
Semua datang mengerubungi lokasi kecelakaan. Rony pun sudah sampai turun dari mobil dengan berjalan cepat segera melihat siapa yang jatuh. Sorot lampu dari beberapa pengendara mampu menerangi lokasi. Motor Irya tergeletak di atas aspal.
"Irya..." Ucap Rony terkejut.
"Irya nya mana." Rony bingung Irya tidak ada di dekat motor. Mencari Irya ternyata pria itu terguling di pinggir jalan. Tubuh penuh luka, pakaian nya sobek tergesek aspal. Irya tak sadarkan diri.
"Cepat-Cepat copot helm nya terus angkat ke mobil." Perintah Irya pada teman-teman nya yang lain.
Mereka membantu Irya mengangkat nya masuk ke dalam mobil. Rony dengan sigap membawa mobil menuju ke rumah sakit.
"Gue udah punya perasaan nggak enak waktu Exel minta tanding ulang." Ucap Rony.
"Gue juga, pas temen nya bilang ragu sama kemampuan Irya. Padahal beberapa kali pertandingan dia ikut tapi kalah mulu sama Irya. Iya nggak sih bro." Ucap Aji.
"Lo telepon anak-anak yang masih disana suruh amanin motor Irya jangan sampe disentuh sama pihak Exel. Disana masih ada kamera yang terpasang. Siapa tahu kita bisa lihat kejadian nya seperti apa tadi." Ucap Rony masih menyetir dengan kecepatan cukup tinggi. Rony sama seperti Irya suka balapan tapi beda nya Rony lebih suka balap menggunakan mobil nya.
Waktu dini hari membuat jalanan lengang sehingga Rony bisa berkendara dengan bebas menggunakan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.
Aji segera menelpon teman-temannya yang masih berada di lokasi. Untungnya mereka langsung mengamankan motor Irya tanpa ada pihak Exel yang menyentuh motor Irya. Aji bernafas lega.
"Anak-anak udah amanin motor Irya bro sebelum kita telepon." Ucap Aji.
Rony pun bernafas lega. Di depan ada rumah sakit terdekat. Rony menghentikan tepat di depan ruang IGD. Aji berlari masuk memanggil para tenaga medis yang ada. Suster dan perawat langsung berlari keluar membawa brankar.
"Kenapa ini mas ?" Tanya suster yang ikut datang menyambut dengan membawa brankar.
"Kecelakaan motor sus. Tolong sus." Ucap Rony masih dengan nada panik nya.
"Oke.. oke.. tenang dulu mas. Bantu turunkan korban dulu. Yang lain cowok-cowok tolong mas ini." Ucap suster pada perawat pria yang berjaga malam ini.
Mereka bekerjasama membawa Irya keluar dari mobil. Lalu menempatkan Irya di atas brankar, mendorong nya menuju ruang IGD. Rony dan Aji menunggu di luar dengan cemas dan panik.
"Semoga Irya nggak kenapa-kenapa." Ucap Aji berdiri menjawab panggilan telepon. Ternyata telepon dari temannya yang menanyakan dimana keberadaan mereka sekarang. Aji memberitahu kan bahwa mereka berada di rumah sakit Surya Medika.
"Bro kaya nya Lo harus hubungi keluarga Irya." Ucap Aji.
"Gue nggak punya kontak keluarga nya. Lagian selama ini Irya nggak pernah cerita tentang keluarga nya."
__ADS_1
"Atau Lo punya seseorang yang dekat sama Irya gitu, barang kali dia tahu kontak keluarga nya." Ucap Aji kembali.
"Bentar gue kayak nya punya kontak temen yang akrab banget sama Irya selain gue." Ronny mencoba mengotak-atik ponsel nya mencari semua kontak yang disimpan nya.
"Nah ketemu." Gumam Rony.
Mencoba menghubungi kontak Danar, lama tidak terjawab. Rony berusaha menghubungi beberapa kali hingga suara serak khas bangun tidur menjawab nya. Rony memberitahu kan kabar kepada Irya pada Danar. Danar terkejut mendengar nya, baru bulan yang lalu masuk IGD sekarang sudah masuk lagi.
"Apa !! Dimana Irya sekarang ?" Tanya Danar terkejut dan khawatir.
"Di rumah sakit Surya Medika."
"Oke, gue ke sana sekarang." Danar mematikan ponselnya. Bergegas berganti pakaian dan mengenakan jaket. Saat ini pukul 2 dini hari, Danar mencuci mukanya setelah berganti pakaian. Gelagat yang terburu-buru dengan serampangan mengambil dompet dan ponsel nya kembali.
"Ck... Irya... bener-bener ya hobi banget masuk rumah sakit." Gerutu Danar.
Keluar apartemen dengan terburu-buru, langkah kaki nya cepat. Menuju mobil nya yang terparkir di basement. Danar sangat khawatir dengan keadaan Irya begitu tahu sahabatnya mengalami kecelakaan. Pikirannya sempat berfikir yang tidak-tidak karena baru bulan kemarin kepala nya terluka akibat benturan benda keras.
Sampai di rumah sakit depan ruang IGD sudah ada beberapa orang laki-laki berada disana. Teman-teman Irya yang tadi berada di lokasi kini menyusul ke rumah sakit.
"Bagaimana Irya susah ada informasi dari dokter ?" Tanya Danar yang langsung menuju pada Rony karena hanya Rony yang dia kenal saat ini.
"Nggak apa-apa sama aja. Nanti keluarga nya biar gue yang urus. Ini kejadian nya gimana bisa sampai kecelakaan begini ?" Setahu Danar tadi saat Irya masih baik-baik saja berpamitan hendak pergi berkumpul dengan teman-teman sekolahnya.
"Kita ada tandingan balap seperti biasa Dan. Entah nggak tahu gue, Irya memenangkan pertandingan tapi lawan main nggak terima jadi nantangin Irya buat balapan ulang belum jauh motor jalan Irya udah jatuh." Rony menceritakan apa yang dia ketahui saja bagaimana proses jatuhnya Irya dirinya juga tidak tahu.
"Di motor Irya masih ada kamera aktif, kita bisa lihat dari situ gimana kejadiannya. Gue yakin ada sesuatu yang buat Irya jatuh. Karena sebelum nya semua baik-baik aja." Imbuh Rony.
"Oke, gue minta tolong buat urus masalah ini Ron, biar gue bisa fokus urus Irya disini." Pinta Danar pada Rony. Rony pun tidak keberatan sama sekali, memang dia sudah berniat akan mengupas pa yang terjadi pada kecelakaan itu.
***
Di lokasi Exel dan teman-teman nya masih berada di lokasi. Pria itu tersenyum puas bisa melihat Irya terjatuh karena kecelakaan Irya adalah ulah Exel dan dia berharap akibat kecelakaan itu bisa membuat Irya cacat sehingga tidak bisa lagi mengikuti balapan. Rasa iri dan cemburu nya pada Irya membuat nya gelap mata ingin mencelakai Irya. Iri karena Irya selalu saja memenangkan pertandingan dan cemburu karena Ranti gadis yang menjadi incaran nya terlihat akrab dan mesra dengan Irya. Padahal Ranti adalah mantan kekasih Irya.
"Mampus Lo Irya, gue pengen salah satu anggota tubuh Lo cacat. Jadi, orang sok kegantengan banget." Gumam Exel dalam hati nya. Tersenyum licik.
"Bro, kok tadi Irya bisa jatuh gitu sih ? Kepeleset atau gimana tuh ?" Tanya teman Exel.
__ADS_1
Teman-teman Exel memang tidak ada yang tahu rencana licik Exel. Mereka hanya disuruh oleh pria itu untuk menyampaikan tantangan pada Irya saja tanpa tahu apa yang akan Exel lakukan saat di arena balap.
"Nggak tahu gue, kepeleset kali. Jin Bejo nya lagi kabur kali maka nya sial hahaha." Celetuk Exel tertawa terbahak-bahak membuat yang lain ikut tertawa. Mereka tidak ada yang tahu jika kejadian Irya adalah ulah lawan mainnya sendiri.
"Udah lah gue mau cabut dulu. Ngantuk gue." Ucap Exel pergi dari lokasi tongkrongan mereka yang juga menjadi lokasi balapan tadi.
***
Dokter keluar dari ruangan IGD dan mencari anggota keluarga pasien yang ada di dalam. Pasien di dalam hanya ada Irya saja, jadi Danar maju sebagai anggota keluarga Irya.
"Bagaimanapun kondisinya dokter ?" Tanya Irya berharap tidak ada luka yang fatal atas kecelakaan yang terjadi.
"Kami belum bisa memastikan, besok akan kita lakukan pemeriksaan ulang dan Rontgen untuk melihat kondisi tulang-tulang nya. Untung saja pasien menggunakan helm tertutup sehingga bagian kepalanya tidak ada yang fatal." Ucap dokter menjelaskan. Danar dan yang lain mendengar penjelasan dokter merasa lega.
Satu persatu dari teman-teman Irya berpamitan pulang karena sudah lelah. Hanya tinggal beberapa orang saja yang masih bertahan termasuk Danar dan Rony. Hingga pagi mereka menunggu Irya. Bahkan beberapa dari mereka sudah bergelesotan di lantai dan ada yang di kursi untuk merebahkan tubuh mereka.
Hari ini akan dilakukan pemeriksaan ulang terhadap Irya untuk mengetahui apakah ada luka dalam tubuh Irya. Yang jelas tubuh nya penuh dengan luka lecet yang cukup parah akibat laju nya motor yang di kendarai nya.
Menunggu pemeriksa, Rony dan kawan-kawan akhirnya runtuh dari pertahanan mereka harus pulang. Kini tingg Danar yang mendampingi sahabatnya itu.
"Bagaimana hasil pemeriksaan nya dokter ?" Danar sudah berada di dalam ruangan dokter menunggu dokter menjelaskan hasil pemeriksaan Irya.
"Hasil pemeriksaan, kita masih bisa bersyukur area dada dan kepala masih aman. Hanya saja tulang kaki kanan nya retak akibat dari kecelakaan itu, mungkin karena benturan dan tindihan dari motor mengingat suster mengatakan jika pasien mengalami kecelakaan motor. Jadi nanti kita akan fokus juga ke kaki nya. Tidak perlu khawatir ini hanya retak saja."
"Syukurlah kalau begitu. Baik dokter berikan yang terbaik untuk Irya."
"Tentu kami akan berikan yang terbaik untuk pasien." Jawab dokter senyum ramah dengan nada tegas dan penuh percaya diri.
Danar keluar dari ruangan dokter dan beranjak ke ruang rawat Irya. Subuh tadi pria itu sudah dipindahkan. Menunggu dan menjaga Irya, bahkan Danar rela membolos hari ini untuk menjaga sahabat nya. Sembari menunggu informasi dari Rony dan kawan-kawan. Danar penasaran bagaimana bisa Irya terjatuh karena ada kejanggalan seperti yang di tuturkan Rony dan kawan-kawan.
...----------------...
Jangan Lupa VOTE !!!
Hallo dear... para readers budiman please komen dan like ya bagaimana menurut kalian cerita di part ini.
Support kalian benar-benar berharga buat author. Kalau malas komen setidak nya kasih jempol manis kalian di part ini.
__ADS_1
Terimakasih atas support nya ☺️🙏