Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Kepergian Novita


__ADS_3

"Kau sedang apa paman?" Aku bertanya pada Tuan Richard, dan sekarang aku juga sudah memanggilnya paman, tapi dia tidak mau merubahnya untuk tidak menggilku nona.


"Ah, selamat pagi nona"


"Pagi paman"


"Saya hanya sedang memantau bisnis Bigg Bos" Kata paman, menjawab pertanyaan ku sebelumnya.


"Ah iya, bagaimana kabar Novita paman"


"Dia, dia sedang dirawat di Brazil nona"


"Brazil? Kenapa sampai dibawa sejauh itu?"


"Nona muda kritis, tidak ada lagi yang mampu menangani penyakit nona muda, jadi dia harus dibawa kesana, itu rumah sakit terakhir harapan kita semua"


"Kenapa Reyhan tidak menemani Novita paman?"


"Bigg Bos sudah terlalu marah pada nona muda"


"Marah? Kenapa?"


"Dia sudah tahu, dalang dari penculikan nona saat di Kanada adalah nona muda"


"Apa? Novita yang melakukannya"


"Iyah, dia mengakui kalau dia tidak suka dengan nona, dia ingin menyingkirkan nona dari Bigg Bos"


"TernyataNovita tidak main-main dengan kata-katanya" Aku teringat saat Novita akan menyingkirkan seseorang yang sudah merebut kakaknya, dan dia benar-benar melakukannya.


"Ma'afkan dia nona, dia hanya terlalu sayang pada Bigg Bos, hanya kakak satu-satunya yang dia punya, itulah kenapa dia jadi posesif"


"Aku tahu paman, aku sudah tidak mempermasalahkannya"


Disaat aku sedang berbincang-bincang, ponsel paman berdering.


"Hello, yah benar saya pamannya, ada apa?" Paman terdiam sejenak, mendengarkan seseorang yang menelponnya berbicara.

__ADS_1


"Apa? Tidak mungkin, coba periksa lagi dok, mungki ada kesalahan" paman terdiam lagi,tapi raut wajahnya muali berubah panik.


"Baiklah, nanti malam kami akan datang kesana, terimakasih dok" Paman menutup teleponnya.


"Ada apa paman?"


"Nona muda, dia sudah tidak bisa terselamatkan, dia sudah dinyatakan meninggal"


"Apa? Novita dia, dia sudah meninggal? Apa benar paman?"


"Dokter bilang keadaannya sudah sangat buruk, dia tidak bisa bertahan" Wajah paman mulai sedih.


"Ada apa ini?" Reyhan datang dan langsung menanyakan raut wajah kebingungan kami.


"Novita bang"


"Ada apa dengan dia?"


"Tadi dokter dari Brazil menelpon, dan mengatakan kalau, kalau nona muda sudah tidak bisa terselamatkan" nada paman terlihat bergetar.


"Apa? Bohong! Tidak mungkin! aku sudah mengirimnya ke rumah sakit terbagus, bagaimana bisa mereka membuat adikku tidak terselamatkan, kau pasti bohongkan paman!" Reyhan langsung marah-marah dia tidak bisa menerima kepergian adik satu-satunya. Reyhan bahkan menarik kerah baju paman.


"Diam kau! Kau, kau, kau juga penyebab semua ini terjadi!" Aku seperti tersambar petir, saat Reyhan tiba-tiba menuduhku.


"Aku tidak melakukan apapun bang"


"Yah, kau penyebab kematian adikku!"


"Tapi, aku tidak melakukan apapun"


"Diam kau! Kehadiran kau yang membuat adikku seperti ini, dia tidak menyukai mu, kau yang menyebabkan penyakitnya semakin parah, kau!" Plak, suara tamparan tepat dipipiku. Reyhan menamparku karena kesalahan yang tidak aku buat.


Aku menahan sakit dipipiku, aku menahan untuk tidak menangis.


"Tenanglah Bigg Bos" Paman mencegah Reyhan.


"Kau seharusnya tidak hadir dalam kehidupanku, sebelum ada kau Novita baik-baik saja, tapi setelah kau datang, dia sudah drop di awal masuk kuliahnya, itu karena kau!" Reyhan mendorongku sampai aku terjatuh.

__ADS_1


"Aaah" Aku memegang perutku. Ada sedikit nyeri disana, rasa sakit dipipiku tidaklah seberapa dengan rasa sakit dihatiku sekarang.


"Bigg Bos tenanglah, nona sedang mengandung kau tidak boleh melakukan ini padanya" Paman terus memegangi Reyhan untuk tidak mendekat padaku.


"Dari dulu aku tidak menginginkan bayi itu, aku ingin dia juga mati!"


Ya Tuhan, sakit sekali mendengar kata-kata itu langsung dari mulut Reyhan, dulu saat paman yang mengatakannya untuk mengugurkan bayi ini atas perintah Reyhan, tidak sesakit ini.


"Kita berangkat sekarang juga paman! siapakan semua paspor ku!"


"Bagaimana dengan nona Bigg Bos"


"Aku, aku tidak akan menganggapnya ada lagi, aku tidak akan kembali ke Negara ini lagi!"


"Tapi... "


"Tidak ada kata tapi, kau hanya perlu melaksanakan perintah ku dan tidak usah membereskan barang-barangku. kita langsung berangkat saja!"


"Nona bangunlah" paman membantu ku untuk berdiri.


"Tidak usah membantu pembunuh ini" Reyhan menarik paman. Aku kembali terjatuh karena keseimbanganku yang belum sempurna.


Pembunuh? Reyhan menuduhku pembunuh, tapi aku tidak pernah membunuh siapapun.


"Dengar baik-baik, mulai sekarang aku tidak akan menemui kau lagi, kau memang tidak seharusnya hadir dalam keluargaku, kau pembunuh adikku!"


"Aku, minta ma'af, aku minta ma'af atas kepergian Novita"


"Jangan sebut nama adikku! Kau bahkan tidak pantas memanggil namanya" Reyhan benar-benar marah atas kepergian adiknya.


"Dengar! Jangan pernah hadir dalam kehidupanku lagi!" Reyhan menatapku dengan tajam.


"Baik, aku minta ma'af atas kepergian adik mu, tapi kau juga tahu aku tidak pernah melakukan itu padanya, kau yang selalu memutuskan, aku akan menerima semuanya, tapi sebelum kau meninggalkanku, tolong ceraikan aku dulu, aku tidak ingin membebani diri mu lagi bang, lebih baik kita berpisah" Aku berkata dengan lemas. Air mata ku mulai menetes.


"Tidak!, aku tidak akan menceraikan mu, itu akan menjadi hukuman mu selamanya, Karen sudah menjadi penyebab kematian adikku. Kalau kau berani menikah lagi, akan aku bunuh setiap laki-laki yang menikah dengan mu sebelum malam pertama mu, aku selalu tidak main-main dalam perkataan ku, kau ingat ini baik-baik"


Lagi-lagi aku hanya mampu meneteskan air mata, Reyhan dan paman benar-benar pergi begitu saja.

__ADS_1


Selamat ta, kau sudah berhasil membuat Reyhan benar-benar membenciku, tapi aku tidak menyangka kau sampai mengorbankan nyawamu seperti ini. Selamat tinggal ta, aku selalu menganggap kau teman yang baik.


Next....


__ADS_2