Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Pelabuhan Jurong Singapore


__ADS_3

Setelan keluar dari pelabuhan, aku melihat sebuah tulisan besar diantara tugu mewah dengan hiasan lampu yang menawan, "GOODBYE, JURONG SINGAPORE"


"Apakah kita baru saja keluar dari pelabuhan Jurong Singapore Tuan Richard?" Aku bertanya pada Tuan Richard setelah setengah tenagaku mulai pulih.


"Anda benar nona" jawab Tuan Richard dengan bahasa formal.


"Ada apa nona?" Tuan Richard balik tanya padaku.


"Ah, tidak apa-apa tuan" setelah menjawab pertanyaan Tuan Richard Aku melamun, kembali teringat pada pelajaran sejarah yang di ajarkan Pak Lana, sejarah bahwa Singapura adalah salah satu pendiri ASEAN, dan pelabuhan Jurong Singapore adalah pelabuhan yang menangani hampir 40 ribu kapal pertahun, pelabuhan dengan wilayah cukup luas sekitar 155 hektar ini memiliki fasilitas yang sangat menakjubkan, diantaranya terminal kargo general, terminal kargo besar, terminal peti kemas, ro-ro dan tenaga surya.


"Kau harus tau Nona, pelabuhan Jurong Singapore itu adalah milik Tuan Reyhan, milik Bigg Bos kami." Tuan Richard menjelaskan.


"Benarkah, tidak salahkah apa yang aku dengar?" Aku bertanya pada Tuan Richard, rasa penasaran mulai muncul tentang laki-laki arogan itu.


"Benar, itu hanya salah satu investasi terbesar Bigg Bos kami, ada sekitar 15 kapal pesiar atas nama dia." Penjelasan Tuan Richard membuat aku terkejut.


"Siapa dia sebenarnya Tuan Richard?" Aku memberanikan diri bertanya.

__ADS_1


"Ma'af nona, itu adalah rahasia, kau akan tahu jika Bigg Bos kami sendiri yang memberi tahu" Tuan Richard tidak lagi menggunakan bahasa formal, ah itu lebih menyenangkan. Tapi tidak mendapat informasi tentang dia membuat aku kecewa.


"Dan kau tidak perlu memanggil ku tuan, aku hanya bawahan dari tuan muda Reyhan. Aku memanggil tuan Bigg Bos, Kau bisa memanggilku Richard saja" kata Tuan Richard.


"Bagaimana aku bisa memanggil orang yang lebih tua hanya dengan panggilannya, aku akan tetap memanggil mu Tuan Richard" kata ku.


"hemm, baiklah. Aku ingin berpesan pada mu satu hal nona, bersabarlah menghadapi Bigg Bos kami" Pesan Tuan Richard.


Aku hanya diam, tapi dalam hati aku menghujat pesan Tuan Richard. "Bagaimana aku bisa bersabar, haruskah aku masih bersabar saat dia ingin mengeksekusi ku, bahkan mengancam membunuh seluruh keluarga ku. Haha" Aku tertawa miris "Tingkat dewakah kesabaran yang ku miliki, bahkan saat nyawa yang ku pertaruhan aku harus tetap sabar?, Laki-laki seperti apa ini yang sekarang aku hadapi, Ibu, ayah, do'akan aku keluar dari masalah ini"


Kriiiing. Kriiiing. Kriiiing.


"Bigg Bos ingin berbicara pada anda nona" Tuan Richard mengangkat telepon, kembali dengan bahasa formal dan memberikan ponselnya padaku. Aku ragu-ragu mengangkatnya.


"Hello" Aku hanya menyapanya, menunggu apa yang ingin dia katakan, tapi tak lepas dari itu, jantungku mulai terpompa 100 kali lebih cepat.


"Hai rubah kecil" Dia bahkan memanggil ku dengan sebutan hewan. Ah, aku jadi teringat pesan Tuan Richard, bersabar.

__ADS_1


"Aku dengar kau datang ke Singapura untuk melanjutkan studi?" Tanyanya dengan suara tegas.


"Benar" jawabku.


"Kalau begitu kau harus kuliah di Nanyang Technological University" perintahnya.


"Apa? Tapi aku..." belum sempat bicaraku selesai dia sudah memotong.


"Aku tidak suka penolakan! kau harus kuliah disana, Richard akan membantu mu mengurusinya" Suaranya mulai lantang, jika sudah seperti ini aku tidak bisa lagi membantah.


"Kau dengar tidak, rubah kecil!!!" Suaranya bagaikan petir di telingaku.


"Iya" untuk saat ini aku hanya bisa pasrah. "Aku akan mencari tau siapa dia, aku akan melawan, aku akan melakukan semua yang aku bisa!" Janji ku dalam hati.


Aku mengembalikan ponsel pada Tuan Richard. Dia merilik ku sekilas.


"Bersabarlah nona, aku akan membantu mu" Tuan Richard kembali menghadap ke depan. Dan aku, haruskah aku mengikuti perintah laki-laki itu.

__ADS_1


Next...


__ADS_2