Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 12. Nantangin


__ADS_3

Selama berada di rumah Mak Isah, Irya membantu keluarga Mak Isah. Kegiatan yang dilakukan oleh keluarga itu memang cukup sibuk maklum karena keluarga Mak Isah merupakan keluarga sederhana yang semua serba dilakukan sendiri tanpa seorang pembantu rumah tangga. Aris dan Suami Mak Isah pergi ke pasar berjualan sayur mayur. Sedangkan Mak Isah berjualan beberapa kue dan gorengan secara keliling.


"Irya, kamu baru bangun ?" Tanya Mak Isah yang sudah siap-siap dengan dagangan nya di atas sepeda.


"Eh iya Mak maaf baru bangun. Aris mana Mak ?" Irya merasa tak enak karena sudah menumpang tapi justru bangun lebih siang dari pemilik rumah. Maklum itu adalah kebiasaan Irya di rumah nya sendiri.


"Nggak apa-apa mungkin kamu capek. Aris pergi sama Bapak ke pasar jualan, sudah dari subuh tadi."


"Kamu kalau mau makan ada di dapur. Oh iya nanti kalau ada yang datang laki-laki itu kakak nya Aris, si sandi kamu masih ingat kan ? Dia nanti datang jemput Nining."


Tak lama sebuah motor datang, seorang laki-laki turun dari motor. Dia adalah sandi anak Mak Isah yang pertama. Mak Isah memiliki 2 anak laki-laki. Ardi dan sandi. Ada pula satu keponakan Mak Isah yang juga tinggal di rumah Mak Isah.


"Mak.." Sandi menyalami tangan ibu nya.


"Siapa Mak ?" Tanya Sandi saat melihat Aris.


"Ini Irya yang dulu sering ke sini sama bibi mu."


"Oh iya Sandi ingat. Kamu sudah besar, lebih ganteng sekarang. Saya jadi pangling sama kamu." Ucap Sandi.


"Mas... Hehe terimakasih." Irya menyalami Sandi.


"Nining, ada di dalam Mak ?"


"Iya kaya nya tadi juga sudah siap-siap."


"Ya sudah aku masuk dulu, tapi aku langsung pulang ya Mak. Soal nya mau periksa kandungan Nining." Ucap Sandi.


"Ya sudah sana kalian hati-hati. Mak pergi keliling dulu."


Mak Isah pergi menggunakan sepeda nya. Sedangkan Sandi masuk ke dalam rumah diikuti oleh Irya. Nining keluar dari kamar Sandi yang dulu sebelum menikah dan memiliki rumah sendiri.


"Mas, ayo kita berangkat sekarang aja." Ucap Nining.


"Ya sudah ayo... Irya kami langsung saja ya. Kamu jaga rumah hati-hati haha." Ucap Sandi.


"Iya mas kalian juga hati-hati di jalan." Ucap Irya tersenyum.


"Mari Irya, kami berangkat dulu." Pamit Nining.

__ADS_1


"Iya mbak hati-hati." Ucap Irya.


Rumah tampak sepi sekali, hanya ada Irya saja. Merasa sudah lapar Irya ingat Mak Isah mengatakan makanan ada di dapur. Makanan sederhana itu menggugah selera makan Irya. Dengan lahap Irya makan karena sedari kemarin Irya belum makan hanya sedikit saja.


"Hah kenyang banget gue. Mandi dulu kali ya."


Sehabis makan Irya memutuskan mandi agar tubuh nya terasa segar. Kamar mandi Mak Isah berada di dekat dapur. Irya mengambil handuk milik Aris dan membawa nya ke kamar mandi. Selesai mandi Irya menuju kamar Aris. Tapi belum sampai kamar Aris, pintu rumah Mak Isah seperti di buka oleh seseorang. Takut ada maling Irya ingin melihat siapa yang membuka pintu itu.


'Siapa dia jangan-jangan maling.' Gumam Irya dalam hati


'Wuiihh ganteng banget nih laki.' Gumam seorang perempuan yang sudah masuk ke dalam rumah Mak Isah.


"Kamu siapa ?" Tanya Irya.


Wanita itu langsung menutup pintu rumah Mak Isah.


"Kamu yang siapa, aku istri keponakan Mak Isah." Jawab perempuan itu yang bernama Mita.


'Oh dia istri keponakan Mak Isah yang kata nya kerja di Pulau B itu. Mau apa dia kemari.' Gumam Irya dalam hati nya.


"Oh iya. Maaf saya Irya teman Aris." Jawab Irya merasa tak perlu menjelaskan dengan panjang lebar seperti dengan Mak Isah dan keluarga nya.


"Irya Mbak."


"Jangan panggil Mbak, panggil saja Mita." Senyum Mita sangat menggoda.


"Oh iya. Mita." Irya tersenyum sedikit aneh.


'Nih cewek ngapain senyum-senyum begitu, feeling gue nih cewek demen main curang.' Batin Irya sambil memandang Mita.


Mita mulai mendekati Irya, perempuan itu memegang lengan Irya dan tersenyum menggoda. Memang saat melihat Irya yang berwajah tampan dan tengah bertelanjang dada membuat Mita merasa tertarik dengan Irya. Tubuh kekar Irya di usia nya yang masih muda memang menjadi salah satu pendukung penampilan Irya.


"Kamu... habis mandi ya." Suara Mita yang dibuat selembut mungkin dan mata yang jelalatan. Gerak gerik Mita terlihat seperti ingin menggoda.


"Eh iya Mbak... maaf saya ke kamar dulu." Ucap Irya merasa tidak enak akan situasi saat ini.


Irya meninggalkan Mita tapi perempuan itu justru menahan dada bidang Irya.


"Di sini saja dulu, masa kamu meninggalkan tamu mu. Kamu yang ada di rumah ini jadi seharusnya kamu menyambut tamu rumah ini." Ucap Mita tangan nya mulai tak bisa diam di dada bidang Irya.

__ADS_1


Irya yang notabene seorang playboy yang selalu digoda lebih dulu dengan para gadis-gadis dan tak menolak nya, kini dia harus menahan nya karena perempuan di depan nya sudah berstatus istri orang.


Mita mengigit bibir bawah nya, tangan nya meraba dada bidang itu, mata nya menatap Irya dengan penuh harap. Entah, apa yang ada dalam pikiran perempuan itu. Bahkan diri nya baru saja bertemu dan berkenalan dengan pria itu.


"Dimana Nining, aku dengar dia ada disini." Tanya Mita dengan nada yang semakin gila.


"Emm... itu... Mbak Nining sudah pergi dengan suami nya Mbak." Ucap Irya, nada nya menahan grogi yang semakin menguasai diri nya.


Bagaimana tidak grogi jika perempuan itu berbuat tak wajar pada lelaki yang baru saja di kenal nya.


"Apa kamu hanya sendiri di sini ?" Tanya Mita, sebenarnya dia tahu jika di lihat dari keadaan yang sepi pasti jelas tidak ada orang selain Irya.


"I..iiyaa... Mbak."


"Ssstt... kenapa panggil Mbak ? Panggil saja Mita. M-I-T-A." Ucap Mita dengan nada berbisik pada telinga Irya yang sebelum nya meraih leher Irya agar tertunduk dan diri nya yang menjinjitkan kaki nya. Tak hanya itu tangan Mita sudah mulai berulah. Irya mencekal tangan Mita.


"Kendalikan tangan mu Mita." Ucap Irya yang seperti nya pertahanan nya mulai runtuh dengan kelakuan Mita.


Mita tersenyum miring dan mengedipkan satu mata nya untuk menggoda Irya. Tiba-tiba, Mita mencium dada bidang Irya. Perempuan itu memang benar-benar menantang Irya.


'Gila nih cewek nantangin gue dia. Belum tahu siapa gue.' Gumam Irya dalam hati dengan senyum tipis nya.


Irya menyingkirkan tangan Mita yang tak terkendali itu. Meraba leher Mita. "Jangan salahin gue, karena ini Lo sendiri yang minta."


Mendorong tubuh Mita menempel pada tembok, Irya juga mencekal kedua tangan Mita di pegang nya di atas kepala perempuan itu. Irya seorang lelaki normal terlebih dia adalah seorang playboy yang pandai bermain wanita. Wajah mita yang cantik dan tubuh nya yang sintal membuat Irya tak tahan akan godaan Mita. Dicium dan di ***** bibir perempuan itu bukan dengan perasaan melainkan dengan nafsu karena memang Mita lah yang menggoda nya. Irya tak pernah melakukan hal itu dengan perasaan jika para wanita itu lah yang menggoda diri nya.


Nafas Irya memburu setelah melepas pagutan nya, menatap tubuh Mita terlebih bulatan indah Mita. "Apa Lo mau lebih dari ini ?"


Mita tersenyum dan mengangguk. Kode yang sangat jelas untuk Irya. Menggandeng tangan Mita dan menarik nya ke dalam kamar Aris, sebelum itu mengunci pintu dengan rapat dan mendorong Mita ke atas ranjang. Irya tak perlu bekerja keras, karena Mita sangat mandiri sekali membuka pakaian nya sendiri dan menyisakan penutup terakhir tubuh nya. Terlihat sangat kontras warna kain merah dengan kulit putih Mita. Bulatan indah itu begitu menantang.


Tak berlama-lama Irya mengungkung perempuan itu. Tangan Irya aktif pada bulatan indah Mita. Perempuan itu melenguh, reaksi itu membuat Irya semakin gila. Entah, pikiran lelaki itu kini sudah tak waras lagi, tak memikirkan jika Mita adalah istri orang.


...----------------...


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.


Terimakasih atas support nya ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2