
Ayah kembali kekamar setelah mengantarkan Bapak Duta Besar keluar rumah sakit.
"Elis baik?" Ayah langsung tanya keadaan ku. Mungkin karena ayah melihat aku menutup mata.
"Sudah bisa merasakan gerakan tubuh Elis yah" jawabku. Ayah sedikit tersenyum.
"Apa yang terjadi setelah Elis pingsan ditempat parkiran itu yah?" Rasa penasaranku yang ku simpan sejak pagi, aku ingin mendengarnya langsung dari ayah setelah ayah duduk disampingku.
"Istirahat dululah nak, jangan membahas itu dulu" ayah mengelak dari pertanyaan ku. Tapi sekalipun aku tidak membahasnya, semua itu membuat banyak pertanyaan dalam kepalaku. Dan itu lebih membuat aku pusing.
"Ceritakanlah yah, setidaknya itu membuat berkurangnya pertanyaan dalam kepala Elis yah" Aku memohon pada ayah dengan memelas dan manja.
"Baiklah" Aku tersenyum mendengar ayah menyetujui untuk cerita. Dan aku bersiap-siap mendengarkan.
__ADS_1
"Setelah kau pingsan nak, orang-orang itu membawa paksa diri mu dari pelukan ayah, ayah langsung di sekap karena terus memperjuangkan mu agar tidak lepas, tapi mereka mengancam akan menusuk mu dengan pisau yang mereka pegang" Ayah bercerita dengan terus memandang ke jendela. Sedangkan aku, aku merekam ulang kejadian yang sedang ayah ceritakan di kepalaku. Ayah terdiam sejenak dan melanjutkan ceritanya.
"Ayah hanya bisa pasrah saat itu, ma'afkan ayah nak, karena tidak bisa memperjuangkan mu, ayah tidak mau melihat kau terluka oleh pisau itu, tapi ayah memohon pada mereka untuk tidak melukai mu sedikitpun, dan mereka hanya menjawab "tenang saja", itu tidak membuat sedikitpun ayah tenang, setelah mereka pergi, ayah langsung menghubungi Bapak Duta Besar, meminta bantuan pada beliau, sayangnya malam itu beliau sedang dalam pertemuan bisnis hingga larut malam, dan setelah selesai beliau langsung istirahat" ayah terdiam kembali sejenak.
"Ayah tidak berani menerobos untuk minta bantuan beliau, ayah menunggu di mobil sampai pagi hari, tidak bisa tidur karena selalu terbayang wajahmu nak, tiba-tiba sekitar jam 9 pagi, Bapak Duta Besar keluar dengan membawa mu yang tidak tersadarkan diri, ayah langsung berlari, menggantikan Bapak Duta Besar menggendong mu, ayah langsung menangis melihat keadaan mu, bergetar tubuh ayah saat menggendong mu ke mobil" Ayah mengelap air matanya yang mulai menetes.
"Ayah sangat bersyukur saat itu, kau memang hanya kehilangan kesadaran mu, tidak kehilangan nyawa mu nak" Ayah mengelus rambut ku.
"Ayah tidak bisa bercerita banyak, karena memang hanya itu yang ayah tahu, kau baru tiga hari di negara ini nak, tapi kau sudah bertemu masalah besar yang bahkan menyangkut nyawa mu, ma'afkan ayah telah membuat Elis seperti ini" ayah menggenggam erat tanganku.
"Tidak ayah, Elis memang sangat merindukan ayah, kalau Elis harus berurusan dengan masalah ini, doa'kan Elis bisa melewatinya yah, itu sudah cukup untuk Elis" kataku mengelap air mata yang terus menetes.
"Ayah tahu Reyhan Anggara?" Tanyaku penasaran setelah sedikit tenang.
__ADS_1
"Ayah tahu, tapi sesuai apa yang sudah di katakan Bapak Duta Besar tadi nak, ayah hanya tahu namanya yang terkenal itu, ayah bahkan belum pernah melihat orangnya" jawab ayah.
"Apakah dia yang membuat mu seperti ini?" Pertanyaan ayah hanya ku jawab dengan diam.
"Tidak apa kalau kau tidak mau bercerita sekarang, ayah akan selalu ada di sampingmu, ayah hanya meminta kau tidak menanggungnya sendiri" ayah langsung mengerti, bahwa aku belum ingin bercerita banyak.
"Oh iya, Bapak Duta Besar memberikan ayah sebuah ponsel, katanya itu milik mu" ayah langsung pergi mengambil ponsel itu ditasnya. Dan ternyata itu ponsel kesayangan, aku langsung tersenyum ketika melihat apa yang ayah pegang.
"Itu ponsel Elis yang hilang yah, terimakasih yah" aku langsung mengambil ponsel itu, senang sekali rasanya hati ini kembali memegang ponsel kesayangan.
Setelah aku membuka ponselku, disana begitu banyak panggilan tidak terjawab, masengger, dan chat. Dan hampir 80% itu dari Diana, sahabatku yang satu itu banyak sekali mengomeli ku lewat messenger dan chat. Dan tidak menunggu lama, aku langsung mencari nama kontaknya dan menekan tombol 'call'.
Next...
__ADS_1