
"Eliiis" Diana memelukku dari belakang.
"Ma'afkan aku Na, aku tidak tahu kalau kajadiannya seperti ini"
Aku sangat merasa bersalah, dengan semua kejadian yang menimpa sahabatku juga.
"Hey, apa yang kamu katakan, aku bahagia dengan semua ini" Aku melepaskan pelukannya, membalikkan badanku.
"Apa? Kau bahagia?"
"Tentu, dia Jonson El, dia teman kecilku waktu SD, aku senang pernikahan dengan suamimu batal, eh bukan apa-apa ya, aku senang di hanya akan tetap menjadi milikmu dan aku sangat senang bisa menikah dengan Jonson"
"Kau senang? tapi kau menyukainya?"
"Aku belum tahu tentang itu, tapi yang jelas aku sangat senang sekarang, kau tahu El, Jonson dulu anak yang kurus, hitam, rambutnya keriting dan dia anak yang paling lemah dikelas, tapi dari dulu dia yang selalu melindungi ku jika ada yang menggangguku, dan dia harus menanggung akibatnya"
Aku melihat Diana berubah begitu bahagia, aku senang kalau dia bisa menerima pernikahan tidak terduga ini.
"Lalu?" Aku mulai menanggapi cerita Diana tentang pengawal pribadi Reyhan yang ternyata bernama Jonson itu.
"Aku berpisah dengannya sejak aku pindah ke Jakarta, dan sekarang, Ya Tuhan kau bisa lihat dia El, dia begitu tinggi, badan yang kekar, wajah putih bersih, dan saat aku menyentuh tangannya, ya Tuhan aku yakin dia begitu kuat" Diana bercerita dengan menggebu-gebu.
"Apa kau dulu pernah mencintainya Na?"
"Aku? Aku belum tahu tentang perasaan ini, tapi entah kenapa aku hanya merasa senang sekarang"
"Memang perlu waktu untuk memastikannya, pastikan bahwa kau merasa nyaman saat bersamanya, itu sudah lebih dari cukup" Kataku, seolah-olah aku juga sudah mendapatkan hal itu.
"Yah akan aku coba"
"Ah, Apa kau tahu dia siapa sekarang?"
"Tidak. Apa kau tahu El tentang Jonson"
"Dia pengawal pribadi Reyhan"
"Pengawal pribadi?"
__ADS_1
"Yah, dia dulu pernah mengantarku saat pertama masuk kuliah, dia pengawal paling ditakuti seluruh musuhnya, pengawal yang paling gesit menggunakan senjata tajam apapun, sniper paling handal, paling cerdas dalam mengatur strategi, dan pengawal paling setia disamping Reyhan"
Aku menceritakan sedikit yang aku tahu dari Reyhan tentang pengawal pribadinya.
"Benarkah, aku tidak menyangka dia bisa sehebat itu sekarang, dan aku sangat senang bisa bertemu dengannya lagi"
"Kau bahkan tidak hanya bertemu dengannya Na, kau sekarang istrinya, istri dari pengawal paling hebat di dunia ini"
"Kau benar El, sekarang aku istrinya, aku istrinya, ah aku sangat senang sekali" Diana kembali memelukku, dia sudah berkali-kali mengarang senang, aku harap dia benar-benar senang "Eliiis" Diana memelukku dari belakang.
"Ma'afkan aku Na, aku tidak tahu kalau kajadiannya seperti ini"
"Hey, apa yang kamu katakan, aku bahagia dengan semua ini" Aku melepaskan pelukannya, membalikkan badanku.
"Apa? Kau bahagia?"
"Tentu, dia Jonson El, dia teman kecilku waktu SD, aku senang pernikahan dengan suamimu batal, dan aku sangat senang bisa menikah dengan Jonson"
"Kau senang?"
Aku melihat Diana berubah begitu bahagia, aku senang kalau dia bisa menerima pernikahan tidak terduga ini.
"Lalu?" Aku mulai menanggapi cerita Diana tentang pengawal pribadi Reyhan yang ternyata bernama Jonson itu.
"Aku berpisah dengannya sejak aku pindah ke Jakarta, dan sekarang, Ya Tuhan kau bisa lihat dia El, dia begitu tinggi, badan yang kekar, wajah putih bersih, dan saat aku menyentuh tangannya, ya Tuhan aku yakin dia begitu kuat" Diana bercerita dengan menggebu-gebu.
"Apa kau mencintainya Na?"
"Aku? Aku belum tahu tentang perasaan ini, aku hanya merasa senang sekarang"
"Memang perlu waktu untuk memastikannya, pastikan bahwa kau merasa nyaman saat bersamanya, itu sudah lebih dari cukup" Kataku, seolah-olah aku juga sudah mendapatkan hal itu.
"Yah akan aku coba"
"Ah, Apa kau tahu dia siapa sekarang?"
"Tidak. Apa kau tahu El?"
__ADS_1
"Dia pengawal pribadi Reyhan"
"Pengawal pribadi?"
"Yah, pengawal paling ditakuti seluruh musuhnya, pengawal yang paling gesit menggunakan senjata tajam apapun, sniper paling handal, paling cerdas dalam mengatur strategi, dan pengawal paling setia disamping Reyhan"
"Benarkah, aku tidak menyangka dia bisa sehebat itu sekarang, dan aku sangat senang bertemu dengannya lagi"
"Kau tidak hanya bertemu dengannya Na, kau sekarang istrinya, istri dari pengawal paling hebat di dunia ini"
"Kau benar El, sekarang aku istrinya, aku istrinya, ah aku sangat senang sekali" Diana kembali memelukku, dia sudah berkali-kali mengtakan senang, aku harap dia benar-benar senang, benar-benar bahagia.
"Aku juga senang" kataku.
Tapi aku tidak tahu senang karena apa, karena Reyhan yang tidak jadi menikah, atau karena melihat Diana begitu bahagia. Aku hanya bisa berterimakasih pada Tuhan, sudah mengganti kesedihan yang lalu.
"Terimakasih El"
"Untuk apa berterimakasih, sebuah persahabatan tidak seharusnya ada kata ma'af dan terimakasih bukan?" Diana kembali memeluk ku.
"He'em" Ada seseorang yang datang. Diana melepas pelukannya.
"Jonson" Diana memanggilnya.
"Sepertinya pelukan ini sudah harus gue serahkan pada empunya" Aku menggoda Diana.
"El" Diana tersipu malu.
"Gue tinggal ya, Selamat berbahagia Na, selamat menempuh hidup baru"
"Kau mau kemana El?"
"Lo mau gue jadi nyamuk? Gue pergi dulu" Diana mengangguk malu.
Aku meninggalkan Diana bersama orang yang pantas untuknya. Dan aku akan meminta penjelasan selanjutnya pada Reyhan.
Next....
__ADS_1