Lelaki Misterius

Lelaki Misterius
Sniper Barret M82A1


__ADS_3

"Tapi aku masih bisa mengampuni mu rubah kecil" Aku langsung membuka mata karena merasakan pelukan Reyhan dari belakang.


"Kalau kau bisa menjawab pertanyaan ku, kau bisa lolos dari percobaan ini, dan peraturannya, kalau kau salah menjawab pertanyaan ku 3 poin saja, ayah mu akan menggantikannya, kalau salah melebihi 5 poin, kalian berdua akan sama-sama berdiri disini" Katanya.


Aku memberontak, ingin protes karena dia tetap menggantikan ayah jika aku salah menjawab pertanyaannya. Tapi Reyhan semakin merapatkan pelukannya sampai nafasku sedikit sesak.


"Bukankah dia sudah membuat pilihan dari hitungan tiga detik itu. Aku sangat yakin, Reyhan kalau tidak punya penyakit paranoid dia pasti seorang psikopat" batinku.


"Pertanyaan pertama" Reyhan mulai memberikan aku pertanyaan.


"Katakan, sniper apa yang akan aku gunakan ini?" Jarinya menunjuk-nunjuk sinar laser yang ada di tubuhku.


"Seperti yang kau katakan, sniper tipe Barret M82A1" Kataku mulai menjawab.


"Bagus, ingatan mu memang kuat, kau tahu negara mana yang memproduksi senjata ini?" Pertanyaan kedua.


"Amerika"


"Lebih rincinya?" Dia bertanya tepat didepan lubang telinga ku. Tubuhku langsung bergidik geli.

__ADS_1


"Aku tidak tahu" Aku memang tidak tahu dari pabrik Amerika mana yang membuat senjata sniper itu. Tiba-tiba Reyhan mengigit telinga kiri ku, dan melumatnya kedalam. Tubuhku langsung bergetar, tapi aku merasakan bukan bergetar karena lemas, ah, aku tidak bisa mengatakan seperti apa itu.


"Hentikan, aku mohon!" aku membentak Reyhan untuk berhenti menggigit telinga ku, aku tidak kuat karena tubuhku mulai panas.


"American Barret Firearms Company itu jawabannya, kau harus ingat, dan yang tadi adalah hukuman karena kau tidak bisa menjawabnya" Kata Reyhan.


"Kau tidak mengatakan aku akan mendapatkan hukuman jika aku tidak bisa menjawab 1 poin" aku memprotesnya.


"Peraturan itu ada sekarang" Katanya dengan enteng.


"Kau"


"Pertanyaan ketiga" aku ingin memprotesnya tapi Reyhan sudah membacakan pertanyaan selanjutnya.


"Kelompok kopassus" Reyhan tersenyum mendengar jawaban ku dan pelukannya semakin erat.


"Berapa jarak tembak dan recordnya?" Pertanyaan Reyhan semakin sulit, aku berfikir sejenak, mengingat apa yang pernah di katakan ayah dulu waktu aku SD tentang persenjataan para pejuang Indonesia salah satunya adalah kopassus.


"1500 meter dan memiliki record 2500 meter" nafasku tersendat, kenapa setiap kali aku menjawab benar Reyhan malah semakin erat pelukannya.

__ADS_1


"Apa amunisi yang dimiliki sniper ini?" Aku mulai kesulitan menjawab, bukan karena aku tidak tahu jawabannya, tapi saat aku akan mengatakannya nafasku benar-benar tersendat diujung leher. Pelukan Reyhan membuat aku tidak bisa berkata, bahkan terlalu sulit untuk bernafas.


"A,ku.... Ti,dak" belum selesai aku mengatakan bahwa aku tidak bisa bernafas, Reyhan sudah mengigit telinga kananku, reaksiku langsung kembali berubah, tubuhku bergetar bukan hanya diluar, tapi aku merasakan tubuhku yang didalam juga ikut bergetar.


"Hentikan!" Reyhan tidak mengindahkan permintaan ku, dia terus menggigit telinga kanan ku dengan buas.


Sebelum dia mencapai wajahku untuk digigitnya juga, sebuah suara keras dari dinding kaca itu berbunyi 'tak'. Reflek membuat Reyhan berhenti menggigiti ku dan melihat suara apa itu, ternyata sniper itu sudah ditebakkan ke dinding, dan tidak ada sedikitpun keretakan atau bekas tembakan di kaca.


"Sial" hanya itu yang Reyhan katakan.


Dinding kaca itu benar-benar anti peluru dengan kualitas tinggi. Bahkan sniper sekuat Barret M82A1, tidak mampu menembusnya. Dan aku terselamatkan dari senjata itu.


Tapi Reyhan yang masih kesal karena kaget dengan tembakan itu, menarik paksa tangan ku untuk ikut kelantai atas, dia terus menariku untuk ikut di kamarnya.


"Aku tidak mau, lepaskan! Reyhan lepaskan aku" aku memberontak.


"Diam! cepat ikut, kau harus menepati janjimu" Reyhan terus menarik ku.


"Aku tidak punya janji apapun, Aku tidak mau, lepaskan" Tapi tenaga ku tidaklah sebanding dengannya.

__ADS_1


"Akan ku ingatkan apa janji mu itu setelah kita sampai dikamar!" katanya.


Next....


__ADS_2