Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Bapak Presiden


__ADS_3

Seorang presiden yang sangat senang menggunakan baju kemeja putihnya ini, kini berada di hadapan kami. Dengan senyuman khasnya, beliau masuk tanpa mau di kawal para bodyguardnya, dan bahkan beliau mau menyapa terlebih dahulu.


"Bagaimana keadaan mu sekarang nak?" Bapak presiden bertanya pada Diana. Aku dan Diana menyambut kedatangan laki-laki kebanggaan kami ini, menjabat tangannya satu persatu.


"Sudah membaik pak" kata Diana dengan malu-malu.


"Kau sudah berjuang untuk nama baik negara, Kau akan selalu menjadi kebanggaan kami nak" Diana maupun aku tersenyum.


"Terimakasih Pak" Bapak presiden juga tersenyum.


Senang sekali aku akhirnya bisa melihat presiden dari negara ku sendiri, beliau sangat ramah, memiliki kepribadian yang hangat, tidak sedikitpun dari cara jalan dan bicaranya yang terlihat arogan.


Seorang presiden yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana, dahulu beliau merasakan hidup yang sulit dan keras pada masa kecilnya.


Bahkan menurut banyaknya cerita, Pada saat beliau duduk di Sekolah Dasar Negeri 111 Tirtoyoso, Surakarta, beliau telah menjadi seorang kuli panggul, ojek payung dan pedagang. Hal tersebut beliau lakukan hanya untuk membiayai kebutuhan sekolahnya hingga makan sehari-hari.


"Kalian boleh istirahat dulu di negara ini, saya kasih waktu sampai satu minggu, soal dana tidak usah dipikirkan" Kata beliau memberi kompensasi kepada semua atlit yang ikut pertandingan.


"Terimakasih Pak" kata para atlit dan pelatih. Mereka tersenyum bahagia.


"Oh ya, dan kamu siswa yang sekarang kuliah di negara ini kan? Siapa nama mu?"

__ADS_1


"E,E,Elis Stania Yulianti Pak"


"Kuliah dimana sekarang?" Bapak presiden Indonesia ke-7 ini bertanya padaku, membuat jantungku tidak kalah berdetak lebih kencang saat berhadapan dengan Reyhan.


"Nan,Nanyang Technological Uni,University pak" jawabku gugup.


"Loh ya ngga usah gugup gitu, itu sudah prestasi yang bagus, tapi yah nanti kalau lulus jangan lupakan negara sendiri, Indonesia butuh generasi-generasi seperti kalian" kata bapak presiden yang sekaligus mantan gubernur DKI Jakarta.


"Tapi yah ini saya malah sudah mendapatkan undangan pernikahan mu, kau memang punya cita-cita menikah muda yah?" Pertanyaan Bapak presiden membuat aku sangat malu dihadapan semua orang yang ada. Aku tidak berani menjawab. Hanya menundukan wajah. Diana tersenyum, dengan terus menatapku meminta penjelasan.


"Acaranya besok malamkan? Saya akan usahakan bisa hadir" tambahnya lagi.


"Terimakasih Pak" hanya itu yang mampu ku ucapkan.


Semua orang langsung tertawa mendengar perkataan beliau.


"Seperti yang sudah-sudah, kebanyakan dari artis-artis, seperti siapa itu, emm, klaudia Sintya Bella, trus mantannya Anang Hermansyah, siapa?" Beliau bertanya pada orang-orang yang ada di ruangan.


"Krisdayantiii" hampir semua tertawa setelah menjawab nama salah satu artis yang juga di nikahi oleh orang dari negara lain.


"Nah ya itu, mereka sendiri yang membuat pilihan ingin menikah dengan orang dari negara lain, tapi saya juga yang kena komen para netizen itu. Katanya saya tidak bisa menjaga aset Indonesia, haha, Iya tidak?" Kata mantan Walikota Solo ini dengan senyuman yang ramah.

__ADS_1


Tidak ada yang berani menjawab, semua hanya tertawa mendengar pernyataan beliau.


"Dan ini lagi, bukan artis, tapi nanti pernikahannya di jamin bakal mewah dan menjadi sorotan, lah nikahnya sama orang terpandang di Negara Singapura ini" Kata laki-laki yang memiliki kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini.


Aku semakin malu bukan main, ternyata Reyhan benar-benar mengundang Bapak presiden untuk hadir di acara pernikahan kami.


"Ya sudah, ini nak Diana semoga cepat pulih saja, walaupun kamu mengalami cidera, tapi hasilnya tidak menyakiti usaha mu. Tadi pengumuman menyatakan kamu masuk juara umum, saya juga akan memberikan biasiswa kepada semua atlit yang pernah memenangi perlombaan" Semua orang disana kembali tersenyum bahagia setelah mendengar pertanyaan dari Bapak Presiden.


"Saya pamit dulu, mau bertemu Duta Besar Indonesia untuk negara ini, tapi sebelumnya ada yang tahu nama Duta Besar Indonesia untuk negara ini? Yang bisa jawab akan saya kasih pin kepresidenan" Tanya Bapak presiden yang dulu pernah menjadi pengekspor bahan-bahan mebel ini.


"Bapak Gede Ngurah Swajaya" Jawabku dengan cepat, aku sangat tergiur dengan hadiah yang Bapak Presiden tawarkan.


"Tepat, pintar dan cepat, ini untukmu" Beliau memberikan pin kepresidenan itu untukku, ah senang sekali rasanya, walaupun hanya mendapatkan pin kepresidenan itu akan selalu menjadi kenangan yang paling mengagumkan.


"Kalau ada kesempatan kita bisa jumpa di pernikahan nak Elis ini, iyakan?, undang semua untuk hadir yah" perintah Bapak Presiden.


"Iya pak, terimakasih atas pinnya" kataku, bersalaman dengan bapak presiden sebelum beliau pamit.


"Iya, sama-sama" Setelah itu beliau pamit pergi, meninggalkan kamar rumah sakit, semuanya mengantarkan beliau keluar kecuali aku, aku terus menunggu Diana.


"Kau bisa jelaskan semuanya?" Diana mulai bertanya padaku tentang pernikahan ku.

__ADS_1


"Akan aku jelaskan semuanya, tapi janji kau harus sembuh setelah ini, aku menunggu kehadiranmu" kataku, setelah itu aku menceritakan semuanya pada Diana apa yang sebenarnya aku alami.


Next...


__ADS_2