
Satu hari setelah Reyhan meninggalkan ku sendiri di hotel ini, aku mulai membuka catatan kertas yang diberikan Reyhan untukku pelajari.
Shadow economy, aku memang tidak asing dengan nama itu, yah, sedikit tahu tentang artinya, shadow economy merupakan istilah dari penggelapan ekonomi dan tidak lepas dari kata uang.
"Permisi Nona, saya Richard" Aku langsung membukakan pintu untuknya.
"Tuan Richard, ada apa?"
"Saya diutus Bigg Bos untuk datang kesini, dan membantu anda dalam mempelajari berkas-berkas yang sudah Bigg Bos berikan" kata Tuan Richard seraya memberi hormat.
"Masuklah Tuan, memang banyak sekali yang saya ingin tanyakan"
"Terimakasih Nona"
"Apa Reyhan tidak akan kembali?"
"Emm, apa nona sudah merindukannya?" Tuan Richard tersenyum menggoda.
"Ah, bukan begitu tuan, aku hanya bertanya saja, kalau dia tidak kembali sepertinya aku sedikit aman" kataku sedikit tersenyum.
"Ah, anak muda jaman sekarang, memang punya rasa mau tapi malu, haha"
"Tuaaan, bukan seperti itu" aku sedikit malu karena godaan Tuan Richard terhadapku. Sekilas kembali terlintas pada malam pertama, dan itu mampu membuat tubuhku menjadi lebih panas.
"Hahaha, baiklah, saya juga tidak ingin terlalu mengambil resiko karena terus menggoda mu nano" Tuan Richard duduk di shofa ruang tengah kamar ini.
"Kau sudah membaca catatan yang Bigg Bos berikan nona?" Tuan Richard melihat tumpukan kertas yang aku pegang.
"Belum semua, aku lebih suka berdiskusi dari pada harus membaca segini banyaknya tuan"
"Emmm, baiklah, tanyakanlah apa yang ingin anda ketahui nona" perintah Tuan Richard.
__ADS_1
"Seberapa berpengaruh shadow economy itu tuan?" Aku memulai pertanyaan pertama.
"Sangat berpengaruh besar nona, terutama dalam perekonomian suatu negara, terkadang rakyat hanya menyalahkan pemimpin atau presidennya saat perekonomian negara tersebut sedang terpuruk, padahal ini juga tidak lepas dari perbuatan shadow economy" Tuan Richard mulai menjelaskan.
"Kenapa bisa seperti itu?" Aku mulai tertarik dengan penjelasan Tuan Richard.
"Memang sangat rumit jika ini dijelaskan, tapi faktanya penggelapan ekonomi/keuangan (shadow economy) memang tidak lepas juga dari oknum yang menginginkan keuntungan sendiri, dan hal ini sangat dimungkinkan oknum itu dari aparat pemerintah itu sendiri"
"Benarkah tuan?"
"Contoh kecilnya seperti ini, saya mengambil contoh dari negara anda nona, negara anda sebenarnya bisa menjadi negara terkaya di dunia, bahkan Amerika yang memegang kusor keuangan tidak bisa dibandingkan dengan negara Indonesia, sayangnya, negara anda terlalu banyak memiliki oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab"
"Negara terkaya?"
"Yah, dengan kekayaan alamnya seperti batubara, penambangan emas, minyak, hutan yang masih luas dan lain sebagainya, semua Indonesia memilikinya, bahkan banyaknya dari para pekerja itu adalah orang Indonesia sendiri, tau kenapa negara anda masih menjadi negara berkembang nona?"
"Karena kebanyakan dari apa yang ada di sana dilakukan secara ilegal (tidak berijin), baik itu dilakukan oleh individu maupun entitas usaha. Sehingga tidak ada pemasukan untuk membangun lebih negara tersebut, karena mereka tidak memiliki pajak yang seharusnya dibayar ke negara, sehingga uang yang dihasilkan hanya mereka simpan sendiri"
"Karena sebenarnya oknum dari kejahatan itu adalah rakyat dan pemerintah itu sendiri?"
"Cerdas, tapi memang tidak semua rakyat, tapi mereka yang melakukannya, bagi seorang pemimpin atau presiden mereka tetap rakyatnya. memang sangat rumit kalau pikiran kita tetap tertuju hanya menyalahkan pemimpin negaranya saja"
"Lalu bagaimana dengan rakyat yang selalu menyalahkan pemerintah, karena membiarkan negara asing masuk ke Indonesia?"
"Masalah itupun pemerintah tidak akan mengubahnya, karena faktanya saat negara anda tidak dibantu oleh negara asing, negara anda justru akan semakin terpuruk nona, terima atau tidak terima, suka atau tidak suka, orang-orang dari negara anda kebanyakan memang bekerja hanya sebagai buruhnya"
"Dan mereka memiliki kemungkinan sangat kecil untuk menjadi bos atau mandornya, anda tahu kenapa nona?"
"Yah, saya sedikit tahu tentang itu, karena kebanyakan orang dari negara ku lebih cepat tergiur dengan uang yang langsung diterimanya dengan jumlah miliaran, dari pada harus membangun sedikit demi sedikit"
"Kurang lebih seperti itu nona"
__ADS_1
"Sebenarnya apa penyebab munculnya shadow economy tuan"?
"Ada beberapa alasan yang menjadi penyebab munculnya shadow economy, antara lain karena ketatnya peraturan pemerintah, dalam hal perpajakan terutama, yang secara potensial bisa mengurangi keuntungan yang diperoleh mereka yang melakukan bisnis ilegal. sehingga menimbulkan upaya dari sebagian pihak untuk melanggar aturan tersebut"
"Anda tahu berapa perkiraan shadow economy di negara anda sendiri nona?"
"Berapa tuan?"
"Kurang lebih 20%"
"Itu angka yang sangat besar tuan"
"Memang, untuk ukuran negara, angka itu sudah cukup membuat pemimpin negara itu sendiri menjadi geram"
"Dan Bigg Bos menginginkan anda untuk terjun kesana nona"
"Tapi apa yang bisa aku lakukan? Aku belum begitu paham tentang itu semua"
"Saya tidak bisa lebih dari ini nona, dan anda akan ikut dalam pertemuan seluruh presiden dunia 2 Minggu lagi"
"Apa? Saya belum mampu untuk itu tuan"
"Hemm, jangan merajuk pada saya nona, anda bisa katakan itu pada Bigg Bos nanti malam, saya hanya bisa memberi tips, katakanlah saat anda sedang berhubungan, anda pasti akan mendapatkan apa yang anda inginkan"
"Apa maksudnya tuan"
"Hahaha, selamat siang nona, saya pamit undur diri"
"Katakanlah saat anda sedang berhubungan, apa maksudnya?" ???????
Next....
__ADS_1