Lika-Liku Sang Playboy

Lika-Liku Sang Playboy
Bab 27. Danau


__ADS_3

Pada dasarnya Nesha adalah gadis yang lembut. Meski merasa kesal dan benci pada Irya bukan berarti dirinya pergi begitu saja saat melihat keadaan Irya terlebih Irya adalah teman Danar bos nya sekaligus teman nya juga. Jika nanti terjadi sesuatu pada Irya dan dirinya mengabaikan nya maka akan merasa sangat bersalah tidak bisa menolong.


"Ngapain Lo nanya mulu... udah sana pulang. Di cari emak Lo nanti." Ucap Irya kembali pada sikap nya yang menyebalkan.


"Ini buat kamu." Nesha justru memberikan saku kotak tisu pada Irya.


Irya hanya menatap a tidak mengambil benda itu. Pria itu malu menerima dan membuang muka ternyata Nesha melihat nya menangis tadi. Sungguh bodoh menangis di pinggir jalan, Irya merutuki dirinya sendiri saat ini. Karena malu Irya segera mengambil tas nya dan memilih untuk pergi.


"Aku bertanya karena melihat kamu yang lagi nggak baik-baik aja. Nggak buruk juga kalau ada laki-laki yang menangis, bukan hanya perempuan yang cocok untuk menangis. Laki-laki pun nggak masalah." Ucap Nesha yang mampu menghentikan langkah Irya.


Pria itu berdiri membelakangi nesha dengan tas ransel menggantung di bahu kanan nya. Nesha mendekati Irya dan masih memberikan tisu nya.


"Ini ada gunanya." Nesha meletakkan tisu di tangan Irya dan mengambil selembar tisu.


"Kalau malu dilihat sama orang pas lagi nangis seenggaknya sebelum pergi dihilangin dulu." Nesha menggunakan selembar tisu itu untuk menghapus air mata Irya yang masih tersisa menempel.


Irya tertegun dan membeku saat Nesha mengusap air matanya. Gadis yang sempat dibuatnya kesal akan sikapnya kini berada di depan nya membantu menghapus air matanya dan mencoba menghindarkan nya dari rasa malu pada orang lain.


Irya kembali dibuat sadar saat rasa sakit di sudut bibirnya disentuh oleh Nesha, bukan disentuh melainkan dibersihkan darah nya oleh Nesha menggunakan tisu.


"Aow..." rintih Irya


"Maaf... darah nya dari tadi keluar." Ucap Nesha yang kembali datar pada Irya. Nesha meninggalkan Irya dengan buru-buru teringat akan sesuatu.


Bukan pergi menyusuri jalan melainkan masuk kembali ke hutan menyusuri jalan setapak dengan langkah yang buru-buru. Irya reflek mengikuti Nesha karena melihat hutan itu cukup sepi. Hampir kehilangan jejak Nesha akhirnya Irya menemukan Nesha.


"Ngapain Lo ketempat ini ?" Tanya Irya yang membuat Nesha terkejut.


"Kamu ngikutin aku ?"


"Masuk sendirian di tempat kaya gini Lo nggak takut ? Lo yakin aman ?" Tanya Irya beruntun.


"Nggak udah biasa. Ini tempat favorit kalau lagi pusing mikirin tugas kuliah."


"Ini danau yang Lo bilang tadi ?" Tanya Irya yang melihat danau di depan sana. Nesha mengangguk.


"Lo ngapain kesini lagi bukan nya Lo udah mau balik ?" Tanya Irya kembali.


"Ponsel ku ketinggalan."

__ADS_1


Nesha menatap Irya yang sedang memejamkan mata dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celananya. Sepertinya pria itu berusaha merasakan kenyamanan di tempat itu.


"Kenapa tempat ini sepi ?" Tanya Irya yang membuat Nesha terkejut saat fokus menatap Irya.


"Karena nggak ada yang berkunjung kesini." Jawaban Nesha membuat Irya tersenyum. Jawaban konyol yang sangat logis atau Irya yang salah mengungkapkan pertanyaan.


"Maksud gue ini bukan tempat wisata yang dibuka untuk umum ?" Tanya Irya, melangkahkan kaki duduk di batang kayu yang besar yang sering digunakan untuk duduk oleh Nesha dan Angga.


"Ini bukan tempat wisata. Ini semacam konservasi alam kecil khusus untuk melindungi burung-burung yang hampir punah di kota ini dan danau itu danau buatan."


"Lo nggak capek berdiri ?" Tanya Irya yang menoleh kebelakang, Nesha masih berdiri di tempatnya.


Menghela nafas Nesha mulai melangkah menghampiri batang kayu besar itu dan duduk di ujung. Jarak yang cukup jauh dari tempat Irya duduk.


"Maaf tadi aku nggak sengaja lihat kamu bertengkar dengan Papa mu." Ucap Nesha. Sejujurnya dia merasa tak enak karena melihat pertengkaran itu dan memergoki Irya yang tengah menangis di pinggir jalan.


"Lo denger semuanya ?" Irya memastikan apakah Nesha mendengar pertengkaran nya dengan sang Ayah. Nesha mengangguk tanpa bersuara, Irya tak melihat itu.


Merasa tak mendapatkan jawaban Irya menatap datar Nesha dan Nesha menyadari itu.


"Iya aku mendengar semua nya. Maaf aku tak sengaja. Aku takut saat melihat mu bertengkar tadi jadi aku bersembunyi."


Nesha menatap Irya kenapa pria itu menyuruh Nesha melupakan apa yang dilihatnya. Meski memang itu hal yang tidak penting untuk Nesha dan bukan menjadi urusannya tapi Nesha penasaran kenapa dirinya harus melupakan hal itu.


"Dan satu hal...gue tahu Lo benci sama gue tapi gue minta tolong jangan pernah ceritain apa yang pernah Lo lihat sama siapapun." Pinta Irya sambil menatap Nesha dalam jarak 3 meter.


"Apapun gue kasih ke elo asal Lo bisa tutup mulut." Ucap Irya saat tak mendapatkan respon dari Nesha.


"Oke... tapi ada syaratnya." Nesha ternyata tak melepaskan kesempatan dalam kesempitan ini.


"Gue kira Lo cewek baik hati ternyata sama aja sama yang lain." Cibir Irya saat mendengar persyaratan yang akan diajukan Nesha.


"Tidak ada yang gratis di dunia ini. Bahkan untuk mendapatkan kebahagiaan pun kita harus berani bayar mahal."


Perkataan Nesha mampu membuat Irya tersenyum. "Apa syarat yang kamu inginkan ?"


"Ada 3 syarat kalau kamu setuju aku bisa jaga rahasia kamu. Bilang kalau kamu setuju." Wajah Nesha kini terlihat sangat santai saat mengajukan persyaratan.


"Oke sebutin aja apa mau Lo."

__ADS_1


"Pertama aku mau buku yang waktu itu kamu rebut dari aku." Dalam hati Nesha tersenyum berharap sekali bisa mendapatkan novel yang dia inginkan waktu itu.


Irya tampak berfikir untuk memenuhi syarat dari Nesha. "Yang kedua sama ketiga ?" Tanya Irya sembari masih memikirkan cara mendapatkan buku yang diinginkan Nesha.


"Belum kepikiran nanti kalau udah ku kasih tahu." Ucap nesha dengan santai. Syarat itu akan disimpan nya dengan baik untuk dipergunakan suatu saat nanti untuk menghadap pria yang menyebalkan dan dibenci nya.


"Oke... nanti gue kasih bukunya kalau udah ada."


Bagaimana caranya nanti Irya akan memikirkan nya. Yang terpenting Nesha bisa menutup mulut atas apa yang dilihat. Dia tidak ingin orang lain mengetahui apa yang terjadi pada dirinya.


"Oke, aku pulang dulu." Ucap Nesha, mata nya melihat jam tangan yang dipakainya sudah menunjukan waktu dimana dirinya harus segera pulang dan bersiap untuk berangkat kerja.


Hari ini Nesha tidak ada jadwal kuliah jadi dia gunakan waktu nya untuk merefresh diri. Mengunjungi danau yang sering didatangi nya bersama Angga.


Irya menoleh ke Nesha, gadis itu sudah berdiri. "Kalai kamu masih mau disini nggak apa-apa cuma jangan sampai gelap kalau lagi sendirian." Ucap Nesha sebelum pergi.


"Memang ada apa ?" Tanya Irya.


"Disini cukup menyeramkan kalau petang karena tidak ada lampu."


Maklum wanita pasti akan takut dengan kegelapan terlebih di hutan buatan yang pasti saja ada makhluk lain yang juga menempati tempat itu.


Irya hanya tersenyum tipis. "Pulang lah.. hati-hati Lo di jalan, gue masih mau disini."


Nesha meninggalkan Irya sendiri di pinggir danau itu. Nesha memang tak takut keluar masuk melalui jalan setapak itu karena sudah terbiasa sejak dulu saat masih SMA bersama Angga mereka sering sekali berkunjung di danau itu.


Irya begitu menikmati suasana danau itu, sepi dan sejuk sangat cocok untuk dirinya yang saat ini dilanda masalah. Di tempat itu Irya mampu menenangkan diri. Tempat itu pasti akan masuk ke dalam daftar tempat terfavorit untuk nya.


Kembali menerawang masalah yang baru saja terjadi, hati Irya masih terasa sakit. Bagaimana bisa orang tua memperlakukan anak nya seperti itu tanpa memikirkan bagaimana perasaan anak nya. Pikiran Irya berkecamuk saat ini. Harapan nya hanya sederhana saja tidak terlalu tinggi selama ini tapi kenapa tidak bisa dia dapatkan. Padahal harapan itu mungkin saja tidak sesulit mengumpulkan uang milyaran rupiah.


...----------------...


Jangan lupa VOTE !!!


Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.


Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.


Terimakasih atas support nya ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2