Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Apartemen Cairnhill Nine


__ADS_3

Mereka dengan santainya membicarakan apartemen yang akan dipesan, sedangkan aku harus berusaha melawan troma yang terus menggelantung di kepalaku.


"Apartemen Cairnhill Nine atau Ascott Orchard Bigg Bos?" Tuan Richard menunjukan dua gambar tentang dua apartemen yang sudah di sebutkannya.


"Bacakan rinciannya dan apa yang bisa di dapat dari apartemen itu?" Reyhan bertanya tanpa menunjuk apartemen mana yang dia maksud.


"Apartemen Cairnhill Nine, apartemen yang dikembangkan oleh developer terbesar di Asia ini baru selesai tahun 2016 lalu Bigg Bos" kata Tuan Richard.


"Hemm" hanya itu jawaban Reyhan.


"Memiliki kawasan yang strategis dengan Orchard yang merupakan pusat bisnis dan pembelanjaan. Apartemen ini juga dilengkapi dengan sistem kunci teknologi terkini yaitu sidik jari dan password" kata Tuan Richard dengan terus menjelaskan kemewahan apartemen yang akan di pesan.


"Apa hanya itu?" Tanya Reyhan seolah-olah semua itu belum cukup.


"Masih ada sistem smart home yang terintegrasi dengan ponsel penghuninya, jadi anda bisa mengatur semua peralatan elektronik yang ada, seperti AC atau membuka pintu hanya dengan ponsel anda bahkan dari jarak yang cukup jauh Bigg Bos"


Aku hanya mendengarkan penjelasan Tuan Richard, tapi dengan hati yang semakin gelisah.


"Apa apartemen itu punya tempat rahasia?" Tanya Reyhan belum puas dengan semua fasilitas yang sudah disebutkan.


"Oh ada Bigg Bos, kompartemen yang ada disalah satu kamar khusus, yang jika dilihat dengan kasat mata itu hanyalah sebuah lemari biasa, tapi jika pintu wardrobenya digeser, maka akan terbuka kompartemen rahasia. Itu akan kami jadikan sebagai kamar anda"


Kata Tuan Richard menjelaskan lebih detailnya.


"Pesankan apartemen itu" perintah Reyhan.


"Baik Bigg Bos, apartemen itu seharga US$2,5 juta, izinkan kami mengakses menggunakan kartu glod anda" Pinta Tuan Richard.


"Hemm" lagi-lagi hanya seperti itu jawaban Reyhan.

__ADS_1


"Apartemen macam apa itu, memiliki harga hingga 36 milyar?" Batinku bertanya-tanya setelah mendengar harga dari apartemen yang akan Reyhan pesan.


"Kau bersiap-siaplah" kata Reyhan padaku.


"Bersiap-siap untuk apa?" Tanyaku dengan pikiran yang kacau.


"Menepati janji mu" katanya dengan cuek. Giliran aku yang bingung, aku tidak pernah merasa berjanji apapun padanya.


"Apa aku pernah mengatakan janji?" Tanyaku sepelan mungkin untuk tidak memancing emosinya. Tapi dia tiba-tiba menatapku dengan tajam, dengan tatapan yang paling menusuk.


"Apa aku perlu mengulangnya?" Dia bertanya dengan terus menatap ku, seperti aku ini mangsa yang siap dilahapnya.


"Aku, aku benar-benar lupa" Setelah aku tersadar dari rumah sakit, aku benar-benar lupa janji apa yang pernah aku katakan padanya.


Reyhan terdiam menatapku dengan wajah menahan emosi. Tiba-tiba dia mendorong ku, kembali memojokkan ku di kursi. Aku ingin melawannya, tapi bisakah dia merasakan bahwa aku belum sepenuhnya pulih, tubuhku masih merasakan lemas.


"Aku akan mengingat janji itu dulu, tapi beri aku waktu, akan lebih mudah bagiku mengingat perkataan ku saat aku sudah sembuh" Aku mencari alasan yang tepat. Dan itu berhasil membuat Reyhan melepaskan tangannya.


"Baik, waktumu hanya dua hari untuk mengingatnya" Aku menarik nafas dalam, huh rasanya sangat lega bisa lepas dari perbuatan laki-laki tak berperasaan ini.


"Kita sudah sampai Bigg Bos" Tuan Richard mengingatkan kami.


Reyhan hanya terdiam, para pengawalnya membukakan pintu mobil untuk kami, sebelum kami keluar Reyhan memanggil ku dulu.


"Rubah kecil" entah mengapa aku menanggapi saja panggilan itu dengan membalikan tubuhku dan melihatnya, padahal aku sedikitpun tidak suka panggilan itu. Tapi belum sampai aku menengok full kebelakang, dia sudah mendekat padaku dan mencuri satu kecupan.


Aku terbengong, hati yang kesal, hati yang membara, marah karena aku lagi-lagi tertipu olehnya. Lagi-lagi dia dengan mudahnya mencuri ciuman dariku.


"Rubah bedebah" kataku, walaupun pelan, aku tahu Reyhan mendengarnya. Dan dia hanya tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Setelah aku keluar dari mobil, lagi-lagi mataku mendapatkan kemewahan yang belum pernah aku lihat, sebuah bangunan elegan menjulang tinggi dengan 30 lantai kurang lebih tepat berdiri di depanku.


Aku mematung sejenak, bukan karena kagum atau terpesona dengan kemewahan yang ada. Tapi karena aku memikirkan kejadian apa yang akan aku alami jika aku masuk disana.


"Cepatlah!" perintah Reyhan karena melihat aku terdiam. Aku mengikutinya bukan karena aku sudah luluh, tapi aku lebih memikirkan keadaan ayah, bagaimana jadinya kalau aku terus memberontak padanya.


"Wellcome Mr. Lion" seseorang dengan pakaian sangat elegan menyapa rombongan kami, tapi aku tidak tahu dia memanggil nama siapa.


"Sudah kau persiapakan?" Reyhan berjabat tangan dengan orang itu, dan yang dimaksud Mr. Lion itu adalah Reyhan.


"Of course, kami sudah persiapan untuk anda apartemen keunggulan kami, dan ini bangunan yang paling baru disini, dengan perlengkapan paling canggih dan modern" katanya dengan bangga.


"Oh iya Mr. Lee, apa kau sudah menjamin keamanan disini?" Tanya Reyhan kepada laki-laki yang bernama Lee itu.


"Anda jangan khawatir Mr. Lion, kami sudah memasang 30 cctv untuk bangunan luar, dan masing-masing 10 cctv bangunan dalam, termasuk diseluruh kamar, tapi anda bisa mematikannya sendiri jika anda tidak suka cctv yang kami pasang di masing-masing kamar, hahaha" Mr. Lee menjelaskan dengan bangganya bangunan ini dengan sistem yang katanya sudah sangat aman.


"Silahkan Mr. Lion, silahkan menggunakan sidik jari anda untuk membuka pintu ini, saya sudah menggantinya" perintah Mr. Lee


Reyhan hanya diam, dia kemudian membalikkan badannya dan terus melihat ku.


"Kemarilah" perintahnya padaku. Aku hanya menurut, dia memegang tangan kanan ku dan menarik satu jari telunjukku untuk ditempatkan di mesin sidik jari itu, setelah jari ku diangkat mesin itu berbunyi.


"Silahkan mengulangnya" kata mesin itu, dan Reyhan kembali menarik jari telunjuk ku.


"Sidik jari sudah terdeteksi, silahkan masukan password cadangan" kata mesin itu.


"Ma'af Mr. Lee" kata Reyhan. Semua orang tahu apa maksud Reyhan, mereka termasuk aku disuruh untuk mundur dan password cadangan itu hanya Reyhan yang tahu.


Next...

__ADS_1


__ADS_2