Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Arloji


__ADS_3

"Hati-hati, ingatlah, apapun yang terjadi aku akan selalu menunggu mu" Kata Reyhan padaku sebelum kita berpisah untuk menyelesaikan misi secepat mungkin. Aku tersenyum saat Reyhan mengatakan kata-kata itu. Seperti ini adalah fase-fase pertama orang berpacaran.


"Okay, semuanya! Kita akan berangkat dalam 10 menit lagi, pastikan semua siap!" Perintah Reyhan kepada semua pengawal yang berbaris di depan gedung pelatihan.


"Semuanya telah siap, Bigg Bos"


"Baik! Semuanya berangkat!" Perintah Reyhan setelah 10 menit berlalu.


Kami terbagi menjadi 3 kelompok, dengan masing-masing misi yang berbeda. Tugasku adalah bertemu beberapa presiden dan elit politik lainnya, mungkin tidak terlalu sulit.


"Pakai arloji ini, untuk selalu mengingatkan mu" Reyhan memberikan sebuah arloji cantik kepadaku.


"Thank you"


"You're welcome" Sebelum kami berpisah, Reyhan memberikan satu kecupan manis padaku. Aku hanya tersenyum, malu karena dia melakukannya didepan semua orang yang ada.


Aku menaiki helikopter, sedangkan Reyhan pergi berangkat dengan mobil Lamborghininya.


"Wah, sepertinya Bigg Bos sangat mencintai mu nona" kata Tuan Richard saat kita dalam penerbangan.


"Ah tuan, bukankah tuan tahu sendiri, pernikahan ini tidak pernah terjalin karena itu" aku mengelak.


"Tapi arloji itu buktinya" Aku langsung melihat sebuah arloji yang diberikan Reyhan sebelum kita terpisah.


"Apa? Hanya karena arloji ini?" Tanyaku pada Tuan Richard.


"Iya, kau harus tahu nona, alroji ini adalah satu-satunya peninggalan ayah dan ibu Bigg Bos sebelum tragedi kecelakaan itu, siapapun yang memegang alroji ini akan menjadi pewaris tunggal dari kekayaan keturunan dari pendiri Negara Singapura Modern, Tuan Agung Thomas Stamford Raffles" Sebuah kejutan besar saat Tuan Richard mengatakan tentang arloji ini.


"Ya Tuhan! Benarkah tuan?" Hatiku langsung bergemuruh antara percaya dan tidak percaya.


"Arloji ini bukanlah arloji biasa, selain harganya selangit, dia punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh arloji pada umumnya" kata Tuan Richard. Aku mulai tertarik saat Tuan Richard mau menjelaskan tentang arloji ini.


"Berapa harganya tuan?"


"Arloji yang memiliki harga fantastis, salah satu arloji termahal di dunia. Sekitar US$ 24 juta atau Rp 350 miliar" Aku tercengang mendengar harga yang Tuan Richard katakan.

__ADS_1


"Bagaimana bisa alroji ini memiliki harga yang sangat gila" kataku. Aku masih belum percaya, yah bagi seorang biasa sepertiku, harga sebuah arloji yang mencapai 350 miliar adalah hal yang tidak bisa dipercaya dan sangat mustahil.


"Arloji ini bernama Patek Philippe Henry Graves Supercomplication, selain terbuat dari emas dan berlian. Arloji ini punya beberapa fungsi, seperti kalender abadi, waktu matahari terbit dan terbenam, repeater dengan Westminster Chimes, dan bagian langit di malam hari sesuai dengan langit malam di rumah Graves di New York, dan ini sangat cocok untuk misi yang akan kita lakukan nona"


Aku terus memandangi arloji yang kini berada digenggaman tanganku, teringat perkataan Tuan Richard tentang perasaan Reyhan karena sudah memberikan arloji ini sebaik bukti cinta dia.


"Ya Tuhan, kata 'I Love You'yang diucapkan Reyhan malam itu, apakah benar itu tulus dari hatinya? Aku bahkan belum membalasnya, selamatkan kami dari misi ini Tuhan, aku ingin bertemu dengannya dan membalas perasaannya" Aku menggenggam lebih erat arloji itu, dengan terus berdo'a dalam hati.


"Baik, anda punya waktu 15 menit untuk bertemu dengan mantan presiden Amerika ini nona, gunakan kode ini, dan tanyakan dua hal padanya nona, pertama apakah anda pernah menangani SE (Shadow Economy), kedua dimana anda pernah menangani SE?"


"Baik, dua hal, akan aku ingat" Kataku.


"Okay, semoga berhasil nona, ingat 15 menit, atau anda akan tertinggal helikopter ini" Kata Tuan Richard. Aku hanya mengangguk.


Aku langsung turun, berjalan menuju salah satu gedung pertemuan para presiden, mencari seseorang yang tidak asing lagi bahkan bagi warga Indonesia. Yah, satu-satunya mantan presiden Amerika yang memiliki kulit berwarna hitam kecoklatan, dan masa kecilnya dulu juga pernah sekolah di Indonesia.


Aku terus berjalan, berdiri di antara para orang elit politik dunia. Sebenarnya sangat susah masuk ke gedung ini kalau kau bukan siapa-siapa termasuk aku, bahkan sebenarnya aku sudah dicegah oleh para penjaga gedung ini. tapi aku menggunakan sebuah kata sandi, para penjaga langsung begitu ramah menyambut ku.


Aku melihat ke arloji, waktu kurang 12 menit lagi, aku terus berjalan mencari diantara banyak orang yang ada. Karena ciri has yang dimiliki dari mantan presiden Amerika ini, membuat aku mudah menemukannya.


Aku mengucapkan kata sandi lagi yang diajarkan tuan Richard, dan menunjukkan arloji milik Reyhan.


"Oh well, please miss, can I help you miss" Tiba-tiba dia langsung merespon saat aku menunjukkan kedua hal itu. Setelah dia menawarkan apa yang bisa dibantunya, aku tidak lagi membuang kesempatan ini untuk basa-basi. Aku melihat arloji lagi, waktuku tinggal 10 menit.


"Thank you Mr, I want to ask two things, first, have you ever handled the SE case Mr.? Tanyaku sesuai petunjuk Tuan Richard.


"Oh well, I've handled several cases of shadow economy" jawabnya tanpa menggunakan inisial SE tapi langsung shadow economy, dan mantan presiden Amerika ini pernah menangani kasus shadow economy.


"Really sir, where?" Tanyaku dimana dia pernah menangani shadow economy itu.


"Ports and airports, most of them will pass through the port for further transactions" jawabnya. Aku melihat arloji watuku kurang 5 menit lagi untuk bisa sampai di helikopter.


"Okay, thank you very much Mr." Setelah serasa cukup, aku berpamitan, langsung bergegas keluar gedung, kembali kehalaman belakang tempat helikopter itu terparkir.


"Oke nona, let's go" Tuan Richard sudah memberi aba-aba agar aku cepat. Aku berlari cukup kencang, melihat arloji masih sisa 2 menit.

__ADS_1


"Hah, hah, hah" aku mengatur nafas. Helikopter langsung terbang setelah aku duduk.


"Silahkan minum dulu nona, waktu anda cukup lumayan cepat" kata Tuan Richard sambil memberikan sebuah air mineral untukku.


"Apa waktunya harus begitu tepat?" Aku ingin sekali protes dengan waktu yang terus diburu-buru.


"Harus nona, perjalanan kita selanjutnya adalah menemui duta besar Indonesia untuk negara Amerika, dia sedang dalam perjalanan bisnis, pesawat yang dinaikinya akan berangkat dalam 15 menit lagi, kalau kita terlambat kita tidak akan bisa menemuinya"


"Haah, baiklah" Ada sedikit nada mengeluh dari nafasku, tapi ini demi Asia, dan demi negaraku, aku tidak mau negara Indonesia terjadi tragedi besar yang mengerikan dan banyak memakan korban.


"Oh iya nona, bagaimana jawaban mantan presiden Amerika itu?"


"Ya, dia pernah menangani kasus SE, katanya berada di pelabuhan dan bandara, terutama pelabuhan yang menjadi transit utama"


"Okay, informasi anda akan langsung kami transfer ke kelompok satu" kata Tuan Richard. Kelompok satu adalah kelompok yang diketuai oleh Reyhan.


"Bagaimana keadaannya sekarang tuan?" Tibba-tiba aku seperti merindukannya.


"Masih baik, anda tidak perlu khawatir" Kata Tuan Richard. Tapi entah kenapa, aku merasa belum tenang saat tidak mendengarnya langsung.


"Ah kenapa dengan aku ini!" Aku mengumpat.


"Ada apa nona?"


"Ah tidak apa-apa tuan" Aku hanya tersenyum saat Tuan Richard memergoki ku mengumpat sendiri.


Aku melihat alroji, teringat saat Reyhan terakhir mengecupku dengan manis. Tanpa kusadari.


"Ya Tuhan, Tuan Richard, waktunya kurang 10 menit lagi, kita bahkan belum sampai dibandaranya" kataku panik.


"Tenanglah nona, aku yakin kau mampu" Tuan Richard hanya tersenyum melihat kepanikanku.


"Tuaaaaan"


"Hahahaha"

__ADS_1


Next...


__ADS_2