Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Trik Beladiri


__ADS_3

Aku masih berusaha melepas pelukan Reyhan, sampai aku ingat satu teknik beladiri untuk bisa lepas saat kau didekap dari belakang. Aku melihat kebawah, mengincar salah satu kaki Reyhan yang mudah aku dapatkan.


"Hyaaaa!" Aku menjerit berbarengan dengan menginjak kaki Reyhan sekuat tenaga. Dan berhasil.


"Aaaah" Reyhan menggerang kesakitan, dan otomatis langsung melepaskan pelukannya berganti memegangi kakinya.


Aku buru-buru menghadap kebelakang, mendorong Reyhan selagi dia belum tersadar dari rasa sakit di kakinya. Cepat-cepat membuka pintu dan melesat lari keluar kamar.


"Tunggu! dasar rubah kecil! Kau akan membayar lebih dari ini"


Aku mendengar Reyhan memaki ku, tapi aku tidak peduli, aku terus berlari sampai aku berpapasan dengan Tuan Richard dan menabraknya.


"Ma'af, tolong izinkan aku pergi tuan" aku memohon kepada Tuan Richard. Berharap keempat bodyguardnya tidak menangkap ku. Tuan Richard terdiam sejenak.


"Biarkan dia pergi" kata Tuan Richard kepada para bodyguardnya.


"Terimakasih tuan" aku cepat-cepat pergi, dan melihat Reyhan sudah ada di belakang ku. Aku masih mendengarkan beberapa percakapan mereka.


"Sudahlah Bigg Bos, pertemuan kita dengan para dewan tinggal lima menit lagi" Kata Tuan Richard


"Kenapa kau biarkan dia pergi?" Reyhan malah bertanya tentang aku yang di loloskan Tuan Richard.

__ADS_1


"Kau bisa mendapatkannya lagi nanti, pertemuan ini tidak boleh di tunda atau telat hanya karena kau terus mengurusi gadis itu" kata Tuan Richard.


"Aku hanya mau membawa dia ke pertemuan bisnis itu, karena disana pasti ada ayahnya" Itu kata-kata terakhir yang aku dengar dari Reyhan.


Apa? Ayah datang kesini. Bagaimana kalau terjadi sesuatu lagi dengan ayah? Aku langsung keluar menuju tempat parkiran, mencari mobil yang sering di pakai ayah untuk mengantar Bapak Duta Besar. Dan menemukan satu plat mobil yang tidak asing lagi. Selang beberapa menit aku mendengar suara seseorang seperti kesakitan.


"Aaah, ampun, saya salah tuan, saya minta ma'af" Suara itu, suara yang sangat femilayar di telingaku. Aku mendekatinya, mencari sumber suara.


"Ayaaaah" Aku melihat ayah sudah duduk di lantai hampir dipukul lagi oleh kedua orang yang menggunakan seragam hitam.


"Hentikan!"


Aku bersiap, memasang kuda-kuda, mengancang-ngancang serangan, melihat gerak-gerik mereka yang siap menyerang ku kapanpun. Satu tendangan meluncur aku berhasil mengehidar, belum sempat orang itu berbalik badan gantian aku menendang di punggung belakangnya, dia tersungkur, kepalanya membentur saka parkiran.


Orang satunya tak kalah giat, dia mau memukulku dengan kepalan tangannya, aku menangkap pukulan itu, dan dengan cepat kilat ku plintrin tangannya kebelakang punggungnya, dia kesakitan aku terus memelintir sampai ada bunyi sedikit retakan di salah satu jarinya.


"Aaaah, ampun nona" dia memohon. Ku tendang salah satu kakinya dia jatuh dengan berlutut.


"Akan ku lepaskan, tapi kau dan kawan mu harus pergi" kataku dengan nafas masih terengah-engah.


"Baik nona"

__ADS_1


"Cepat pergi" Perintah ku dengan membara. Melihat mereka pergi aku langsung menghampiri ayah.


"Ayah baik" Aku memeluk ayah.


"Ayah baik sayang, kau tidak apa-apa nak" ayah kembali bertanya padaku.


"Elis baik yah"


"Kenapa kau ada disini nak?" Pertanyaan ayah membuat aku teringat pada Reyhan, dan berfikir orang-orang tadi pasti suruhan dia.


"Nanti Elis ceritakan di rumah yah, ayo yah bangun" Aku menuntun ayah.


Dalam perjalanan menuju ke mobil, tiba-tiba ada seseorang yang menikam ku dari belakang, sebuah kain menutupi hidungku, aku menghirup bau sesautu dari kain itu. Seketika pandangan ku memudar, dengan sisa kesadaran, aku mengayuhkan kaki ku kebelakang, disebut dengan tendangan B kilat meluncur dan mengenai orang di belakang ku.


"Siapa kau?" Aku bersiap-siap hendak bertarung lagi, tapi orang itu hanya diam, dan berlahan kesadaran ku mulai hilang.


"Sial aku di bius" sebelum aku benar-benar tidak sadarkan diri, aku hanya mendengar ayah terus memanggil namaku.


"Elis bangun nak, Elis, El..." Setelah itu aku tidak ingat apapun lagi.


Next....

__ADS_1


__ADS_2