter ini, hahaha" katanya setelah selesai mencium ku dan kembali tertawa penuh kemenangan.


"Kau menipuku" kataku, aku sangat kesal dengan rubah bedebah ini.


"Bibir mu membuat aku kecanduan rubah kecil" Reyhan membersihkan mulutnya.


"apa kau bilang" Aku juga membersihkan mulutku, tapi dengan hati penuh dengan kemarahan. dan dia hanya tertawa..


"Hahahaha"


Sebenarnya pemandangan dari atas helikopter ini sungguh indah luar biasa, kau hampir bisa melihat seluruh bangunan menawan yang ada Singapura, karena negara ini hanya sebesar kota Jakarta. Tapi sayang, sekali lagi aku tidak pernah menikmati pemandangan indah ini seperti di dalam kapal pesiar waktu itu.


Next....

__ADS_1


__ADS_2